Archive for February, 2007

" Pemenang Yang Kalah ??"

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on February 22, 2007 by Inna

Tuhan telah memberikan janji kepada kita sebagai orang yang percaya kepadaNya, bahwa kita akan menjadi pemenang dalam segala keadaan.
Tapi pada kenyataannya, dalam banyak hal kita seringkali mengalami kekalahan dan kegagalan saat menjalani kehidupan ini.
Kegagalan dan kekalahan terjadi bukan karena kurangnya perlengkapan yang diberikan Tuhan kepada kita, tapi seringkali kegagalan itu adalah karena apa yang timbul dari diri kita sendiri.
Pergumulan dan perjuangan kita yang terberat dalam hidup ini bukan melawan apa yang terlihat dan apa yang bisa kita sentuh, melainkan melawan kekuatan spiritual penguasa penguasa di udara yang ada dalam berbagai jenis roh yang selalu siap untuk menipu, mengintimidasi, juga menyesatkan cara kita berpikir.

Oleh karena itu, peperangan yang paling berat dan sangat menyiksa adalah pergumulan dan peperangan yang ada dalam pikiran kita.
Betapa seringnya kita terjebak dalam persoalan dan keadaan yang semakin kita pikirkan semakin membuat pikiran jadi ruwet sehingga membuat kita sangat tertekan, dan lama kelamaan bisa membuat kita depresi serta tawar hati.
Kalau sudah tawar hati maka otomatis iman kita akan menjadi lemah.
Jadi sudah jelas kalau kemenangan kita dimulai dari cara berpikir kita.
Cara berpikir kita sangat mempengaruhi arah iman kita. Kalau kita berpikiran negatif maka iman kita cenderung mengarah kepada yang negatif, sehingga kita lebih percaya bahwa kita akan gagal. Demikian juga sebaliknya……..
Cara berpikir kita harus terus menerus di up-grade alias di perbaharui.

Sebab jaman dan musim terus berganti, dari abad ke abad Iblis terus meng up-grade tipu muslihatnya, karena memang dia sangat cerdik dan licik.
Cara berpikir yang tidak mengalami pembaharuan akan cenderung sering berpikiran keliru dan negatif dalam menghadapi keadaan dan situasi yang dihadapi, sehingga penilaian yang diberikan dan keputusan yang diambil seringkali menghasilkan kekeliruan dan kegagalan atau kekalahan.
Itulah sebabnya, Iblis sering memasang perangkap ” comfort zone ” dan ” kesombongan rohani ” untuk membuat kita bisa menjadi stuck dalam pembaharuan cara berpikir.
Pada saat kita sudah merasa cukup dan puas dengan apa yang telah kita mengerti, pada saat kita merasa sudah menjadi orang yang sangat berpengalaman, pada saat kita meng-anggap pendapat kita selalu yang terbaik , maka pada saat itulah kita sudah mulai masuk kedalam perangkap Iblis, dan perlahan kita mulai terkurung dalam pola pikir yang tidak lagi selaras dengan tuntunan Roh Kudus yang selalu baru setiap hari.

” And do not be conformed to this world, but be transformed by the renewing of your mind, that you may prove what is that good and acceptable and perfect will of God “, [ Romans 12:2 ].

Seringkali pada saat kita datang kepadaNya, minta agar Roh Kudus menolong dan mengajari kita, pada kenyataannya kita tidak mendapatkan yang maksimal. Karena ketika mau menerima yang baru kita tidak mau melepaskan pola pikir yang lama. Sehingga kita sama seperti orang yang mau memakai baju yang baru tapi tidak mau melepaskan pakaian yang sedang dipakai yaitu pakaian lama yang sudah usang dan berbau. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika keduanya sama sama dipakai…. jadi aneh dan mubazir.

Iblis sangat tahu bahwa cara berpikir sangat mempengaruhi kiblat iman kita mengarah kemana. Jika iman kita mengarah kepada firman Tuhan maka sudah pasti kemenangan itu akan menjadi milik kita yang tetap.

” And this is the victory that has overcome the world : our faith. Who is he who believes that Jesus is the Son God ? “, [ I John 5:4,5 ].

