Semula saya kira dapat menulis artikel ini seperti biasanya, yaitu setelah selesai menulis, maka artikel dengan mudahnya saya email ke ratusan orang saudara seiman. Tapi dari semua artikel yang pernah saya buat ternyata artikel ini yang paling banyak menyita waktu dan perasaan saya. Saat pertama selesai menulisnya, ketika akan di kirim, tiba-tiba connection jadi error dan semua yang saya tulis hilang begitu saja…..
Besoknya saya tulis ulang kembali, begitu selesai entah kenapa walau berulang kali saya coba artikel ini tidak bisa dikirim. Ketika saya test ke alamat email saya yang lain, begitu di buka ternyata kosong.
Saya kemudian menulis artikel yang berjudul ” Diatas Gelombang “, begitu selesai artikel tersebut dengan mudahnya bisa saya kirim lewat email seperti biasa.
Saya bukanlah orang yang gampang menyerah, justru saya jadi merasa penasaran dan tertantang. Karena itu untuk ketiga kalinya, artikel ini saya tulis ulang kembali. Saya semakin merasa tertantang untuk menyampaikan pesan melalui artikel ” Inspirational Persons “.
Ini adalah tentang orang-orang yang luar biasa, mereka telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dibelahan dunia ini.
Kyle Maynard seorang pemuda Amerika yang lahir tanpa tangan dan kaki. Karena dorongan orang tuanya, dia tumbuh menjadi orang yang ulet dan tidak mau terperangkap dalam kekurangan fisiknya. Dia suka mencoba berbagai cabang olah raga. Setelah 35 kali kalah dalam pertandingan, maka pada pertandingan yang ke 36 akhirnya Kyle menjadi juara gulat di negara bagian dimana dia tinggal.
Dia kemudian menulis buku yang berjudul ” No Excuses “, buku ini akan membuat banyak orang terinspirasi akan semangat hidupnya. Kyle mampu dengan lancar mengetik dan menggunakan komputer.
Jim mc Laren pada mulanya adalah seorang pemuda Amerika yang atletis yang sehat dan penuh semangat. Pada suatu hari dia dilindas mobil yang mengakibatkan salah satu kakinya hrus di amputasi mulai dari pangkal paha. Jim tidak mau jadi orang yang terperangkap dalam kondisi fisiknya yang cacat. Dia berlatih keras dengan kaki palsunya, akhirnya dia menjadi juara atletik trilomba.Banyak orang kagum pada semangat hidupnya. Tapi 8 tahun setelah kecelakaan pertama, pada suatu hari Jim kembali ditabrak mobil. Kali ini dokter memberikan vonis bahwa dia mengalami kelumpuhan dari batang leher sampai ke ujung kaki.
Kondisi ini benar-benar menguras semangat hidupnya, hingga dia sempat tenggelam dalam dunia narkoba untuk mengatasi depresinya.
Tentu saja, siapa yang bisa tegar menanggung nasib seperti itu…?.
Tapi pada akhirnya Jim sadar bahwa tidak ada gunanya larut dalam “self pity party”. Dia sadar, Tuhan pasti punya rencana baik untuknya sehingga dia masih di biarkan hidup dalam keadaan seperti itu.
Jim mulai bangkit, dia melatih otot-ototnya kembali, dan perlahan tangannya mulai bisa dipakai. Saat ini Jim memakai kursi roda, dia berkeliling dunia untuk membangkitkan semangat hidup orang-orang yang cacat seperti dirinya.
Dan ternyata kisah hidupnya membangkitkan semangat seorang pemuda di Ghana. Pemuda itu bernama Emanuel Yeboah, dia lahir dengan kaki cacat. Di Ghana, biasanya anak cacat seperti itu tidak dibiarkan hidup, atau kalaupun di biarkan hidup, anak cacat itu akan di jadikan pengemis oleh keluarganya. Tapi ibunya memutuskan akan membesarkan Emanuel, ibunya mendorong Emanuel untuk menjadi orang yang punya prestasi. Kisah hidup Jim mc Laren membuat Emanuel percaya bahwa dia pasti bisa menjadi ’seseorang’ sekalipun kakinya cacat. Emanuel berhasil menjadi juara dalam olah raga untuk orang cacat. Pada akhirnya dia bisa bertemu dengan Jim mc Laren. Kisah hidup kedua orang ini telah diangkat kelayar lebar, judul filmnya adalah ” Emanuel Story “. Bahkan Oprah Winfrey, wanita yang sangat berpengaruh di USA, mengakui bahwa baginya kedua orang ini adalah “pahlawan” dalam hidupnya.
Nick Vujicic, pemuda Australia yang lahir tahun 1982. Dia lahir tanpa tangan dan kaki. Syukurlah, kedua orang tuanya adalah orang kristen yang punya dedikasi kepada Tuhan. Mereka mendidik Nick menjadi orang yang tidak menyerah pada keadaan fisiknya.
