Archive for November, 2006

" Belajar Untuk Mendengarkan "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on November 28, 2006 by Inna

Minggu- minggu ini saya sedang masuk dalam masa doa puasa yang dilakukan bersama dengan semua jemaat gereja dimana saya melayani.
Pemimpin kami menghimbau, agar kami melakukan doa puasa untuk mencari tuntunan Tuhan bagi kami di tahun yang mendatang.
Bagi saya melakukan doa dan puasa bukanlah hal yang sulit, karena sebagai pendoa syafaat hal seperti ini memang sudah biasa saya lakukan.
Yang agak sulit adalah ketika saya harus banyak diam, yaitu tidak melakukan apapun selain diam.
Ya, dalam doa puasa kali ini, saya banyak di gerakkan untuk diam, tiba-tiba saya tidak punya ide untuk membuat artikel dan tulisan. Dan saya tidak punya banyak dorongan melakukan permohonan doa. Juga saya jadi tidak ingin banyak bicara dengan siapa pun.

Pada mulanya hal ini membuat saya merasa agak tidak enak, karena sepertinya kok kreatifitas menulis saya nihil dalam minggu-minggu ini.
Saya tidak biasa tidak berkarya…., paling tidak, dalam seminggu sedikitnya saya menghasilkan satu buah karya tulis. Tapi ini sudah hampir 2 minggu, baru inilah saya bisa dapat ide untuk menulis.
Lucunya, saya yang biasa susah tidur, dalam minggu minggu ini jadi gampang tidur dan sudah berapa kali saya mendapatkan mimpi yang saya percaya itu adalah mimpi yang diberikan Tuhan, karena isi mimpi itu menyangkut tentang tuntunan Tuhan mengenai peperangan rohani yang akan saya hadapi.
Memang sudah berapa bulan ini, saya tidak pernah lagi mendapat tuntunan dari Tuhan melalui mimpi, tapi lebih sering melalui dorongan yang kuat yang di taruh di dalam hati saya.

” For it is God who works in you both to will and to do for His His good pleasure “, [ Philippians 2:13 ].

Memasuki minggu kedua puasa, saya mulai kembali seperti biasa, yaitu tidak gampang mengantuk lagi pada malam hari…… He he he, kembali jadi kelelawar lagi nih, jadi temannya Batman. Dan yang penting ide saya untuk menulis mulai muncul lagi.

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang berkumpul dengan teman-teman di gereja, salah seorang teman saya bercerita bahwa dia sering di telpon orang pada saat lewat tengah malam, orang-orang itu menceritakan problemnya dan dia membiarkannya serta mendengarkan saja.
Saya kemudian berkata padanya, bahwa seringkali orang itu sharing pada kita bukan karena ingin mendapat teman bicara tapi karena banyak orang saat ini yang sangat membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan mereka dengan sungguh-sungguh. They need somebody to listen and understand…..
Setelah itu, dalam perjalanan pulang saat menyetir mobil dengan pelan melewati jalan yang sepi karena hari sudah larut malam, saya tiba-tiba di sadarkan tentang apa yang tadi telah saya katakan pada teman saya, bahwa terkadang ada saatnya Tuhan juga membutuhkan kita untuk mendengarkan Dia. Dia butuh seseorang, manusia, bukan butuh malaikat di surga…….
Dia butuh seseorang yang memiliki gambaran yang serupa dengan Dia.
Ada saatnya, Dia tidak ingin mendengar kita bersuara, sekalipun itu suara nyanyian pujian ataupun berbahasa lidah. Dia ingin kita diam dan mendengarkan Dia, mendengarkan isi hatiNya.
Tapi kita sudah terbiasa datang kepadaNya dengan membawa persembahan dan permohonan, malah sering juga datang kepadaNya membawa beban dan penderitaan.
Ya nggak apa sih, karena memang Dia juga mengundang kita , ” Datanglah kepadaKu hai kamu yang lesu dan berbeban berat….”.
Ketika kita diminta untuk datang dengan tangan kosong dan mulut yang tidak bersuara, kita jadi merasa tidak enak dan tidak nyaman……..
Keintiman dengan Tuhan bisa kita tingkatkan tidak hanya melalui doa, pujian dan penyembahan ataupun membaca dan merenungkan FirmanNya, tapi juga dengan datang kepadaNya hanya dengan membawa dirimu apa adanya dan hati yang tenang, yang mau mendengarkan Dia.
Ya, seringkali juga kita datang untuk mendengarkan Dia karena kita memang sedang butuh pernyataan untuk tuntunan pribadi…….
Kita memang perlu untuk belajar mendengarkan tanpa punya tujuan pribadi tapi karena mengasihi dan mengasihi.
Mungkin saudara pernah membaca atau mendengar ulasan tentang ” Tuhan bisa merasa kesepian ditengah aktifitas ibadah kita yang seru dan ramai “.

