Archive for May, 2006

" Sisi Lain "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on May 23, 2006 by Inna

Sebagai orang yang percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juru selamat, kita pasti dengan senangnya menerima ketika disebut sebagai anak Tuhan, sebagai hamba Tuhan, sebagai orang percaya, sebagai ciptaan baru…. Kita sering diingatkan bahwa itu bukan cuma embel-embel sebutan untuk kita, tapi itu memang adalah status dan jati diri kita yang sebenar-benarnya di dalam Kristus. Dan kita lalu menyelaraskan cara hidup kita dari hari ke hari sebagai orang yang telah menjadi anak Tuhan, menjadi hamba Tuhan, menjadi orang percaya dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus.
Kita fasih dengan hal-hal yang akan menjadi bagian kita, yaitu kesejahteraan hidup, kemenangan, keberhasilan, mujizat kesembuhan, perlindungan dan banyak lagi yang enak dan indah.

Melewati seperempat tahun 2006, belakangan ini saya mulai melihat sisi lain bagian dari kenyataan lain yang harus dihadapi dan dijalani oleh anak-anak Tuhan, oleh hamba-hamba Tuhan, oleh orang-orang percaya sebagai ciptaan baru yang terus mengalami metamorphose-nya.
Bagian ini adalah apa yang sudah lama sangat sulit saya mengerti dan bagi saya sepertinya sangat menyakitkan dan tidak adil bagi orang yang harus menjalaninya.
Memang awal tahun ini hambaNYA, Petrus Agung pernah menyinggung hal ini, bahwa pada akhir-akhir ini banyak orang percaya yang mengalami sisi lain yg tidak biasa dari bagian yang harus dialami oleh orang-orang percaya, sehingga ketika harus mengalaminya, mereka akan terlihat seperti orang yang sedang kena kutuk dan tulah…. mereka seperti orang yang tidak lagi di cover oleh perlindungan dari Tuhan, seolah mereka sedang dibiarkan untuk di mangsa oleh iblis …..

Hari-hari belakangan ini, saya dibuat terhenyak dengan apa yang di alami oleh beberapa orang saudara seiman yang saya kenal dekat.
Mereka mengalami peristiwa-peristiwa yang sangat menyakitkan, sehingga mereka seperti orang yang tidak dalam perlindungan Tuhan.
Ada yang kena tipu ratusan juta dalam bisnisnya, ada yang kehormatannya diinjak-injak, ada yang penyakitnya yang kronis semakin parah, ada yang tiba-tiba orang tuanya kena rampok, dan ada yang mengalami penyiksaan fisik dari orang yang di percayanya sehingga kini dia harus ber-urusan dengan polisi.
Mereka ini semua anak-anak Tuhan yang melayani Tuhan, dan saya kenal mereka secara pribadi, saya tahu sebenarnya mereka tidak pantas mengalami semua yang diatas….
Saya cuma bisa berdoa dan berdoa dan berdoa buat mereka dengan berurai air mata. Berhari-hari saya memikirkan mereka, dan hati saya sedih.
Tapi dari kemarin, saya tiba-tiba diingatkan tentang sisi lain yang juga menjadi bagian dari orang-orang percaya…….

Siapa kita di dalam Kristus?. Kitab Efesus banyak memberitahukan tentang hal-hal yang dahsyat, bahwa kita dijadikan kudus tanpa cacat dihadapanNya, kita kini jadi anak Tuhan, dan kepada kita telah dikaruniakan segala berkat rohani di dalam sorga, dan banyak lagi hal-hal yang indah dan menyenangkan dijanjikan menjadi bagian milik kita didalam Kristus bisa kita ketahui di Alkitab.
Tapi rasul Paulus juga menyadari sisi lain dari semua yang berkilauan indah itu, yaitu di Kisah Para Rasul 20: 22.
” Tetapi sekarang sebagai TAWANAN ROH aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ… “.
Dulu sebelum kita diselamatkan Tuhan Yesus, bukankah kita ini budak dari iblis?, kita menghambakan diri kepada penguasa dunia ini yaitu iblis. Tapi Kristus telah membayar kita lunas dengan darahNya yang tertumpah di kayu salib, maka kita kini menjadi milik Kristus.
DIA kini menjadi Tuhan dan Raja kita.
Dan Paulus tidak memandang dirinya sebagai anak dan hamba, tapi dia sadar bahwa dia juga adalah ” Tawanan Roh “.
Tawanan tidak bisa menolak kemanapun dia dibawa dan ditempatkan, dia tidak bisa menolak pada apapun yang harus dialaminya.