Ini bukan soal ilmu theologia, tapi pembaharuan pikiran yang di dapatkan pada saat saat kita berdiam diri bersama Roh Kudus dan Firman Tuhan. Karena berdiam diri merenungkan Firman Tuhan tanpa tuntunan dari Roh Kudus secara nyata hanya akan menghasilkan “ilmu orang farisi”.
Ketika kita membuang kesombongan, ketika motivasi kita tulus dan murni, ketika kita rela menerima penderitaan yang harus kita lami, ketika hati kita tanpa rasa iri, benci dan marah, ketika kita sadar kalau kita ini tidak ada apa apanya tanpa Tuhan, maka pada saat seperti itulah pembaharuan yang dari Roh Kudus akan terjadi dari waktu ke waktu.

Tuhan sangat tahu dan mengerti akan kelemahan kita, itulah sebabnya Dia mengutus Roh Kudus tetap tinggal di dunia ini saat Tuhan Yesus diangkat kembali ke surga.
Tuhan juga panjang sabar ketika kita sering sulit untuk menerima tuntunan dan pengajaran dari Roh Kudus karena kesombongan dan kekerasan hati kita.
Karena itu, jika kamu masih saja jatuh bangun dan sering keliru dalam cara berpikir dan mengambil keputusan, jangan kecewa dan tawar hati.
Sebab bagi Tuhan, tidak penting berapa kali kamu jatuh dan gagal, yang penting adalah berapa kali kamu segera bangkit dan mulai berjalan lagi.

” For a righteous man may fall seven times and rise again, but the wicked shall fall by calamity “, [ Proverbs 24:16 ].

Kemenangan memang telah diberikan untuk menjadi milik kita yang mutlak, karena Kristus telah mengalahkan dunia ini di atas kayu salib dan bangkit dari kuburNya pada hari yang ke tiga.
Tapi untuk menjalani hidup berkemenangan itu kita harus belajar dan belajar dari satu kemenangan kepada kemenangan berikutnya. Dan kemenangan itu dimulai dari cara berpikir yang terus menerus diperbaharui.
Dari satu musim ke musim yang lain dalam menjalani gelombang hidup ini, kita jangan pernah bosan untuk meng up-grade cara pikir kita, agar bisa sesuai dengan perkembangan gerakan Roh Kudus dimana kita berada.
Dengan begitu, kita bisa berkata kepada setiap pergumulan dan peperangan yang kita hadapi :
” Yet in all these things, I am more than conqueror through Jesus who loved me….!! ‘, [ Romans 8:37 ].
God bless you, folks !!.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 23 February 2007.

Flood in Jakarta

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, faith on February 7, 2007 by Inna








