Archive for January, 2007

" Hal-hal yang tertunda "

Posted in Renungan, christianity, faith on January 31, 2007 by Inna

Seminggu yang lalu saya menerima email dari sahabat lama yang sudah lama tidak mengirim email pada saya.
Karena kesibukan saya memang jarang membaca email, kecuali email dari orang-orang yang sudah saya kenal baik…
Email tersebut berisi kisah tentang seorang bapak yang sangat ingin membawa keluarganya berlibur ke Amerika. Dia menabung sekian lamanya untuk bisa membiayai perjalanan libur impiannya; Akhirnya dana pun tercukupi dan ticket kapal pun sudah dibeli. Tapi, beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan, salah seorang anaknya di gigit anjing. Akibatnya, anak itu harus di karantina karena dokter kuatir anjing yang menggigitnya terkena rabies. Maka, mau tak mau, liburan yang sangat didambakan dibatalkan. Si bapak sangat kecewa dan kesal, kenapa anaknya harus di gigit anjing menjelang keberangkatan.
Ketika hari keberangkatan tiba, si Bapak berdiri di pinggir dermaga kapal, dia hanya bisa melihat kapal pesiar berangkat tanpa dia dan keluarganya. Air matanya berlinang melihat kapal itu berlayar ke laut luas menuju Amerika tempat yang sudah lama sangat ingin di kunjunginya……
Tapi, beberapa hari kemudian terdengarlah khabar bahwa kapal pesiar tersebut tenggelam ditengah lautan, kapal itu bernama TITANIC.
Si Bapak lalu memeluk anaknya yang di gigit anjing, dia sangat bersyukur anaknya itu telah menyelamatkan mereka sekeluarga.
Ketika membaca cerita tersebut, tiba-tiba hati saya bergetar.
Hmmm, saya tahu, Tuhan mau bicara pada saya melalui cerita tersebut.
Jadi saya simpan saja dalam hati, serta mencoba cari tahu apa yang Tuhan sedang mau beritahu pada saya.

Jumat pagi, mobil saya yang sudah seminggu di bengkel seharusnya sudah bisa diambil karena cuma di cat bagian depan yang tergores sedikit. Ketika bengkelnya di hubungi, saya menjadi sangat kecewa dan kesal, karena mobil baru bisa diambil 4 hari lagi. Katanya, entah kenapa hasil cat-nya kurang bagus, jadi harus di ulang kembali.
Ya, itu berarti akan banyak hal hal yang tertunda yang seharusnya harus segera saya kerjakan. Karena saat ini cuaca kota Jakarta sering hujan lebat, jadi sangat susah bepergian tanpa kendaraan.
Tapi saya langsung ingat cerita yang di email…. jadi saya segera diam dan jaga hati agar tidak keterusan kesal dan kecewa, supaya tidak bersungut-sungut; karena ternyata Roh Kudus sudah kasi “alarm” sebelumnya.
Hari Senin malam, saya menghadiri pesta seorang teman. Begitu sampai ditempat pesta, hujan turun amat sangat lebat selama berjam-jam.
Ketika pulang, saya diantar seorang teman. Ternyata jalan yang kami lalui terkena banjir, untungnya mobil teman saya SUV, jadi kami bisa berjalan dengan aman. Sampai dirumah, hari sudah sangat larut malam.

Saat itu saya mengerti, kenapa mobil saya di ijinkan Tuhan terlambat selesai.
Seandainya tadi saya naik mobil sendiri, pasti mobil saya tenggelam separuhnya, karena mobil saya city-car yang ban nya sangat rendah.
Nah, kalau sudah terendam air, pasti dong mesinnya akan mati tiba-tiba. Bayangkan, bagaimana rasanya kalau mobil mogok ditengah jalan raya yang banjir sementara hari sudah larut malam, dan saya seorang perempuan, sendirian di dalam mobil dalam cuaca yang sedang hujan lebat…..

Saudara, betapa seringnya kita kecewa, sedih dan kesal ketika apa yang kita rencanakan, apa yang kita inginkan, tertunda atau mungkin juga di batalkan.
Padahal sebetulnya, Tuhan sedang bertindak untuk kebaikan kita saat itu.

Saya ingat, ketika saya masih kecil, saat itu sedang liburan di pantai bersama keluarga paman saya. Kita sedang menunggu perahu yang akan membawa kita ke sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari pantai. Tapi entah kenapa, anaknya paman yang masih bayi tiba-tiba menangis sangat keras dan dia terus menangis, tidak mau diam walau di bujuk bagaimanapun. Si bayi gelisah dan mendadak tubuhnya demam. Akhirnya kita pulang, batal pergi ke pulau; terus terang, kami yang anak-anak sangat kecewa dan sedih…..
Ketika kami sudah sampai di rumah, kami dengar berita, bahwa perahu yang seharusnya kami tumpangi ternyata tenggelam tidak lama setelah mengangkut penumpang dimana kami tadi sedang menunggu, banyak korban yang jatuh karena kapal kelebihan muatan….