Saudaraku, maukah kita menyadari dan menerima dengan rela sisi lain ini?. Mau tidak mau, itu memang ada.
Sisi lain ini harus disingkapkan, dan kita harus rela menerima kenyataan bahwa sisi lain itu memang ada….
Kenapa? Karena pada akhir jaman banyak kasih orang akan menjadi dingin. Orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan tentang sisi lain ini, perlahan kasih mereka akan menjadi dingin karena kecewa dan tawar hati ketika melihat bahwa ternyata hidup dalam Kristus tidaklah selalu seindah pelangi dan semanis madu.
Ya, kalau kita memang benar-benar mengasihi dengan tulus, maka kita akan tetap mau mengikuti tuntunanNya meskipun melalui jalan yang sulit dan menyakitkan, serta sulit untuk bisa dimengerti akal kita.
Kasih yang tulus akan membuat kita tetap setia dan taat sampai pada kesudahnnya.
Berbahagialah kalau kamu harus menghadapi sisi lain itu pada saat ini. Jangan kecewa ataupun tawar hati, sekalipun saat ini situasi mu seperti orang yang kena kutuk, padahal kamu tahu sebagai anak Tuhan yang telah berusaha hidup kudus dan berkenan pada Tuhan, seharusnya itu bukan jadi bagianmu.
Ingat, Kristus sendiri ketika di salib, keadaanNya seperti orang yang kena kutuk !.
Ketika menyiapkan artikel ini, lagu ini terus muncul dihati saya, mulut saya lalu menyanyikannya. Hati saya yang sedang galau dan sedih memikirkan keadaan saudara seiman yang sedang bermasalah, mendadak jadi tenang dan saya percaya…. Tuhan Yesus baik dan Dia sangat mengasihi semua orang tebusanNya….
” Dari semula t’lah KAU tetapkan, hidupku dalam tanganMU, dalam rencanaMU Tuhan, rencana indah t’lah KAU siapkan bagi masa depanku yang penuh harapan….. S’mua baik, s’mua baik, s’gala yang t’lah KAU perbuat didalam hidupku… S’mua baik, sungguh teramat baik, KAU jadikan hidupku berarti….. “.
Sekalipun saat ini sisi lain itu terlihat dan terasa sangat tidak baik, percayalah, pada kesudahannya kita akan melihat bahwa semua itu menuju pada yang terbaik. Karena bagi Tuhan yang terpenting adalah hasil akhirnya baik, dan baik, dan amat sangat baik..!!.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 23 May 2006.

Kesempatan Yang Kedua.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on May 15, 2006 by Inna

Beberapa hari yang lalu, dalam acara Oprah Winfrey Show, saya melihat penyanyi rap Kayne West memberi kesaksian tentang hidupnya.
Terus terang, saya sangat terkesan pada perjalanan hidupnya lebih dari pada lagu-lagu ciptaannya. Dan sekali lagi, kesaksiannya kali ini semakin membuat saya terkesan. Dia berkata bahwa, setelah dia pernah hampir mati saat berhadapan dgn maut, kini dia lebih lagi menghargai hidupnya dan dia ingin melakukan hal-hal yang bermanfaat lebih lagi untuk banyak orang dalam kesempatan hidupnya yang kedua.

