Archive for August, 2006

" S a h a b a t "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on August 30, 2006 by Inna

Saya punya banyak teman yang bisa di sebut saudara dlm Kristus, tapi saya hanya punya beberapa orang yang bisa saya sebut “sahabat”.
Minggu ini ada beberapa urusan penting yang bisa saya lewati dan selesaikan karena bantuan para sahabat saya. Saya merasa sangat bahagia dan beruntung memiliki dan dimiliki oleh mereka. Apa yang Amsal 18:24 katakan memang benar bahwa,
” Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara “.
Betapa seringkali saya menghubungi para sahabat saya daripada keluarga saya ketika perlu pertolongan maupun dukungan doa. Bukannya karena keluarga saya tidak perduli pada saya, tapi karena dalam banyak aktivitas pekerjaan maupun pelayanan saya lebih sering bersama mereka, maka para sahabat saya lebih mengerti dan lebih cepat tanggap pada permasalahan maupun kebutuhan saya. Bagi saya persahabatan adalah salah satu harta yang berharga.

Sahabat adalah orang yang bisa kita percaya. Sahabat tidak akan pernah menyebarkan gosip tentang sahabatnya. Karena gosip atau pergunjingan adalah suatu pengkhianatan. Sahabat akan berusaha meredam pergunjingan.
Sahabat adalah orang yang bisa kita minta tolong kapan saja tanpa merasa kuatir bahwa kita akan ditolak. Dan jika kita sahabat yang baik buat sahabat kita, maka kita tidak akan pernah memanfaatkan kebaikan sahabat dengan licik alias memanipulasi kebaikan hatinya. Sahabat akan memberikan teguran yang tulus ketika kesalahan kita harus ditegur. Sahabat tidak akan pernah dengan sengaja menghina ataupun mempermalukan di depan umum. Sahabat adalah orang menangis saat kita di aniaya, atau disaat kita sakit dan bersedih, sahabat akan tertawa dengan tulus dan bahagia saat kita berhasil, saat kita mendapat promosi. Sahabat adalah orang-orang yang akan mengamplas kita sehingga kita kian mulus dan mengkilap. Berbicara tentang sahabat adalah berbicara tentang kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan penghargaan.

” A friend loves at all times, and a brother is born for adversity “, [ Proverbs 17:17 ].

” A perverse man sow strife, and a whisperer separates the best of friends “, [ Proverbs 16:28 ].

Bagi Allah Bapa makna persahabatan sangat penting dan berharga. Karena itu Tuhan Yesus memberikan contoh pada kita semua, sebagai sahabat yang setia bagi semua orang dengan cara Dia menepati janjiNya bagi semua orang yang menjadi sahabatNya, yaitu mati bagi kita untuk menebus dosa kita.
” Greater love has no one than this, than to lay down one’s life for his friends “, [ John 15:13 ].

Tuhan telah memanggil kita untuk melayani Dia, sehingga bagi kita yang telah memenuhi panggilan untuk melayani Tuhan, kita di sebut sebagai hamba Tuhan. Tapi ternyata setelah menjadi hamba, Tuhan ingin kita meningkat menjadi sahabatNya. Sebab malaikat pun disebut hamba Tuhan. Kalau Tuhan cuma butuh pasukan para hamba maka Dia tidak perlu repot untuk membuat manusia dengan tangan-Nya serta menghembuskan nafas kehidupan-Nya pada manusia. Tapi ternyata Tuhan sangat rindu memiliki suatu hubungan akrab dengan manusia yang telah dibuat-Nya menurut rupa dan gambar-Nya.

” You are My friends if you do whatever I command you. No longer do I call you servants, for a sevant does not know what his master is doing; but I have called you friends, for all things that I heard from My Father I have made known to you “, [ John 15: 14,15 ].

Dan satu-satunya orang di Alkitab yang disebut sebagai “sahabat Allah” adalah Abraham. Kita tahu bahwa Abraham bukanlah seorang yang sempurna, dia banyak melakukan kesalahan yang konyol dan fatal dalam sepanjang perjalanan hidupnya. Tapi malah melalui semua itu dia berhasil menjalin persahabatan dengan Tuhan.
Hubungan persahabatan dibangun melalui pengalaman berjalan bersama melalui berbagai konflik, cobaan, penderitaan, peperangan, kekeliruan dan kekonyolan.
” And the Scripture was fulfilled which says, ” Abraham believed God, and it was accounted to him for righteousness”. And he was called the friend of God “, [ James 2: 23 ].

Jadi saudaraku, jika dengan sesama manusia, terutama dengan saudara seiman saja kita tidak bisa menjadi sahabat seseorang maka bagaimana mungkin kita bisa menjadi sahabat Tuhan?.
Selama hatimu sering tidak tulus, selama kamu masih suka bergunjing, selama kamu masih cepat menghakimi, selama kamu tidak bisa menerima kelebihan maupun kelemahan orang lain, maka selama itu pula kamu tidak akan bisa menjadi seorang sahabat maupun mempunyai sahabat.