Kita memang selalu bersyukur untuk setiap pintu dan jalan yang Tuhan buka, tapi kita juga harus menghormati setiap pintu dan jalan yang Tuhan tutup…
Karena Tuhan adalah gembala kita, bahkan Dia adalah Bapa kita !!.
Dia tahu yang terbaik untuk kita, dan Dia inginkan selalu yang terbaik bagi kita semua. Dia juga tidak ingin rencanaNya dalam hidup kita gagal, karena itu Dia selalu mengawasi dan menjaga kita, agar kita tetap dalam jalan-jalan Nya dan rancangan Nya yang ilahi.
Sering kita merasa tertekan, kecewa dan bahkan mau marah, ketika melihat jalan kita di halangi dan pintu yang tadi terbuka tiba-tiba tertutup.
Karena pengertian kita sangat terbatas…. Dan Tuhan tidak berkewajiban menunggu kita sampai mengerti dulu baru kemudian Dia bertindak.
Karena itu, jika saat ini kita mengalami hal-hal yang tertunda atau dibatalkan, itu bukanlah suatu kegagalan, tapi bisa jadi itu adalah “keselamatan” dan pertolongan Tuhan.
Itulah sebabnya, Firman Tuhan meminta agar kita ” selalu mengucap syukur dalam segala keadaan “…. Karena, apapun dan bagaimanapun, Tuhan tidak pernah punya maksud jahat pada kita.
Bersyukurlah untuk hal-hal yang tertunda ataupun hal-hal yang dibatalkan.
Percayalah, tidak ada yang kebetulan dalam hidup kita, semua ada dalam control Tuhan, Bapa kita.

” He who dwells in the secret place of the Most High, shall abide under the shadow of the Almighty. I will say of the LORD, ” He is my refuge and my fortress; My God, in Him I will trust “.
He shall cover you with His feathers, and under His wings you shall take refuge; His truth shall be your shield and buckler “, [ Psalm 91:1,2,4 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 1 February 2007.

" What Must I Do, dear Lord…? "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity on January 24, 2007 by Inna

Beberapa hari yang lalu seorang saudara seiman sharing dengan saya tentang hal yang sudah lama membuat hatinya agak resah. Yaitu tentang suatu statement yang sering di dengar-nya dari beberapa hamba Tuhan, yaitu bahwa kelak ketika kita bertemu dengan Tuhan, setiap kita akan ditanya: ” Selama kamu hidup di dunia, berapa banyak jumlah jiwa/ orang yang telah kamu bawa kepada Kristus? “.
Saudara saya ini adalah seorang yang tulus hati dan masih sangat sedikit mengerti tentang isi Alkitab.
Dia lalu bertanya, dimanakah ayat yang relevan dengan statement tersebut ?.
Karena dia tidak menemukan ayat yang relevan di Alkitab, maka hatinya jadi tidak sejahtera setiap kali mengingat dan mendengar statement tersebut.

Ya, orang-orang yang menyebut dirinya “penginjil” atau evangelist, terkadang ada yang sering mengucapkan statement tersebut, dengan tujuan agar orang yang mendengarnya menjadi rajin memberitakan injil serta menantang orang yang di injilinya untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Sayangnya, untuk orang yang masih baru hal ini sering dilakukan tanpa pengertian yang benar. Alih-alih penginjilan di lakukan dengan berbagai cara yang agak memaksa…. Ini karena dia ingin kejar setoran di sorga kelak.
Padahal, apakah memang begitu yang sebenarnya dikehendaki Tuhan

Saya menemukan ayat yang menyuruh kita “pergi” agar kita berbuah dan agar kita menjadikan semua bangsa murid-murid Tuhan Yesus.

You did not choose Me, but I chose you and appointed you that you should go and bear fruit, and that your fruit should remain… “, [ John 15:16 ].

Go therefore and make disciples of all the nations…”, [ Matth. 28:19 ].

Dan yang kita temukan di Alkitab, jika berbicara soal “buah”, maka itu adalah soal apa yang kita lakukan yang berhubungan dengan karakter kita, dan itu di sebut “buah Roh”.
Jadi, memang tidak ditemukan ayat yang menyatakan bahwa kelak jika kita bertemu Tuhan di surga, yang paling di pertanyakanNya adalah berapa banyak orang uang kita bawa kepada Kristus….
Kalau memang itu yang menjadi point utama, yang menentukan kualitas kita di hadapan Tuhan dan di surga , maka tentu yang paling kasihan adalah nabi Nuh..!!, karena selama hidupnya yang lebih dari 100 tahun, dia cuma bisa membawa istri, anak-anaknya dan para menantunya untuk menjadi orang yang percaya kepada Tuhan.