Saudaraku, walaupun kita tahu ada surga dan neraka yg menanti kita di ujung kehidupan ini, ternyata tetap saja kita sering menyia-nyiakan waktu dan hidup kita dengan hal-hal yang bisa menyeret kita masuk ke lorong neraka.
Kita masih sering bermain-main dengan hal-hal yang rohani, kita masih sering meringan-ringankan teguran dan mengabaikan peringatan Roh Kudus yang berbicara dihati kita untuk menyadarkan kita dari berbagai kesalahan dan kekeliruan yg bisa membawa kita kepada dosa yg membinasakan.
Ya, kita sering membiarkan akal manusia kita begitu kuat memberikan fakta-fakta yang rasional, membuat kita seringkali menganggap remeh peringatan-peringatan supranatural. Dan ketika kita berhadapan dengan akibat yg benar-benar fatal, kita menjadi sangat terkejut…..
Masih beruntung jika kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki, tapi bagaimana kalau saat itu terjadi kita benar-benar sudah tidak diberi kesempatan lagi…?, karena ternyata waktu yang disediakan untuk kita sudah habis, benar-benar habis……
Orang seperti Kayne West masih beruntung, dia diberi kesempatan hidup untuk yang kedua kali…..
Saya melihat beberapa orang yang seperti itu, mereka kemudian menjadi lebih bijaksana, lebih tahu diri dan lebih lagi menghargai segala sesuatu yg ilahi dalam sepanjang hidupnya.

Sepuluh tahun yg lalu, saat itu saya sudah mulai pelayanan di gereja.
Saya masuk dalam pelayanan mengajar sekolah minggu disuatu gereja.
Suatu hari kami para guru sekolah minggu mengadakan retreat.
Setelah selesai acara resmi, kami berniat untuk berenang dikolam renang di villa tsb. Tentu sangat seru karena hampir semuanya perempuan, yang laki-laki cuma satu orang.
Saat duduk dipinggir kolam bersama yg lainnya, tiba-tiba Roh Kudus mengingatkan agar saya jangan masuk ke kolam renang karena ada roh maut sedang mengincar saya.
Peringatan itu segera saya abaikan karena suasana sangat gembira dan penuh canda tawa diantara kami, kolam renang hanya sedalam 2 meter.
Waktu saya berenang ditengah kolam, tiba-tiba saya merasa seperti ada tangan dari bawah melingkar dipinggang dan menarik saya kedasar kolam. Saya berusaha untuk melepaskan diri tapi sia-sia, saya malahan makin terseret kedasar kolam. Ketika sudah kehabisan oksigen, saat itu saya tahu, maut benar-benar sudah didepan mata….
Saya lalu berdoa minta ampun pada Tuhan karena telah mengabaikan peringatan Roh Kudus saat saya masih dipinggir kolam tadi.
Sungguh, saat itu saya sama sekali tidak takut pada kematian, karena percaya hidup dan mati saya ada di tangan Tuhan Yesus.
Didasar kolam saya sudah tidak berdaya, tubuh saya seperti diikat hingga sama sekali tidak bisa bergerak, saya tau semuanya itu bukan karena kram… Detik-detik terasa berlalu sangat lambat, semua terlihat jadi seperti ” slow-motion “, sementara itu diatas, teman-teman tenang-tenang saja karena mereka kira saya memang sengaja menyelam….
Ajaib, saat itu hati saya sangat tenang, sambil menantikan detik-detik terakhir saya sempat berkata pada Tuhan dalam hati saya,
” Tuhan, aku tidak takut kalau harus mati saat ini…. Tapi sebenarnya aku masih ingin hidup, karena aku tahu masih banyak rencanaMU dalam hidupku yang belum digenapi. Aku ingin melakukan lebih banyak hal lagi untuk Tuhan “.
Tiba-tiba tubuh saya seperti ditarik keatas permukaan, saat kepala saya keluar dari air saya segera berteriak, ” Help…! “, karena kalau saya berteriak “tolong…” kalimat itu terlalu panjang mulut saya bisa keburu kemasukan air. Begitu selesai berteriak, saya merasa ada yang tarik badan saya kebawah lagi.
Puji Tuhan, satu-satunya laki-laki disitu segera sadar kalau saya sedang dalam keadaan bahaya, untungnya dia pintar berenang dan badannya cukup besar dan kekar. Teman saya itu segera lompat kekolam untuk menolong. Saat dia sudah dekat saya tiba-tiba ingat bahwa kalau menolong orang yang tenggelam harus dari belakangnya agar orang yg tenggelam itu tidak membahayakan yg menolongnya, maka saya membelakangi dia agar dia bisa segera menarik saya keatas.
Begitu sampai diatas, teman-teman yg lain baru sadar bahwa saya sedang tidak bercanda, ternyata dari tadi saya memang benar-benar tenggelam. Mereka jadi kalang kabut mengurus saya…..
Tapi supaya mereka tidak jadi ketakutan saya tidak ceritakan apa yg sebenarnya telah terjadi, saya bilang, mungkin saya kram….
Peristiwa itu terjadi sepuluh tahun yang lalu, tapi semua masih segar dalam ingatan saya sampai hari ini.
Tapi yang penting, sejak saat itu saya semakin menghargai hidup ini, karena saya tahu kalau saya masih hidup saat ini itu adalah karena Tuhan memberikan kesempatan yang kedua kalinya pada saya.
Pengalaman ini selalu membuat saya kembali ” eling “ saat mengalami masa masa berat ketika bergumul melawan kesombongan, kemarahan, kekecewaan dan tawar hati.
Pengalaman ini membuat saya merasa tidak tenang untuk berlama-lama tetap melakukan perkara yang sia-sia dalam hidup ini.