” But the LORD is in His holy temple. Let all the earth keep silence before Him “, [ Habakkuk 2:20 ].

” To everything there is a season, a time for every purpose under heaven. A time to keep silence, and a time to speak “, [ Ecclesiastes 3:1, 7b ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 29 November 2006.


" Behind The Scenes "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on November 15, 2006 by Inna

Beberapa hari yang lalu saya mendapat email yang cukup bikin saya terkejut. Email itu menceritakan tentang seorang hamba Tuhan yang cukup terkenal di Amerika , dia mengundurkan diri dari pelayanan-nya, karena ternyata dia memiliki kisah hidup yang lain dibalik kehidupannya sebagai hamba Tuhan.
Berita ini mengguncang banyak orang kristen yang mengetahui pelayanan hamba Tuhan tersebut.
Saya teringat tentang seorang penyanyi rohani yang sangat terkenal lebih 10 tahun yang lalu di Amerika, ketika dia mengundurkan diri dari pelayanannya setelah mengaku bahwa dia punya kehidupan lain, bahwa dia memiliki kelainan sexual, semua penggemar dan jemaat gereja-nya sangat terguncang dan patah hati,
Beberapa tahun yang lalu, kita juga telah di kejutkan tentang seorang hamba Tuhan yang tampan dan terkenal, orang mengira dia tetap menjomblo karena pilihan hidupnya, tapi kemudian tersingkaplah rahasianya bahwa ternyata dia mempunyai kehidupan yang lain yaitu sebagai seorang homo-sexual.

Kita akan mendapatkan banyak cerita tentang hamba Tuhan yang ternyata memiliki kehidupan yang lain ketika mereka sedang tidak pelayanan.
Ibarat pementasan drama, ketika adegan selesai, layar ditutup, maka para pemain berhenti berperan, mereka menghapus make-up panggung dan menukar kostum mereka dengan pakaian mereka yang sebenarnya.

Sebenarnya, bukan hanya para hamba Tuhan yang banyak begitu, tapi para orang kristen yang rajin ke gereja juga banyak mempunyai cara hidup yang lain ketika mereka keluar dari lingkungan gereja.
Kenapa mereka bisa begitu?. Ada yang memang mereka dengan sengaja melakukannya karena mereka memang menyukainya, tapi ada juga mereka yang sebenarnya tidak ingin seperti itu, mereka sangat menderita karenanya tapi mereka tidak tahu kemana harus mencari pertolongan.
Secara ringkas, ada 2 jenis orang kristen yang memiliki kehidupan ” behind the scenes “, yaitu mereka yang perlu dikasihani dan ditolong, serta mereka yang perlu ditegur keras.

Yang perlu dikasihani dan ditolong,

Mereka ingin hidup kudus, mereka ingin melayani Tuhan, tapi mereka masih memiliki kelemahan yang sering membuat mereka jatuh dalam dosa. Mereka ingin keluar dari keadaan tersebut tapi mereka tidak tahu harus bagaimana dan kemana. Mereka tidak punya tempat dimana mereka bisa dengan aman konseling dan di doakan. Karena mereka melihat bagaimana banyak teman-temannya yang konseling dengan hamba Tuhan yang lain, tapi ternyata kemudian rahasianya terbuka dan di jadikan gossip dikalangan orang-orang yang menganggap dirinya rohani. Hal ini membuat mereka sangat menderita karena harus bergumul sendiri. Orang seperti ini perlu dikasihani dan di tolong. Tapi seberapa banyak orang yang bisa dipercayainya…?, yang tidak menyebarkan aib orang lain sebagai “rahasia umum” ?.
Saya pernah mendengar kekecewaan seorang teman yang pernah konseling pribadi dengan seorang hamba Tuhan yang juga sebagai “penjaga menara doa” . Ketika dia pulang setelah selesai konseling dan di doakan, di dalam lift, dia mendengar 2 orang “penjaga menara doa” sedang membicarakan kasus dirinya, dan kedua hamba Tuhan itu tidak sadar bahwa orang yang sedang mereka bicarakan ada bersama mereka didalam lift tersebut…!!.