Saya kira, kita memang harus hati-hati membuat statement yang berhubungan dengan perintah Tuhan. Setiap pernyataan maupun perbuatan kita, biarlah sejalan dengan apa yang firman Tuhan katakan. Jangan berlebihan maupun menyederhanakan-nya sehingga tidak sesuai dengan apa yang Tuhan mau.
Tugas kita antara lain adalah memberitakan Injil dan menjadikan orang-orang yang sudah percaya menjadi murid Tuhan Yesus.
Kalau ada orang yang bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat karena pemberitaan injil yang kita lakukan, ingat, itu bukan karena kehebatanmu tapi itu adalah karena pekerjaan Roh Kudus, jadi kamu tidak bisa membanggakan diri ketika melihat orang lain bertobat karena pemberitaan injil yang kamu lakukan, apalagi membanggakannya di hadapan Tuhan !!. Tapi, cukuplah kamu bersukacita bersama malaikat Tuhan.

However, when He, the Spirit of truth, has come, He will guide you into all truth….”, [ John 16: 13a ].

” No one can come to Me unless the Father who sent Me draws him, and I will raise him up at the last day “, [ John 6: 44 ].

Saya kira, yang paling penting, bukan seberapa banyak orang yang telah kita ” Kristen” kan, tapi seberapa banyak kita telah menyelesaikan tugas kita masing-masing selama kita hidup.
Karena, setiap kita lahir di dunia ini untuk satu tujuan khusus yang tidak bisa di gantikan oleh orang lain. Setiap kita mempunyai tugas yang specifik dari Tuhan. Karena itu lah kita perlu meningkatkan pengenalan yang benar tentang Tuhan kita sehingga kita mengerti apa yang Dia kehendaki kita lakukan dalam hidup kita.
Kita bisa membaca di kitab Wahyu pasal 2 dan 3 tentang orang-orang yang menang, orang-orang yang berhasil menjaga hati nuraninya, orang-orang yang berhasil melewati pengujian dan pencobaan, sehingga kelak mereka mendapat mahkota dan jubah kehormatan dari Tuhan.
Keberhasilan dan kemenangan itu adalah karena mereka mendengarkan apa yang Roh Kudus katakan, tuntunan dan penghiburan dari Roh Kudus membuat mereka berhasil dan mendapat penghargaan dan pengakuan dari Tuhan.

” He who has an ear, let him hear what the Spirit says to the churches ‘, [ Revelation 2: 7,11,17,20; Revelation 3: 6,13,22 ].

Saudaraku, biarlah kita berhenti dari berbagai kekeliruan tentang apa yang paling di hargai Tuhan….. Sehingga kita tidak mengajak orang-orang lain tinggal dalam kekeliruan tersebut.
Dan kalaupun kita mau bermegah, biarlah itu bukan karena apa yang telah kita lakukan atau apa yang telah kita miliki melainkan……

” Let not the wise man glory in his wisdom, let not mighty man glory in his might, nor let the rich man glory in his riches; But let him who glories glory in this, that he understands and knows Me, that I am the LORD, exercising loving kindness, judgment; and righteousness in the earth; for in these I delight, ” says theLORD [ Jeremiah 9: 23,24 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Somewhere…, 25 January 2007.

" And The Truth Shall Make You Free "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on January 14, 2007 by Inna

