Saya punya banyak teman yang bisa di sebut saudara dlm Kristus, tapi saya hanya punya beberapa orang yang bisa saya sebut “sahabat”.
Minggu ini ada beberapa urusan penting yang bisa saya lewati dan selesaikan karena bantuan para sahabat saya. Saya merasa sangat bahagia dan beruntung memiliki dan dimiliki oleh mereka. Apa yang Amsal 18:24 katakan memang benar bahwa,
” Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara “.
Betapa seringkali saya menghubungi para sahabat saya daripada keluarga saya ketika perlu pertolongan maupun dukungan doa. Bukannya karena keluarga saya tidak perduli pada saya, tapi karena dalam banyak aktivitas pekerjaan maupun pelayanan saya lebih sering bersama mereka, maka para sahabat saya lebih mengerti dan lebih cepat tanggap pada permasalahan maupun kebutuhan saya. Bagi saya persahabatan adalah salah satu harta yang berharga.
Sahabat adalah orang yang bisa kita percaya. Sahabat tidak akan pernah menyebarkan gosip tentang sahabatnya. Karena gosip atau pergunjingan adalah suatu pengkhianatan. Sahabat akan berusaha meredam pergunjingan.
Sahabat adalah orang yang bisa kita minta tolong kapan saja tanpa merasa kuatir bahwa kita akan ditolak. Dan jika kita sahabat yang baik buat sahabat kita, maka kita tidak akan pernah memanfaatkan kebaikan sahabat dengan licik alias memanipulasi kebaikan hatinya. Sahabat akan memberikan teguran yang tulus ketika kesalahan kita harus ditegur. Sahabat tidak akan pernah dengan sengaja menghina ataupun mempermalukan di depan umum. Sahabat adalah orang menangis saat kita di aniaya, atau disaat kita sakit dan bersedih, sahabat akan tertawa dengan tulus dan bahagia saat kita berhasil, saat kita mendapat promosi. Sahabat adalah orang-orang yang akan mengamplas kita sehingga kita kian mulus dan mengkilap. Berbicara tentang sahabat adalah berbicara tentang kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan penghargaan.
” A friend loves at all times, and a brother is born for adversity “, [ Proverbs 17:17 ].
” A perverse man sow strife, and a whisperer separates the best of friends “, [ Proverbs 16:28 ].
Bagi Allah Bapa makna persahabatan sangat penting dan berharga. Karena itu Tuhan Yesus memberikan contoh pada kita semua, sebagai sahabat yang setia bagi semua orang dengan cara Dia menepati janjiNya bagi semua orang yang menjadi sahabatNya, yaitu mati bagi kita untuk menebus dosa kita.
” Greater love has no one than this, than to lay down one’s life for his friends “, [ John 15:13 ].
Tuhan telah memanggil kita untuk melayani Dia, sehingga bagi kita yang telah memenuhi panggilan untuk melayani Tuhan, kita di sebut sebagai hamba Tuhan. Tapi ternyata setelah menjadi hamba, Tuhan ingin kita meningkat menjadi sahabatNya. Sebab malaikat pun disebut hamba Tuhan. Kalau Tuhan cuma butuh pasukan para hamba maka Dia tidak perlu repot untuk membuat manusia dengan tangan-Nya serta menghembuskan nafas kehidupan-Nya pada manusia. Tapi ternyata Tuhan sangat rindu memiliki suatu hubungan akrab dengan manusia yang telah dibuat-Nya menurut rupa dan gambar-Nya.
” You are My friends if you do whatever I command you. No longer do I call you servants, for a sevant does not know what his master is doing; but I have called you friends, for all things that I heard from My Father I have made known to you “, [ John 15: 14,15 ].
Dan satu-satunya orang di Alkitab yang disebut sebagai “sahabat Allah” adalah Abraham. Kita tahu bahwa Abraham bukanlah seorang yang sempurna, dia banyak melakukan kesalahan yang konyol dan fatal dalam sepanjang perjalanan hidupnya. Tapi malah melalui semua itu dia berhasil menjalin persahabatan dengan Tuhan.
Hubungan persahabatan dibangun melalui pengalaman berjalan bersama melalui berbagai konflik, cobaan, penderitaan, peperangan, kekeliruan dan kekonyolan.
” And the Scripture was fulfilled which says, ” Abraham believed God, and it was accounted to him for righteousness”. And he was called the friend of God “, [ James 2: 23 ].
Jadi saudaraku, jika dengan sesama manusia, terutama dengan saudara seiman saja kita tidak bisa menjadi sahabat seseorang maka bagaimana mungkin kita bisa menjadi sahabat Tuhan?.
Selama hatimu sering tidak tulus, selama kamu masih suka bergunjing, selama kamu masih cepat menghakimi, selama kamu tidak bisa menerima kelebihan maupun kelemahan orang lain, maka selama itu pula kamu tidak akan bisa menjadi seorang sahabat maupun mempunyai sahabat.
” Terima kasih untuk para sahabatku…. I always praise the Lord because all of you. You are so precious to me….. !! “.
Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 31 Agustus 2006.