Archive for June, 2006

Stigma pada mantan pemakai narkoba.

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style on June 26, 2006 by Inna

Tanggal 26 Juni kemarin di peringati sebagai hari anti narkoba. Saya tidak tahu sejak kapan ini telah di tetapkan. Tapi yang saya tahu, masalah narkoba terus berkembang dan berlarut-larut dari tahun ke tahun di seluruh dunia. Tidak ada satu negara di dunia ini yang benar-benar bersih dari persoalan narkoba.
Narkoba telah menjadi seperti penyakit kanker yang terus menjalar dari waktu ke waktu. Mulai menjadi sangat nyata di seluruh dunia pada tahun 60-an, ketika di Amerika muncul kaum hippies yang juga di sebut “flower generation”. Mantan tentara Amerika yang pulang dari perang Vietnam juga turut memicu, mereka mulai ketagihan narkoba sepulang dari Vietnam karena mereka ingin melupakan trauma ke kejaman perang tersebut. Gaya hidup musisi rock masa itu juga turut menularkan kegemaran memakai narkoba kepada kaum muda di seluruh dunia pada masa itu.
Pada masa kini pemakai narkoba kian meningkat pesat dari tahun ketahun. Sekalipun para penegak hukum berusaha keras membasminya, tapi sepertinya para bandar narkoba selalu maju selangkah lebih dulu.
Negara kita Indonesia termasuk memiliki produsen narkoba kelas kakap yang mengekspor narkoba ke berbagai negara. Kita sudah melihat bagaimana pihak kepolisian telah berhasil berulang kali menggerebek pabrik narkoba, tapi masih saja ada pabrik narkoba yang lain….
Diskotik, pub, hotel, apartemen, mall atau tempat pelayanan umum lainnya adalah tempat yang biasa di pakai untuk melakukan transaksi narkoba. Tapi belakangan ini, saya mendengar beberapa kisah nyata bahwa tempat parkir dan toilet gereja sudah mulai di pakai untuk melakukan kegiatan transaksi narkoba. Malah pernah ditemukan seorang remaja tewas over dosis di dalam toilet disalah satu gereja di daerah Jakarta Pusat….
Saya sendiri pernah memergoki seorang pemuda yang sedang menunggu bandar narkoba di gereja. Saat itu dia bersama teman-temannya yang sedang dalam masa rehabilitasi sedang di undang untuk bersaksi di gereja tersebut. Padahal saat itu pengawas dari panti rehabilitasi turut hadir untuk mendampingi mereka. Tapi ya dia bisa lolos, karena jumlah mereka belasan sementara pengawasnya cuma beberapa orang. Anak itu berkali-kali minta ijin untuk ke toilet, saya jadi curiga lalu mengikutinya…. ternyata memang ada seseorang yang sedang menunggunya di salah satu ruang closed di toilet. Dia memang tidak punya uang, tapi kalau dia bisa menjual 3 dia akan dapat gratis 1.
Para pemakai dan bandar punya bahasa sandi yang dari waktu ke waktu bisa berubah, ini untuk membuat mereka bisa saling berkomunikasi tanpa orang awam mengerti apa yang sedang mereka bahas.
Dulu ganja disebut gelek, kemarin sih yang saya tahu ganja itu telah berganti nama jadi ‘cimeng’, nggak tau deh apakah saat ini sebutan itu sudah di ganti lagi ….