Saya jarang mendengarkan siaran radio swasta, tapi pernah suatu malam saya mendengarkan siaran radio swasta kristen di Jakarta, dan sungguh, sekalipun itu sudah setahun yang lalu, sampai hari ini saya tidak bisa melupakan isi siaran tersebut karena siaran tersebut meninggalkan kesan yang sangat dalam di hati saya.
Radio Kristen tersebut pada malam itu menyiarkan secara langsung kesaksian seseorang yang dulunya adalah seorang waria.
Dalam pencarian jati dirinya, dia kemudian melakukan operasi yang mengubah kelaminnya menjadi kelamin wanita.
Beberapa waktu kemudian. orang tuanya sakit parah dan tidak punya harapan sembuh, sehingga dokter menyuruh pulang saja dari rumah sakit karena memang dokter sudah tidak bisa bikin apapun lagi. Ketika sedang bersiap untuk pulang kerumah, mereka bertemu seorang pendeta yang kemudian menawarkan untuk mendoakan orang tua tersebut. Dan ternyata kemudian orang tuanya sembuh!, akibatnya dia dan keluarga menjadi percaya kepada Tuhan Yesus serta menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.
Singkat cerita, si mantan waria itu kemudian melayani Tuhan dengan menginjili para waria teman-temannya, serta mencoba untuk secara teratur mengajak merekadalam persekutuan doa. Hmmmm, sungguh suatu pelayanan yang tidak gampang dan sangat membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Ketika penyiar radio membuka kesempatan untuk pendengar boleh menghubungi melalui telpon, maka kemudian diantara yang menghubungi masuklah suara seorang perempuan [ yang notabene sudah pasti orang kristen juga...]. Dengan suara lantang dan tegas dia berbicara kepada mantan waria tersebut : ” Kamu kan sebenarnya diciptakan Tuhan sebagai seorang laki-laki, tapi kamu sudah mengubah apa yang ditetapkan dan apa yang telah diciptakan Tuhan. Biarpun kamu sekarang sudah dioperasi jadi wanita, di mata Tuhan kamu tetap laki-laki….. “.
Untungnya, kemudian operator segera memutuskan hubungan telpon tersebut.
Menurut saudara bagaimana?, di mata Tuhan apakah perempuan yang menelpon itu lebih “wah” dari pada mantan waria tadi?.
Sejak itu, saya sering memikirkan kejadian tadi.
Entah kenapa, saya merasa agak marah kepada penelpon tersebut. Karena menurut saya dia telah berkata tegas tapi tanpa kasih dan tidak bijaksana.
Bukankah waria itu melakukan operasi kelamin saat dia belum bertobat?. Bukankah bagi Tuhan masa lalu tidak penting?. ” Yang lama telah berlalu, yang baru telah datang….”.
Juga Tuhan lebih melihat hati dari pada apa yang terlihat diluar.

” For the LORD does not see as man sees, for man looks at the outward appearance, but the LORD looks at the heart, ” [ 1Samuel 16:7 ].

Terkadang, kita yang merasa sudah sangat rohani, bisa menjadi seperti orang farisi. Yang menegakkan firman Tuhan dengan ketegasan dan kekerasan. Padahal Tuhan ingin agar kita menerima firmanNya dengan hati yang lemah lembut.
Karena merasa sudah mengerti tentang kebenaran firman Tuhan, maka sering tanpa sadar kita menghakimi dan memenjarakan jiwa orang lain dengan “perasaan tertuduh”.
Hati-hati, karena Tuhan Yesus malah akan dengan sengaja mengusik hatimu….
Ingat, semakin orang farisi memarahi Tuhan Yesus ketika dia menyembuhkan orang sakit pada hari sabat, maka semakin sering pula Tuhan Yesus melakukan penyembuhan pada hari sabat.

Firman Tuhan adalah kebenaran, dan Tuhan ingin agar hidup kita selalu berpadanan dengan apa yang Dia katakan. Dia ingin agar kita tetap berpegang pada firmanNya dalam menjalani kehidupan ini, sehingga kita dapat tetap hidup kudus dalam hari-hari yang jahat ini.
Dan Tuhan sangat mengetahui dan sangat mengerti, bahwa saat sekarang ini tidak sama dengan saat jaman Kisah Para Rasul. Dulu belum ada televisi, DVD, internet, bluetooth, 3G …..
Dulu dalam dunia kecantikan, belum ada operasi plastic, botox, sedot lemak, dll….
Sehingga Dia tahu, bahwa strategi atau cara berjuang kita saat ini jauh berbeda dengan cara berjuang para rasul, walaupun musuh yang dihadapi adalah dia dia juga.

” If you abide in My word, you are My disciples indeed. And you shall know the truth, and the truth shall make you free, ” [ John 8:31,32 ].

Seharusnya, semakin firman Tuhan tinggal di dalam kita maka semakin pula kita di merdekakan dari berbagai kekeliruan dari cara berpikir, atau kalimat keren-nya ” memiliki paradigma yang baru “.
Saudaraku, saya sering merasa gelisah karena rasa lapar dan haus akan “new revelation” dari setiap ayat-ayat firman Tuhan yang saya baca dan renungkan.
Karena, saya sangat yakin, semakin dekat akhir dari akhir jaman, maka akan semakin banyak penyingkapan yang baru dari ayat-ayat firman Tuhan. Sehingga akan terjadi banyak sekali pembaharuan dalam cara berpikir umat Tuhan, membuat apa yang dulu kita kira senjata pamungkas dalam peperangan rohani ternyata kini cuma alat kuno yang ketinggalan jaman.
” All truth is parallel “, ya, kalau dalam dunia tehnologi setiap hari selalu ada penemuan yang baru, masakan dalam dunia rohani tidak?. Bukankah segala sesuatu berasal dari Tuhan?.
Nah, jika kita tidak mengikuti dan mengerti perkembangan, maka cara kita menilai segala sesuatu tidak akan ” relevan dan signifikan ” sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Sehingga kita akan gampang menghakimi dan sulit menerima orang-orang yang tidak sesuai dengan ukuran nilai kerohanian yang telah kita patok dan pantek.
Lalu kita tidak akan merasa nyaman jika melihat bencong yang sudah operasi kelamin tiba-tiba bertobat dan lalu dipakai Tuhan dengan ajaib.
Kita tiba-tiba tidak sejahtera ketika seorang seniman yang 90% tubuhnya dipenuhi tattoo yng bergambar naga atau bergambar yang berbau porno, tiba-tiba bertobat dan diurapi dengan karunia nabi, dia bernubuat dan melakukan banyak mujizat.
Lucunya, yang “apa-apa” buat kita ternyata sama sekali “tidak apa apa” buat Tuhan…!.