Saudaraku, marilah kita menghargai setiap detik kesempatan hidup yang masih diberikan Tuhan untuk kita.
Alangkah lebih baiknya, kita benar-benar memanfaatkan hidup ini semaksimal mungkin untuk menyenangkan hati Tuhan tanpa perlu lebih dulu mengalami perjumpaan dengan maut.
Karena banyak diberbagai belahan dunia ini orang-orang yang mati sebelum waktunya, dan entah kenapa mereka tidak diberi kesempatan hidup untuk kedua kalinya… Ya, itu adalah rahasia kehendak Tuhan yang sulit untuk bisa kita mengerti.

” For to me, to live is Christ, and to die is gain. But if I live on in the flesh, this will mean fruit from my labor, yet what I shall choose I cannot tell…. Nevertheless, to remain in the flesh is more needful for you “, ( Philippians 1: 21,22,24 ).

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 16 May, 2006.

" Pelihara Kesadaranmu ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on May 9, 2006 by Inna

Beberapa minggu yg lalu saya dgn teman2 gereja berkesempatan mengunjungi dan melayani di Panti Laras, itu adalah tempat penampungan dan perawatan orang-orang gila.
Kita mengadakan ibadah disuatu aula.
Ruangan aula penuh sesak dgn lebih dari 250 orang yg tidak waras, laki-laki dan perempuan, saat itu sudah lewat jam 10 menjelang tengah hari, cuaca diluar sangat cerah dan panas.
Kami memulai pelayanan dgn mengajak mereka bernyanyi memuji Tuhan dgn diiringi gitar, mereka senang sekali menyanyi sambil bertepuk tangan. Waktu diberi kesempatan bernyanyi kedepan, mereka sangat antusias, tidak sabar menunggu giliran satu persatu maju kedepan bernyanyi.
Karena aktifitas mereka didalam ruangan kian meningkat, ruangan jadi agak gerah walaupun jendela-jendela sudah dibuka. Tapi biarpun rasanya agak gerah, saya enjoy banget didalam ruangan itu melihat bagaimana tingkah laku pasien Panti Laras. Ternyata biarpun sudah tidak waras, mereka masih ingin berekspresi dan masih punya keinginan untuk dihargai, mereka sangat bangga ketika diberi tepuk tangan setelah selesai bernyanyi.
Sedang asyik-asyiknya menyaksikan penampilan mereka, tiba-tiba handphone saya bunyi, maka saya segera keluar ruangan utk menjawab panggilan di hp. Saya keluar dari aula beberapa menit lamanya, setelah urusan selesai saya masuk kembali kedalam ruangan aula.
Saat beberapa menit diluar tadi saya menghirup udara yg segar disertai tiupan angin semilir yg sejuk…….
Maka begitu saya masuk kembali ke aula, saya sangat kaget, karena sekarang saya sadar, betapa udara didalam aula sangat sumpek, panas, pengap dan aromanya mendadak bikin saya mau muntah.
Sorry, saya harap anda bisa membayangkan aroma badan lebih dari 250 orang gila yg sedang berkumpul berdesakan disuatu ruangan ditengah siang bolong yg panas…?.
Seandainya saya tadi tidak pernah meninggalkan ruangan itu, pasti saya nggak bakal “ngeh” betapa luar biasa pengap dan berbaunya udara didalam.Karena berada dalam ruangan itu sejak acara dimulai, saya jadi beradaptasi dgn udara didalam, sehingga saya tidak merasakan dan menyadari betapa sumpek dan tidak sedap aroma dalam ruangan.