Saya sangat terbeban melayani para pemakai yang ingin bertobat.
Karena saya melihat bagaimana teman-teman masa kecil saya, teman-teman kuliah saya, yang hidupnya hancur karena narkoba, bahkan ada yang tewas karena narkoba.
Saya memang bukan mantan pecandu, kalau nyobain sih pernah, ya sepukul dua pukul-lah…..
Seorang pecandu tidak akan ada gunanya masuk panti rehabilitasi kalau bukan atas keinginannya sendiri, percuma jika itu semata-mata karena keinginan orang tua maupun keluarganya.
Berkhotbah di depan mereka di panti sungguh-sungguh membutuhkan ke teguhan hati. Karena rata-rata mereka sudah sulit untuk bisa cepat menangkap apa yang disampaikan, karena selain mentalnya masih labil, jaringan otak mereka kemungkinan besar sudah banyak yang rusak akibat narkoba yang pernah mereka konsumsi terus menerus dalam waktu yang lama. Padahal, banyak diantara mereka tadinya kuliah di perguruan tinggi yang bagus, atau diluar negeri. Bahkan ada juga diantara mereka yang sarjana S2, ada juga yang sudah punya istri dan anak. Kalau dilihat, tampang mereka rata-rata cukup tampan dan menawan, sehingga rasanya sangat miris melihat keadaan mereka.
Tapi puji Tuhan, kita adalah pelayan perjanjian baru, dimana kuasa Roh Kudus turut bekerja meneguhkan pemberitaan injil yang kita lakukan pada masa kini……!
Selama di panti rehabilitas, mereka setiap hari selalu di bawa masuk kedalam hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan.
Hadirat Tuhan menjamah dan memulihkan mereka…. Saya melihat beberapa orang berubah, semakin di pulihkan dari minggu keminggu setelah mereka duduk diam-diam menikmati hadirat Tuhan saat hamba-hamba Tuhan memuji dan menyembah Tuhan.
Ini kembali membuktikan betapa pentingnya pelayanan pujian dan penyembahan yang penuh kuasa di masa akhir jaman ini.
Yang saya maksudkan disini bukan pelayanan praise and worship yang sifatnya seperti “entertaint”, tapi pelayanan praise and worship yang dilakukan oleh orang-orang yang berhati simplicity dan yang hatinya berkobar dengan cinta kasih yang tulus kepada Tuhan Yesus.

Sebenarnya, setelah mereka berhasil melewati masa sakaw, masa yang sangat berat berikutnya adalah saat mereka telah diperbolehkan kembali pada keluarga dan kembali menghadapi dunia luar…..
Banyak diantara mereka yang kembali jatuh, bahkan ada yang lebih parah dari sebelumnya. Hal ini sebagian besar disebabkan karena sikap orang-orang di sekitar mereka yang selalu memandang pada stigma yang ada pada mereka sebagai mantan pemakai narkoba.
Sikap kita yang sering mengingat stigma ini dapat mengikis rasa percaya diri mereka secara perlahan tapi pasti. Apalagi jika itu dari orang-orang terdekat, dari keluarga dan saudara….. yang sering menunjukkan rasa kurang percaya pada mereka akibat stigma yang mereka miliki.
Saudaraku, berdoa saja tidak cukup, kita harus bertindak.
Sebagai orang yang percaya bahwa kasih dan kuasa Tuhan kita tidak terbatas, kita harus bisa melupakan stigma yang ada pada mantan pemakai narkoba yang ada dilingkungan kita.
Menghancurkan kaum muda dengan narkoba adalah salah satu strategi iblis untuk menggagalkan rencana Tuhan di akhir jaman.
” And it shall come to pass in the last days, says God, that I will pour out of My Spirit on all flesh; your sons and your daughters shall prophesy, your young men shall see visions, your old men shall dream dreams “.
[ Acts 2:17 ].
Jadi, kalau kamu sepakat dengan apa yang Tuhan katakan, maka kamu harus bisa tidak perduli pada stigma tersebut. Jika ada keluargamu yang anaknya mantan pemakai narkoba, ingatkan mereka tentang ini.
Bahwa jika tetap terganggu pada stigma mantan pemakai narkoba, itu berarti kita sepakat dengan iblis…. kita menghalangi kuasa Tuhan yang sedang bekerja dalam hatinya.
Tuhan saja mau memulihkan mereka, kenapa kita malah menganiaya jiwa mereka dengan rasa curiga yang sering kita biarkan muncul di hati kita terhadap mereka pada saat saat tertentu…?.
” A bruised reed He will not break, and smoking flax He will not quench; He will bring forth justice for truth ” [ Isaiah 42:3 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 27 Juni 2006.