Archive for September, 2006

" Keputusan yang Merubah Hidup ".

Posted in Renungan, christianity, faith, perempuan on September 24, 2006 by Inna

Nasib kita bisa berubah berdasarkan keputusan yang kita ambil.
Di Alkitab, ada 2 orang perempuan yang berani mengambil keputusan besar yang membuat garis hidup mereka berubah, yang semula lahir dari bangsa yang di murkai Tuhan tapi kemudian malahan nama mereka masuk dalam garis keturunan ilahi, nama mereka ada dalam silsilah Tuhan Yesus.
Itu karena mereka telah berani mengambil suatu keputusan yang menggetarkan hati Tuhan.

Yang pertama adalah Ruth.
Dia adalah nenek dari raja Daud yang 1100 tahun kemudian menghasilkan seorang Juruselamat dunia yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau di tilik, ternyata Tuhan tidak begitu perduli soal “bibit, bebet, bobot” yang sangat penting dan diperdulikan banyak orang.
Ruth adalah keturunan Moab, suku yang di murkai Tuhan, karena Moab adalah anak Lot yang lahir dari hasil hubungan zinah dengan anak kandungnya. Tuhan tidak menyukai suku Moab karena perbuatan mereka yang jahat, sampai-sampai Tuhan membuat suatu ketetapan untuk Moab,

” Moabite shall not enter the assembly of the LORD; even to the tenth generation none of his descendants shall enter the assembly of the LORD forever “, [ Deuteronomy 23:3 ].

Pada mulanya, Ruth menikah dengan seorang Yahudi yang menjadi pendatang di negeri Moab. Tapi apa mau di kata, suaminya kemudian mati, Ruth menjadi janda. Tak lama kemudian, Naomi mertuanya berniat untuk kembali ke Yehuda. Ruth sangat iba melihat Naomi yang telah tua, janda, sebatang kara dan miskin pula. Dia memutuskan untuk meninggalkan bangsanya, pergi ke Yehuda menemani Naomi. Saya percaya, Ruth membuat keputusan itu bukan hanya berdasarkan iba pada Naomi, tapi juga karena dia telah melihat cara hidup Naomi selama ini yang tekun beribadah kepada Tuhan Allahnya.
Suku Moab adalah penyembah berhala,dewa mereka bernama Chemosh, ritual penyembahan kepada Chemos biasanya mengorbankan anak- anak.
Selama Ruth menjadi menantu Naomi, dia telah mulai mengenal Allahnya orang Israel, dia pasti telah menemukan perbedaan Allah orang Yahudi dengan dewa Chemosh, kalau tidak, mana mungkin dia berani meninggalkan bangsanya dan keluarga besarnya hanya semata-mata karena kasihan pada Naomi yang tua dan miskin itu.

” Your people shall be my people. And your God, my God “, [ Ruth 1:16 ].

Keputusan Ruth pada Naomi telah menggetarkan hati Tuhan. Tuhan sangat menghargai orang-orang yang bersungguh hati kepadaNya.
Bukan karena pintarnya Ruth berkata-kata sehingga membuat Tuhan tergetar, tapi Ruth berani membayar harga dari keputusannya, yaitu dia berpisah dari keluarga dan bangsanya.
Keputusannya telah membawa dia masuk menjadi bagian suku Yehuda ketika Tuhan mempertemukannya dengan Boaz yang kemudian menjadi suaminya.
Destiny ilahi Ruth bermula dari kondisi yang sangat tidak baik. Berasal dari suku Moab, janda, merantau mengikuti mertua yang miskin. Tapi Tuhan merubah semuanya menjadi ajaib dan ilahi.

Perempuan yang kedua adalah Rahab.
Siapakah Rahab?. Dia adalah orang Kanaan, yang seharusnya dihabisi orang Israel, karena memang begitu yang di perintahkan Tuhan. Di kitab Joshua pasal 2, kita bisa mengetahui, bahwa tadinya Rahab itu adalah seorang pelacur. Ketika 2 orang pengintai yang di utus Joshua bersembunyi di rumahnya, Rahab membuat keputusan untuk mengkhianati bangsanya sendiri, karena dia telah mendengar tentang kebesaran Allahnya orang Israel. Rahab tahu, bahwa hidupnya bisa berubah dari keputusan yang diambilnya saat itu.

