Mulai dalam kitab Kisah Rasul 9 sampai 15, kita bisa membaca tentang dua orang hamba Tuhan yang menjadi pasangan tangguh dalam melakukan pekerjaan Tuhan, mereka adalah Paulus dan Barnabas.
Nama mereka berdua selalu disebut secara bersamaan; karena dimana ada Paulus pasti disitu ada Barnabas, demikian juga sebaliknya. Keduanya berjalan ber-iringan dalam pemberitaan injil, dan banyak perkara ajaib yang terjadi ketika keduanya bersama dalam pelayanan mereka.
Kisah persahabatan Paulus dan Barnabas dimulai ketika Paulus masih bernama Saulus. Ketika itu tidak diterima dikalangan murid-murid Tuhan Yesus, karena sebelumnya dia dikenal sebagai penganiaya jemaat Tuhan. Tetapi Barnabas menerima dia dan menjadi orang yang merekomendasikan dia sehingga akhirnya para rasul mau menerimanya.
Barnabas adalah seorang peramah, suka menolong dan cinta Tuhan. Paulus adalah seorang yang tegas, berani, disiplin dan cinta Tuhan.
Kedua orang yang berbeda karakter ini saling melengkapi dalam pelayanan.
Dan Barnabas yang sangat pemurah hati ini ternyata membawa serta keponakannya dalam pelayanannya, namanya adalah Yohanes yang juga disebut Markus [ Col0ssians.4:10 ].
Markus yang masih muda ini, pada suatu ketika entah untuk keperluan apa, dia tiba tiba meninggalkan pamannya dan Paulus di Pamfilia, untuk kembali kekota asalnya yaitu Yerusalem.
Paulus adalah seorang yang tegas dan disiplin, tindakan Markus ini baginya adalah suatu tindakan yang tidak displin.
Ketika mereka akan mengadakan perjalanan untuk mengunjungi saudara saudara seiman diberbagai kota, ternyata Markus sudah kembali dari Yerusalem…. dan Barnabas ingin membawa Markus ikut dalam rombongan perjalanan misi ini. Maka Paulus dengan tegas menolak keinginan Barnabas, karena dia menganggap Markus tidak disipiln dan tidak punya komitment dalam pelayanan. Barnabas yang murah hati dan peramah ini tidak bisa terima akan sikap Paulus ini…..
Barnabas adalah type orang yang selalu welcome pada orang-orang yang mau melayani Tuhan. Paulus yang dulu masih Saulus saja dia terima, apalagi Markus keponakannya…… Bagi dia, tindakan Markus yang pernah pergi begitu saja meninggalkan mereka bukanlah persoalan yang menjadi dasar untuk menolaknya dalam pelayanan mereka. Maka akibatnya terjadilah perselisihan yang tajam antara Paulus dan Barnabas, yang mengakibatkan kedua orang sahabat ini berpisah…!!. Barnabas tidak mau lagi berjalan bersama Paulus, dia lalu pergi berlayar ke Cyprus, tentu Markus sang keponakan tersayang juga dibawanya serta.
Dan sejak itu, kita tidak pernah lagi melihat nama Barnabas disebut, seolah pelayanannya tidak lagi beranjak dari daerah Cyprus.
Kalau kita menilai dari cara pikir yang biasanya, rasanya Paulus seperti orang yang dikatakan ” kacang yang lupa kulit “. Sepertinya dia lupa bahwa orang yang pertama menerima dia dalam jemaat Tuhan adalah Barnabas, orang yang memperkenalkan dia kepada rasul-rasul adalah Barnabas.
Tapi kok ” kacang lupa kulit ” ini malah kemudian semakin dahsyat dipakai Tuhan, dia juga menjadi orang yang sangat besar andilnya dalam pergerakan gereja Tuhan yang mula-mula. Sementara Barnabas namanya tidak pernah lagi disebut setelah kejadian di Kisah Rasul 15.
Yah, kita tidak bisa bilang bahwa Barnabas berhenti melayani Tuhan sejak itu, saya yakin Barnabas tetap melayani Tuhan. Tapi yang terang Barnabas tidak lagi berada dalam pusat gerakan gelombang Roh Kudus, karena dia tidak lagi seperti dalam frekwensi yang sebelumnya, dimana pergerakan kuasa Roh Kudus sangat terlihat dalam pelayanannya bersama Paulus.
