Archive for April, 2006

" HadiratNYA mengikuti "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on April 23, 2006 by Inna

Saya pernah membaca tentang Kathryn Khullman, bagaimana dia selalu diberi pintu khusus di bandara. Soalnya, kalau dia melewati jalur yang biasa dilewati orang banyak maka dipastikan akan terjadi kekacauan…..
Saat dia berjalan, orang-orang yg dia lewati akan berjatuhan rebah dalam roh. Hal ini disebabkan oleh karena hadirat Tuhan sangat kuat bersamanya dimanapun dia berada. Jadi setelah Kathryn Khullman lewat ruangan itu penuh dgn orang yg bergelimpangan karena sedang di jamah Tuhan. Hal ini sangat Alkitabiah, kita bisa baca di Kisah Para Rasul, bagaimana lawatan Tuhan terjadi ketika rasul Petrus berjalan ditempat umum.

Semula hal ini adalah hanya cerita yg pernah saya baca, tapi suatu hari saya mengalaminya langsung.
Waktu itu bulan Oktober 1999, Dr.Morris Cerullo akan KKR di stadion Senayan Jakarta. Saya ikut jadi panitia, team hospitalitynya.
Kita diberi kamar persis didepan suite room tempat Dr Cerullo menginap, supaya gampang memantau.
Saya ingat betul waktu itu kami sedang ditugaskan menjaga pintu lift unt beliau yg akan segera berangkat ketempat KKR.
Waktu dia jalan menuju lift melewati kami, saya merasakan betul hadirat Tuhan begitu pekat mengikuti dia. Saya lihat beberapa dari kami bersandar kedinding supaya tidak rebah, tubuh mereka gemetar keras. Ada yg tiba-tiba menangis tanpa suara, terharu saat dijamah Tuhan. Saya sendiri meneteskan air mata tiba-tiba, karena saat itu merasakan kehangatan kasih Tuhan begitu kuat melingkupi saya. Padahal dia cuma jalan biasa saja… nggak pake komat kamit bahasa lidah segala.
Semua terjadi begitu cepat… Tapi waktu dia sudah masuk lift dan pintunya tertutup, kami semua tidak bisa bergerak dan tidak bersuara untuk beberapa saat.
Kejadian itu sangat membekas dihati saya sampai hari ini. Saya sering memikirkannya dan membayangkannya kembali.
” namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yg hidup, melainkan Kristus yg hidup didalam aku – Gal.2:20 “
Smith Wiggleswoth, Kathryn Khullman, Morris Cerullo, Benny Hinn, dan banyak lagi…., mereka adalah orang-orang yg telah berhasil men-download ayat tersebut diatas 80% sampai 99% dalam hidup mereka.

Hari-hari ini saya semakin rindu supaya proses download dalam hidup saya semakin mengalami peningkatan persen demi persen.
Dan saya percaya, Tuhan juga sangat ingin agar orang-orang tebusanNYA dimasa akhir dari akhir jaman ini mau terus menerus memperlebar kapasitas hadirat Tuhan termanifestasi dalam kehidupan mereka, supaya kita bisa jadi etalase kasih dan kuasa Tuhan.
Baiklah kita mulai dari yg biasa-biasa dulu…….
Sekarang coba ingat-ingat, biasanya dampak apa yang kamu berikan pada orang lain saat kamu masuk kesuatu ruangan atau lingkungan?.
Apakah saat kamu datang suasana jadi berubah kaku, tegang atau malah jadi penuh kegembiraan dan kehangatan.
Waktu saya pernah bekerja disuatu perusahaan, itu para office boy/OB selalu menghindar supaya jangan berpapasan dgn wakil direktur. Kalau ditanya kenapa, maka mereka menjawab begini, ” Samprokan sama bapak itu sama aja samprokan dgn setan..! Soalnya, kalo ngeliat kita, pasti dia selalu cari-cari kesalahan kita “.
Wooow !!, mau tau, bapak wakil dirut itu adalah orang kristen.

Hallo para perempuan… apa yg terjadi saat kamu muncul? Apakah para lelaki sering jadi berdebar-debar karena gaya jalan dan pakaianmu sangat menggoda…?
Atau, bagaimana nih para lelaki?, apa yg para perempuan sering rasakan waktu kamu beredar disekitar mereka… apa kamu selalu memberikan kesan TP/tebar pesona ?.
Ayo renungkan, energi apa yg sering terpancar atau yg mengalir dari dalam dirimu terhadap orang lain dan lingkunganmu ?.
Apakah kehadiranmu membuat orang lain nyaman karena keramahanmu, kebaikan hatimu dan perhatianmu pada setiap orang selalu tulus ?. Atau mungkin kehadiranmu bisa membuat orang jadi gembira, tertawa… karena kamu humoris, bersemangat dan rendah hati, nggak gampang tersinggung.
Atau bisa jadi orang jadi was-was dan gerah karena kamu sering mengkritik, suka mengeluh, atau sinar matamu sorotannya sering sinis dan tajam.
Apakah teman-temanmu berani curhat masalah pribadinya dgn kamu?
Ya, jangan langsung maunya seperti Benny Hinn, Morris Cerullo atau seperti rasul Paulus…. jadilah dulu dirimu sendiri. Tidak apa-apa kalau saat ini kamu masih 2%, 5%, 10% atau 20% memanifestasikan Kristus. Kalau rajin, nanti lama kelamaan akan terus bertambah.