” Terima kasih untuk para sahabatku…. I always praise the Lord because all of you. You are so precious to me….. !! “.

Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 31 Agustus 2006.

" Lord, it is good for us to be here ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on August 25, 2006 by Inna

” And behold, Moses and Elijah appeared to them, talking with Him. Then Peter answered and said to Jesus, ” Lord, it is good for us to be here; If You wish, let us make here three tabernacles: one for You, one for Moses, one for Elijah.” While he was still speaking, behold, a bright cloud overshadowed them, and suddenly a voice came out of the cloud, saying, ” This is My beloved Son, in whom I am well pleased. Hear Him! “, [ Matthew 17: 3 - 5 ].

Ketika disuatu tempat kita mengalami perkara yang supranatural dari Tuhan, ketika di tempat itu kita merasakan hadirat dan kuasa Tuhan, maka kita pasti akan merasa sangat senang dan beruntung bisa berada di tempat tersebut disaat itu. Sama seperti Petrus, kita juga pasti ingin mengabadikan moment tersebut dengan berbagai cara, dan juga, kita pasti ingin tetap berada di tempat itu. Dengan begitu kita berharap hadirat Tuhan yang ada saat itu bisa selalu tetap kita alami.
Tapi pada kenyataannya, Tuhan tidak tertarik dengan ide Petrus. Bagi Allah Bapa soal tempat tidak begitu penting, yang lebih penting adalah agar kita fokus pada siapa yang Dia berkenan, yaitu Tuhan Yesus. Dan dengan tegas Dia memerintahkan pada kita, agar kita mendengarkan perkataanNya!.

Betapa kita masih sangat sering mengukur penyertaan Tuhan ada pada kita melalui ukuran tempat dimana kita sedang berada.
Kita kira akan lebih berkenan pada Tuhan jika kita bekerja ditempat yang lebih banyak orang Kristennya, atau lebih sejahtera rasanya jika bekerja di kantor gereja atau yayasan Kristen dari pada bekerja di production house, di hotel atau perusahaan asuransi atau di tempat tempat yang berhubungan dengan dunia entertaint.
Banyak kita sering menganggap, bahwa kurang baik jika tinggal di daerah yang sangat sedikit orang kristennya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa kondisi rohani kita bisa tidak baik jika sering makan di restoran yang ada meja tempat bakar hio-nya.
Itu semua adalah karena kita selalu ingin berada dalam comfort zone.
Ini yang mau saya sampaikan, bahwa tempat yang paling menyenangkan adalah berada dalam ke hendak Tuhan.
Jika kita mau mendengarkan firmanNya dan mengikuti apa yang Dia katakan, maka dimanapun kita berada tidak lagi menjadi masalah penting. Karena, penyertaan Tuhan akan selalu ada dan nyata bagi orang yang menuruti perintah Dia yang berkenan kepada Bapa, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Karena Tuhan Yesus telah melakukannya terlebih dulu.
Ya, bagi Tuhan Yesus, “no problem, saat Dia di telanjangi dan di gantung di kayu salib”, sekalipun di mata banyak orang, saat itu Dia berada di tempat yang terkutuk, Tuhan Yesus sama sekali tidak perduli. Karena yang sangat Dia perdulikan adalah bagaimana agar Dia tetap berada dalam kehendak BapaNya, agar nama Bapa di permuliakan.

Seringkali apa yang kita kira baik, ternyata adalah sesuatu yang tidak benar di mata Tuhan. Sebab itu, dari waktu ke waktu kita harus belajar untuk mengerti kehendak Tuhan dengan benar.
” Therefore do not be unwise, but understand what the will of the Lord is”, [ Ephesians 5:17 ].

” And do not be conformed to this world-this age, fashioned after and adapted to its external, superficial customs. But be transformed [changed] by the [entire] renewal of your mind – by its new ideals and its new attitude – so that you may prove [for yourselves] what is that good and acceptable and perfect will of God, even the thing which is good and acceptable and perfect [in His sight for you] “, [ Romans 12:2 - the Amplified Bible version].

Biarkan FirmanNya dan Roh Kudus merubah paradigma hidupmu, supaya kamu gampang menerima dan mengerti kehendak Tuhan dalam hidupmu.
Maka ketika Tuhan menutup pintu yang satu serta membuka pintu yang lain, engkau akan dengan rela memasuki pintu yang terbuka serta tidak lagi mencoba mengetuk atau mendobrak pintu yang di tutup.

Berjalan mengikuti kehendak Tuhan adalah suatu perjalanan yang memerlukan penyerahan dari satu langkah kepada langkah yang berikutnya. Penyerahan tanda kita percaya dan taat padanya. Karena kita percaya bahwa Tuhan selalu merancangkan yang terbaik buat kita, maka sekalipun ada hal yang kita belum mengerti, kita tetap bersedia melangkah mentaati perintahNya. Istilah keren-nya adalah, “flowing with the Holy Spirit”.
Jadi ketika kita berkata, “Lord, it is good for us to be here...”, itu bukan semata-mata karena kita terpesona pada hadirat dan kuasa Tuhan, tapi karena kita rela dan mau taat pada apa yang Dia kehendaki bagi kita.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 26 Agustus 2006.

