Archive for July, 2006

" Inspirational Persons ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on July 25, 2006 by Inna

Semula saya kira dapat menulis artikel ini seperti biasanya, yaitu setelah selesai menulis, maka artikel dengan mudahnya saya email ke ratusan orang saudara seiman. Tapi dari semua artikel yang pernah saya buat ternyata artikel ini yang paling banyak menyita waktu dan perasaan saya. Saat pertama selesai menulisnya, ketika akan di kirim, tiba-tiba connection jadi error dan semua yang saya tulis hilang begitu saja…..
Besoknya saya tulis ulang kembali, begitu selesai entah kenapa walau berulang kali saya coba artikel ini tidak bisa dikirim. Ketika saya test ke alamat email saya yang lain, begitu di buka ternyata kosong.
Saya kemudian menulis artikel yang berjudul ” Diatas Gelombang “, begitu selesai artikel tersebut dengan mudahnya bisa saya kirim lewat email seperti biasa.
Saya bukanlah orang yang gampang menyerah, justru saya jadi merasa penasaran dan tertantang. Karena itu untuk ketiga kalinya, artikel ini saya tulis ulang kembali. Saya semakin merasa tertantang untuk menyampaikan pesan melalui artikel ” Inspirational Persons “.
Ini adalah tentang orang-orang yang luar biasa, mereka telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dibelahan dunia ini.

Kyle Maynard seorang pemuda Amerika yang lahir tanpa tangan dan kaki. Karena dorongan orang tuanya, dia tumbuh menjadi orang yang ulet dan tidak mau terperangkap dalam kekurangan fisiknya. Dia suka mencoba berbagai cabang olah raga. Setelah 35 kali kalah dalam pertandingan, maka pada pertandingan yang ke 36 akhirnya Kyle menjadi juara gulat di negara bagian dimana dia tinggal.
Dia kemudian menulis buku yang berjudul ” No Excuses “, buku ini akan membuat banyak orang terinspirasi akan semangat hidupnya. Kyle mampu dengan lancar mengetik dan menggunakan komputer.

Jim mc Laren pada mulanya adalah seorang pemuda Amerika yang atletis yang sehat dan penuh semangat. Pada suatu hari dia dilindas mobil yang mengakibatkan salah satu kakinya hrus di amputasi mulai dari pangkal paha. Jim tidak mau jadi orang yang terperangkap dalam kondisi fisiknya yang cacat. Dia berlatih keras dengan kaki palsunya, akhirnya dia menjadi juara atletik trilomba.Banyak orang kagum pada semangat hidupnya. Tapi 8 tahun setelah kecelakaan pertama, pada suatu hari Jim kembali ditabrak mobil. Kali ini dokter memberikan vonis bahwa dia mengalami kelumpuhan dari batang leher sampai ke ujung kaki.
Kondisi ini benar-benar menguras semangat hidupnya, hingga dia sempat tenggelam dalam dunia narkoba untuk mengatasi depresinya.
Tentu saja, siapa yang bisa tegar menanggung nasib seperti itu…?.
Tapi pada akhirnya Jim sadar bahwa tidak ada gunanya larut dalam “self pity party”. Dia sadar, Tuhan pasti punya rencana baik untuknya sehingga dia masih di biarkan hidup dalam keadaan seperti itu.
Jim mulai bangkit, dia melatih otot-ototnya kembali, dan perlahan tangannya mulai bisa dipakai. Saat ini Jim memakai kursi roda, dia berkeliling dunia untuk membangkitkan semangat hidup orang-orang yang cacat seperti dirinya.
Dan ternyata kisah hidupnya membangkitkan semangat seorang pemuda di Ghana. Pemuda itu bernama Emanuel Yeboah, dia lahir dengan kaki cacat. Di Ghana, biasanya anak cacat seperti itu tidak dibiarkan hidup, atau kalaupun di biarkan hidup, anak cacat itu akan di jadikan pengemis oleh keluarganya. Tapi ibunya memutuskan akan membesarkan Emanuel, ibunya mendorong Emanuel untuk menjadi orang yang punya prestasi. Kisah hidup Jim mc Laren membuat Emanuel percaya bahwa dia pasti bisa menjadi ’seseorang’ sekalipun kakinya cacat. Emanuel berhasil menjadi juara dalam olah raga untuk orang cacat. Pada akhirnya dia bisa bertemu dengan Jim mc Laren. Kisah hidup kedua orang ini telah diangkat kelayar lebar, judul filmnya adalah ” Emanuel Story “. Bahkan Oprah Winfrey, wanita yang sangat berpengaruh di USA, mengakui bahwa baginya kedua orang ini adalah “pahlawan” dalam hidupnya.