Kemarin waktu keluar dari tempat parkir di gereja, temen saya heran melihat saya menyapa ramah tukang parkir, tukang karcis parkir…
He he he, dia belum liat saya ramah pada supir ojeg didekat rumah, pada tukang sampah, tukang sayur, pedagang makanan….
Hmmm, sebenarnya sih buat saya itu bukan perkara yg gampang mula-mula dulu. Karena pada dasarnya saya ini dulunya sangat cuek dan susah senyum. Tapi dari waktu ke waktu saya terus mencoba membiasakan diri untuk ramah dan perduli pada orang disekitar saya.
Ya, kita harus berlatih untuk bisa selalu “eling”, sadar, bahwa kita tidak hidup sendiri lagi, tapi ada Kristus hidup didalam kita.
Kalau nanti karakter Kristus semakin kuat menonjol dalam diri kita, maka perlahan hadiratNYA akan semakin nyata dan kuat mengikuti kemanapun kita pergi.Dan kamu akan menjadi saksi yg hidup bagi kemuliaan nama Tuhan.
Yuuk, kita bersama-sama mengejarnya…!!.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 24 April 2006.

" Fight The Good Fight of Faith ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on April 20, 2006 by Inna

Iman adalah ketika kamu tetap taat pada Tuhan sekalipun dalam keadaan yg tidak menguntungkan.
Iman adalah saat kamu tetap tekun menantikan Tuhan walaupun kondisi sudah sangat menekan.
Iman adalah waktu kamu tetap percaya dan berharap pada Tuhan padahal kamu ada dalam kondisi yg sudah diluar akal sehat manusia.
Iman adalah saat kamu berani menghadapi setiap pertandingan yg harus dilewati, kamu tidak lari dari jadwal pertandingan iman-mu.

” Fight the good fight of faith, lay hold on eternal life, to which you were also called and have confessed the good confession in the presence of many witnesses ( I Tim.6:12 ) “.
Jika kita berhasil memenangkan pertandingan iman yg merasa lega dan bahagia bukan hanya kamu saja, tapi Tuhan juga berbahagia dan merasa sangat bangga melihat orang tebusanNya, anakNya, berhasil….

Sebenarnya setiap kita sudah di karuniakan iman dasar.
Dan iman dasar itu akan semakin besar ukurannya kalau iman itu sering dilatih dan berhasil melewati ujian demi ujian.
Iman yg bertahan dalam setiap ujian adalah iman yg tetap berfokus pada Firman Tuhan dalam situasi dan kondisi yg terburuk sekalipun.
Memiliki jam doa yg lama tidak akan bisa membuat iman bertambah kuat dan selalu berkemenangan salam setiap pertandingan.
Berdoa 7 jam sehari tidak ada gunanya jika tanpa persekutuan dgn Firman Tuhan. Ingat, iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Kristus. ” Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dgn Allah dan Firman itu adalah Allah ( Yoh.1:1) ” .
Sebab itu, jika kamu ingin memenangkan semua pertandingan maka milikilah iman yg kuat, untuk membuat imanmu kuat dan terus bertumbuh kamu harus punya persekutuan yg lebih dalam dan intim dgn Tuhan. Lakukan dgn takaran chemistry yg tepat dan benar,
perbanyak membaca Alkitab dan merenungkannya.
Jangan lebih banyak berfokus berdoa dalam bahasa Roh serta praise and worship berjam-jam, percayalah, kamu akan berakhir tanpa pewahyuan dan pengurapan dari Tuhan….
Berikan takaran yang tepat untuk bahan utama.
Maka kamu akan memenangkan setiap pertandingan iman jika kamu melakukan dgn cara yg tepat dan benar.
Kamu juga akan menjadi salah satu pahlawan iman yg membuat Tuhan merasa sangat bangga….” Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka ( Ibr.11:16b ) “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 20 April 2006.