Beberapa hari yg lalu saya menghadiri suatu seminar dari suatu gereja.
Ketika kita melakukan praise & worship, saya merasa sangat tidak enak karena saat itu tidak lagi merasakan hadirat Tuhan sekental beberapa bulan yg lalu saat saya mengikuti seminar ditempat yang sama dan dari gereja yang sama.
Memang beberapa teman saya sebelumnya pernah memberitahukan bahwa suasana ibadah di gereja tersebut sudah tidak seperti dulu lagi, tapi saya tidak percaya karena saya memang sudah beberapa lama tidak pernah lagi datang ke gereja tersebut.
Saat itu saya merasa ada yg salah dgn diri saya, jangan-jangan saya tidak siap melakukan praise & worship, sehingga saya merasa suasana ibadahnya seperti entertaint….
Tapi tiba-tiba saya diingatkan tentang kejadian di Panti Laras, bagaimana saya tiba-tiba sadar sumpeknya kondisi udara didalam ruangan setelah saya keluar sejenak dari dalam ruangan.

Orang-orang yg selalu ada didalam lingkungan gereja tersebut, mereka merasa fine-fine saja….,mereka merasa ” everything is allright “.
Sementara yg sering keluar sejenak dari lingkungan itu ternyata satu persatu dari mereka mulai merasakan ada sesuatu yang hilang…, ada sesuatu yang tidak sehat di dalam.
Saudaraku, bukankah Tuhan selalu mengingatkan agar kita tetap selalu berjaga-jaga ?. Bagian dari itu adalah agar kita ingat untuk memelihara kesadaran kita akan kondisi lingkungan kehidupan rohani kita.
Tuhan Yesus selalu menyempatkan diri untuk beberapa lama memisahkan diri dari lingkungannya, agar bisa mendapatkan udara segar dari hembusan angin Roh Kudus, sehingga penciuman rohaninya tetap bisa tajam mendeteksi kemurnian kondisi lingkungan yang Dia datangi.
Hari-hari ini kita harus berhati-hati agar tidak terlena sehingga tidak sadar apakah udara pelayanan dan ibadah yg kita lakukan masih ” pure ” dan segar atau sudah tercampur dgn berbagai faktor yg lahir dari ide dan pemikiran manusia, bukan lagi yang benar-benar murni dan segar dari Roh Kudus.

Saudaraku, demi untuk memelihara kesadaran atau kepekaan, sesekali kita perlu “time-out” dari suatu lingkungan dan jadwal, supaya kita bisa melatih diri untuk mendeteksi kesehatan dan kesegaran lingkungan rohanimu.

” Who can understand his errors ? Cleanse me from secret faults [ Psalm 19:12 ] “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 6 May 2006.

" Kenali dan Mengerti ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on May 2, 2006 by Inna

Saya suka buku-buku karangan Pdt. Ir. Jarot Wijanarko, selain karena isinya bagus, dia juga sangat jelas dan terus terang mengungkapkan banyak hal tentang perempuan dan laki-laki, hal-hal yang mungkin banyak pendeta lain merasa sungkan untuk membahasnya.
Dari salah satu bukunya yg berjudul ” Pernikahan ” ada beberapa pembahasan yg akan saya sertakan disini untuk menambah pengetahuan kita tentang perempuan dan laki-laki, sehingga kita bisa semakin mengenali dan mengerti diri kita sendiri dan juga pasangan kita, atau bisa juga calon pasangan kita. Saya harap setelah membaca ini, kamu bisa memaklumi orang lain maupun juga dirimu sendiri.
Sesudah membaca ini, jangan langsung “forward” artikel ini kepada pacarmu atau pasanganmu, dengan berharap setelah dia membaca ini dia bisa berubah dan lalu mengerti tentang dirimu….. Tapi mulailah dari dirimu sendiri terlebih dulu…… May God bless you richly !!.

