Nasib kita bisa berubah berdasarkan keputusan yang kita ambil.
Di Alkitab, ada 2 orang perempuan yang berani mengambil keputusan besar yang membuat garis hidup mereka berubah, yang semula lahir dari bangsa yang di murkai Tuhan tapi kemudian malahan nama mereka masuk dalam garis keturunan ilahi, nama mereka ada dalam silsilah Tuhan Yesus.
Itu karena mereka telah berani mengambil suatu keputusan yang menggetarkan hati Tuhan.
Yang pertama adalah Ruth.
Dia adalah nenek dari raja Daud yang 1100 tahun kemudian menghasilkan seorang Juruselamat dunia yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau di tilik, ternyata Tuhan tidak begitu perduli soal “bibit, bebet, bobot” yang sangat penting dan diperdulikan banyak orang.
Ruth adalah keturunan Moab, suku yang di murkai Tuhan, karena Moab adalah anak Lot yang lahir dari hasil hubungan zinah dengan anak kandungnya. Tuhan tidak menyukai suku Moab karena perbuatan mereka yang jahat, sampai-sampai Tuhan membuat suatu ketetapan untuk Moab,
” Moabite shall not enter the assembly of the LORD; even to the tenth generation none of his descendants shall enter the assembly of the LORD forever “, [ Deuteronomy 23:3 ].
Pada mulanya, Ruth menikah dengan seorang Yahudi yang menjadi pendatang di negeri Moab. Tapi apa mau di kata, suaminya kemudian mati, Ruth menjadi janda. Tak lama kemudian, Naomi mertuanya berniat untuk kembali ke Yehuda. Ruth sangat iba melihat Naomi yang telah tua, janda, sebatang kara dan miskin pula. Dia memutuskan untuk meninggalkan bangsanya, pergi ke Yehuda menemani Naomi. Saya percaya, Ruth membuat keputusan itu bukan hanya berdasarkan iba pada Naomi, tapi juga karena dia telah melihat cara hidup Naomi selama ini yang tekun beribadah kepada Tuhan Allahnya.
Suku Moab adalah penyembah berhala,dewa mereka bernama Chemosh, ritual penyembahan kepada Chemos biasanya mengorbankan anak- anak.
Selama Ruth menjadi menantu Naomi, dia telah mulai mengenal Allahnya orang Israel, dia pasti telah menemukan perbedaan Allah orang Yahudi dengan dewa Chemosh, kalau tidak, mana mungkin dia berani meninggalkan bangsanya dan keluarga besarnya hanya semata-mata karena kasihan pada Naomi yang tua dan miskin itu.
” Your people shall be my people. And your God, my God “, [ Ruth 1:16 ].
Keputusan Ruth pada Naomi telah menggetarkan hati Tuhan. Tuhan sangat menghargai orang-orang yang bersungguh hati kepadaNya.
Bukan karena pintarnya Ruth berkata-kata sehingga membuat Tuhan tergetar, tapi Ruth berani membayar harga dari keputusannya, yaitu dia berpisah dari keluarga dan bangsanya.
Keputusannya telah membawa dia masuk menjadi bagian suku Yehuda ketika Tuhan mempertemukannya dengan Boaz yang kemudian menjadi suaminya.
Destiny ilahi Ruth bermula dari kondisi yang sangat tidak baik. Berasal dari suku Moab, janda, merantau mengikuti mertua yang miskin. Tapi Tuhan merubah semuanya menjadi ajaib dan ilahi.
Perempuan yang kedua adalah Rahab.
Siapakah Rahab?. Dia adalah orang Kanaan, yang seharusnya dihabisi orang Israel, karena memang begitu yang di perintahkan Tuhan. Di kitab Joshua pasal 2, kita bisa mengetahui, bahwa tadinya Rahab itu adalah seorang pelacur. Ketika 2 orang pengintai yang di utus Joshua bersembunyi di rumahnya, Rahab membuat keputusan untuk mengkhianati bangsanya sendiri, karena dia telah mendengar tentang kebesaran Allahnya orang Israel. Rahab tahu, bahwa hidupnya bisa berubah dari keputusan yang diambilnya saat itu.
Now therefore, I beg you, swear to me by the LORD, since I have shown you kindness, that you also will show kindness to my father’s house, and give me a true “token”, [ Joshua 2:12 ].
Ketika tembok Jericho hancur, orang Israel menyerbu masuk kota itu, Joshua ingat akan Rahab yang telah menyelamatkan 2 orang utusannya.
” But Joshua has said to the two men who had spied out the country, ” Go into the harlot’s house, and from there bring out the woman and all that she has, as you swore to her “, [ Joshua 6:22 ].
Kemudian pada ayat 25, kita bisa membaca bahwa setelah itu Rahab dan keluarganya di biarkan hidup di tengah bangsa Israel.
Seorang pelacur merubah jalan hidupnya masuk ke dalam destiny ilahi karena keputusan yang diambilnya. Karena ternyata kemudian, Boaz yang menjadi suami Ruth adalah anak Rahab.
” Salmon begot Boaz by Rahab, Boaz begot Obed by Ruth, Obed begot Jesse “, [ Matthew 1:5 ].
Sebab itu, jangan pernah takut mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan dalam level yang lebih tinggi, karena keputusan ilahi yang kita ambil hari ini bisa mengubah hidupmu masuk ke dalam destiny ilahi yang akan membawa mu masuk ke dalam kemuliaan yang kekal.
Tidak perduli asalmu dari mana, pendidikanmu apa, kekayaanmu seberapa, bagi Tuhan yang terpenting adalah keputusanmu untuk mau belajar setia mengikuti rencanaNya dari ke hari.
Tuhan sudah membuktikan, bahwa Dia memilih seseorang lebih karena sikap hati seseorang dari pada “bibit, bebet, bobot”. Tidak percaya?, baca saja silsilah Tuhan Yesus di Matius 1, maka kamu akan menemukan banyak hal yang mengherankan.
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 24 September 2006.