" Orang-orang yang tak terduga "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on April 17, 2006 by Inna

Minggu ini saya sering di ingatkan tentang cuplikan 2 buah buku yg pernah saya baca beberapa tahun yg lalu. Karena berulang kali muncul terus di-ingatan maka saya mencari buku tsb, buku-buku itu ditulis oleh orang yg berbeda, dari generasi berbeda dan bercerita tentang 2 orang yg berbeda tapi berakhir pd tempat yg sama yaitu di surga.
Memang banyak buku yg bercerita ttg surga, tapi saya harap cuplikan dr 2 buku berikut bisa membuat kita merenungkan tentang apa saja yg sudah kita lakukan selama ini. Mungkin saja selama ini kita telah keliru menilai tentang hal apa yg sebenarnya berkenan dihati Tuhan.
Seorang hamba Tuhan pernah berkata dalam khotbahnya :
Seringkali yang “apa-apa” bagi kita ternyata tidak apa-apa buat Tuhan, tapi seringkali yang “apa-apa” bagi Tuhan buat kita sama sekali tidak apa-apa…”.
Saya percaya Roh Kudus mau mengingatkan kita tentang ini, karena begitu kuat dorongan dihati saya membaca ulang buku itu dan menulis cuplikannya untuk saudara-saudara semua….
Buku yg pertama berjudul, ” Dunia Roh “, penulisnya dr India, Sadhu Sundar Singh, ditulis bulan Juli 1926. Cuplikan dari hal. 47 – 49…
HAMBA TUHAN YG SOMBONG DAN PEKERJA YG RENDAH HATI…
Seorang hamba Tuhan yg sangat rohani dan ahli theologi meninggal dunia dalam usia yg sudah tua. Malaikat-malaikat datang membawanya ketempat yg sudah ditentukan Tuhan, dia dibawa ketempat sementara dikumpulkan bersama orang-orang benar yg lain. Dalam tempat surga sementara ini ada tingkat demi tingkat sampai pada tempat surga yg paling tinggi. Setiap orang tempatnya ditentukan oleh kebaikan yg pernah dia lakukan selama dia hidup di dunia.
Tak lama setelah hamba Tuhan itu ditempatkan, malaikat-malaikat yg tadi membawanya kini lewat didepannya membawa seseorang yg dikenalnya. Ternyata orang itu dibawa ketempat yg lebih tinggi dari dia, maka dia segera protes dgn suara keras, ” Hey..!, kenapa orang itu dibawa ketempat yg lebih tinggi dari tempat saya?!. Apa kalian tidak tahu… dalam kekudusan maupun dalam hal apa saja saya sama sekali tidaklah lebih rendah dari orang itu “. Malaikat menjawab hamba Tuhan itu, ” Kamu belum siap masuk ketingkat yg lebih tinggi, karena itu kamu harus tinggal disini dulu untuk belajar sampai nanti Tuhan memerintahkan kami untuk membawa kamu ketempat yg lebih tinggi “.
Hamba Tuhan itu segera menjawab, ” Belajar ?! Seumur hidup aku sudah mengajar banyak orang tentang jalan ke surga, sekarang apalagi yg perlu aku pelajari? Aku sudah tahu semuanya itu…! “.
Dengan sabar malaikat menjawabnya lagi, ” Kawanku, ditempat ini Tuhan juga ada… tapi kamu tidak bisa melihatnya.Kamu sombong rohani, sikap hati yg begitu menghalangi kamu untk dapat melihat kehadiran Tuhan disini. Orang yg tadi kami bawa ketempat yg lebih tinggi memang bukan seorang ahli theologia, dia juga bukan seorang hamba Tuhan yg terkenal. Dia anggota gerejamu, tapi kamu tidak kenal dia dengan baik. Ya, orang-orang hampir tidak mengenalnya karena dia cuma pengerja biasa di gereja sebab dia tidak punya banyak waktu melayani di gereja. Pekerjaannya dikantor telah menyita waktunya begitu banyak. Tapi ditempat kerjanya banyak orang mengenalnya sebagai pegawai yg rajin dan jujur. Sifat kekristenannya diketahui semua orang yg pernah berhubungan dengan dia. Tapi dia lalu dipanggil untuk ikut berperang ke Perancis, disana, saat sedang menolong temannya yg terluka dia tewas tertembak. Walau mati muda dgn tiba-tiba tapi dia sudah siap… karena selama dia hidup di dunia hidupnya penuh dengan doa dan kerendahan hati. Ya, dia telah siap dibawa ke tempat yg lebih tinggi disurga”.

Buku yg kedua berjudul “ Pencarian Terakhir ” ditulis tahun 1995 oleh Rick Joyner. Cuplikan dari hal.141 – 146….
Sementara saya membaca Alkitab, saya diberikan sebuah penglihatan. Dalam penglihatan itu saya melihat seorg yg sangat rajin melayani Tuhan. Ia terus menerus bersaksi, mengajar dan mengunjungi orang sakit dan mendoakannya. Kemudian saya melihat seorg gelandangan dijalanan. Seekor anak kucing lewat di depannya, dan dia mulai menendangnya, tapi lalu dia menahan diri, tapi anak kucing itu sudah sempat tertendang keras kepinggir lorong. Lalu Tuhan bertanya pada saya, yg mana dari kedua orang itu yg menyenangkan hati-NYA.
” Yang pertama”, jawab saya dengan pasti. “Bukan, tapi yang kedua,” tanggap Tuhan, dan Ia mulai menceritakan kisah mereka.
” Orang yg pertama dibesarkan dlm keluarga yg sangat baik, yg selalu mengenal Tuhan. Ia bertumbuh di dalam sebuah gereja yg berkembang lalu kuliah di seminari terkenal. Tuhan sudah memberikan Kasih-Nya kepadanya 100 bagian, tapi dia hanya mempergunakan 75 bagian.
Orang yg kedua dilahirkan tuli dan bisu bernama Angelo, sejak kecil ia menerima perlakukan kejam, ia disekap dalam kamar yg gelap dan dingin sampai ia ditemukan pihak yg berwajib saat berusia 8 tahun. Ia dikirim dari satu sekolah ke sekolah yg lain, dimana ia selalu mendapat pelecehan. Akhirnya ia jadi gelandangan. Untuk mengatasi hal itu Tuhan hanya memberikan kpdnya 3 bagian kasih, tapi ia telah memakai semuanya itu untk melawan kebuasan yg ada didlm hatinya utk tidak menganiaya anak kucing tadi.”
Sekarang saya melihat Angelo sedang duduk seperti seorg raja diatas takhta yg jauh lebih mulia dari yg dapat dibayangkan mengenai Salomo. Pasukan malaikat berbaris didekatnya, siap utk melakukan apa permintaannya. ” Tuhan, lanjutkan kisah tentang dia “, pinta saya.
” Angelo sangat setia dgn sedikit karunia yg Aku berikan pdnya. Ia hampir mati kelaparan tapi dia tidak pernah mau mencuri. Ia membeli makanan dr mengumpulkan botol-botol bekas atau dr hasil kerja serabutan jika ada orang yg menyuruhnya. Ia memang tuli tapi ia belajar membaca, jadi Aku mengirimkan kpdnya selembar traktat. Saat ia membacanya, Roh Kudus membuka hatinya dan ia menyerahkan hidupnya kpd-KU. Kembali Aku melipatduakan kasih-KU kpdnya dan dgn setia ia menggunakan semuanya. Walau bisu dan tuli, ia ingin bersaksi pd orang lain. Walaupun sangat miskin, ia membelanjakan separuh hartanya untk membuat traktat dan membagi-bagikannya dipersimpangan jalan.”
” Berapa orang yg berhasil dibawanya kepada-MU ? “, tanya saya, mengira pasti banyak orang yg berhasil dibawanya kpd Tuhan sehingga ia dapat bertakhta dgn raja-raja disitu. Tapi apa jawab Tuhan ?,
” Satu. Aku mengizinkannya menyelamatkan seorg pemabok yg hampir mati. Hal itu memberinya semangat yg begitu besar, membuat dia bertahun-tahun tetap berdiri dipersimpangan jalan utk membawa orang-orang pada pertobatan “.
Lalu saya bertanya, ” Tapi apa yg dilakukanAngelo sampai ia menjadi raja ? “.
” Ia setia dgn apa yg telah diberikan padanya, ia menjadi pemenang atas semua yg di hadapinya, sampai ia menjadi serupa dgn Aku, dan ia mati sebagai martir.
Ia mengalahkan dunia dgn kasih-KU. Amat sedikit org yg berhasil jadi pemenang dgn memiliki yg begitu sedikit. Banyak umat-KU yg tinggal dalam rumah yg sangat nyaman seperti raja, tapi semua itu tidak mereka hargai. Tapi Angelo, ia sangat menghargai box kardus yg melindunginya dr malam yg dingin. Ia bersukacita utk sebuah apel.Ia setia dg apa yg Ku berikan, padahal yg Ku berikan pdnya tidak sebanyak yg Aku berikan pada org lain, termasuk kamu… Angelo mulai mengasihi setiap orang, tapi mereka tidak mau dekat padanya. Imannya bertumbuh oleh sebuah Alkitab dan 2 buku yg dibelinya, lalu dibacanya berulang-ulang. Ia coba ke gereja tapi tidak ada yg dapat menerimanya. Padahal jika mereka menerimanya, mereka menerima Aku. Ia adalah ketukan-KU pada pintu mereka “.
” Bagaimana dia bisa meninggal ? “, tanya saya, karena tadi dikatakan bahwa dia mati sebagai seorang martir.
” Ia mati kedinginan saat sedang berusaha menyelamatkan seorang pemabuk tua yg sedang pingsan dalam cuaca musim dingin “.
” Tuhan, saya tahu kalau dia itu seorang pemenang yg sejati. Memang dia pantas disini, tapi apakah semua mereka yg mati dgn cara yg seperti itu disebut martir ?”.
” Angelo menjadi martir setiap hari dlm hidupnya. Ia mati setiap hari krn ia tidak hidup bagi dirinya sendiri tapi bagi orang lain dan dg bersukacita ia mengorbankan hidupnya demi seorang sahabat yg membutuhkan. Selama hidupnya dia selalu memperhitungkan dirinya sebagai orang kudus yg paling tidak berarti. Tapi sebenarnya, ia adalah seorang yg terbesar. Ya, banyak orang menyangka dirinya yg terbesar, dan disangka besar oleh orang-orang lain, tapi berakhir disini sebagai orang yg paling tidak berarti. Angelo tidak mati karena doktrin ataupun kesaksiannya, tapi dia mati bagi-KU…”.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 17 April 2006.

Mengikuti Tuntunan Tuhan ( 2 ).

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on April 12, 2006 by Inna


Kalau kamu benar-benar mau ” mengikuti tuntunan Tuhan “,maka kamu harus mulai belajar percaya dgn sepenuh hati, kekuatan dan pikiranmu, bahwa kamu sedang mengikuti tuntunan sang Gembala yg baik, Bapa yg benar-benar mengasihi kamu.
Ingat, 2000 tahun yg lalu ketika kamu belum ada, Tuhan telah terlebih dulu mau mati di kayu salib untuk menebus kita supaya kamu bisa menjadi milikNya, nah bagaimana mungkin saat ini setelah kamu menjadikanNya Juruselamat-mu, Dia lalu mempermainkan kamu dan menyia-nyiakan kamu? .
Handphone yg kamu beli dgn harga mahal, ataupun mobil baru yg kamu beli dgn uang-mu, benda2 itu sangat kamu sayangi, kamu jaga dan rawat dgn telaten dan hati-hati… Apakah mungkin sesuatu yg sudah di bayar dgn nyawamu akan kamu rusak atau kamu sia-siakan?. Jawabannya, ” Tidak mungkin !! “. Begitu juga yang Tuhan katakan tentang setiap kita, umat tebusan-Nya.
Kalau begitu, sudah sepantasnya-lah kita mempercayai tuntunan Tuhan dengan sepenuh hati dalam hidup kita.
Tapi pada kenyataannya, pikiran kita sulit sekali mempercayai Tuhan begitu saja. Banyak pertimbangan yg muncul saat Tuhan menghadapkan kita pada situasi dan kondisi yg tidak wajar, yg tidak sesuai dgn fimanNya yg kita “claim” manifestasinya dalam hidup kita.
Tapi sungguh, ini bisa terjadi pada setiap orang benar yg menyatakan mau “mengikuti tuntunan Tuhan ” dalam hidupnya.
Sekali lagi, rancangan Tuhan berbeda jauh dari rancangan kita, pikiran Tuhan jauh lebih luas dari pikiran kita… jadi jangan kaget kalau jadwal-jadwalmu akan banyak sekali yg dibatalkan Tuhan ketika kamu bilang kamu sungguh-sungguh mau mengikuti tuntunan Tuhan.
Kamu harus konsekwen dengan pernyataanmu, karena itu kamu harus tega pada dirimu ( jangan jadi self-pity ), ketika Tuhan membuat siklus hidupmu berbeda dgn orang lain kebanyakan.

Syukurlah kalau siklus hidupmu tidak beda jauh dengan siklus hidup orang lain secara rata-rata.
Tapi bagaimana jika Dia membuat jadwal hidupmu sangat berbeda jauh dgn orang lain?, sehingga siklus hidupmu jadi aneh, alias tidak normal, tidak seperti biasanya “orang benar” yang diberkati.
Orang lain begitu lulus kuliah langsung dapat pekerjaan, tapi kamu mesti menunggu lama. Orang lain keluarganya dgn segera semuanya bertobat setelah dia bertobat, eh kamu, keluargamu bukannya pada bertobat tapi malah menentang kamu…
Orang lain setelah menikah tak lama kemudian segera mendapat anak, kamu sudah menikah 10 tahun lebih tidak juga diberikan anak. Atau anak orang lain biasa-biasa saja, anakmu malahan kena penyakit ini itu, padahal kamu rajin pelayanan dan sudah menyerahkan anakmu pada Tuhan.Bisa juga yg seperti ini terjadi padamu, misalnya, orang lain segera dipertemukan dgn jodohnya saat umur mereka sudah cukup untuk menikah, eh kamu masih tetap menjomblo padahal sudah lama banget menunggu dgn sabar dan beriman….

Sebenarnya sebagai manusia yg memiliki free-will, kamu bisa saja memilih untuk keluar dari jadwal Tuhan lalu ngotot dgn jadwalmu sendiri, tapi kalau ada apa-apa, resikonya tanggung sendiri.
Ya, memang benar-benar membutuhkan kerelaan hati dan rasa percaya yang tulus pada Tuhan saat kita bersedia membiarkan Dia mengambil alih semua jadwal hidup kita.
Tuhan punya jadwal untuk masing-masing kita, dan Dia bersedia menuntun kita untuk menyelesaikannya, supaya pada akhir semester kita berhasil melewati ujian sehingga kita boleh mengikuti hari wisuda dalam ” pesta perkawinan Anak Domba Allah “.
” Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yg begitu merintangi kita, dan berlomba dgn tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dgn mata yg tertuju kepada Yesus yg memimpin kita dlm iman, dan yg membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr.12:1b,2) “.

Jika ternyata jadwal Tuhan bagimu membuat siklus hidupmu berbeda dgn orang lain, jangan malu, jangan kesal, jangan merasa diperlakukan tidak adil, jangan merasa di anak tirikan.
Hati-hati, jangan pernah curiga sama Tuhan, itulah yg dikerjakan iblis di taman Eden kepada Hawa. Jangan mau mengulangi lagi kekeliruan seperti itu, ingat pengorbanan Kristus di kayu salib bagi kamu….
Saya akan memberikan encouragement word dari Dr. Morris Cerullo:
” God said…, Don’t look to the bigness of your need!
Look to the bigness of your God! Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES…. If you keep your eyes on your circumstances, the devil will use your circumstances to defeat you and accuse the WORD of GOD…. the written and the LIVING WORD.
YOUR VICTORY is in keeping your eyes on the bigness of your God and HIS ability. HE HAS PROMISED to take you STEP by STEP by STEP, not all at once…… But step by step and each step will be a MIRACLE! “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga for Easter Day
Jakarta 13 April 2006 .

Mengikuti Tuntunan Tuhan ( 1 ).

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on April 9, 2006 by Inna

“Mengikuti Tuntunan Tuhan”,
Kalimat diatas membuat kita merasa sangat rohani ketika mengucapkannya.
Kalau kamu betul-betul berniat mau mengikuti tuntunan Tuhan, ya bersiap-siaplah untuk mengalami hal-hal yg belum pernah kamu alami, yg belum pernah kamu pikirkan. Dan kemungkinan besar Dia akan membawa kamu masuk pada situasi yg tidak kamu ingini, yang tidak kamu mengerti, juga yang sangat tidak kamu sukai.
Malahan pada titik tertentu kamu bisa merasa sangat terganggu ketika Tuhan menyatakan rencana-Nya dalam hidupmu.
Mengikuti tuntunan Tuhan tidak segampang saat kita mengucapkannya. Butuh keberanian dan keteguhan hati untuk terus berjalan langkah demi langkah mengikuti petunjuk Tuhan, karena yang memberikan tuntunan adalah Tuhan yang memiliki rancangan dan jalan yang sangat jauh berbeda dari rancangan dan jalannya manusia ( Yesaya 55:8,9 ).

Waktu saya mendapat tuntunan Tuhan melalui mimpi dan juga konfirmasi dari pernyataan beberapa teman sepelayanan, bahwa masa pelayanan saya ditempat yg lama sudah selesai… hati saya sangat sedih. Apalagi ketika Tuhan menunjukkan tempat pelayanan yg baru, kesedihan saya bertambah dengan rasa tertekan. Karena tempat baru yg ditunjukkan itu benar-benar asing bagi saya, dan tidak satu orang pun yg saya kenal disana !!.
Kenapa saya merasa sedih dan tertekan?.
Ditempat pelayanan yang lama saya sudah merasa sangat akrab dan nyaman. Saya sudah 8 tahun melayani di gereja itu, dari sejak awal gereja itu mulai dirintis. Jadi antara sesama pelayan Tuhan disitu kita sudah sangat saling mengenal. Ya, teman-teman sepelayanan sudah tahu dan kenal karakter dan cara pelayanan saya, mereka sangat tahu bagaimana moral dan integritas saya.
Jadi biarpun dalam usia diatas 30an saya masih jomblo tidak ada yg bersikap “gimana gitu..”, makanya saya bersahabat tidak hanya melulu dengan yang perempuan saja tapi juga dengan yang laki-laki dari berbagai umur dan juga dengan suami-suami.
Dengan nyaman tanpa prasangka apapun dari mereka, saya biasa tukar pikiran dan bercanda atau bepergian dengan siapa saja ( Thanks God for all my sisters and brothers in GBI BWK/Tomang, I love you….!! ).
Kehilangan pelayanan dan jabatan di gereja bagi saya tidak masalah, tapi kehilangan suatu relationship yang akrab yang sudah bertahun-tahun dibina adalah masalah besar buat saya, cukup menyakitkan…..

Saya bisa saja memilih untuk tetap ditempat yang lama, tapi buat apa kalau sudah tahu pasti bahwa itu sudah diluar tuntunan Tuhan ?.
Tidak ada gunanya menolak tuntunan Tuhan, kalau tetap ngotot tidak mau taat, nantinya yang rugi ya saya sendiri. Apalagi kalau Tuhan sudah sangat jelas memberitahukan tuntunan-Nya, jangan ditunda-tunda lagi deh …..
Begitu berkata, ” Ya Tuhan..! “, langsung saja segera bertindak, mulai melangkah, maka kita akan segera mendapatkan kekuatan dan damai sejahtera yang melimpah dari Tuhan. Itulah yang saya alami.