Nick Vujicic, pemuda Australia yang lahir tahun 1982. Dia lahir tanpa tangan dan kaki. Syukurlah, kedua orang tuanya adalah orang kristen yang punya dedikasi kepada Tuhan. Mereka mendidik Nick menjadi orang yang tidak menyerah pada keadaan fisiknya.
Saat ini Nick telah meraih gelar Bachelor of Commerce Majoring dalam financial planning & accounting. Dia juga adalah motivational speaker untuk teenagers. Dia juga menulis banyak buku, antara lain berjudul ” No Arms, No Legs, No Worries “.

Dwi Krismawan, pada mulanya adalah seorang pemuda yang bercita-cita jadi penerbang. Pada tahun 1997 saat 3 bulan menjelang di wisuda jadi penerbang, tiba-tiba dia mengalami kecelakaan pesawat yang dibawanya. Ajaibnya, biarpun sudah terpanggang beberapa jam dia berhasil di keluarkan dari bangkai pesawat dalam keadaan hidup, tapi 50% tubuh dan wajahnya mengalami luka bakar yang sangat parah. Untuk memperbaiki kerusakan fisiknya, Dwi menjalani 25 kali operasi plastik. Saat ini Dwi bisa kembali memiliki wajah walaupun kedua daun telinganya sudah tidak ada.
Dwi gagal meraih cita-citanya, impiannya hancur, wajah dan tubuhnya hancur, dan sepertinya hidupnya juga hancur tanpa masa depan.
Tapi berkat dorongan Bethania istrinya tercinta, semangat hidupnya pulih kembali apalagi kini dia telah di karuniai seorang putra.
Saat ini , walaupun wajahnya tampak seperti alien tapi Dwi tidak lagi merasa rendah diri karena dia tahu betapa dia berharga di mata Tuhan, buktinya Tuhan masih memberi dia kesempatan hidup. Dwi bekerja sebagai staff khusus di koran SINDO, dan dia melayani Tuhan dengan menjadi saksi bagi kasih dan kemurahan Tuhan. Dwi menjadi berkat membangkitkan semangat hidup banyak orang, terutama orang-orang yang mengalami nasib seperti dia.

Saudara, lebih dari 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus telah memproklamirkan bahwa Kerajaan Allah telah datang, dan Tuhan Yesus meneguhkannya dengan melakukan banyak mujizat pada banyak orang. Yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, bahkan orang mati di bangkitkan.
Dan mujizat itu terus berlangsung sampai saat ini melalui hamba-hamba Tuhan yang di urapiNya. Saya sudah banyak melihat langsung mujizat, saya percaya justru di akhir jaman ini mujizat akan terjadi melebihi apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Apakah Tuhan tidak bisa memulihkan tubuh orang-orang yang telah saya ceritakan tadi?. Tentu saja Tuhan bisa dan sanggup, karena Dia adalah Tuhan yang Mahakuasa.
Tuhan punya rencana indah di balik semua keadan yang mereka alami.