Tuhan tahu keterbatasan kita, itulah sebabnya Dia mengutus Roh Kudus datang ke dunia ini, untuk menolong kita agar mengerti kehendak Tuhan dengan benar.
Rasul Paulus mengerti akan hal ini, itulah sebabnya maka dia selalu berdoa agar kita memiliki “roh hikmat dan pewahyuan untuk bisa mengenal Tuhan dengan benar”.

” But the Helper, the Holy Spirit, whom the Father will send in My name, He will teach you all things, and bring to you remembrance all things that I said to you, ” [ John.14:26 ].

” … making mention of you in my prayers, that the God of our Lord Jesus Christ, the Father of glory, may give to you the spirit of wisdom and revelation in the knowledge of Him, ” [ Ephesians 1:18 ].

Ketika membaca bahwa, ” Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul didalam hati manusia, semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia “, [ 1 Kor.2:9 ], maka kita mengira akan menerima suatu kejutan yang menyenangkan seperti menerima pesta kejutan dihari ulang tahun, padahal itu bisa juga hal-hal yang mengguncang hati dan pikiran kita karena sangat mengagetkan dan sulit untuk bisa diterima akal sehat kita yang sudah sangat berpengalaman dalam hal-hal rohani.

Biarlah kita lapar dan haus “new revelation” akan firman Tuhan dengan hati yang tulus dan humble, sehingga kebenaran itu benar-benar memerdekakan cara kita berpikir.
Maka kita akan bisa melihat dan dapat mengalami terobosan-terobosan baru dalam dunia tehnologi rohani dari Roh Kudus. Urapan baru akan turun dan bekerja dalam hidup kita jika disertai dengan “new revelation”.
Sehingga kita tidak akan terkejut dan jadi sangat terganggu ketika sesuatu yang baru sedang di kerjakan oleh Roh Kudus pada lingkungan ataupun orang-orang yang tidak kita duga yang ada di sekitar kita.

Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 15 January 2007.

" Precious shall be their blood "

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, faith on January 11, 2007 by Inna

Hari-hari belakangan ini, perhatian kita ( di Indonesia ) banyak di fokuskan pada bencana alam maupun kecelakaan yang menelan banyak korban, terutama manusia. Dan yang paling banyak dibutuhkan saat ini adalah team pencari korban yang bisa menemukan orang-orang yang masih hilang dimana-mana. banyak orang hilang yang harus ditemukan, baik itu di tempat yang tanahnya longsor, ataupun di lautan yang luas karena kapal yang tenggelam, ataupun karena pesawat terbang yang hilang.
Kita masih prihatin atas nasib banyak orang yang kehilangan tempat tinggal karena banjir, gempa ataupun lumpur panas di Jawa Timur, tapi ketika melihat korban kecelakaan kapal dan pesawat yang tewas dan hilang, hati kita bukan hanya prihatin saja lagi, tapi kita juga merasa agak ngeri melihat kondisi transportasi udara, laut dan darat di Indonesia.