MULUT dan PERUT
Wanita kuat mulutnya, pria kuat perutnya. Sangat mudah untk membuktikan ini, misalnya dalam sebuah pesta pernikahan, wanita akan berkeliling ruangan utk ‘mencicipi ‘berbagai makanan memuaskan bibirnya. Pria bukan berkeliling mencicipi, tapi mengambil dan segera makan banyak-banyak utk mengenyangkan dan memuaskan perutnya. Kalau sudah selesai makan, banyak pria akan berkata kpd istrinya, ” Ma, kita pulang yuk “. Kenapa pulang? Karena sudah makan. Bagi pria, kalau sudah makan berarti acara sudah selesai. Lain lagi dgn wanita, biarpun dia sudah selesai makan acara belum selesai karena dia belum ‘berbicara’ dgn si A dgn si B, dia masih mau ngobrol kesana kesini….

Begitu kuatnya mulut seorg wanita, menurut seorg psikolog ada ‘hukum 500 kata’, yaitu wanita dlm sehari harus berbicara 500 kata, kalau belum berbicara 500 kata, dia bisa bete’, tidak bisa tenang ( hampir sama seperti kalau laki-laki belum makan !).
Karena itu, saya sarankan kepada para istri agar banyak ” pray (speak in tongue), praise and worship, ” sampai melewati 500 kata sebelum sore hari, alhasil waktu ketemu suami pulang kantor, kamu akan damai sejahtera…..
Contoh lain, kalau hari minggu selesai ibadah di gereja, laki-laki ingin segera pergi, kenapa? Karena dia lapar !, ” Ayo cepat ma…!”. Dan si istri
yg masih ngobrol dgn temannya akan menjawab, ” Please deh pa, sebentar lagi, dikit lagi… ” ( maksud psikologisnya dikit lagi belum 500 kata, baru 200 nih ). Tak lama kemudian dia menyusul suami yg sudah menunggu dgn perut lapar, eh ditangga gereja atau di tempat parkir si istri ketemu teman yang lain, dia pasti berhenti untuk sekali lagi berceloteh, bercerita sampai takarannya sudah cukup.
Saran praktis lainnya, kalau suami pulang, jangan diajak banyak bicara tapi suguhi makanan dulu, sebab laki-laki gelisah kalau sedang lapar.
Kebalikannya hai para pria , dengarkan istrimu… Dengarkan dia berbicara dan terus berbicara sampai takaran 500 kata terlampaui. Dengan didengarkan tanpa memberi saran dan komentar sebenarnya 50% masalah wanita sudah selesai. Wanita akan merasa damai dan sejahtera kalau dia di dengarkan, kalau dia sudah berbicara dan dia perlu melampaui 500 kata…!.
Saya berikan alasan yang lebih teologis, kenapa suami harus mendengarkan istri. Firman Tuhan mengajarkan bahwa suami adalah seorang imam dalam keluarga. Apa tugas imam? Sebelum imam Lewi mengorbankan korban sembelihan, dia harus memutuskan hewan apa yg harus disembelih, apakah itu merpati, domba atau sapi, sesuai dgn besarnya dosa umat Israel. Untuk memutuskan, sebelum berdoa, membimbing, sebelum pelayanan lainnya dilakukan, seorang iman HARUS MENDENGAR umat yg datang utk dilayani. Imam HARUS MENDENGAR apa masalahnya, apa dosanya. TUGAS PELAYANAN IMAM YG PERTAMA ADALAH MENDENGAR.

Suami dengarkan istrimu, sediakan waktu, kuduskan waktu untuk mendengar istrimu. Jangan biarkan orang lain yg tekun mendengar istrimu…, jangan biarkan sopir, tukang kebun, temannya di kantor, teman pelayanan atau bahkan pendetanya yg lebih banyak mendengarkan ” curhat “-nya. Itu celah untuk kejatuhan….
Hai suami kalau engkau mengasihi istrimu, dengarkan dia… Intim bagi wanita adalah ngobrol. Intim bagi wanita adalah persahabatan, hubungan bathin. Intim bagi wanita adalah didengarkan dimengerti dan di perhatikan. Karena wanita kebanyakan lebih kuat perasaannya.