Seandainya saat ini mereka semua memiliki kondisi tubuh yang normal seperti orang kebanyakan, apakah hidup mereka bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang seperti saat ini?.
Karena itu, saya mau ingatkan, kalau saat ini kamu mengalami situasi dan kondisi yang tidak enak dan tidak normal, jangan mau kecewa dan tawar hati, percayalah ada emas dan permata sorgawi dibalik itu.
Apalagi kalau kondisi fisikmu normal, wajahmu tidak menyeramkan…
Kenapa mau merasa tidak berdaya dan sia-sia?
Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita, bukan melulu apa yang terlihat oleh mata. Ingat, bagaimanapun kondisi dan situasimu saat ini, sesungguhnya di dalam Kristus kamu telah di tetapkan untuk jadi pemenang atas segala situasi dan kondisi yang dihadapkan padamu.
Masalahnya, begitu banyak orang terpuruk dalam kondisi terlalu mengasihani diri sendiri. Orang seperti ini fisiknya memang tidak cacat tapi jiwa dan hatinya cacat.
Saudaraku, apapun dan bagaimanapun kondisimu saat ini, jangan mau tawar hati, tapi tetap mengucap syukur pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan punya rencana besar dari semua yang kita alami.
Ketika kamu belajar untuk tetap percaya dan mengucap syukur, pada saat itu perlahan mata rohanimu terbuka dan kamu akan bisa melihat cahaya kemuliaan Tuhan diatas semua yang kamu alami, perlahan kamu akan mengerti rencana Tuhan dalam hidupmu.
Bersama artikel ini saya sertakan potret saya bersama pak Dwi Krismawan, kamu bisa melihat sinar matanya memancarkan semangat hidup dan pengharapan yang kuat.
Mari kita belajar dari Kyle, Jim, Emanuel, Nick dan Dwi……

” For My thoughts are not your thoughts. Nor are your ways My ways, ” says the LORD. ” For as the heavens are higher than the earth, so are My ways higher than your ways, and My thoughts than your thoughts “, [Isaiah 55:8,9].

” And we know that all things work together for good to those who love God, to those who are the called according to His purpose “, [ Rom.8:28].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 26 Juli 2006.

" Diatas Ombak "

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith on July 25, 2006 by Inna

Di perkirakan kepulauan Indonesia akan sering mengalami gempa sampai tahun 2008 nanti. Masalahnya, sejak ahir 2004 gempa di Indonesia seringkali di susul oleh gelombang tsunami.

Kondisi yang seperti ini mau tidak mau telah menimbulkan banyak perubahan mendadak pada kehidupan banyak orang.
Saya dengar kabarnya belakangan ini, orang-orang yang selama ini tinggal di apartemen kini mulai merasa tidak aman lagi, banyak juga yang berniat untuk kembali tinggal di perumahan.
Dan kita juga bisa melihat betapa banyak orang yang jadi miskin mendadak, dalam satu hari kekayaan mereka habis lenyap jadi puing-puing. Juga banyak keluarga yang mendadak kehilangan orang-orang yang menyangga perekonomian keluarga mereka, orang-orang tempat mereka bergantung telah tewas kena gelombang tsunami ataupun di timpa reruntuhan.Belum lagi ibu-ibu yang hatinya hancur karena kehilangan anak-anak mereka yang tewas tertimpa reruntuhan atau tertelan gelombang tsunami.
Kekayaan, kenyamanan, kebahagiaan, dan kehidupan manusia bisa segera mendadak lenyap dalam hitungan detik. Kehidupan kita bisa berubah total hanya dalam sekejap mata. Semua adalah karena goncangan gempa dan gelombang tsunami !!.
Kalau keadaan seperti ini terus menerus berulang sampai tahun 2008 nanti, seberapa banyakkah yang masih bisa bertahan dan survive?.

Gelombang malapetaka yang kian dahsyat akan terjadi diseluruh muka bumi ini, sehingga rasa takut akan menguasai banyak orang, karena mereka mengira tidak ada lagi masa depan yang cerah.
Di perkirakan diwaktu ke depan, 20% orang-orang di dunia akan di serang depresi sehingga mereka jadi gila atau bunuh diri.
Malapetaka yang akan datang bukan saja dari bencana alam, pembunuhan massal akibat bom nuklir bisa saja akan terjadi.
Belum lagi perang di bagian timur yang akan menyeret banyak bangsa saling membunuh. Memang, gelombang masa akhir jaman semakin besar dan dahsyat setelah kita memasuki tahun 2000.
Saya tidak bermaksud mengajak anda untuk fokus pada “bad news” ini, hingga membuat anda tertekan…. Tapi maksud saya adalah supaya kita bisa menghitung seberapa jauh nubuatan tentang akhir jaman sudah mulai digenapi, sehingga kita pun mulai menghitung sudah seberapa jauh kita masuk kedalam hadirat Tuhan selama ini.
” Because he has set his love upon Me, therefore I will set him on high, because he has known My name “, [ Psalm 91:14 ].
Sungguh, kita tidak punya pilihan yang paling baik selain menghitung-hitung sudah seberapa kita betah berada di dekat Tuhan.
Sudah seberapa banyak bagian hatimu yang kamu benar-benar sudah serahkan pada Tuhan dalam setiap hari di kehidupanmu?.