Now therefore, I beg you, swear to me by the LORD, since I have shown you kindness, that you also will show kindness to my father’s house, and give me a true “token”, [ Joshua 2:12 ].

Ketika tembok Jericho hancur, orang Israel menyerbu masuk kota itu, Joshua ingat akan Rahab yang telah menyelamatkan 2 orang utusannya.

” But Joshua has said to the two men who had spied out the country, ” Go into the harlot’s house, and from there bring out the woman and all that she has, as you swore to her “, [ Joshua 6:22 ].

Kemudian pada ayat 25, kita bisa membaca bahwa setelah itu Rahab dan keluarganya di biarkan hidup di tengah bangsa Israel.

Seorang pelacur merubah jalan hidupnya masuk ke dalam destiny ilahi karena keputusan yang diambilnya. Karena ternyata kemudian, Boaz yang menjadi suami Ruth adalah anak Rahab.

” Salmon begot Boaz by Rahab, Boaz begot Obed by Ruth, Obed begot Jesse “, [ Matthew 1:5 ].

Sebab itu, jangan pernah takut mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan dalam level yang lebih tinggi, karena keputusan ilahi yang kita ambil hari ini bisa mengubah hidupmu masuk ke dalam destiny ilahi yang akan membawa mu masuk ke dalam kemuliaan yang kekal.
Tidak perduli asalmu dari mana, pendidikanmu apa, kekayaanmu seberapa, bagi Tuhan yang terpenting adalah keputusanmu untuk mau belajar setia mengikuti rencanaNya dari ke hari.
Tuhan sudah membuktikan, bahwa Dia memilih seseorang lebih karena sikap hati seseorang dari pada “bibit, bebet, bobot”. Tidak percaya?, baca saja silsilah Tuhan Yesus di Matius 1, maka kamu akan menemukan banyak hal yang mengherankan.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 24 September 2006.

" Manusia Bukan Makhluk Carnivora"

Posted in Christian life style, Renungan, christianity on September 16, 2006 by Inna

Beberapa bulan yang lalu, di Indonesia sempat heboh dengan diketahuinya bahwa banyak penjual tahu, bakso, daging unggas dan ikan yang memakai formalin untuk membuat dagangannya awet dan terlihat segar.
Karena itu pada masa-masa itu saya jadi kurang berselera pada makanan yang berjenis daging, ikan, bakso dan tahu.
Tapi setelah keadaan telah reda, saya jadi keterusan tidak lagi begitu menyukai makanan tersebut diatas. Ditambah lagi dengan berbagai aktifitas saya, perlahan saya jadi tidak suka makan. Untuk supaya tidak lemas saya sering meng-konsumsi madu dan susu segar.
Dalam dua setengah bukan terakhir ini, berat saya turun 4 kilo lebih, dan rasanya akan terus menyusut di waktu ke depan….
Orang-orang di sekitar saya mengatakan saya bertambah cantik karena tubuh saya semakin langsing. Hmmm..
Tapi diam-diam saya kuatir kalau-kalau saya akan kekurangan gizi. Saya tidak hanya ingin tambah cantik tapi juga sehat.
Untungnya saya punya sahabat yang telah lama merubah pola makannya dan juga keluarganya. Dia dan istrinya yang dulu sering sakit-sakitan kini jauh berubah semakin sehat. Dia menganjurkan saya membaca beberapa buku agar saya bisa memilih makanan yang benar alias tidak salah makan yang mengakibatkan kurang gizi ataupun kelebihan berat badan.

Buku-buku yang saya baca adalah karangan orang-orang kristen. Melalui buku-buku tersebut saya kembali di ingatkan pada pola makan manusia pada mulanya, yaitu menu makanan yang dianjurkan Tuhan. Saya kira ada baiknya pola makan kita sedikit banyaknya ” return to Eden ” .

