Tuhan telah memberikan janji kepada kita sebagai orang yang percaya kepadaNya, bahwa kita akan menjadi pemenang dalam segala keadaan.
Tapi pada kenyataannya, dalam banyak hal kita seringkali mengalami kekalahan dan kegagalan saat menjalani kehidupan ini.
Kegagalan dan kekalahan terjadi bukan karena kurangnya perlengkapan yang diberikan Tuhan kepada kita, tapi seringkali kegagalan itu adalah karena apa yang timbul dari diri kita sendiri.
Pergumulan dan perjuangan kita yang terberat dalam hidup ini bukan melawan apa yang terlihat dan apa yang bisa kita sentuh, melainkan melawan kekuatan spiritual penguasa penguasa di udara yang ada dalam berbagai jenis roh yang selalu siap untuk menipu, mengintimidasi, juga menyesatkan cara kita berpikir.
Oleh karena itu, peperangan yang paling berat dan sangat menyiksa adalah pergumulan dan peperangan yang ada dalam pikiran kita.
Betapa seringnya kita terjebak dalam persoalan dan keadaan yang semakin kita pikirkan semakin membuat pikiran jadi ruwet sehingga membuat kita sangat tertekan, dan lama kelamaan bisa membuat kita depresi serta tawar hati.
Kalau sudah tawar hati maka otomatis iman kita akan menjadi lemah.
Jadi sudah jelas kalau kemenangan kita dimulai dari cara berpikir kita.
Cara berpikir kita sangat mempengaruhi arah iman kita. Kalau kita berpikiran negatif maka iman kita cenderung mengarah kepada yang negatif, sehingga kita lebih percaya bahwa kita akan gagal. Demikian juga sebaliknya……..
Cara berpikir kita harus terus menerus di up-grade alias di perbaharui.
Sebab jaman dan musim terus berganti, dari abad ke abad Iblis terus meng up-grade tipu muslihatnya, karena memang dia sangat cerdik dan licik.
Cara berpikir yang tidak mengalami pembaharuan akan cenderung sering berpikiran keliru dan negatif dalam menghadapi keadaan dan situasi yang dihadapi, sehingga penilaian yang diberikan dan keputusan yang diambil seringkali menghasilkan kekeliruan dan kegagalan atau kekalahan.
Itulah sebabnya, Iblis sering memasang perangkap ” comfort zone ” dan ” kesombongan rohani ” untuk membuat kita bisa menjadi stuck dalam pembaharuan cara berpikir.
Pada saat kita sudah merasa cukup dan puas dengan apa yang telah kita mengerti, pada saat kita merasa sudah menjadi orang yang sangat berpengalaman, pada saat kita meng-anggap pendapat kita selalu yang terbaik , maka pada saat itulah kita sudah mulai masuk kedalam perangkap Iblis, dan perlahan kita mulai terkurung dalam pola pikir yang tidak lagi selaras dengan tuntunan Roh Kudus yang selalu baru setiap hari.
” And do not be conformed to this world, but be transformed by the renewing of your mind, that you may prove what is that good and acceptable and perfect will of God “, [ Romans 12:2 ].
Seringkali pada saat kita datang kepadaNya, minta agar Roh Kudus menolong dan mengajari kita, pada kenyataannya kita tidak mendapatkan yang maksimal. Karena ketika mau menerima yang baru kita tidak mau melepaskan pola pikir yang lama. Sehingga kita sama seperti orang yang mau memakai baju yang baru tapi tidak mau melepaskan pakaian yang sedang dipakai yaitu pakaian lama yang sudah usang dan berbau. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika keduanya sama sama dipakai…. jadi aneh dan mubazir.
Iblis sangat tahu bahwa cara berpikir sangat mempengaruhi kiblat iman kita mengarah kemana. Jika iman kita mengarah kepada firman Tuhan maka sudah pasti kemenangan itu akan menjadi milik kita yang tetap.
” And this is the victory that has overcome the world : our faith. Who is he who believes that Jesus is the Son God ? “, [ I John 5:4,5 ].
Ini bukan soal ilmu theologia, tapi pembaharuan pikiran yang di dapatkan pada saat saat kita berdiam diri bersama Roh Kudus dan Firman Tuhan. Karena berdiam diri merenungkan Firman Tuhan tanpa tuntunan dari Roh Kudus secara nyata hanya akan menghasilkan “ilmu orang farisi”.
Ketika kita membuang kesombongan, ketika motivasi kita tulus dan murni, ketika kita rela menerima penderitaan yang harus kita lami, ketika hati kita tanpa rasa iri, benci dan marah, ketika kita sadar kalau kita ini tidak ada apa apanya tanpa Tuhan, maka pada saat seperti itulah pembaharuan yang dari Roh Kudus akan terjadi dari waktu ke waktu.
Tuhan sangat tahu dan mengerti akan kelemahan kita, itulah sebabnya Dia mengutus Roh Kudus tetap tinggal di dunia ini saat Tuhan Yesus diangkat kembali ke surga.
Tuhan juga panjang sabar ketika kita sering sulit untuk menerima tuntunan dan pengajaran dari Roh Kudus karena kesombongan dan kekerasan hati kita.
Karena itu, jika kamu masih saja jatuh bangun dan sering keliru dalam cara berpikir dan mengambil keputusan, jangan kecewa dan tawar hati.
Sebab bagi Tuhan, tidak penting berapa kali kamu jatuh dan gagal, yang penting adalah berapa kali kamu segera bangkit dan mulai berjalan lagi.
” For a righteous man may fall seven times and rise again, but the wicked shall fall by calamity “, [ Proverbs 24:16 ].
Kemenangan memang telah diberikan untuk menjadi milik kita yang mutlak, karena Kristus telah mengalahkan dunia ini di atas kayu salib dan bangkit dari kuburNya pada hari yang ke tiga.
Tapi untuk menjalani hidup berkemenangan itu kita harus belajar dan belajar dari satu kemenangan kepada kemenangan berikutnya. Dan kemenangan itu dimulai dari cara berpikir yang terus menerus diperbaharui.
Dari satu musim ke musim yang lain dalam menjalani gelombang hidup ini, kita jangan pernah bosan untuk meng up-grade cara pikir kita, agar bisa sesuai dengan perkembangan gerakan Roh Kudus dimana kita berada.
Dengan begitu, kita bisa berkata kepada setiap pergumulan dan peperangan yang kita hadapi :
” Yet in all these things, I am more than conqueror through Jesus who loved me….!! ‘, [ Romans 8:37 ].
God bless you, folks !!.
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 23 February 2007.