Jempol Kiri Jempol Kanan
Cara mudah untuk test, apakah perasaan atau pikiran kita yg kuat sebenarnya sangat mudah. Saya telah mencobanya dan 80% akan benar.
Lipatkan tangan saudara, dgn jari-jari di lipat, tiap jari berselang seling seperti kalau saudara akan berdoa dan lipat tangan. Lakukan dgn santai, secara natural. Nah saudara bisa juga melakukannya sekarang saat ini . Lakukan dulu, baru kemudian lanjutkan baca perikop selanjutnya.
Naaa, jangan teruskan baca, stop dulu, lakukan dulu….
Sudah? Sekarang coba perhatikan, jempol mana yg ada diatas? Apakah jempol kiri yg ada diatas jempol kanan atau sebaliknya?. Kalau jempol kiri yg diatas, otak kanan saudara yg kuat berarti perasaan saudara yg dominan. Kalau jempol kanan yg diatas, berarti otak kiri yg kuat maka pikiran atau logika saudara yg cukup dominan.
Saudara mungkin tidak percaya? Apa hubungannya? Kok semudah itu?
Buktikan saja dgn survey, mulai dg meminta teman2 mu melipat tangan dan perhatikan tangannya. Saudara akan menjumpai orang-orang yg dominan perasaannya menaruh jempol kiri diatas, begitu juga sebaliknya. Saya mencobanya di berbagai pertemuan dan seminar, dan saya menjumpai 80% benar.
Saya menemukan fenomena lain dlm generasi ini, ternyata cukup banyak wanita dgn otak kiri cukup kuat. Faktor pendidikan dan lingkungan, tanpa sadar membangun otak kirinya lebih kuat sehingga pikirannya menjadi kuat dan dominan. Maka jadilah banyak wanita yg sangat mandiri, kuat logika dan pikiran, bahkan terkesan cuek.

Kebalikannya, kita juga banyak menjumpai laki-laki dgn otak kanan yg berkembang, mereka sangat perasa, kolokan, manja, mudah menangis.
Laki-laki yg begini biasanya mereka para artis, seniman, pemusik, pelukis, yg memang merupakan kemampuan otak kanan. Ketika menekuni bidang tersebut maka otak kanan dilatih dan berkembang.
Yang indah, saya jumpai fenomena adalah jika laki-lakinya demikian, maka Tuhan menjodohkannya dengan wanita yang mandiri, sehingga saling melengkapi.
Otak kanan, otak kiri, temperamen dasar ini bukan soal baik atau tidak baik, dosa atau tidak dosa, tetapi supaya kita mengenal diri sendiri dan pasangan kita. Dengan demikian kita bisa lebih mengerti, lebih menerima dan bersikap tepat, mengucap syukur atas pasangan yg Tuhan berikan dgn begitu kita bisa hidup bahagia.

Tuhan memang menciptakan berbeda dan demikian. Maka jangan lah menikah dgn sebuah daftar panjang berisi hal-hal yg harus dirubah oleh pasangan, tetapi terima pasanganmu. Orang yg diterima apa adanya dia akan merasa bahagia, dan orang yg bahagia akan gampang berubah.

Penasaran? Mau tahu lebih banyak lagi? Baca sendiri deh bukunya….
Saya bukan mau promosi bukunya pak Jarot, tapi saya cuma mau share apa yg saya dapatkan. Dan saya percaya itu berguna untuk setiap kita.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 2 May 2006.