Maka, jika ada hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa, jika ada orang kristen yang rajin ke gereja jatuh dalam dosa, bisa jadi itu karena dia tidak menemukan orang yang bisa dia percaya untuk menolong dan mendoakannya dengan sungguh-sungguh.
Maka bisa jadi kejatuhan mereka adalah tanggung jawab kita, kejatuhan mereka adalah kegagalan kita menjadi saudara seiman yang bisa dipercaya. Lalu kenapa ada diantara kita yang berani menghakimi kejatuhan mereka?.

” Judge not, that you be not judged. For with what judgment you judge, you will judged; and with the measure you use, it will be measured back to you. And why do you look at the speck in your brother’s eye, but do not consider the plank in your own eye?….. Hypocrite! First remove the plank from your own eye, and then you will see clearly to remove the speck from your brother’s eye “, [ Matthew 7: 1-3,5 ].

Hari ini, mungkin engkau bisa melihat bahwa ada seorang hamba Tuhan yang memiliki kehidupan lain dibelakang, tapi siapa tahu ternyata engkau juga memilikinya, tapi engkau masih bisa menutupinya sehingga orang lain tidak tahu, tapi sadarlah, bahwa Tuhan Maha tahu dan Dia tidak pernah tertidur.

Yang perlu ditegur keras,

Ini adalah orang yang dengan sengaja memiliki “double standard” dalam kehidupannya. Mereka menjalaninya dengan banyak strategi dan cara.
Mereka tidak merasa terlalu bersalah dengan kehidupan lain mereka, malah mereka menikmatinya dan melakukannya dengan cerdik dan teliti.
Mereka punya banyak topeng yang bisa segera diganti sesuai dengan tempat dan keadaan yang akan mereka masuki. Mereka memiliki wajah dan sikap yang berbeda ketika mereka dilingkungan gereja, ketika mereka di rumah, ketika mereka melakukan bisnis dan ketika mereka di tempat umum.

Saya punya pengalaman yang terjadi sudah lama sekali, tapi itu sangat membekas dalam ingatan saya sampai hari ini.
Hampir 10 tahun yang lalu, dalam rangka melakukan penginjilan, saya sengaja bekerja di suatu salon yang bertempat disuatu hotel berbintang 5 di kawasan
Jakarta Pusat.
Pada suatu siang, kami kedatangan tamu seorang wanita setengah umur. Dia minta agar rambutnya ditata rapi karena dia mau ada acara penting.
Tapi entah kenapa, dia sangat rewel dan kasar, tidak ada satupun yang sesuai dengan keinginannya. Setelah beberapa orang penata rambut bergantian mencoba menangani ibu tersebut, akhirnya mereka menyerah dan kesal, karena ibu tersebut sangat rewel dan kasar.
Akhirnya, sayalah yang disuruh menangani ibu tersebut. Teman-teman saya setengah meledek saya, kata mereka sambil tersenyum kecut karena BT…, “Sudahlah, kamu saja yang tangani dia, sekalian kamu injili ibu itu supaya dia bertobat…. “.
Dan akibatnya, ibu tersebut semakin rewel dan kasar ketika tahu bahwa dia sudah di oper ke beberapa orang penata rambut. Dia marah-marah dan berkata-kata kasar,
” Percuma salon ini di hotel berbintang 5, orangnya pada goblok..!, ngurus rambut saya saja tidak becus..!!, saya akan adukan kalian pada pemilik salon ini, supaya kalian dipecat…! “.
Ketika itu saya menganggap dia sudah keterlaluan, saya lalu menegur ibu itu,
” Kalau ibu mau mengadu silahkan saja, cuma blow rambut saja kok, berapa sih harganya…?. Bos kami tidak akan mau pecat kami cuma karena pengaduan ibu, dia sudah tau kemampuan kami. Sekarang terserah, ibu mau terima hasil kerja kami atau tidak… “.
Ibu itu terkejut mendengar ucapan saya, akhirnya dia diam dan membiarkan rambutnya ditata, mukanya tetap cemberut dan jutek.
Saya tidak akan bisa lupa wajahnya dan semua perkataan kasarnya.

