Archive for March, 2006

Proyek Yang Tertunda

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on March 20, 2006 by Inna

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, kalau sering lewat di daerah Kelapa Gading, pasti ingat beberapa bangunan tinggi dibelakang RS.Mitra Keluarga. Bangunan-bangunan tinggi tsb sepertinya direncanakan untuk jadi apartemen yg mewah, mulai dibangun pada tahun 90′an. Tapi semenjak terjadi krisis ekonomi di Indonesia, pembangunan proyek apartemen itu dihentikan, padahal sudah lebih 50% selesai.
Bertahun-tahun berlalu seiring kondisi ekonomi negeri ini yg sulit pulih, proyek bangunan apartemen tsb tetap terbengkalai, tidak pernah lagi dikerjakan. Bangunan-bangunan tinggi yang terbengkalai itu seolah jadi monumen kemandegan perkembangan ekonomi bangsa ini…. Jika pada malam hari kita melewatinya, komplek proyek yang tertunda itu sangat gelap sehingga bangunan-bangunan tinggi itu seperti bayangan raksasa yg sedang berdiri di kegelapan mengawasi setiap mobil yang lewat didepannya.
Setiap kali melewati proyek yang tertunda itu, saya selalu menoleh dan memandangi bangunan-bangunan yg sudah bertahun-tahun terbengkalai pembangunannya, seraya didalam hati saya merasa kasihan pada orang-orang yg telah menginvestasikan uangnya pada proyek tsb. Ya, pasti mereka yang telah menginvestasikan uangnya pada proyek itu sangat berharap agar proyek itu bisa segera dirampungkan, kalau tidak… tentu mereka akan benar-benar kecewa, karena dengan sudah tertunda saja mereka sudah sangat rugi besar.
Masuk tahun 2005, Indonesia mengalami perubahan iklim politik dan ekonomi, dan entah kenapa saya jarang melewati daerah Kelapa Gading selama tahun 2005. Tapi pada awal 2006 ketika melewati daerah itu, saya terkejut melihat kearah proyek yang tertunda dulu itu, wah wah.. ternyata proyek itu sudah rampung!!
Sekarang ditempat itu telah berdiri gedung-gedung apartemen yang tinggi dan indah, halamannya telah tertata apik.
Saya tidak tahu siapa investor proyek bangunan apartemen mewah itu, tapi saya yakin, kini betapa leganya mereka, karena proyek yg telah tertunda bertahun-tahun itu kini telah rampung dan siap di pasarkan.

Saudaraku, kalau dipikir-pikir, setiap kita yang telah ditebus dengan darah Kristus, bisa jadi bagi Tuhan kita ini adalah suatu proyek besar yang eksklusif dan mahal.
Karena setiap kita secara pribadi satu persatu punya blue-print, hasil karya master piece bukan produk massal seperti pakaian dari rumah konfeksi.
Dr. Morris Cerullo sering mengatakan bahwa setiap kita diciptakan Tuhan sebagai ” unique characteristic ” untuk tujuan ilahi, dan Tuhan punya design, pattern dan planning yg khusus untuk setiap orang. Karena itulah, untuk ” proyek besar dan khusus ” ini Tuhan tidak menginvestasikan kekayaanNya yg ada di surga, melainkan Dia menginvestasikan diriNya sendiri, kehidupanNya…!!. Can you imagine ?.

Dan terus terang, saat ini banyak diantara kita seperti bangunan apartemen di Kelapa Gading tsb, yaitu ” proyek yang sedang tertunda “. Tuhan sedang tidak bisa meneruskan pekerjaanNya didalam hidup kita karena KRISIS yg sedang terjadi dalam hati kita….
Ya, krisis itu lebih banyak disebabkan oleh sikap hati kita. Antara lain bisa jadi karena kita tidak mau melepaskan hal-hal yang sangat kita suka, bisa juga karena kita tidak mau keluar dari zona kenyamanan atau juga karena kita mulai kompromi dengan cara dunia atau pikiran manusia.
Tentunya proyek yang tertunda ini sangat menyusahkan hati Tuhan, dan Dia pasti selalu menunggu kapan waktunya untuk bisa kembali mengerjakannya. Sekalipun sepertinya Dia meninggalkan proyek itu, saya yakin Dia tidak akan bisa melupakannya, karena DIA telah menginvestasikan hidupnya disana !!.
Kapan proyek yang tertunda itu bisa dilanjutkan, semua tergantung pada keputusan kita sendiri, kapan mau keluar dari masa KRISIS tersebut.