” And God said, ” See, I have given you every herb that yields seed which is on the dace of all the earth, and every tree whose fruit yields seed, to you it shall be for food “, [ Genesis 1:29 ].

Ya pada mulanya memang begitu, tapi ketika peristiwa air bah di jaman nabi Nuh, manusia mulai mengenal daging-dagingan dalam menu makanannya. Akibat tinggal dalam bahtera Nuh selama berbulan-bulan, manusia tidak lagi bisa mendapatkan menu “taman Eden”, karena semua tumbuh-tumbuhan habis ditenggelamkan air bah.

Saya tidak bermaksud propaganda pola makan vegetarian. Karena saya sendiri tidak berniat menjadi vegetarian, sebab Tuhan Yesus panutan hidup saya, Dia bukanlah seorang vegetarian. Kita bisa mendapati di kitab Injil ada beberapakali tertulis Tuhan Yesus memakan daging, terutama daging ikan.
Yang saya mau sampaikan disini adalah kita harus mengetahui apa yang terbaik untuk tubuh kita, bukan semata-mata apa yang terasa enak dimulut.
Kita adalah apa yang kita makan. Dengan melihat barang belanjaan orang-orang di super market, kita bisa mengenal siapa mereka sedikit banyaknya.

Dan kita juga harus ingat bahwa sejak mulanya manusia adalah omnivora, anatomi tubuh kita telah di susun sedemikian rupa sehingga kita lebih cocok mengkonsumsi lebih banyak produk tumbuh-tumbuhan daripada produk binatang. Manusia memiliki 20 gigi geraham untuk menghancurkan dan melumat makanan dalam bentuk tumbuh-tumbuhan. Kita memiliki 8 gigi seri didepan untuk memotong buah-buahan dan sayur, hanya ada 4 gigi kita yang didesain untuk memakan daging, yaitu gigi taring.
Usus manusia panjang ukurannya kira kira 4 kali lebih panjang daripada tubuh seorang manusia, dan tidak rata, sehingga cocok untuk mencerna makanan dari tumbuh-tumbuhan. Sedangkan usus carnivora misalnya singa, pendek, hanya 2 atau 3 kali panjang tubuhnya dan lurus, sehingga cocok untuk mencerna daging. Itu sebabnya daging binatang yang di konsumsi dicerna dan meragi pada temperatur tubuh, dicerna dan lewat secara cepat melalui usus carnivora, tetapi pada manusia, didapati melambat dan cenderung membusuk di usus karenanya. Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan. Sesungguhnya, karena tubuh kita tidak dirancang Tuhan untuk mencerna daging secara effektif.
Dr. Elizabeth Subrata, dalam bukunya menganjurkan adalah baik kalau kita mencoba memakan makanan tanpa daging setidaknya 3-4 hari selama seminggu. Makanlah hanya zat-zat/bahan-bahan yang Tuhan ciptakan sebagai makanan. Hindarilah apa yang tidak diciptakan sebagai makanan. Sebanyak mungkin, makanlah makanan sebagaimana makanan itu telah diciptakan Tuhan, jangan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang telah diubah/diolah/dikembangkan menjadi sesuatu yang manusia pikir bisa menjadi lebih baik. Dan hindarilah kecanduan makanan.

Telah dilaporkan bahwa pada awal abad ke 20, sejumlah orang di pegunungan Himalaya yang disebut suku Hunza, mereka memiliki masa hidup rata-rata sampai 90 tahun, dan seringkali sampai diatas 120 tahun. Tim kedokteran yang mempelajari suku Hunza pada tahun 1940-an, tidak menemukan satupun penyakit kanker, jantung dan darah tinggi pada mereka. Para dokter juga menemukan bahwa suku Hunza selalu mengkonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan dan polong-polongan. Mereka juga terbiasa untuk selalu minum air mineral. Pada tahun 1949 suku Hunza telah di ungsikan ke Pakistan, sejak itu masa hidup mereka memendek karena perubahan pola makan.