Kemarin saya dengar dari sebuah radio, bahwa para penggemar surfing di Bali sama sekali tidak merasa gentar dengar kondisi saat ini. Mereka malah merasa sangat senang pada gelombang yang besar, karena mereka bisa memuaskan diri mereka bermain surfing di laut.
Ya, seorang pemain surfing yang baik akan menyongsong gelombang besar dengan bergairah, karena dia bisa berdiri dan menari diatas gelombang yang tinggi dan besar.
Jika kita terus berlatih bagaimana untuk bisa tetap mengucap syukur pada Tuhan dalam segala keadaan dan kondisi, maka pada saat gelombang besar datang, kita akan berada ditempat yang tinggi seperti pemain surfing tersebut. Karena damai sejahtera yang dari Tuhan tidak bisa dunia ini berikan.

” Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang ku percayai “, [ Psalm 91:1,2 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 25 Juli 2006.

" Hati hati bahaya “rasialisme” diantara kita."

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on July 11, 2006 by Inna

Apakah anda masih ingat tentang pertandingan final Pesta Sepak bola dunia di Jerman yang berlangsung pada hari Minggu 9 Juli 2006?. Kita tahu bahwa akhirnya kesebelasan Italy  menjadi juara dunia setelah mengalahkan Perancis melalui adu penalti.
Final pertandingan perebutan piala dunia 2006 ternyata menyisakan suatu kisah tragis mengenai seorang pemain senior yang dikagumi banyak orang yaitu Zidane.
Kita semua tahu bahwa Zidane di keluarkan dari pertandingan, dia mendapat kartu merah karena telah menanduk Materazzi sampai jatuh terlentang. Kita bisa melihat, seorang Zidane yang juga menjadi kapten kesebelasan Perancis, tiba-tiba bisa menjadi begitu emosionil.
Setelah mendapat kartu merah dia segera meninggalkan lapangan, dia pergi meninggalkan semuanya, dia langsung meninggalkan stadion.
Padahal, itu adalah debut terakhirnya… karena rencananya setelah piala dunia selesai dia akan berhenti alias pensiun. Tapi dia telah membuat riwayat akhir kariernya memiliki kisah yang tidak enak diingat.
Syukurlah, ternyata peristiwa tidak mempengaruhi penghormatan terhadap dirinya. Dia tetap masuk peringkat pemain terbaik dan rakyat Perancis tetap menyambut kepulangannya sebagai seorang pahlawan.

Saya sangat penasaran, apa yang membuat seorang Zidane yang biasanya terlihat tenang itu bisa tiba-tiba lost control?. Apa yang membuat dia jadi tidak perduli bahwa saat itu adalah menit-menit terakhir dari pertandingan final?, dia seolah lupa bahwa begitu banyak orang berharap padanya.
Kemarin siang di berita teve akhirnya saya dengar bahwa seorang ahli membaca gerakan mulut, telah menangkap apa yang dikatakan pemain Italy, Materazzi, sehingga membuat Zidane sangat marah.
Menurut sang ahli tersebut, Materazzi telah menghina adik perempuan dan ibu Zidane…. Dan kata-katanya menjurus kepada penghinaan terhadap SARA atau rasisme.
Peristiwa ini kelihatannya akan berbuntut panjang…. Karena gerakan anti rasialism mulai bersuara keras pada Materazzi.

