Banyak orang berpikir bahwa succes itu diukur dari 3P, yaitu : prosperity, power dan populeritas. Mereka mengira bahwa jika telah mencapai dan memiliki ketiga hal tersebut, mereka akan puas dan berbahagia.
Tapi pada kenyataannya, mereka yang telah mencapai ketiga hal tersebut ternyata merasa tidak puas dan tidak berbahagia.
Coba tanyakan pada Donald Trump, Fidel Castro, Queen Elizabeth, Michael Jackson atau pada Adolf Hitler kelak kalau ketemu dia di alam sana…., apakah mereka merasa berbahagia dan puas atas apa yang telah mereka capai selama mereka hidup?.
Agar berhasil dalam hidup ini, kita butuh 3 hal yaitu:
1. Kita harus punya purpose. Setiap orang punya purpose khusus dalam hidup ini. Tuhan telah menetapkan tujuan hidup kita, dan itu tidak bisa di gantikan oleh orang lain. Tapi banyak orang memiliki purpose yang jauh dari apa yang Tuhan tetapkan, karena tujuan hidup mereka hanya untuk memuaskan ego-nya sendiri.
Kita harus menemukan divine purpose yang Tuhan tetapkan buat setiap kita masing-masing, agar keberhasilan yang kita dapatkan tidak menjauhkan kita dari persekutuan yang intim dengan Tuhan.
2.Grow. Setiap kita harus bertumbuh didalam maximum potential yang kita miliki. Succes adalah bertumbuh dalam potensi yang kita miliki. Jangan pernah puas pada apa yang telah kita capai, rasa puas itu akan membuat kita comfort, dan rasa puas cenderung akan membuat kita berhenti bertumbuh.
Succes adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan harga dan proses.
3.Menabur bibit yang baik. Lakukan kebaikan sebanyak mungkin, perhatikan sekelilingmu, share yang terbaik yang kau miliki dengan orang lain. Kita pasti ingat betul amsal yang mengatakan, ” apa yang kita tabur, itu yang kelak akan kita tuai “. Kita telah diperintahkan Tuhan Yesus agar menjadi terang dan garam di tengah dunia yang semakin gelap dan kacau ini. Menjadi terang berarti kita menjadi jawaban dari permasalahan bukan malah jadi orang yang selalu menimbulkan masalah. Menjadi garam berarti kita menjadi orang yang memberi dampak positif dimanapun kita berada.
Apapun tujuan hidup yang di berikan Tuhan pada kita, untuk mencapainya harus melewati berbagai proses. Karena hidup adalah suatu proses, dalam proses itu ada harga yang harus kita bayar.
Tapi pada kenyataannya begitu banyak orang yang selalu mengingini semuanya bisa didapatkan dengan cara yang instant.
Saya sering bertemu dengan anak-anak Tuhan yang mengira bisa mendapatkan pengurapan dalam hidup mereka dengan cara yang instant, yaitu melalui impartasi penumpangan tangan dari hamba Tuhan yang sangat di urapi Tuhan dalam pelayanan mereka.
Kadang-kadang malah jadi agak menggelikan juga melihatnya, bagaimana mereka berebutan untuk bisa duduk didekat hamba Tuhan tersebut supaya bisa paling duluan mendapatkan penumpangan tangan dari hamba Tuhan tersebut, ada juga yang berebutan membawakan tas tangan hamba Tuhan tersebut, katanya, siapa tahu bisa kecipratan urapan saat memegang tas hamba Tuhan tersebut.
Padahal, hamba Tuhan tersebut memiliki pengurapan yang kuat karena mereka telah menjalani proses, membayar harga dengan banyak berdoa dan berdiam diri dalam hadirat Tuhan, mereka juga telah melewati proses pemurnian melalui berbagai ujian iman dan pencobaan dalam hidup mereka.
No paid, no gain…!!.
Keberhasilan yang didapatkan dengan cara yang mudah tidak akan bisa bertahan lama, bisa jadi itu hanya sebuah event yang terjadi sejenak saja.
Succes adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan proses dan ada harga yang harus di bayar dalam perjalanan itu.
Mereka yang mau melalui perjalanan ini, akan memiliki karakter yang kuat.
Karena dalam masa perjalanan menuju keberhasilan, kita pasti akan mengalami masa pasang surut. Dimana kadang kita jadi lelah dan lemah, hingga rasanya ingin berhenti dan mundur. Untuk itu dibutuhkan keteguhan hati serta ketekunan dalam memotivasi diri kita agar tetap bertahan dan maju.
Dalam perjalanan hidup ini kita butuh kekuatan dan pertolongan dari Tuhan.
Puji Tuhan, kita memiliki Tuhan Yesus yang telah berjanji bahwa Dia akan selalu beserta dengan kita sampai pada kesudahannya.
Orang yang berhasil melewati proses dengan baik adalah orang yang mau bayar harga dengan banyak berdiam diri dalam hadirat Tuhan, berdoa, merenungkan firman, serta tetap percaya akan kasih dan kuasa Tuhan pada saat dia terjatuh, terluka, gagal serta keliru. Karena orang yang belajar dari kegagalannya akan menjadi orang yang semakin bijaksana.
Itu semua adalah harga yang harus kita bayar dalam perjalanan menuju keberhasilan hidup dalam mencapai divine purpose.
No pain, no gain…!!.
” Through our Lord Jesus Christ also we have acces by faith into this grace in which we stand, and rejoice in hope of the glory of God. And not only that, but we also glory in tribulations, knowing that tribulation produces perseverance; and perseverance, character, and character, hope. Now hope does not dissapoint, because the love of God has been poured out in our hearts by the Holy Spirit who was given to us “, [ Romans 5: 2 - 5 ].
[ special thanks to my pastor, Robert Sutanto, yang telah memberikan banyak masukan pada artikel ini ].
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 6 Oktober 2006.