Saya yakin, kita tidak akan bisa memenuhi panggilan kita di dalam Tuhan tanpa memiliki tubuh sehat.
Tapi sayangnya, banyak anak-anak Tuhan yang pola makannya jadi tidak sehat sejak mulai melayani Tuhan.
Ya, bukankah kita sering pergi makan-makan setelah selesai pelayanan? Dan biasanya menu yang dipesan sarat dengan kolesterol dan zat-zat yang berbahaya lainnya.
Saya telah banyak mengurangi kegiatan makan-makan bersama belakangan ini, apalagi jika pulang pelayanan ataupun ibadah pada malam hari. Karena bukankah kita akan segera ngantuk lalu tidur kelelahan dan kekenyangan setelah sampai dirumah?. Memang rasanya kurang enak karena harus meninggalkan yang lainnya saat masih berkumpul, ngobrol-ngobrol dan lain-lain, tapi apa boleh buat…
Apa yang di katakan Alkitab tentang hidup sehat?.

” I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that you present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable to God, which is your reasonable service “, [ Romans 12:1 ].

Jangan mau mentang-mentang masih muda lalu menjadi pemakan apa saja, apalagi dalam injil tidak di haramkan lagi segala yang di haramkan di perjanjian lama, kecuali darah. Karena apa yang kita tabur hari ini, kita akan tuai pada waktunya kelak. Menabur kolesterol hari ini, cepat atau lambat kita akan tuai nantinya. Jangan menganggap itu bisa diatasi dengan mujizat dan berkata, pada waktu doa sebelum makan saya sudah memberkati makanan saya dan saya sudah tolak semua dampak negatifnya. No way…!.

” All things are lawful for me, but not all things are helpful; all things are lawful for me, but not all things edify “. [ 1 Corinthians 10:23 ].

Melalui tulisan saya kali ini, saya mengajak kita merenungkan bersama tentang bagaimana hidup yang sehat, agar kita bisa menikmati hidup seperti apa yang Tuhan mau.
Ada seorang kaya yang amat sangat kaya karena hasil kerja kerasnya sejak muda, tapi karena pola makannya yang tidak sehat, dia tidak bisa menikmati makanan lain selain cereal pada masa tuanya.
Seorang Bondan Winarno saja bisa menikmati berbagai makanan pada usianya yang telah lanjut, karena dia tahu bagaimana caranya makan [ pembawa acara " wisata kuliner " di trans tv ]. Masa sih kita kalah sama dia..?.
Saya tidak terlalu perduli lagi soal selera makan saya yang sedang menurun saat ini, yang saya mulai perdulikan adalah makanan apa saja yang baik untuk saya konsumsi.Untuk itu saya membaca beberapa buku tentang pola makan yang sehat.

” My people destroyed for lack of knowledge, because you have rejected knowledge “, [ Hosea 4:6 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 16 September 2006.

" The Day of Death "

Posted in Renungan, christianity, faith on September 10, 2006 by Inna

Banyak jenis pelayanan yang telah saya lakukan, dan saya menyukai semua pelayanan yang diberikan pada saya, karena saya menganggap semuanya adalah untuk Tuhan.
Tapi kalau di tanya, pelayanan mana yang paling saya suka, maka saya akan menjawab, bahwa pelayanan yang paling saya suka adalah pelayanan “kematian” di rumah duka.
Serius, saya sangat menyukainya!. Tanya kenapa?.
Ketika orang yang kita kenal dekat sudah terbujur kaku tak bernyawa, ketika itu rasanya kita sangat dekat dengan kematian, maka saat itu kita di ingatkan tentang tanggung jawab kita masing-masing kepada Tuhan kelak.
Saat seperti itulah orang gampang menerima peringatan maupun ajakan untuk kembali berbalik kepada Tuhan.
Juga saat di rumah duka itu, kita bisa melihat sedikit banyaknya buah dari perbuatan orang tersebut selama hidup. Itu terlihat dari orang-orang yang datang, apakah mereka datang karena merasa kehilangan seseorang yang di kasihi atau datang karena keharusan semata.
Saat di rumah duka kita bisa melihat penyesalan-penyesalan dari orang yang ditinggalkan. Keluarga yang menyesal karena selama ini kurang memberi perhatian lalu mencoba menebusnya dengan memberikan peti mati yang paling mahal, baju jenasah yang sangat indah serta mendandani wajah almarhum sedemikian rupa sehingga terlihat sangat bagus….
Dan yang paling menyentuh perasaan bila yang meninggal usianya masih muda, dan orangnya penuh potensi selama hidup. Itu yang datang, rata-rata semuanya akan menangis terharu dan seakan sulit bisa menerima cara kematian yang seperti itu.
Saya ingat, ada suatu slogan yang sering diucapkan orang yang sangat menikmati hidupnya, ” Saat muda bersenang-senang, saat tua kaya raya, ketika mati masuk surga…. “. Maka ketika ada orang yang usianya masih muda meninggal, rasanya dia memang belum siap masuk surga.