Saudaraku, apa saja yang Tuhan pernah katakan dan janjikan tentang masa depanmu, tentang pelayanan dan panggilan hidupmu… jangan pernah melupakannya. Sekalipun setelah bertahun-tahun berlalu semua belum temanifestasi jangan tawar hati dan kecewa serta menjadi apatis.
Tuhan tidak pernah melupakan janjiNYA dan rencanaNYA untuk setiap kita. Jika janji Tuhan belum digenapi dalam hidup kita kemungkinan yg terbesar masalahnya adalah pada kita, bukan pada Tuhan, karena Tuhan sendiri amat sangat menantikan kapan waktu yang tepat untuk merampungkan proyekNYA dalam hidup kita.
” Being confident of this very thing, that HE who has begun a good work in you, will complete it untill the day of Jesus Christ “, [ Phlip.1:6].
Jadi karena itu, jangan biarkan Tuhan menunggu terlalu lama lagi, waktunya sudah semakin sempit… Mari segera buat keputusan untuk keluar dari masa KRISIS. Berhenti percaya pada kebohongan iblis yg mengatakan bahwa kamu tidak ada apa-apanya dimata Tuhan, juga berhenti melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dari “SANG” pemilik proyek.
Sekali lagi, ingat dan percayalah, bahwa setiap kita mempunyai “unique charateristic” yang diciptakan for devine purpose, dan Tuhan punya design, pattern dan planning yang special untuk setiap kita masing-masing. Walaupun proyek itu harus tertunda, percayalah, DIA pasti tidak ingin proyekNya gagal, karena DIA sudah investasikan hidupNya untuk kita.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga.

" Belajar Dari Esau "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on March 12, 2006 by Inna

Esau adalah seorang yang pandai berburu, dia sangat aktif dan suka tinggal di alam terbuka; dan Yakub adalah orang yang kalem, tenang, suka tinggal di dalam rumah serta pintar masak dan di cintai oleh ibunya. Begitulah yang tertulis tentang si kembar Esau dan Yakub. Kelihatannya mereka berdua bukan kembar yang identik, karena secara fisik keduanya sangat berbeda.

Esau menyukai aktifitas yang memerlukan otot dan tenaga, dia pasti tidak betah jika disuruh duduk diam ” menganggur ” berlama-lama.
Saya mencoba membayangkan seandainya Esau hidup pada masa kini, dia pasti bisa menjadi teman yang menyenangkan untuk menghabiskan liburan di luar kota.
Dia pasti sangat senang diajak hiking, panjat tebing, surfing, atau main ski atau belajar menari qapuera…. Dia juga akan senang jika diajak mencoba berbagai jenis makanan khas daerah.
Saya yakin, Esau adalah orang yang enak diajak bergaul dan dia pasti disukai para wanita…
Buktinya, istrinya lebih dari satu orang. Dia menikah jauh lebih dini dari Yakub.
Esau juga bukan tipe orang yang suka berpikir macam-macam, karena dia bukan tipe orang yang pemikir. Dia tidak akan suka bertele-tele menganalisa sampai terlalu dalam tentang hal-hal yang tidak pasti dan tidak jelas.
Sehingga baginya ” hak kesulungan ” bukanlah sesuatu yang terlalu penting dipertahankan.
Bisa jadi bagi-nya itu seperti sebuah buku tua yang tidak pernah dibaca karena isinya tidak menarik, sehingga buku itu selalu tersimpan di rak buku sebagai koleksi dan pajangan.
Maka ketika Yakub meminta ” hak ” tsb sebagai pembayar makanan yang dimasaknya, dengan mudah Esau menyerahkannya.
Mungkin seandainya Yakub meminta pisau berburunya sebagai pembayar makanan, Esau pasti akan menolak dengan tegas… Karena bagi Esau, pisau berburu sangat berharga dan sangat penting, dia selalu membutuhkannya dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Esau adalah orang yang tidak suka berpikir terlalu dalam, dia tidak terbiasa meluangkan waktu untuk merenung menganalisa… Akibatnya dia jadi sering keliru saat menilai maupun menafsirkan tentang berbagai hal dalam hidupnya.
Saat mendengar ibunya menyuruh Yakub pergi untuk mengambil istri dari keturunan keluarganya, barulah Esau sadar bahwa ibunya kecewa padanya karena dia telah mengambil 2 orang perempuan Kanaan menjadi istrinya.
Esau lalu mencoba menyenangkan hati orang tuanya dengan segera mengambil lagi seorang istri dari keturunanAbraham, kakeknya.
Dan memang ternyata respon Esau itu sangat gimana gitu looh…. Karena ternyata dia pergi kepada Ismael, dan mengambil anak perempuan Ismael menjadi istrinya yang ke 3.

Tidak salah kalau kamu menyukai banyak aktifitas outdoor, asal juga mau belajar menyukai kegiatan indoor. Yang penting….. keseimbangan jek !!.

Untuk segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk mencari ada waktu untuk membiarkan, ada waktu untuk menyimpan ada waktu untuk membuang, ada waktu untuk berdiam diri ada waktu untuk berbicara.
Itulah sebabnya nabi Musa meminta dalam doanya, agar Tuhan mengajar kita untuk bisa menghitung hari-hari, supaya diberi hati yang bijaksana untuk melewati setiap hari dalam kehidupan kita.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga.