Saya pernah membaca tentang Kathryn Khullman, bagaimana dia selalu diberi pintu khusus di bandara. Soalnya, kalau dia melewati jalur yang biasa dilewati orang banyak maka dipastikan akan terjadi kekacauan…..
Saat dia berjalan, orang-orang yg dia lewati akan berjatuhan rebah dalam roh. Hal ini disebabkan oleh karena hadirat Tuhan sangat kuat bersamanya dimanapun dia berada. Jadi setelah Kathryn Khullman lewat ruangan itu penuh dgn orang yg bergelimpangan karena sedang di jamah Tuhan. Hal ini sangat Alkitabiah, kita bisa baca di Kisah Para Rasul, bagaimana lawatan Tuhan terjadi ketika rasul Petrus berjalan ditempat umum.
Semula hal ini adalah hanya cerita yg pernah saya baca, tapi suatu hari saya mengalaminya langsung.
Waktu itu bulan Oktober 1999, Dr.Morris Cerullo akan KKR di stadion Senayan Jakarta. Saya ikut jadi panitia, team hospitalitynya.
Kita diberi kamar persis didepan suite room tempat Dr Cerullo menginap, supaya gampang memantau.
Saya ingat betul waktu itu kami sedang ditugaskan menjaga pintu lift unt beliau yg akan segera berangkat ketempat KKR.
Waktu dia jalan menuju lift melewati kami, saya merasakan betul hadirat Tuhan begitu pekat mengikuti dia. Saya lihat beberapa dari kami bersandar kedinding supaya tidak rebah, tubuh mereka gemetar keras. Ada yg tiba-tiba menangis tanpa suara, terharu saat dijamah Tuhan. Saya sendiri meneteskan air mata tiba-tiba, karena saat itu merasakan kehangatan kasih Tuhan begitu kuat melingkupi saya. Padahal dia cuma jalan biasa saja… nggak pake komat kamit bahasa lidah segala.
Semua terjadi begitu cepat… Tapi waktu dia sudah masuk lift dan pintunya tertutup, kami semua tidak bisa bergerak dan tidak bersuara untuk beberapa saat.
Kejadian itu sangat membekas dihati saya sampai hari ini. Saya sering memikirkannya dan membayangkannya kembali.
” namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yg hidup, melainkan Kristus yg hidup didalam aku – Gal.2:20 “
Smith Wiggleswoth, Kathryn Khullman, Morris Cerullo, Benny Hinn, dan banyak lagi…., mereka adalah orang-orang yg telah berhasil men-download ayat tersebut diatas 80% sampai 99% dalam hidup mereka.
Hari-hari ini saya semakin rindu supaya proses download dalam hidup saya semakin mengalami peningkatan persen demi persen.
Dan saya percaya, Tuhan juga sangat ingin agar orang-orang tebusanNYA dimasa akhir dari akhir jaman ini mau terus menerus memperlebar kapasitas hadirat Tuhan termanifestasi dalam kehidupan mereka, supaya kita bisa jadi etalase kasih dan kuasa Tuhan.
Baiklah kita mulai dari yg biasa-biasa dulu…….
Sekarang coba ingat-ingat, biasanya dampak apa yang kamu berikan pada orang lain saat kamu masuk kesuatu ruangan atau lingkungan?.
Apakah saat kamu datang suasana jadi berubah kaku, tegang atau malah jadi penuh kegembiraan dan kehangatan.
Waktu saya pernah bekerja disuatu perusahaan, itu para office boy/OB selalu menghindar supaya jangan berpapasan dgn wakil direktur. Kalau ditanya kenapa, maka mereka menjawab begini, ” Samprokan sama bapak itu sama aja samprokan dgn setan..! Soalnya, kalo ngeliat kita, pasti dia selalu cari-cari kesalahan kita “.
Wooow !!, mau tau, bapak wakil dirut itu adalah orang kristen.
Hallo para perempuan… apa yg terjadi saat kamu muncul? Apakah para lelaki sering jadi berdebar-debar karena gaya jalan dan pakaianmu sangat menggoda…?
Atau, bagaimana nih para lelaki?, apa yg para perempuan sering rasakan waktu kamu beredar disekitar mereka… apa kamu selalu memberikan kesan TP/tebar pesona ?.
Ayo renungkan, energi apa yg sering terpancar atau yg mengalir dari dalam dirimu terhadap orang lain dan lingkunganmu ?.
Apakah kehadiranmu membuat orang lain nyaman karena keramahanmu, kebaikan hatimu dan perhatianmu pada setiap orang selalu tulus ?. Atau mungkin kehadiranmu bisa membuat orang jadi gembira, tertawa… karena kamu humoris, bersemangat dan rendah hati, nggak gampang tersinggung.
Atau bisa jadi orang jadi was-was dan gerah karena kamu sering mengkritik, suka mengeluh, atau sinar matamu sorotannya sering sinis dan tajam.
Apakah teman-temanmu berani curhat masalah pribadinya dgn kamu?
Ya, jangan langsung maunya seperti Benny Hinn, Morris Cerullo atau seperti rasul Paulus…. jadilah dulu dirimu sendiri. Tidak apa-apa kalau saat ini kamu masih 2%, 5%, 10% atau 20% memanifestasikan Kristus. Kalau rajin, nanti lama kelamaan akan terus bertambah.
Kemarin waktu keluar dari tempat parkir di gereja, temen saya heran melihat saya menyapa ramah tukang parkir, tukang karcis parkir…
He he he, dia belum liat saya ramah pada supir ojeg didekat rumah, pada tukang sampah, tukang sayur, pedagang makanan….
Hmmm, sebenarnya sih buat saya itu bukan perkara yg gampang mula-mula dulu. Karena pada dasarnya saya ini dulunya sangat cuek dan susah senyum. Tapi dari waktu ke waktu saya terus mencoba membiasakan diri untuk ramah dan perduli pada orang disekitar saya.
Ya, kita harus berlatih untuk bisa selalu “eling”, sadar, bahwa kita tidak hidup sendiri lagi, tapi ada Kristus hidup didalam kita.
Kalau nanti karakter Kristus semakin kuat menonjol dalam diri kita, maka perlahan hadiratNYA akan semakin nyata dan kuat mengikuti kemanapun kita pergi.Dan kamu akan menjadi saksi yg hidup bagi kemuliaan nama Tuhan.
Yuuk, kita bersama-sama mengejarnya…!!.
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 24 April 2006.