Ketika saya menyampaikan pesan firman Tuhan di depan pengunjung pesta, maka orang-orang mendengarkan sesekali tolah- toleh kearah tamu yang lain, sambil makan dan minum. Pokoknya, ya gitu deeh, mendengarkan dengan basa-basi seadanya saja.
Tapi kalau menyampaikan renungan firman Tuhan di rumah duka, pengunjungnya mendengarkan dengan serius, duduk terpaku di tempatnya sambil sesekali menyeka air mata. Atmosfir gentar pada Tuhan sangat terasa saat kita melayani di rumah duka.
Di gereja saya yang terdahulu, jemaatnya 80% dari etnis chinese , dan banyak yang usianya sudah sepuh, mereka agak sulit mengerti bahasa Indonesia.
Untuk itu saya sengaja belajar lagu-lagu rohani berbahasa mandarin, sehingga kalaupun mereka kurang menangkap perkataan saya, paling tidak mereka bisa mengerti lagu yang saya nyanyikan. [ Thanks God for Edward Chen.., saya banyak tertolong karena belajar dari lagu-lagu kamu, Ed. Kept in humility and pure heart. I like your "Passion", bro!! ].

Bagi saya, pelayanan kematian dirumah duka adalah kebangunan rohani.
Bahkan ketika di rumah duka saat ayah saya meninggal, bagi saya itu adalah saat terindah saat melihat wajah almarhum tersenyum.
Ya, saya bisa melihat bahwa Tuhan sungguh menyertai sampai pada kesudahannya. Orang-orang yang meninggal dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus, sungguh, wajah mereka memancarkan kebahagiaan sebagai kemuliaan bagi kasih setia Tuhan yang tiada berkesudahan.

Saudaraku, ada perkataan hikmat yang berkata, ” Biarlah ketika engkau lahir semua orang tertawa bahagia dan bernafas lega lalu ketika engkau meninggal semua orang menangis berduka”. Jangan sampai terjadi sebaliknya, ketika engkau meninggal, semua orang tertawa bahagia dan bernafas lega.
Tapi ada yang lebih penting yaitu, pastikan bahwa ketika engkau meninggalkan dunia ini, pintu surga terbuka dan seluruh isi surga bersukacita menyambut kedatanganmu.
Hmmmm, kenapa harus takut pada “the day of death” jika kamu tahu bahwa kelak Tuhan Yesus sendiri yang berdiri di depan pintu yang terbuka itu??.

Semakin sering melayani di rumah duka, semakin saya “aware” bahwa pelayanan yang kurang disukai, pelayanan yang terlihat tidak menarik, malah sebaliknya memiliki nilai yang tinggi dan memberi dampak yang baik bagi orang yang mau melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Kalau di suruh pilih mana yang saya lebih suka, bernyanyi di pesta pernikahan atau di rumah duka? Maka dengan pasti, saya akan pilih di rumah duka.

” A good name better than precious ointment. And the day of death than the day of one’s birth. Better go to the house of mourning than to go to the house of feasting, for that is the end of all men; and the living will take it to heart. Sorrow is better than laughter. For by a sad countenance the heart is made better. The heart of the wise is in the house of mourning, but the heart of fools is in the house of mirth “, [ Ecclesiastes 7:1-4 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 11 September 2006.