Kalau kita perhatikan, semua terjadi sangat beruntun…..
Banjir, tanah longsor, kapal tenggelam, pesawat yang hilang.
Dan kalau kita telaah, semuanya adalah dampak kumulatif dari berbagai ke bobrokan yang telah dilakukan oleh orang-orang tertentu selama ini.
Entah sudah berapa lama begitu banyak pelanggaran maupun kecurangan telah dilakukan tapi berhasil di tutup- tutupi. Tapi akhirnya, hukum ” sebab – akibat ” tidak bisa lagi di hindari karena semua sudah semakin bertumpuk.
Ketika banjir besar itu tiba, potongan kayu yang begitu banyak bermunculan, hal ini membuktikan bahwa malapetaka terjadi karena ulah manusia yang telah melakukan penggundulan hutan semena mena.
Ketika kapal tenggelam di sana sini, mulailah terbukti betapa selama ini telah begitu banyak pelanggaran telah terjadi dan di biarkan saja.
Tentang pesawat terbang yang hilang baru-baru ini, telah membuat banyak kecerobohan dan pelanggaran yang terjadi belakangan ini didunia penerbangan kemudian terbongkar.
Ya, saya juga heran, kenapa dulu, ketika maskapai penerbangan di Indonesia masih sedikit, kecelakaan pesawat terbang sangat jarang terjadi.
Ternyata, karena saat ini saling berlomba menjual tiket murah, maka faktor faktor yang mempengaruhi keselamatan penerbangan sering tidak begitu diperhatikan dengan baik dan benar.
Sedihnya, semua diatas mulai diperhatikan dan diambil tindakan setelah banyak nyawa manusia melayang.
Haruskah selalu begitu?, mesti banyak dulu nyawa yang jadi korban barulah ada tindakan tegas yang nyata.
Kita berharap, kematian orang-orang yang telah menjadi korban tidak akan sia-sia. Semoga kematian mereka menjadi ingat-ingatan yang menghasilkan banyak perubahan bagi bangsa kita.

Bagi saya, nyawa mereka yang telah menjadi korban adalah orang-orang yang patut dihargai, karena mereka telah menjadi korban dari berbagai kelalaian yang telah dibiarkan selama ini. Kematian mereka menyingkapkan banyak kejahatan yang selama ini terjadi diberbagai sektor bisnis di Indonesia.
Kematian mereka akan mengadili orang-orang yang selama ini membiarkan banyak pelanggaran terjadi dalam bisnis mereka.

” Because for every matter there is a time and judgment, though the misery of man increases greatly. For he does not know what will happen; So who can tell him when it will occur?. No one has power over the sipirit to retain the spirit, and no one has power in the day of death, ” ( Ecclesiastes. 8: 6-8a ).

Saudaraku, kalau saat ini dalam dunia ” market place ” anda adalah orang-orang yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan, biarlah keputusan yang diambil tidak membuat nyawa orang lain terancam.
Memang persaingan dalam dunia bisnis saat ini semakin keras, tetapi sebagai orang yang percaya kepada penyertaan Tuhan, sebagai orang yang takut akan Tuhan, biarlah kita saling mengingatkan agar dalam bisnis kita tidak memakai cara-cara yang bisa mengancam keselamatan orang lain.

Jangan kira Tuhan akan tinggal diam atas banyaknya kematian yang terjadi akibat pelanggaran yang terjadi akhir-akhir ini…..
Siapapun dan bagaimanapun, mereka adalah manusia ciptaan Tuhan, tidak satupun diantara mereka yang lahir ke dunia ini tanpa campur tangan Tuhan, maka kematian mereka yang terjadi karena akibat kejahatan akan diperhitungkan oleh Tuhan.
Apalagi bila diantara mereka ada juga anak-anak Tuhan, atau hamba Tuhan, maka itu akan lebih lagi mengusik hati Tuhan.

” Precious in the sight of the LORD is the death of His saints, ” (Psalm 116:15).

” He will spare the poor and needy, and will save the souls of the needy. He will redeem their life from oppression and violence; and pericous shall be their blood in His sight, ” ( Psalm 72:13,14 ).

Saudara mungkin bisa saja bilang bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Tapi sesungguhnya, banyak orang yang seharusnya belum waktunya mati, tapi mereka harus mati karena kecerobohan dan kelalaian.
” Why should you die before your time ?, ” (Ecclesiastes.7:17).
Hendaklah kita jangan menjadi bagian dari hal ini, maupun menjadi penyebab dari hal ini bagi orang lain.

Awal tahun ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa segala kelalaian dan kecerobohan yang selama ini ditabur di dunia bisnis kini mulai di tuai buahnya di tengah tengah bangsa kita.
Ditengah tengah tuaian itu, kita mendengar jerit tangis para ibu, para istri, para bapak. para suami dan anak-anak yang kehilangan orang tua mereka.
Dan saya sangat percaya, Tuhan tidak akan tinggal diam….
Saya harap kita juga tidak tinggal diam, selain banyak berdoa agar semua bisa ditanggulangi, kita juga harus bertindak dengan mulai berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan sampai keputusan yang dibuat akan mengancam keselamatan orang lain. Siapapun mereka……

Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 12 January 2007.