Sebenarnya, kalau dia mau, dia bisa saja kembali pada Paulus, seperti apa yang kemudian dilakukan Markus…….
Karena ternyata, Markus keponakannya, orang yang menjadi sumber perpisahannya dengan Paulus, dikemudian hari meninggalkan Barnabas untuk kembali kepada Paulus, ketika itu Paulus sedang dalam penjara di Roma.
Nama Markus kemudian masih terus tetap disebut dalam beberapa surat Paulus ketika dia dalam penjara, Paulus menyebutnya sebagai ” teman sekerjaku ” [ Philemon 24 ].
Bahkan di surat rasul Petrus, rasul Petrus menyebut Markus sebagai “anakku” [ 1 Pet.5:13 ].
Markus yang tadinya seorang yang suka bikin gara-gara, ternyata pada akhirnya mengerti dimana pusat gerakan Roh Kudus sedang bergerak.
Sekalipun Paulus sedang dalam penjara, dia memutuskan untuk kembali kepada Paulus. Dan Paulus yang tadinya mengira bahwa Markus adalah orang yang tidak punya komitment akhirnya menerima dia kembali, karena Markus bersedia melayani Paulus yang sedang dalam penjara di Roma.
Seandainya saja Barnabas mau kembali……..
Kita banyak melihat contoh, orang-orang yang tadinya bersama dan bersatu melayani Tuhan, tapi kemudian berpisah….
Ada memang perpisahan yang di kehendaki Tuhan, agar kedua belah pihak bisa dipakai Tuhan lebih maksimal lagi.
Tapi ada perpisahan yang menimbulkan luka hati di satu pihak, dimana ini sebenarnya tidak harus terjadi. Tapi karena ke-egoisan, dan ke-kecewaan akhirnya perpisahan terjadi, yang satu tetap dalam track pusat gerakan Roh Kudus, dan yang lainnya masuk dalam tracknya sendiri…
Perpisahan Abraham dan Lot adalah contoh yang sangat tragis, dimana Lot akhirnya kehil;angan segala-galanya.
Perpisahan Yakub dengan keluarganya adalah contoh yang dramatis, dimana akhirnya Yakub menjadi suatu bangsa yang besar yaitu Israel.
Saudaraku, sekalipun kita ada dalam era pergerakan Roh Kudus, ternyata konflik bisa saja terjadi diantara kita, maupun diantara orang-orang yang kita sebut pemimpin rohani.
Kita bisa belajar dari apa yang terjadi antara Paulus dan Barnabas.
Kita harus hati-hati, untuk jangan mengikuti perasaan hati saat konflik terjadi. Karena perasaan hati atau emotion bisa membuat kita keliru menilai, keliru memilih, juga bisa keliru dalam mengambil keputusan.
Memang, banyak hal yang tidak kita mengeri ternyata di ijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita maupun dalam lingkungan kita.
Ya, kita tidak bisa mengerti, kenapa pada saat kita ingin kesatuan tubuh Kristus terjadi, yang kita lihat malahan keretakan maupun perpisahan. Sehingga kalau tidak hati-hati, jangan-jangan bisa tawar hati dan pesimis akan tercapainya kesatuan tubuh Kristus di akhir jaman.
Tapi sebenarnya, semua yang terjadi ada dalam perhatiannya Tuhan. Dan saya percaya, tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan buat gerejaNya di akhir jaman ini, karena hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ke dunia ini tidak bisa dicegah….!!, karena itu Roh Kudus pasti akan menuntaskan tugasnya di dunia ini, yaitu untuk mempersiapkan gereja Tuhan sebagai pengantin Tuhan pada waktunya.
Dan buat orang orang yang rendah hati serta tulus hati, konflik konflik yang terjadi malah akan membuat mereka jadi dewasa dan siap untuk menjadi pengantin dalam pesta perkawinan Anak Domba Allah.
Sebab itu, mari kita berjaga-jaga supaya kita tidak mengalami perpisahan yang menjauhkan kita dari pusat pergerakan Roh Kudus di akhir jaman ini.
Biarlah kiranya kasih dan damai sejahtera dalam Kristus Yesus berkuasa dalam hati kita sampai pada kesudahannya.
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta March, 22, 2007.