" Manusia Bukan Makhluk Carnivora"
Beberapa bulan yang lalu, di Indonesia sempat heboh dengan diketahuinya bahwa banyak penjual tahu, bakso, daging unggas dan ikan yang memakai formalin untuk membuat dagangannya awet dan terlihat segar.
Karena itu pada masa-masa itu saya jadi kurang berselera pada makanan yang berjenis daging, ikan, bakso dan tahu.
Tapi setelah keadaan telah reda, saya jadi keterusan tidak lagi begitu menyukai makanan tersebut diatas. Ditambah lagi dengan berbagai aktifitas saya, perlahan saya jadi tidak suka makan. Untuk supaya tidak lemas saya sering meng-konsumsi madu dan susu segar.
Dalam dua setengah bukan terakhir ini, berat saya turun 4 kilo lebih, dan rasanya akan terus menyusut di waktu ke depan….
Orang-orang di sekitar saya mengatakan saya bertambah cantik karena tubuh saya semakin langsing. Hmmm..
Tapi diam-diam saya kuatir kalau-kalau saya akan kekurangan gizi. Saya tidak hanya ingin tambah cantik tapi juga sehat.
Untungnya saya punya sahabat yang telah lama merubah pola makannya dan juga keluarganya. Dia dan istrinya yang dulu sering sakit-sakitan kini jauh berubah semakin sehat. Dia menganjurkan saya membaca beberapa buku agar saya bisa memilih makanan yang benar alias tidak salah makan yang mengakibatkan kurang gizi ataupun kelebihan berat badan.
Buku-buku yang saya baca adalah karangan orang-orang kristen. Melalui buku-buku tersebut saya kembali di ingatkan pada pola makan manusia pada mulanya, yaitu menu makanan yang dianjurkan Tuhan. Saya kira ada baiknya pola makan kita sedikit banyaknya ” return to Eden ” .
” And God said, ” See, I have given you every herb that yields seed which is on the dace of all the earth, and every tree whose fruit yields seed, to you it shall be for food “, [ Genesis 1:29 ].
Ya pada mulanya memang begitu, tapi ketika peristiwa air bah di jaman nabi Nuh, manusia mulai mengenal daging-dagingan dalam menu makanannya. Akibat tinggal dalam bahtera Nuh selama berbulan-bulan, manusia tidak lagi bisa mendapatkan menu “taman Eden”, karena semua tumbuh-tumbuhan habis ditenggelamkan air bah.
Saya tidak bermaksud propaganda pola makan vegetarian. Karena saya sendiri tidak berniat menjadi vegetarian, sebab Tuhan Yesus panutan hidup saya, Dia bukanlah seorang vegetarian. Kita bisa mendapati di kitab Injil ada beberapakali tertulis Tuhan Yesus memakan daging, terutama daging ikan.
Yang saya mau sampaikan disini adalah kita harus mengetahui apa yang terbaik untuk tubuh kita, bukan semata-mata apa yang terasa enak dimulut.
Kita adalah apa yang kita makan. Dengan melihat barang belanjaan orang-orang di super market, kita bisa mengenal siapa mereka sedikit banyaknya.
Dan kita juga harus ingat bahwa sejak mulanya manusia adalah omnivora, anatomi tubuh kita telah di susun sedemikian rupa sehingga kita lebih cocok mengkonsumsi lebih banyak produk tumbuh-tumbuhan daripada produk binatang. Manusia memiliki 20 gigi geraham untuk menghancurkan dan melumat makanan dalam bentuk tumbuh-tumbuhan. Kita memiliki 8 gigi seri didepan untuk memotong buah-buahan dan sayur, hanya ada 4 gigi kita yang didesain untuk memakan daging, yaitu gigi taring.
Usus manusia panjang ukurannya kira kira 4 kali lebih panjang daripada tubuh seorang manusia, dan tidak rata, sehingga cocok untuk mencerna makanan dari tumbuh-tumbuhan. Sedangkan usus carnivora misalnya singa, pendek, hanya 2 atau 3 kali panjang tubuhnya dan lurus, sehingga cocok untuk mencerna daging. Itu sebabnya daging binatang yang di konsumsi dicerna dan meragi pada temperatur tubuh, dicerna dan lewat secara cepat melalui usus carnivora, tetapi pada manusia, didapati melambat dan cenderung membusuk di usus karenanya. Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan. Sesungguhnya, karena tubuh kita tidak dirancang Tuhan untuk mencerna daging secara effektif.