Saat ini saya sudah hampir 10 bulan keluar dari tempat pelayanan yang lama, tapi jujur terkadang saya masih merindukan komunitas yg lama, tempat dimana saya merasa sangat nyaman dan bebas bergaul dengan siapa saja, tempat dimana saya punya teman-teman yang biasa pergi bersama secara berkelompok ke event-event rohani.
Hubungan saya dengan teman-teman di gereja yg lama memang masih tetap terjalin baik, tapi tidak bisa lagi seperti dulu, karena gereja kita punya jadwal masing-masing .
Tapi saya tidak bisa menyangkal, bahwa saya sangat bersyukur dan semakin bersyukur dari hari kehari untuk komunitas yang baru.
Karena ditempat yang baru saya banyak menemukan hal-hal yang indah dan ajaib , juga saya banyak memulai hal-hal baru yang ilahi.

Sungguh, kita tidak akan pernah menyesal dan rugi kalau mau belajar untuk mengikuti tuntunan Tuhan. Memang tidak gampang, karena mem butuhkan keberanian dan kerelaan hati dari hari ke hari, dari satu langkah kepada langkah berikutnya.
Saya sangat berterima kasih kepada Roh Kudus yang telah mendorong saya begitu kuat sehingga saya berani menolak godaan untuk tetap tinggal, dan tanpa merasa rugi saya keluar dari ” zona kenyamanan “.

” Cause me to know the way in which I should walk, for I lift up my soul to You. Teach me to do Your will, for You are my God; Your Spirit is good. Lead me in the land of uprightness ( Psalm 143: 8b,10 ) “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 10 April 2006.


" Harap Tenang, Sedang Ada Ujian "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on April 6, 2006 by Inna

Dari tahun ke tahun saat kedatangan Tuhan semakin dekat, itulah sebabnya Tuhan semakin meningkatkan frekwensi pemurnian bagi semua anak-anakNya, agar kita semua bisa siap pada waktunya.
Semakin kita dimurnikan semakin kita siap menyambut hari kedatangan Tuhan Yesus yg kedua kali kelak.
Dan semakin kita murni semakin gampang pula Tuhan memakai kita dengan maksimal untuk menyaksikan kasih, kuasa dan kemuliaan Tuhan di bumi ini.

Pada akhir jaman, Tuhan sangat membutuhkan anak-anakNya menjadi garam bagi dunia, Dia butuh garam yang tidak hambar. Karena itu, setiap kita akan mendapat giliran masuk kedalam api pemurnian.
” For everyone will be seasoned with fire and every sacrifice will be seasoned with salt. Salt is good, but if the salt loses its flavor, how will you season it ? ( Mark 9:49.50 ) “

Jadi jangan heran kalau hari-hari ini kita akan sering melihat atau mendengar banyak anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan mengalami situasi-situasi yang mengejutkan yang sulit kita terima.
Mungkin ada yg seperti Daud terus menerus diteror ; ada yg seperti Yusuf harus masuk penjara karena difitnah; atau ada yg seperti Yohanes dikucilkan ketempat yg sangat sunyi; mungkin juga ada yg seperti Paulus dan Barnabas, harus berpisah karena tidak sepaham lagi; dan banyak macam lagi yg bisa bikin kita terkejut dan sesak nafas.
Sebagai orang yg belum dapat giliran, saat ini kita bisa menjadi penonton dan pemantau dari semua yg orang lain alami. Dan biasanya penonton serta pemantau akan lebih kritis dan pintar berkomentar daripada yg sedang ditonton dan dipantau…. Lalu dengan ukuran paradigma masing-masing, kita bisa tergoda untuk mulai menghakimi saudara kita atas situasi yang sedang menimpanya.
Padahal, mandat Tuhan Yesus untuk kita adalah agar kita saling mengasihi dan agar kita menjadi saksi-Nya selama kita ada di dunia ini.
Tugas menghakimi itu baru nanti kelak dimasa Kerajaan 1000 tahun, itupun diberikan pada orang-orang tertentu ( Wahyu 20:4 ).
Padahal, pada waktunya setiap kita pasti juga dapat giliran seperti yang lainnya tidak ada yg terkecuali, semua harus mengalami pemurnian.

Terus terang, saya pernah sering tergoda untuk ikut-ikutan menghakimi anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan yg sedang mengalami situasi-situasi yg tidak pantas menurut ukuran yg seharusnya sebagai anak-anak Tuhan.
Sampai pada suatu hari saya diingatkan pada kitab Obaja 1 ayat 12-15 :
” Janganlah memandang rendah saudaramu pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya, dan janganlah membual pada hari kesusahannya. Janganlah masuk kepintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yg menimpanya pd hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pd hari sialnya. Janganlah berdiri di persimpangan untk melenyapkan orang-orangnya yg luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yg terlepas pd hari kesusahan. SEBAB TELAH DEKAT HARI TUHAN MENIMPA SEGALA BANGSA. SEPERTI APA YG ENGKAU LAKUKAN, DEMIKIANLAH AKAN DILAKUKAN KEPADAMU, PERBUATANMU AKAN KEMBALI MENIMPA KEPALAMU SENDIRI “.

