Sebagai orang yang percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juru selamat, kita pasti dengan senangnya menerima ketika disebut sebagai anak Tuhan, sebagai hamba Tuhan, sebagai orang percaya, sebagai ciptaan baru…. Kita sering diingatkan bahwa itu bukan cuma embel-embel sebutan untuk kita, tapi itu memang adalah status dan jati diri kita yang sebenar-benarnya di dalam Kristus. Dan kita lalu menyelaraskan cara hidup kita dari hari ke hari sebagai orang yang telah menjadi anak Tuhan, menjadi hamba Tuhan, menjadi orang percaya dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus.
Kita fasih dengan hal-hal yang akan menjadi bagian kita, yaitu kesejahteraan hidup, kemenangan, keberhasilan, mujizat kesembuhan, perlindungan dan banyak lagi yang enak dan indah.
Melewati seperempat tahun 2006, belakangan ini saya mulai melihat sisi lain bagian dari kenyataan lain yang harus dihadapi dan dijalani oleh anak-anak Tuhan, oleh hamba-hamba Tuhan, oleh orang-orang percaya sebagai ciptaan baru yang terus mengalami metamorphose-nya.
Bagian ini adalah apa yang sudah lama sangat sulit saya mengerti dan bagi saya sepertinya sangat menyakitkan dan tidak adil bagi orang yang harus menjalaninya.
Memang awal tahun ini hambaNYA, Petrus Agung pernah menyinggung hal ini, bahwa pada akhir-akhir ini banyak orang percaya yang mengalami sisi lain yg tidak biasa dari bagian yang harus dialami oleh orang-orang percaya, sehingga ketika harus mengalaminya, mereka akan terlihat seperti orang yang sedang kena kutuk dan tulah…. mereka seperti orang yang tidak lagi di cover oleh perlindungan dari Tuhan, seolah mereka sedang dibiarkan untuk di mangsa oleh iblis …..
Hari-hari belakangan ini, saya dibuat terhenyak dengan apa yang di alami oleh beberapa orang saudara seiman yang saya kenal dekat.
Mereka mengalami peristiwa-peristiwa yang sangat menyakitkan, sehingga mereka seperti orang yang tidak dalam perlindungan Tuhan.
Ada yang kena tipu ratusan juta dalam bisnisnya, ada yang kehormatannya diinjak-injak, ada yang penyakitnya yang kronis semakin parah, ada yang tiba-tiba orang tuanya kena rampok, dan ada yang mengalami penyiksaan fisik dari orang yang di percayanya sehingga kini dia harus ber-urusan dengan polisi.
Mereka ini semua anak-anak Tuhan yang melayani Tuhan, dan saya kenal mereka secara pribadi, saya tahu sebenarnya mereka tidak pantas mengalami semua yang diatas….
Saya cuma bisa berdoa dan berdoa dan berdoa buat mereka dengan berurai air mata. Berhari-hari saya memikirkan mereka, dan hati saya sedih.
Tapi dari kemarin, saya tiba-tiba diingatkan tentang sisi lain yang juga menjadi bagian dari orang-orang percaya…….
Siapa kita di dalam Kristus?. Kitab Efesus banyak memberitahukan tentang hal-hal yang dahsyat, bahwa kita dijadikan kudus tanpa cacat dihadapanNya, kita kini jadi anak Tuhan, dan kepada kita telah dikaruniakan segala berkat rohani di dalam sorga, dan banyak lagi hal-hal yang indah dan menyenangkan dijanjikan menjadi bagian milik kita didalam Kristus bisa kita ketahui di Alkitab.
Tapi rasul Paulus juga menyadari sisi lain dari semua yang berkilauan indah itu, yaitu di Kisah Para Rasul 20: 22.
” Tetapi sekarang sebagai TAWANAN ROH aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ… “.
Dulu sebelum kita diselamatkan Tuhan Yesus, bukankah kita ini budak dari iblis?, kita menghambakan diri kepada penguasa dunia ini yaitu iblis. Tapi Kristus telah membayar kita lunas dengan darahNya yang tertumpah di kayu salib, maka kita kini menjadi milik Kristus.
DIA kini menjadi Tuhan dan Raja kita.
Dan Paulus tidak memandang dirinya sebagai anak dan hamba, tapi dia sadar bahwa dia juga adalah ” Tawanan Roh “.
Tawanan tidak bisa menolak kemanapun dia dibawa dan ditempatkan, dia tidak bisa menolak pada apapun yang harus dialaminya.
Saudaraku, maukah kita menyadari dan menerima dengan rela sisi lain ini?. Mau tidak mau, itu memang ada.
Sisi lain ini harus disingkapkan, dan kita harus rela menerima kenyataan bahwa sisi lain itu memang ada….
Kenapa? Karena pada akhir jaman banyak kasih orang akan menjadi dingin. Orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan tentang sisi lain ini, perlahan kasih mereka akan menjadi dingin karena kecewa dan tawar hati ketika melihat bahwa ternyata hidup dalam Kristus tidaklah selalu seindah pelangi dan semanis madu.
Ya, kalau kita memang benar-benar mengasihi dengan tulus, maka kita akan tetap mau mengikuti tuntunanNya meskipun melalui jalan yang sulit dan menyakitkan, serta sulit untuk bisa dimengerti akal kita.
Kasih yang tulus akan membuat kita tetap setia dan taat sampai pada kesudahnnya.
Berbahagialah kalau kamu harus menghadapi sisi lain itu pada saat ini. Jangan kecewa ataupun tawar hati, sekalipun saat ini situasi mu seperti orang yang kena kutuk, padahal kamu tahu sebagai anak Tuhan yang telah berusaha hidup kudus dan berkenan pada Tuhan, seharusnya itu bukan jadi bagianmu.
Ingat, Kristus sendiri ketika di salib, keadaanNya seperti orang yang kena kutuk !.
Ketika menyiapkan artikel ini, lagu ini terus muncul dihati saya, mulut saya lalu menyanyikannya. Hati saya yang sedang galau dan sedih memikirkan keadaan saudara seiman yang sedang bermasalah, mendadak jadi tenang dan saya percaya…. Tuhan Yesus baik dan Dia sangat mengasihi semua orang tebusanNya….
” Dari semula t’lah KAU tetapkan, hidupku dalam tanganMU, dalam rencanaMU Tuhan, rencana indah t’lah KAU siapkan bagi masa depanku yang penuh harapan….. S’mua baik, s’mua baik, s’gala yang t’lah KAU perbuat didalam hidupku… S’mua baik, sungguh teramat baik, KAU jadikan hidupku berarti….. “.
Sekalipun saat ini sisi lain itu terlihat dan terasa sangat tidak baik, percayalah, pada kesudahannya kita akan melihat bahwa semua itu menuju pada yang terbaik. Karena bagi Tuhan yang terpenting adalah hasil akhirnya baik, dan baik, dan amat sangat baik..!!.
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 23 May 2006.