" Berdiam Diri "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on May 2, 2006 by Inna

Banyak orang niatnya baik ingin meresponi apa yg diperintahkan Tuhan, tapi ternyata banyak sekali yg memberikan respon yg keliru sehingga mengalami kegagalan, kesalahan dan dia tidak menghasilkan apa-apa….
Lalu jadi bingung, kok bisa begini ya…? kok jadi begitu..? padahal kan aku sudah melakukan apa yg Tuhan firmankan…
Ternyata, bisa dengar suara Tuhan belum cukup, kita butuh pemahaman lebih dalam lagi tentang hati Tuhan, kita harus lebih lagi kenal Dia yg berbicara sehingga kita bisa mengerti maksud terdalam dari perintahNya dan perkataanNYa itu sebenarnya apa dan bagaimana.
Pada awalnya memang benar apa yg didengar atau apa yg didapat itu adalah dari Tuhan, tapi hal ini tidak dilanjutkan dgn banyak berdiam diri untuk menunggu lebih lama lagi supaya bisa mendapatkan ilham dari Roh Kudus bagaimana cara yg tepat untuk menindak lanjuti perintah terdahulu yg sudah didapatkan. Jadinya, banyak yg memang benar pada awalnya dapat visi dari Tuhan, tapi diselesaikan dgn hikmat manusia.

Untuk bisa terus berjalan dalam jalurNya Tuhan hal berdiam diri sangat penting. Beberapa tahun ini saya banyak belajar tentang berdiam diri, dan sampai hari ini sebagai manusia yg normal, saya kadang mengalami kesulitan untuk berdiam diri pada situasi dan keadaan tertentu.
Berdiam diri adalah bagian dari salib yg harus kita pikul dalam setiap hari dari perjalanan kehidupan rohani kita.
Kita harus belajar diam tidak bicara karena waktunya belum tepat, atau kita harus menahan diri untuk diam tidak bertindak karena Tuhan sedang bekerja dan kita tidak di suruh ikut campur… Kita juga harus bisa betah bertahan untuk tidak pergi karena Tuhan menginginkan kita diam, tidak bergerak.
Dan ternyata, dibalik semua tindakan diam itu ada penyingkapan-penyingkapan yg indah tentang isi hati dan karakter Tuhan, sehingga sesudah melewati saat diam itu kita semakin bisa memahami dan membaca gerak-gerik Tuhan.
Itulah sebabnya berdiam diri itu penting dan Tuhan sangat menyukai orang-orang yg mau belajar berdiam diri pada waktu-waktu dimana dia memang seharusnya berdiam diri.

” tetapi siapa yg mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu KUsukai, demikianlah firman TUHAN. ( Yer.9:24 ) “.

Berikut saya mau bagikan tentang berdiam diri berdasarkan dari kitab Mazmur, tentunya hal ini pernah saya alami.

” Trust in the LORD, and do good; Dwell in the land, and feed on His faithfulness. ” ( Psalm 37:3 ).
Ini tentang kita diminta untuk tinggal disuatu tempat dimana kita saat ini sedang berada. Jangan pergi atau pindah, tapi tetap beraktifitas ditempat tersebut dgn tekun dan setia.

” Be still, and know that I am God… ” ( Psalm 46:11 ).
Kita di minta diam, tenang, tidak beraktifitas…. duduk diam berdoa dan membaca firman Tuhan, untuk menantikan Tuhan akan bertindak menyatakan keberadaan diriNya.

” I was mute, I did not open my mouth, because it was YOU who did it ” ( Psalm 39:10 ).
Kita diminta diam tidak berkata-kata alias bungkem, puasa ngomong. Tentunya ini sangat sulit buat kaum perempuan yg menurut seorg psikolog, perempuan satu hari harus berbicara 500 kata, kalau belum bicara 500 kata dia bisa bete’, gelisah…
Setelah melewati beberapakali puasa ngomong, saya menemukan keindahan saat benar-benar diam dihadapan Tuhan, ya… diam tanpa gerak, tanpa suara, tanpa doa cuma mikirin DIA saja… ” silent praise “, saat itu kamu akan bisa merasakan kasihNya sangat dalam dan hangat, kamu akan bisa merasakan perasaanNya lebih dari kata-kata yg diucapkan.

Kita mesti belajar untuk mengerti apa dan bagaimana itu berdiam diri.
Orang yg berdiam diri akan seperti gelas yg siap diisi sampai luber. Kalau gelas itu terus bergerak-gerak, tentu akan sulit untuk diisi. Kalau dipaksa juga, airnya akan berceceran disekitarnya dan gelas itu sendiri tidak penuh-penuh.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 2 May 2006