Kitab Obaja adalah untk kaum Edom. Jadi biarlah kita tidak mengikuti sikap Edom terhadap saudaranya.
Saat sekolah sedang musim ujian, disetiap pintu kelas biasanya ditempel kertas yg ditulis dengan huruf yg besar mencolok,
” HARAP TENANG, JANGAN RIBUT..! SEDANG ADA UJIAN “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 7 April 2006.

" Siapkah Kita..? "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on April 2, 2006 by Inna

Saya tinggal di Jatipetamburan Slipi, karena itu walaupun agak jauh jaraknya dari rumah saya, daerah Tanah Abang tidaklah asing bagi saya.
Suatu hari, beberapa celana jeans yang baru saya beli butuh dipermak, maka saya pergi ke Tanah Abang karena saya lihat disamping jembatan Tanah Abang banyak sekali kios tempat permak celana jeans berjejer.
Karena tukang permak itu berkata bahwa semua celana akan selesai kira2 setengah jam, maka saya putuskan untuk menunggu saja, apalagi siang itu cuaca sedang panas terik, tentu tidak enak mondar mandir dibawak terik panas matahari.
Saya lalu dipersilahkan duduk dibangku yg ada didepan kios tsb. Tak lama kemudian 3 orang perempuan ikut nimbrung duduk didekat saya. Mereka duduk ngobrol sambil merokok, sesekali menyapa para lelaki yang lewat. Dari percakapan mereka, tahulah saya bahwa ternyata mereka adalah PSK yg sedang beroperasi siang hari. Karuan saja saya jadi gelisah dan risih, kuatir jangan-jangan nanti saya juga dikira sama dengan mereka. Karena cara mereka berpakaian dan berdandan sama sekali tidak mencolok.
Aduh, siapa sangka siang bolong begitu tiba2 ada PSK lagi beroperasi dan duduknya dekat saya lagi…!.
Pikiran saya terus merongrong…, wah gimana ini kalau tau-tau ada jemaat gereja liwat dan lihat saya lagi duduk bersama para PSK??.
Ketika dalam perjalanan pulang, Roh Kudus mengingatkan saya bahwa Tuhan Yesus pernah beberapakali berdekatan dengan perempuan yang “tidak baik-baik”, dan Dia tidak malu…, malah memberitakan khabar baik untuk mereka. Saya diingatkan lagi, ” Bukankah kamu sering berdoa untuk pertobatan orang-orang yang terhilang? Bagaimana kalau mereka termasuk orang yang telah kamu doakan selama ini? “.

Sebagai gereja Tuhan, sebagai anak-anak Tuhan, kita telah punya jadwal-jadwal doa. Kita sering bersyafaat untuk orangt-orang yang kita kasihi, juga untuk kota dan bangsa kita, juga untuk lingkungan sekitar kita.
Bahkan terkadang kita sampai meratapi mereka yang terhilang dalam doa-doa, kita doa keliling, kita berseru-seru agar hujan pertobatan dicurahkan atas orang-orang di daerah kita. Lalu tiba-tiba Tuhan menjawab doa kita !! Orang-orang berdosa tiba-tiba sadar akan dosanya dan mereka mau bertobat. Entah bagaimana mereka muncul di gereja, lalu duduk di kursi gereja yang sudah bertahun-tahun biasa kita duduki setiap hari minggu.
Siapkah kita ketika seorang pelacur bertobat masuk kegereja kita, atau seorang preman bertato yang pernah membunuh orang, atau seorang banci dengan kostum apa adanya, atau seorang pencopet, mereka ini memang benar sungguh-sungguh mau bertobat…. mereka datang ke gereja duduk dikursi yang persis disampingmu, atau disamping suamimu, atau disamping istrimu, atau disamping anakmu?. Siapkah kita menerima mereka dengan tulus dari minggu ke minggu..?.

Sejak siang itu, saya disadarkan untuk mulai belajar melapangkan hati agar bisa menerima mereka apa adanya ketika mereka tiba-tiba muncul dalam hidup saya, dalam pelayanan saya. Saya tahu ini tidak gampang…..

Gereja Tuhan harus mulai bersiap menerima tuaian jenis apapun juga, apakah kita layak memilih dan memilah-milah jenis domba yang boleh masuk?.
Tidak hanya para gembala dan pengerja tapi juga jemaat Tuhan harus mulai belajar meluaskan hati untuk bisa menerima setiap kalangan.
Kalau tidak, jangan-jangan jemaat yang kaya dan terpelajar akan pergi ketika mereka melihat domba-domba yang masih compang-camping ada didekat mereka. Siapkah kita…?

” Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang ( Lukas 19:10 ) “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 2 April 2006.