" Apakah kita sudah benar-benar mati ? "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on August 15, 2006 by Inna

Babtis berasal dari kata “baptizo” yang artinya dicelupkan sampai terbenam. Sebab itu kalau kita dibabtis, berarti kita dicelupkan atau dibenamkan. Hal seperti itulah yang dilakukan Johanes Pembabtis ketika dia melaksanakan pelayanannya.
Tapi baptisan tidak hanya soal upacara ritual saja, tapi itu adalah suatu tindakan iman untuk menggenapi apa yang tertulis. Tuhan Yesus sangat mengerti makna dari babtisan, itulah sebabnya Dia dibabtis selam sebelum masuk ke dalam padang gurun selama 40 hari, untuk persiapan masa pelayananNya.
Ya, babtisan bukan hanya sekedar ritual tapi adalah suatu tindakan iman, sehingga jika memang dilakukan dengan iman yang benar, sungguh, babtisan memiliki kuasa yang bisa mengubah kehidupan rohani orang yang telah melakukannya.

” Therefore we were buried with Him through babtism into death, that just as Christ was raised from the dead by the glory of the Father, even so we also should walk in newness of life. Our old man was crucified with Him, that the body of sin might be done away with, that we should no longer be slave of sin. For he who has died has ben freed from sin. Now if we died with Christ, we believe that we shall also live with Him “, [Romans 6: 4,6,7,8].

Kematian yang dimaksud adalah kematian ego manusia yang selalu ingin di utamakan ke-akuannya. Tapi pada kenyataannya, pada saat saat tertentu AKU yang sudah mati itu bangkit kembali…… Sebab itulah, Tuhan Yesus selalu mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga, menjaga sikap hati kita dengan segala kewaspadaan. Karena ketika kita membiarkan hati kita di jalari pikiran-pikiran jahat ataupun pikiran-pikiran yang penuh dengan hawa nafsu manusia, maka itu akan seperti mantera-mantera yang menghidupkankan si AKU yang sudah mati itu menjadi zombie alias mayat hidup.
Untuk itulah, kita harus selalu berjaga-jaga agar si AKU tetap mati, dan si CIPTAAN BARU terus bertumbuh kian dewasa, sehingga babtisan yang kita lakukan bukan hanya sekedar ritual tapi tindakan iman, yang membuat kuasa Tuhan nyata di setiap hari dalam kehidupan kita.

Ketika kamu dilupakan, diterlantarkan, dengan sengaja tidak diperhatikan… tapi kamu tidak merasa terluka atas semua perlakuan itu, itulah si AKU yang mati.

Ketika kebaikanmu diceritakan sebagai kejelekan, keinginanmu tidak dipenuhi, nasihat dan pendapatmu tidak di hiraukan…. kalau kamu tidak mengijinkan kemarahan timbul dalam hatimu, kalau kamu tidak mencoba untuk membela diri, kalau kamu menerima semuanya dengan sabar dan diam, itulah si AKU yang mati.

Kalau kamu puas dengan makanan apa saja, dengan cuaca, lingkungan dan pakaian apa saja serta mengartikannya sebagai kehendak Tuhan, itulah si AKU yang mati.

Ketika kamu dengan sabar menahan keadaan yang kacau, yang tidak beraturan, atau yang menjengkelkan; ketika kamu berhadapan dengan kesia-siaan, dengan hal-hal yang tidak masuk akal dan tetap bertahan seperti apa yang Tuhan Yesus lakukan, maka itulah si AKU yang mati.

Ketika kamu melihat orang lain di berkati menjadi makmur dan kamu dengan tulus bisa bersukacita tanpa iri hati padanya, sekalipun saat itu kebutuhanmu sendiri tidak terpenuhi, itulah si AKU yang mati.

Ketika kamu benar-benar suka untuk tetap tinggal tanpa populeritas, ketika kamu tidak perduli saat perbuatan baikmu tidak masuk dalam catatan, ketika telingamu tidak gatal untuk mendengar pujian, itulah si AKU yang mati.

Kalau kamu bisa menerima kritik dan teguran dari seseorang yang lebih rendah dari kamu, dan dengan rendah hati menyerahkan dirimu untuk pembentukan luar dalam tanpa pemberontakan didalam hatimu, itulah si AKU yang mati.

Sebab itu, bersyukurlah pada Tuhan untuk setiap keadaan dan kondisi yang tidak enak serta tidak menyenangkan, karena sesungguhnya itu adalah sarana agar si AKU tetap mati…. dan Kristus semakin nyata dalam hidup kita. Sehingga, kita sungguh-sungguh dapat menjadi gambaran Kristus yang nyata bagi orang lain yang belum mengenal Kristus dengan benar.

[ Terima kasih untuk pdt. Steven Agustinus yang telah memberi masukan bagi artikel ini.... ]

Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 16 Agustus 2006.