Penduduk Jakarta telah diingatkan akan siklus banjir 5 tahunan, ya semua sudah bersiap menanti datangnya banjir besar yang akan terjadi 5 tahun sekali, terutama buat mereka yang tiap musim hujan tiba sudah pasti daerahnya terkena banjir.
Pada awal bulan February siklus itu di mulai…. maka hujanpun turun sepanjang malam dan sepanjang hari, dan dalam beberapa jam saja banjir yang sangat besar datang menerobos, ternyata kali ini daerah daerah yang belum pernah kena banjir sebelumnya kini mengalami banjir, sehingga banyak yang tidak siap dan sangat terkejut.
Penduduk yang daerah rumahnya sudah biasa kena banjir saja tidak menyangka bahwa effectnya akan separah ini, apalagi bagi yang belum pernah terkena banjir sebelumnya. Maka semua sangat terkejut, karena sama sekali tidak menyangka bahwa banjir yang datang akan sedahsyat ini.
Bayangkan, 60% kota Jakarta tertutup air….!
Dalam waktu 7 hari banjir ini telah memakan korban nyawa hampir 60 orang.
Ada yang terseret arus deras, ada yang tersengat aliran listrik.
Ya, sudah 7 hari air tidak surut dibanyak daerah…., maka dibanyak tempat listrik padam dan air bersih juga tidak jalan, saluran telpon mati.
Bahkan istana kepresidenan pun kemasukan banjir.
Hmmm, padahal hujannya kadang berhenti seharian. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana kalau hujannya seperti pada zaman nabi Nuh yang dalam 40 hari terus menerus turun. Ahhh, saya kira, Jakarta memerlukan waktu tidak sampai seminggu semua akan terendam air karena memang system tata kotanya sudah sangat kacau. Daerah resapan air di kota Jakarta sudah amat sangat minim, karena dimana mana sudah dibangun mall dan perumahan elit. Taman-taman kota semakin sedikit.
Karena ke-teledor-an manusia maka alam tidak lagi bersahabat dengan manusia. Padahal sejak semula manusia ditugaskan Tuhan untuk mengusahakan dan memelihara daerah dimana dia tinggal, baru kemudian berkuasa atas segala makhluk yang ada di bumi.
Tapi, karena manusia tidak mengusahakan dan memelihara dengan baik daerah dimana dia tinggal, maka dengan sendirinya keadaan jadi kacau dan semrawut, sehingga manusia kehilangan kendali dan tidak bisa lagi menguasai daerahnya. Sehingga alam yang tadinya bisa diajak bersahabat kini berbalik menjadi lawan yang dapat mematikan dan memusnahkan.
Dalam semalam, orang kehilangan segalanya….. rumah, harta kekayaan bahkan ada yang kehilangan orang-orang yang di kasihinya.
Tangan tangan yang tadinya di pakai untuk bekerja mencari nafkah, dalam sehari berubah, kini di pakai untuk menengadah meminta bantuan dan makanan pada orang-orang dermawan yang datang dan lewat.
Seandainya nanti banjir telah surut….. banyak dari mereka yang akan mulai dari titik nadir, mulai dari zero untuk mengisi kembali rumahnya dengan perabotan. Bagaimana dengan mereka yang rumahnya habis hanyut diterjang banjir yang besar itu?, darimana dan bagaimana mereka harus mulai?.

Doa seperti apalagi yang akan kita naikkan bagi bangsa ini?
Dari tahun ke tahun doa terus dipanjatkan, dan kita tidak menemukan banyak hal seperti yang kita ingini atas bangsa Indonesia.
Bencana demi bencana terjadi, wabah penyakit demi wabah penyakit datang dan merenggut nyawa, bangsa ini sudah menerima pukulan disetiap bagian tubuhnya, tapi masih lagi tetapi dihajar dan di pukul.
Apakah Tuhan membenci bangsa Indonesia?.
Tidak, sama sekali tidak……!!.
Tuhan sangat mengasihi Indonesia, dan Tuhan ingin bangsa ini mengenalNya sebagai satu-satunya Tuhan.
Karena itu, marilah kita tetap terus memohon agar Tuhan mencurahkan hujan pertobatan atas bangsa ini. Karena kalau bukan Tuhan, tidak ada yang bisa merubah hati manusia.
Melalui kejadian demi kejadian yang telah bangsa ini alami, Tuhan berharap hati bangsa ini jadi lembut terhadap suara Tuhan.

Kalau kemarin kemarin daerah lain yang kena bencana, maka kini ibukota negara ini mendapat giliran. Hmmm kalau pusatnya sudah kena giliran, maka berarti tidak lama lagi akan sampai pada hari penentuan, Tuhan akan menuntaskan pekerjaanNya atas bangsa ini. Karena Dia yang sudah memulai, Dia juga yang akan menyelesaikannya.

Karena itu, saat ini, mari kita bangkitkan terus semangat kita untuk berdiri bagi bangsa ini di hadapan Tuhan, berperkara dan memohon pertobatan di curahkan atas bangsa Indonesia tercinta.

” I will utterly consume everything from the face of the land,” says the LORD; ” I will consume man and beast; I will consume the birds of the heavens, the fish of the sea, and the stumbling blocks along with the wicked. I will cut off man from thr face of the land,” Says The LORD.
Be silent in the presence of the Lord GOD; For the day of the LORD is at hand, For the LORD has prepared a sacrifice; He has invited His guests ,” [ Zephaniah 1: 2,3,7 ].

” Gather yourselves together, yes, gather together, O undesirable nation, before the decree is issued, or the day passes like chaff, before the day of the LORD’s anger comes upon you!. Seek the LORD, all you meek of the earh, who have upheld His justice, seek righteousness, seek humility, it may be that you will be hidden in the day of the LORD’s anger, ” [ Zephaniah 2:1-3 ].


Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 8 February 2007.