Saat ini saya sedang membaca buku karangan Rick Joyner yang berjudul ” Overcoming Evil In The Last Days “. Buku ini membahas antara lain tentang 3 hal yang akan di pakai Iblis untuk membinasakan dan menghancurkan umat manusia di hari-hari terakhir ini, yaitu rasisme, sihir [ hal-hal yang memikat ], dan roh agamawi.
Bahaya Rasisme telah dinubuatkan Tuhan Yesus pada Matius 24:7,
” Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan “. Kata “bangsa” dalam ayat ini diterjemahkan dari kata Yunani ethnos, dari kata inilah muncul kata “etnik”. Ini berarti salah satu tanda akhir jaman yang paling mencolok adalah konflik antara etnis.
Dunia kehilangan kendali dalam menghadapi masalah masalah rasial.
Kejadian yang dihadapi Zidane sepertinya suatu konfirmasi……
Seorang pemain bola kaliber dunia seperti Zidane, seharusnya adalah seorang yang penuh penguasaan diri, terlebih lagi pada saat moment seperti itu di final World Cup, tapi dia menjadi hilang kendali saat mendengar ejekan yang mengandung SARA.
Rasisme adalah seperti bensin yang dituang diatas bahan kering yang mudah menyala di dunia ini. Api kemarahan rasisme yang meluap dari nafsu gila manusia tidak bisa di prediksi.
Pembantaian yang dilakukan Hitler adalah karena rasisme, pembunuhan satu juta orang di Rwanda Afrika juga adalah karena rasisme, kekacauan yang sangat parah terjadi di Indonesia pada bulan Mey 1998 sangat kental unsur rasisme- nya.
Di Amerika, negara adidaya itu, sampai hari ini masalah rasisme masih sangat sering terjadi pada saat-saat tertentu.

Saudaraku, bagaimana dengan anda sendiri?. Yakinkah anda bahwa anda benar-benar sudah bebas dari rasisme..?.
Pernah pada suatu kali saat saya sedang sharing dengan saudara-saudara seiman dari etnis chinese, tentang bagaimana supaya kita bebas dari rasisme. Saya tanya salah seorang dari mereka yang saat itu telah mempunyai seorang balita perempuan yang cantik. ” Bagaimana, kalau nanti dia sudah besar, terus dia jatuh cinta pada seorang pemuda yang seiman tapi dari suku Ambon. Kamu bisa langsung setuju…? “.
Dia gelagapan, tidak bisa menjawab…

Seharusnya, gereja Tuhan adalah zona yang bebas dari rasisme. Kita anak-anak Tuhan seharusnya menjadi orang-orang yang bebas dari rasisme. Tuhan Yesus sendiri mengatakan, ” Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa [ethnos]…” [Markus 11:17].
Gereja merupakan tempat dimana orang akan menyatu kembali tanpa perduli pada ras, kebudayaan, bahasa dan sebagainya.
Dan itu di mulai dari masing-masing kita….
Seseorang menjadi rasis karena adanya rasa sombong ataupun ketakutan terhadap orang yang berbeda darinya. Apakah kamu masih merasa etnis mu lebih berbudaya dari ethnis lain? Apakah kamu masih punya stigma pada ethnis atau suku tertentu?. Apakah kamu bisa bergaul dengan nyaman dengan setiap etnis? Apakah kamu bisa menerima pernikahan antara etnis dengan cara yang seharusnya seperti Kristus menerima setiap suku bangsa di dunia ini?.
Saudaraku, saya benar-benar serius tentang hal ini… Karena saya melihat, masih begitu banyak orang-orang yang sudah melayani Tuhan, orang-orang yang sudah di babtis, di penuhi Roh Kudus, pada saat-saat tertentu dia masih membedakan-bedakan sikapnya pada ethnis tertentu.
Selama kamu masih begitu, berhati-hatilah, suatu saat ketika iblis meniupkan angin rasisme ke wajahmu kamu bisa ” lost control ” seperti Zidane, tidak bisa menyelesaikan pertandingan karena kamu tidak layak bertahan sampai akhir.
” For as many of you as were babtized into Christ have put on Christ. There is neither Jew nor Greek, there is neither slave nor free, there is neither male nor female; for you are all one in Christ Jesus ” [ Gal.3:27,28 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 12 July 2006.