Seminggu yang lalu saya menerima email dari sahabat lama yang sudah lama tidak mengirim email pada saya.
Karena kesibukan saya memang jarang membaca email, kecuali email dari orang-orang yang sudah saya kenal baik…
Email tersebut berisi kisah tentang seorang bapak yang sangat ingin membawa keluarganya berlibur ke Amerika. Dia menabung sekian lamanya untuk bisa membiayai perjalanan libur impiannya; Akhirnya dana pun tercukupi dan ticket kapal pun sudah dibeli. Tapi, beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan, salah seorang anaknya di gigit anjing. Akibatnya, anak itu harus di karantina karena dokter kuatir anjing yang menggigitnya terkena rabies. Maka, mau tak mau, liburan yang sangat didambakan dibatalkan. Si bapak sangat kecewa dan kesal, kenapa anaknya harus di gigit anjing menjelang keberangkatan.
Ketika hari keberangkatan tiba, si Bapak berdiri di pinggir dermaga kapal, dia hanya bisa melihat kapal pesiar berangkat tanpa dia dan keluarganya. Air matanya berlinang melihat kapal itu berlayar ke laut luas menuju Amerika tempat yang sudah lama sangat ingin di kunjunginya……
Tapi, beberapa hari kemudian terdengarlah khabar bahwa kapal pesiar tersebut tenggelam ditengah lautan, kapal itu bernama TITANIC.
Si Bapak lalu memeluk anaknya yang di gigit anjing, dia sangat bersyukur anaknya itu telah menyelamatkan mereka sekeluarga.
Ketika membaca cerita tersebut, tiba-tiba hati saya bergetar.
Hmmm, saya tahu, Tuhan mau bicara pada saya melalui cerita tersebut.
Jadi saya simpan saja dalam hati, serta mencoba cari tahu apa yang Tuhan sedang mau beritahu pada saya.
Jumat pagi, mobil saya yang sudah seminggu di bengkel seharusnya sudah bisa diambil karena cuma di cat bagian depan yang tergores sedikit. Ketika bengkelnya di hubungi, saya menjadi sangat kecewa dan kesal, karena mobil baru bisa diambil 4 hari lagi. Katanya, entah kenapa hasil cat-nya kurang bagus, jadi harus di ulang kembali.
Ya, itu berarti akan banyak hal hal yang tertunda yang seharusnya harus segera saya kerjakan. Karena saat ini cuaca kota Jakarta sering hujan lebat, jadi sangat susah bepergian tanpa kendaraan.
Tapi saya langsung ingat cerita yang di email…. jadi saya segera diam dan jaga hati agar tidak keterusan kesal dan kecewa, supaya tidak bersungut-sungut; karena ternyata Roh Kudus sudah kasi “alarm” sebelumnya.
Hari Senin malam, saya menghadiri pesta seorang teman. Begitu sampai ditempat pesta, hujan turun amat sangat lebat selama berjam-jam.
Ketika pulang, saya diantar seorang teman. Ternyata jalan yang kami lalui terkena banjir, untungnya mobil teman saya SUV, jadi kami bisa berjalan dengan aman. Sampai dirumah, hari sudah sangat larut malam.
Saat itu saya mengerti, kenapa mobil saya di ijinkan Tuhan terlambat selesai.
Seandainya tadi saya naik mobil sendiri, pasti mobil saya tenggelam separuhnya, karena mobil saya city-car yang ban nya sangat rendah.
Nah, kalau sudah terendam air, pasti dong mesinnya akan mati tiba-tiba. Bayangkan, bagaimana rasanya kalau mobil mogok ditengah jalan raya yang banjir sementara hari sudah larut malam, dan saya seorang perempuan, sendirian di dalam mobil dalam cuaca yang sedang hujan lebat…..
Saudara, betapa seringnya kita kecewa, sedih dan kesal ketika apa yang kita rencanakan, apa yang kita inginkan, tertunda atau mungkin juga di batalkan.
Padahal sebetulnya, Tuhan sedang bertindak untuk kebaikan kita saat itu.
Saya ingat, ketika saya masih kecil, saat itu sedang liburan di pantai bersama keluarga paman saya. Kita sedang menunggu perahu yang akan membawa kita ke sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari pantai. Tapi entah kenapa, anaknya paman yang masih bayi tiba-tiba menangis sangat keras dan dia terus menangis, tidak mau diam walau di bujuk bagaimanapun. Si bayi gelisah dan mendadak tubuhnya demam. Akhirnya kita pulang, batal pergi ke pulau; terus terang, kami yang anak-anak sangat kecewa dan sedih…..
Ketika kami sudah sampai di rumah, kami dengar berita, bahwa perahu yang seharusnya kami tumpangi ternyata tenggelam tidak lama setelah mengangkut penumpang dimana kami tadi sedang menunggu, banyak korban yang jatuh karena kapal kelebihan muatan….
Kita memang selalu bersyukur untuk setiap pintu dan jalan yang Tuhan buka, tapi kita juga harus menghormati setiap pintu dan jalan yang Tuhan tutup…
Karena Tuhan adalah gembala kita, bahkan Dia adalah Bapa kita !!.
Dia tahu yang terbaik untuk kita, dan Dia inginkan selalu yang terbaik bagi kita semua. Dia juga tidak ingin rencanaNya dalam hidup kita gagal, karena itu Dia selalu mengawasi dan menjaga kita, agar kita tetap dalam jalan-jalan Nya dan rancangan Nya yang ilahi.
Sering kita merasa tertekan, kecewa dan bahkan mau marah, ketika melihat jalan kita di halangi dan pintu yang tadi terbuka tiba-tiba tertutup.
Karena pengertian kita sangat terbatas…. Dan Tuhan tidak berkewajiban menunggu kita sampai mengerti dulu baru kemudian Dia bertindak.
Karena itu, jika saat ini kita mengalami hal-hal yang tertunda atau dibatalkan, itu bukanlah suatu kegagalan, tapi bisa jadi itu adalah “keselamatan” dan pertolongan Tuhan.
Itulah sebabnya, Firman Tuhan meminta agar kita ” selalu mengucap syukur dalam segala keadaan “…. Karena, apapun dan bagaimanapun, Tuhan tidak pernah punya maksud jahat pada kita.
Bersyukurlah untuk hal-hal yang tertunda ataupun hal-hal yang dibatalkan.
Percayalah, tidak ada yang kebetulan dalam hidup kita, semua ada dalam control Tuhan, Bapa kita.
” He who dwells in the secret place of the Most High, shall abide under the shadow of the Almighty. I will say of the LORD, ” He is my refuge and my fortress; My God, in Him I will trust “.
He shall cover you with His feathers, and under His wings you shall take refuge; His truth shall be your shield and buckler “, [ Psalm 91:1,2,4 ].
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 1 February 2007.
dengan kemampuan supranatural itu orang tersebut bisa menyingkapkan rahasia masa depan mereka.