" Ahli Ramal atau Nabi Tuhan ? ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on January 3, 2007 by Inna

Setiap memasuki awal tahun hampir setiap kita mempunyai banyak harapan untuk tahun yang baru; karena itu menjelang akhir tahun banyak yang membuat daftar resolusi untuk tahun yang akan datang.
Dan sangat normal jika kita sangat ingin tahu apa saja yang mungkin akan kita alami di waktu yang akan datang; karena memang hampir setiap kita pasti memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang segala sesuatu yang akan terjadi atau yang akan kita alami dalam hidup kita.
Kita ingin tahu karena berharap dapat mempersiapkan diri agar bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan kita hadapi.

Rasa ingin tahu ini membuat banyak orang tergoda untuk mencari orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural, mereka berharap semoga dengan kemampuan supranatural itu orang tersebut bisa menyingkapkan rahasia masa depan mereka.

Dalam beberapa hari ini, saya melihat betapa hampir semua stasiun tv sempat menayangkan wawancara dengan paranormal yang memberitahukan prediksi apa saja yang akan terjadi di tahun 2007.
Bukan hanya stasiun tv di Indonesia, tapi di Rusia, Inggris, bahkan Holywood di Amerika juga menayangkan wawancara dengan peramal-peramal yang memprediksi apa saja yang akan terjadi.
Hal seperti ini selalu berulang setiap akhir dan awal tahun, dari tahun ke tahun. Dan siapa yang ramalannya paling banyak akurat, maka tahun berikutnya wajahnya pasti akan paling banyak muncul di berbagai stasiun tv. Para peramal kemudian menjadi selebriti yang semakin dikenal publik.
Dan sangat memprihatinkan juga ketika ternyata beberapa presenter beragama kristen, karena tuntutan pekerjaannya, mau tak mau harus ikut ambil bagian dalam diskusi dan wawancara, bertanya pada para peramal itu, bahkan ada juga yang minta diramal tentang karier dan rumah tangganya.

Apakah sebagai orang percaya dan beriman kita tidak perlu tahu tentang apa yang kemungkinan akan terjadi di waktu yang mendatang?.
Saudaraku, sejak semula iblis selalu berusaha meniru pekerjaan Tuhan. Tujuannya bukan hanya ingin bersaing dengan Tuhan, tapi juga karena dia ingin menipu, membunuh dan membinasakan manusia.
Sebenarnya pada mulanya dulu, Tuhan berbicara melalui para nabi-Nya untuk memberitahukan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang.
Ingat tentang nabi Nuh?, bukankah melalui dia Tuhan sudah memperingatkan tentang banjir besar yang akan datang?.
Nabi Samuel yang memberitahukan raja Saul tentang akhir dari masa ke jayaannya sebagai raja.
Nabi Yesaya yang banyak memberitahukan tentang akan datang seorang Juruselamat untuk seluruh umat manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Apa yang disampaikan para nabi Tuhan itu adalah yang disebut nubuat atau prophecy, yang artinya ialah “ramalan”.
Iblis kemudian menirunya, maka muncul-lah kemudian para nabi palsu.
Dari nabi palsu ini kemudian berkembang menjadi ahli ramal yang terang terangan mengaku bahwa dia adalah ahli ramal, bukan nabi.
Yang terang-terangan mengaku bahwa dia adalah ahli ramal memang lebih memperjelas posisinya ada ditempat yang di luar lingkungan orang-orang yang menganggap dirinya rohani dan religius.
Tapi para nabi palsu, membuat orang jadi gamang pada nubuatan. Sehingga orang-orang kristen jadi extra hati-hati ketika mendengar ada jawatan nabi, karena mereka sudah “parno” alias “paranoid” terhadap nabi palsu.
Padahal sampai saat ini, Tuhan masih berbicara melalui para nabi-Nya.
Memang, Tuhan bisa menuntun kita melalui firman-Nya dan juga melalui Roh Kudus yang da di dalam hati kita. Tapi terkadang kita butuh konfirmasi dari orang-orang yang punya jawatan khusus sebagai nabi.
Anda tidak percaya kalau saat ini masih ada nabi-Nya Tuhan?.
Kalau nabi-Nya Tuhan sudah tidak ada lagi, berarti Tuhan kalah canggih dong sama iblis yang saat ini membangkitkan banyak sekali ahli nujum dan para peramal ??. Bahkan kita bisa melihat saat ini, para peramal itu sudah terang terangan mempromosikan dirinya di tv, kita diberitahu nomor yang bisa kita hubungi melalui sms agar bisa mendapat ramalan pribadi.
Jangan mau dikuasai oleh pikiran negatif dan rasa takut yang berlebihan, kalau kita membiarkan pikiran kita dihantui rasa curiga yang berlebihan, maka kita akan sulit menerima kebenaran yang dari Tuhan.
Orang-orang yang memiliki hubungan yang tulus dan akrab dengan Tuhan pasti akan bisa membedakan mana nabi palsu mana yang asli dari Tuhan. Seperti pegawai bank yang karena setiap hari menyentuh uang, maka dia akan segera tahu mana uang palsu mana uang yang asli.