Sore hari setelah kejadian itu, saya bergegas pulang dari salon dan langsung pergi ke Hall PRJ di Kemayoran, karena sore itu ada KKR Benny Hinn disana.
Ketika saya masuk ke dalam hall sambil mencari tempat duduk, mau tahu… siapa yang berdiri menjadi penerima tamu di deretan kursi VIP ??, saya melihat ibu yang ke salon tadi sedang berdiri disana menyalami orang-orang yang datang….!!. Wajahnya sangat ramah mulutnya tersenyum manis seraya berkata, ” shaloom…! “.
Saya segera mendekati dan sengaja sambil melipat tangan berdiri beberapa meter dari dia, memperhatikan dia. Ketika dia melihat saya, dia sangat terkejut dan gugup. Setelah beberapa saat berdiri diam-diam menatapnya, saya pergi meninggalkannya.
Saya geleng-geleng kepala sendiri…, dan berjanji pada diri saya sendiri, agar tidak akan pernah bertindak seperti ibu itu.
Mungkin dia pikir, orang-orang yang bekerja di salon adalah orang yang sangat duniawi yang tidak akan pernah dia temui di lingkungan “orang-orang kudus”, mungkin dia tidak menyangka bahwa ada salah satu dari orang yang bekerja di salon yang dia datangi ternyata muncul di KKR Benhy Hinn.
Orang seperti ini memang dengan sengaja memiliki kehidupan yang lain karena kesombongan dan kemunafikan, orang seperti ini yang bisa membuat orang lain jadi tawar hati dan kepahitan.

Saudaraku, jujur saja, anda ada dikategori yang mana?
Paling tidak, jangan lah seperti yang di kategori yang kedua, karena itu sangat jahat dan keterlaluan.
Tapi, pada hari ini, biarlah kita merenungkan, betapa akan banyak anak-anak Tuhan yang akan berjatuhan akibat perbuatan sesama saudara seiman juga.
Hendaklah kita menjadi seperti apa yang Tuhan kehendaki, yaitu menjadi terang dan garam, setidaknya bagi saudara seiman yang sedang terpuruk, baru kemudian bagi orang-orang dunia yang gelap ini.

” Therefore, laying aside all malice, all deceit, hypocrisy, envy, and all evil speaking, as newborn babes, desire the pure milk of the word, that you may grow thereby, if indeed you have tasted that the Lord is gracious “, [ 1 Peter 2: 1-3 ].


Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 16 November 2006.

" roh B A B E L "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on November 6, 2006 by Inna

Babel adalah suatu kerajaan yang dibangun oleh Nimrod salah satu dari keturunan Ham. Nimrod adalah manusia yang mula-mula paling berkuasa dimuka bumi ini. Kerajaan Babel dibangun oleh seorang manusia yang juga disebut ” seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan “.
Oleh karena itulah penduduk kerajaan Babel selalu ingin menjadi yang terbaik, karena Nimrod raja mereka yang membangun Babel adalah ” manusia yang terbaik ” prestasinya pada masanya.
Orang-orang di Babel sangat bangga pada bangsanya, pada kerajaannya, pada prestasi yang telah mereka capai.
Sama seperti kebanyakan orang, mereka juga ingin agar kondisi, situasi serta prestasi yang mereka miliki tetap langgeng. Mereka ingin mempertahankan semua yang telah mereka capai dan miliki dengan berusaha tetap menjaga kebersatuan bangsa mereka.
Orang Babel tahu betul rahasia keberhasilan suatu team, yaitu kesatuan dan kebersamaan. Sampai Tuhan sendiri mengakui kekuatan kesatuan Babel, Tuhan berkata bahwa apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak akan ada yang tidak berhasil [ Kejadian 11:6 ].
Tuhan sangat mengerti hati manusia, Dia sangat tahu bahwa lama kelamaan orang-orang di Babel tidak akan membutuhkan Tuhan lagi, karena mereka sangat solid dan succes melalui kesatuan hati dan tujuan mereka bersama.
Ini bukan hanya soal Tuhan yang sangat pencemburu, tapi Tuhan sangat mengasihi semua manusia. Dan Tuhan tahu, tanpa Tuhan tidak akan ada manusia yang bisa selamat dari cengkraman iblis dengan segala strateginya.
Oleh karena itu, sebelum terlambat, Tuhan segera mencerai beraikan orang- orang di Babel dengan cara mengkacau-balaukan komunikasi diantara mereka.
Akibatnya mereka jadi terpecah belah kemudian saling memisahkan diri dengan saling menjauh. Orang-orang Babel yang tadinya bersatu padu kini tercerai berai. Maka pepatah yang mengatakan ” bersatu kita kuat, bercerai kita runtuh “. Maka memang kemudian kemegahan kerajaan Babel runtuh.