Saat ini Nick telah meraih gelar Bachelor of Commerce Majoring dalam financial planning & accounting. Dia juga adalah motivational speaker untuk teenagers. Dia juga menulis banyak buku, antara lain berjudul ” No Arms, No Legs, No Worries “.
Dwi Krismawan, pada mulanya adalah seorang pemuda yang bercita-cita jadi penerbang. Pada tahun 1997 saat 3 bulan menjelang di wisuda jadi penerbang, tiba-tiba dia mengalami kecelakaan pesawat yang dibawanya. Ajaibnya, biarpun sudah terpanggang beberapa jam dia berhasil di keluarkan dari bangkai pesawat dalam keadaan hidup, tapi 50% tubuh dan wajahnya mengalami luka bakar yang sangat parah. Untuk memperbaiki kerusakan fisiknya, Dwi menjalani 25 kali operasi plastik. Saat ini Dwi bisa kembali memiliki wajah walaupun kedua daun telinganya sudah tidak ada.
Dwi gagal meraih cita-citanya, impiannya hancur, wajah dan tubuhnya hancur, dan sepertinya hidupnya juga hancur tanpa masa depan.
Tapi berkat dorongan Bethania istrinya tercinta, semangat hidupnya pulih kembali apalagi kini dia telah di karuniai seorang putra.
Saat ini , walaupun wajahnya tampak seperti alien tapi Dwi tidak lagi merasa rendah diri karena dia tahu betapa dia berharga di mata Tuhan, buktinya Tuhan masih memberi dia kesempatan hidup. Dwi bekerja sebagai staff khusus di koran SINDO, dan dia melayani Tuhan dengan menjadi saksi bagi kasih dan kemurahan Tuhan. Dwi menjadi berkat membangkitkan semangat hidup banyak orang, terutama orang-orang yang mengalami nasib seperti dia.
Saudara, lebih dari 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus telah memproklamirkan bahwa Kerajaan Allah telah datang, dan Tuhan Yesus meneguhkannya dengan melakukan banyak mujizat pada banyak orang. Yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, bahkan orang mati di bangkitkan.
Dan mujizat itu terus berlangsung sampai saat ini melalui hamba-hamba Tuhan yang di urapiNya. Saya sudah banyak melihat langsung mujizat, saya percaya justru di akhir jaman ini mujizat akan terjadi melebihi apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Apakah Tuhan tidak bisa memulihkan tubuh orang-orang yang telah saya ceritakan tadi?. Tentu saja Tuhan bisa dan sanggup, karena Dia adalah Tuhan yang Mahakuasa.
Tuhan punya rencana indah di balik semua keadan yang mereka alami.
Seandainya saat ini mereka semua memiliki kondisi tubuh yang normal seperti orang kebanyakan, apakah hidup mereka bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang seperti saat ini?.
Karena itu, saya mau ingatkan, kalau saat ini kamu mengalami situasi dan kondisi yang tidak enak dan tidak normal, jangan mau kecewa dan tawar hati, percayalah ada emas dan permata sorgawi dibalik itu.
Apalagi kalau kondisi fisikmu normal, wajahmu tidak menyeramkan…
Kenapa mau merasa tidak berdaya dan sia-sia?
Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita, bukan melulu apa yang terlihat oleh mata. Ingat, bagaimanapun kondisi dan situasimu saat ini, sesungguhnya di dalam Kristus kamu telah di tetapkan untuk jadi pemenang atas segala situasi dan kondisi yang dihadapkan padamu.
Masalahnya, begitu banyak orang terpuruk dalam kondisi terlalu mengasihani diri sendiri. Orang seperti ini fisiknya memang tidak cacat tapi jiwa dan hatinya cacat.
Saudaraku, apapun dan bagaimanapun kondisimu saat ini, jangan mau tawar hati, tapi tetap mengucap syukur pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan punya rencana besar dari semua yang kita alami.
Ketika kamu belajar untuk tetap percaya dan mengucap syukur, pada saat itu perlahan mata rohanimu terbuka dan kamu akan bisa melihat cahaya kemuliaan Tuhan diatas semua yang kamu alami, perlahan kamu akan mengerti rencana Tuhan dalam hidupmu.
Bersama artikel ini saya sertakan potret saya bersama pak Dwi Krismawan, kamu bisa melihat sinar matanya memancarkan semangat hidup dan pengharapan yang kuat.
Mari kita belajar dari Kyle, Jim, Emanuel, Nick dan Dwi……
” For My thoughts are not your thoughts. Nor are your ways My ways, ” says the LORD. ” For as the heavens are higher than the earth, so are My ways higher than your ways, and My thoughts than your thoughts “, [Isaiah 55:8,9].
” And we know that all things work together for good to those who love God, to those who are the called according to His purpose “, [ Rom.8:28].
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 26 Juli 2006.