Nabi-nabi Tuhan masih ada sampai saat ini !!. Karena memang gereja Tuhan membutuhkan para nabi yang dari Tuhan.

” And He Himself gave some to be apostle, some to be prophets, some evangelists, and some pastors and teachers, for the equipping of saints for the work of ministry, for the edifying of the body of Christ, ” [ Eph. 4:11,12 ].

” He who receive a prophet in the name of a prophet shall receive a prophet’s reward, ” [ Matthew 10:41a ].

” Do not quench the Spirit. Do not despise prophecies. Test all things; hold fast what is good, ” [ I Thessalonians 5:19-21 ].

” Believe in the LORD your God, and you shall be established; believe His prophets, and you shall prosper, ” [ 2Chronicles 20:20b ].

Praise the Lord!, Tuhan kita adalah Tuhan diatas segala Tuhan, Dia yang menciptakan segala sesuatu, Dia sumber segala ilham dan pengetahuan !!.
Jangan batasi kuasa Tuhan, jangan menganggap Tuhan tidak bisa membangkitkan nabi nabi-Nya di akhir jaman ini.
Jangan menganggap tidak aneh jika banyak peramal pada masa ini, tapi menganggap sangat aneh jika ada muncul nabi Tuhan sekarang ini.
Dari pada kamu mendengarkan ramalan ramalan peramal dalam acara info taiment di tv, mendingan kamu cari nabi Tuhan yang ada dalam seminar seminar yang di adakan diberbagai gereja saat ini. Banyak para nabi Tuhan yang oleh ilham dari Roh Kudus, mereka mendapat pesan maupun peringatan dan pernyataan dari Tuhan tentang apa yang akan terjadi kelak.

Saya terkadang mendengar beberapa orang yang sudah pelayanan di gereja, mau juga membicarakan apa yang di sampaikan para peramal yang muncul di tv, walaupun kemudian mereka mengalihkannya kepada firman Tuhan, well, paling tidak dia sudah ikut mewartakan ramalan si peramal itu.
Hati-hati, perlahan kita bisa terpengaruh dengan apa yang peramal katakan di acara acara tv yang dengan tidak sengaja kita lihat dan dengar.

” So then faith comes by hearing, … ” [ Romans 10:17a ].

Itu tergantung apa yang paling sering kamu dengar, apakah ramalan para peramal atau nubuatan para nabi Tuhan.
Saya tahu, masih banyak nabi Tuhan yang di pakai Tuhan menyampaikan pesan-pesan Tuhan untuk gerejaNya di akhir jaman ini. Mereka tidak hanya dari luar negeri, orang-orang Indonesia pun banyak. Tapi memang, mereka tidak mengekspos diri seperti para peramal yang sudah berani mempromosikan diri di berbagai media publik.

Memang, Tuhan akan memberikan tuntunan pribadi pada kita saat kita berdoa dan puasa mencari wajahNya.
Tapi terkadang supaya tidak sesat dan tidak sombong rohani, kita butuh konfirmasi dari hamba Tuhan terutama dari nabi Tuhan.
Jika Roh Kudus telah ada di dalam kita, dan jika kita memiliki persekutuan yang baik dengan Dia, maka Dia pasti sudah terlebih dulu berbicara didalam hati kita, sehingga setiap nubuatan yang kita terima itu adalah suatu konfirmasi dari apa yang sudah kita dapatkan terlebih dulu secara pribadi.

Cari Tuhan sungguh-sungguh dan tulus hati, maka kita pasti akan mendapatkan tuntunan dan peringatan dari Roh Kudus.
Jangan banyak mendengar apa yang para peramal katakan dalam acara=acara di televisi, radio atau majalah dan koran, hati-hati… itu bisa mempengaruhi.

” Give no regard to mediums and familiar spirits; do not seek after them, to be defiled by them; I am the LORD your God, ” [ Levit. 19:31 ].

” And the person who turns to mediums and familiar spirits, to prostitute himself with them, I will set My face against that person and cut him off from his people, ” [ Levit. 20:6 ].

” Then you will call upon Me, and go and pray to Me; and I will listen to you, and you will seek Me and find Me, when you search Me with all your heart , I will be found by you, ” [ Jeremiah 29: 12-14a ].

Marilah kita memasuki 2007 dengan hati dan iman yang murni agar kita dapat menerima ” God’s favor” tahun ini.
Jangan kotori hati kita dengan membiarkan telinga kita mendengar perkataan para peramal yang terus berbicara disekitar kitamelalui berbagai cara di tv, tabloid, koran dan majalah…..
Be strong in your spirit !!.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 4 January 2007.