Dr. Elizabeth Subrata, dalam bukunya menganjurkan adalah baik kalau kita mencoba memakan makanan tanpa daging setidaknya 3-4 hari selama seminggu. Makanlah hanya zat-zat/bahan-bahan yang Tuhan ciptakan sebagai makanan. Hindarilah apa yang tidak diciptakan sebagai makanan. Sebanyak mungkin, makanlah makanan sebagaimana makanan itu telah diciptakan Tuhan, jangan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang telah diubah/diolah/dikembangkan menjadi sesuatu yang manusia pikir bisa menjadi lebih baik. Dan hindarilah kecanduan makanan.
Telah dilaporkan bahwa pada awal abad ke 20, sejumlah orang di pegunungan Himalaya yang disebut suku Hunza, mereka memiliki masa hidup rata-rata sampai 90 tahun, dan seringkali sampai diatas 120 tahun. Tim kedokteran yang mempelajari suku Hunza pada tahun 1940-an, tidak menemukan satupun penyakit kanker, jantung dan darah tinggi pada mereka. Para dokter juga menemukan bahwa suku Hunza selalu mengkonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan dan polong-polongan. Mereka juga terbiasa untuk selalu minum air mineral. Pada tahun 1949 suku Hunza telah di ungsikan ke Pakistan, sejak itu masa hidup mereka memendek karena perubahan pola makan.
Saya yakin, kita tidak akan bisa memenuhi panggilan kita di dalam Tuhan tanpa memiliki tubuh sehat.
Tapi sayangnya, banyak anak-anak Tuhan yang pola makannya jadi tidak sehat sejak mulai melayani Tuhan.
Ya, bukankah kita sering pergi makan-makan setelah selesai pelayanan? Dan biasanya menu yang dipesan sarat dengan kolesterol dan zat-zat yang berbahaya lainnya.
Saya telah banyak mengurangi kegiatan makan-makan bersama belakangan ini, apalagi jika pulang pelayanan ataupun ibadah pada malam hari. Karena bukankah kita akan segera ngantuk lalu tidur kelelahan dan kekenyangan setelah sampai dirumah?. Memang rasanya kurang enak karena harus meninggalkan yang lainnya saat masih berkumpul, ngobrol-ngobrol dan lain-lain, tapi apa boleh buat…
Apa yang di katakan Alkitab tentang hidup sehat?.
” I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that you present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable to God, which is your reasonable service “, [ Romans 12:1 ].
Jangan mau mentang-mentang masih muda lalu menjadi pemakan apa saja, apalagi dalam injil tidak di haramkan lagi segala yang di haramkan di perjanjian lama, kecuali darah. Karena apa yang kita tabur hari ini, kita akan tuai pada waktunya kelak. Menabur kolesterol hari ini, cepat atau lambat kita akan tuai nantinya. Jangan menganggap itu bisa diatasi dengan mujizat dan berkata, pada waktu doa sebelum makan saya sudah memberkati makanan saya dan saya sudah tolak semua dampak negatifnya. No way…!.
” All things are lawful for me, but not all things are helpful; all things are lawful for me, but not all things edify “. [ 1 Corinthians 10:23 ].
Melalui tulisan saya kali ini, saya mengajak kita merenungkan bersama tentang bagaimana hidup yang sehat, agar kita bisa menikmati hidup seperti apa yang Tuhan mau.
Ada seorang kaya yang amat sangat kaya karena hasil kerja kerasnya sejak muda, tapi karena pola makannya yang tidak sehat, dia tidak bisa menikmati makanan lain selain cereal pada masa tuanya.
Seorang Bondan Winarno saja bisa menikmati berbagai makanan pada usianya yang telah lanjut, karena dia tahu bagaimana caranya makan [ pembawa acara " wisata kuliner " di trans tv ]. Masa sih kita kalah sama dia..?.
Saya tidak terlalu perduli lagi soal selera makan saya yang sedang menurun saat ini, yang saya mulai perdulikan adalah makanan apa saja yang baik untuk saya konsumsi.Untuk itu saya membaca beberapa buku tentang pola makan yang sehat.
” My people destroyed for lack of knowledge, because you have rejected knowledge “, [ Hosea 4:6 ].
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 16 September 2006.