Pada masa sekarang ini, Babel menjadi semacam suatu kekuatan roh yang bisa menjalar masuk kedalam gereja maupun kedalam kegerakan orang-orang Kristen, kekuatan roh ini bisa menimbulkan perpecahan.

Perintah Tuhan yang ingin agar kita bersatu hati dan tujuan didalam Kristus bisa berbelok menjadi bersatu hati dan tujuan didalam satu denominasi ataupun suatu kegerakan Kristen tertentu. Rasa bangga pada kesatuan hati mereka bisa berubah menjadi suatu kesombongan rohani yang selalu merasa paling benar dan paling hebat, merasa mereka lebih dari yang lainnya.
Kebanggaan dan rasa puas yang amat sangat pada prestasi yang telah dicapai perlahan bisa berubah jadi suatu tembok yang membangun suatu benteng yang disebut ” comfort zone “. Dan tembok benteng ini akan membuat kita berhenti bergerak mengikuti langkah-langkah Tuhan yang sedang membawa kita terus semakin masuk dalam rencanaNya.
Akibatnya pergerakan yang kita alami berhenti pada satu titik, berhenti pada satu musim, berhenti pada satu sisi.
Rasa bangga dan puas yang sangat kuat itu akan membuat hati mnusia bisa merasa paling benar, paling rohani, paling hebat dan paling diberkati.
Hal seperti ini bisa melanda gereja yang berkembang pesat menjadi besar dan terkenal.
Perlahan cara-cara ibadah akan mulai sangat teratur rapi dan ter arah dengan tepat. Roh Kudus memang di undang hadir dan di minta berkarya di tengah mereka, tapi ruang gerak dan waktunya sangat dibatasi.
Lalu perlahan para pemimpin tanpa sadar mulai seperti boss.
Tak lama kemudian akan muncul barisan sakit hati dari jemaat yang merasa tidak puas, barisan tawar hati dari para pengerja gereja yang merasa diperlakukan tidak adil, dan tak lama kemudian gereja tersebut akan kehilangan ” kaki dian ” yang tadinya di taruh Tuhan ditengah-tengah mereka sebagai tanda God’s favor.
Akibatnya, mulailah terjadi keributan, pertengkaran, komunikasi yang mandeg dan kacau, serta satu persatu jemaat maupun pengerja gereja mulai pergi, keluar dari gereja tersebut.
Mereka akan mencari tempat yang lain untuk berjemaat ataupun untuk melayani Tuhan.
Bisa jadi ” mereka” itu adalah salah satu diantara kita yang membaca artikel ini…….
Memang tidak apa-apa kalau kita tiba-tiba begitu terdorong dengan kuat untuk mencari gereja ataupun tempat pelayanan yang baru bagimu.
Sebagi seorang manusia kita memang telah diberikan Tuhan “free will” untuk memilih dalam hidup ini.
Ya, yang apa-apa adalah… apa yang saat ini begitu kuat ada dalam hatimu.

Pendeta sering berkata dalam khotbahnya, ” Kamu memang sudah keluar dari Mesir, tapi apakah Mesir sudah keluar dari hatimu?.”
Ini adalah untuk orang-orang yang telah lahir baru, mereka di ingatkan agar setelah menerima karunia keselamatan dalam Kristus, mereka harus bertekun melupakan semua yang ada dimasa lalu agar mereka bisa fokus pada masa depan yang penuh harapan yang telah disediakan Tuhan.
Sebab orang yang masih suka memegang masa lalunya, orang yang masih membiarkan masa lalunya berkuasa atas mereka, sama saja dengan memakai baju baru tanpa melepas baju lama yang telah usang dan kotor. Itu adalah menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan.

Demikian juga bagi orang-orang yang keluar dari suatu gereja karena sakit hati atau tawar hati, kalau mereka tidak membereskan dulu kondisi hati mereka maka mereka akan percuma saja pindah ke tempat lain. Mereka pasti akan terus jadi pengembara dari satu gereja ke gereja yang lain sambil membawa masalah mereka, dan bahayanya adalah mereka akan menularkan masalah mereka kepada orang-orang yang ada di gereja yang mereka datangi.
Mereka akan jadi tukang kritik, suka mengeluh dan selalu ingin diperhatikan.
” Engkau bisa saja sudah keluar dari Babel, tapi apakah Babel sudah keluar dari hatimu ? “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 7 November 2006.