Archive for March, 2007

" P e r p i s a h a n "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on March 22, 2007 by Inna

Mulai dalam kitab Kisah Rasul 9 sampai 15, kita bisa membaca tentang dua orang hamba Tuhan yang menjadi pasangan tangguh dalam melakukan pekerjaan Tuhan, mereka adalah Paulus dan Barnabas.
Nama mereka berdua selalu disebut secara bersamaan; karena dimana ada Paulus pasti disitu ada Barnabas, demikian juga sebaliknya. Keduanya berjalan ber-iringan dalam pemberitaan injil, dan banyak perkara ajaib yang terjadi ketika keduanya bersama dalam pelayanan mereka.

Kisah persahabatan Paulus dan Barnabas dimulai ketika Paulus masih bernama Saulus. Ketika itu tidak diterima dikalangan murid-murid Tuhan Yesus, karena sebelumnya dia dikenal sebagai penganiaya jemaat Tuhan. Tetapi Barnabas menerima dia dan menjadi orang yang merekomendasikan dia sehingga akhirnya para rasul mau menerimanya.
Barnabas adalah seorang peramah, suka menolong dan cinta Tuhan. Paulus adalah seorang yang tegas, berani, disiplin dan cinta Tuhan.
Kedua orang yang berbeda karakter ini saling melengkapi dalam pelayanan.
Dan Barnabas yang sangat pemurah hati ini ternyata membawa serta keponakannya dalam pelayanannya, namanya adalah Yohanes yang juga disebut Markus [ Col0ssians.4:10 ].
Markus yang masih muda ini, pada suatu ketika entah untuk keperluan apa, dia tiba tiba meninggalkan pamannya dan Paulus di Pamfilia, untuk kembali kekota asalnya yaitu Yerusalem.
Paulus adalah seorang yang tegas dan disiplin, tindakan Markus ini baginya adalah suatu tindakan yang tidak displin.
Ketika mereka akan mengadakan perjalanan untuk mengunjungi saudara saudara seiman diberbagai kota, ternyata Markus sudah kembali dari Yerusalem…. dan Barnabas ingin membawa Markus ikut dalam rombongan perjalanan misi ini. Maka Paulus dengan tegas menolak keinginan Barnabas, karena dia menganggap Markus tidak disipiln dan tidak punya komitment dalam pelayanan. Barnabas yang murah hati dan peramah ini tidak bisa terima akan sikap Paulus ini…..
Barnabas adalah type orang yang selalu welcome pada orang-orang yang mau melayani Tuhan. Paulus yang dulu masih Saulus saja dia terima, apalagi Markus keponakannya…… Bagi dia, tindakan Markus yang pernah pergi begitu saja meninggalkan mereka bukanlah persoalan yang menjadi dasar untuk menolaknya dalam pelayanan mereka. Maka akibatnya terjadilah perselisihan yang tajam antara Paulus dan Barnabas, yang mengakibatkan kedua orang sahabat ini berpisah…!!. Barnabas tidak mau lagi berjalan bersama Paulus, dia lalu pergi berlayar ke Cyprus, tentu Markus sang keponakan tersayang juga dibawanya serta.
Dan sejak itu, kita tidak pernah lagi melihat nama Barnabas disebut, seolah pelayanannya tidak lagi beranjak dari daerah Cyprus.
Kalau kita menilai dari cara pikir yang biasanya, rasanya Paulus seperti orang yang dikatakan ” kacang yang lupa kulit “. Sepertinya dia lupa bahwa orang yang pertama menerima dia dalam jemaat Tuhan adalah Barnabas, orang yang memperkenalkan dia kepada rasul-rasul adalah Barnabas.
Tapi kok ” kacang lupa kulit ” ini malah kemudian semakin dahsyat dipakai Tuhan, dia juga menjadi orang yang sangat besar andilnya dalam pergerakan gereja Tuhan yang mula-mula. Sementara Barnabas namanya tidak pernah lagi disebut setelah kejadian di Kisah Rasul 15.
Yah, kita tidak bisa bilang bahwa Barnabas berhenti melayani Tuhan sejak itu, saya yakin Barnabas tetap melayani Tuhan. Tapi yang terang Barnabas tidak lagi berada dalam pusat gerakan gelombang Roh Kudus, karena dia tidak lagi seperti dalam frekwensi yang sebelumnya, dimana pergerakan kuasa Roh Kudus sangat terlihat dalam pelayanannya bersama Paulus.
Sebenarnya, kalau dia mau, dia bisa saja kembali pada Paulus, seperti apa yang kemudian dilakukan Markus…….
Karena ternyata, Markus keponakannya, orang yang menjadi sumber perpisahannya dengan Paulus, dikemudian hari meninggalkan Barnabas untuk kembali kepada Paulus, ketika itu Paulus sedang dalam penjara di Roma.
Nama Markus kemudian masih terus tetap disebut dalam beberapa surat Paulus ketika dia dalam penjara, Paulus menyebutnya sebagai ” teman sekerjaku ” [ Philemon 24 ].
Bahkan di surat rasul Petrus, rasul Petrus menyebut Markus sebagai “anakku” [ 1 Pet.5:13 ].
Markus yang tadinya seorang yang suka bikin gara-gara, ternyata pada akhirnya mengerti dimana pusat gerakan Roh Kudus sedang bergerak.
Sekalipun Paulus sedang dalam penjara, dia memutuskan untuk kembali kepada Paulus. Dan Paulus yang tadinya mengira bahwa Markus adalah orang yang tidak punya komitment akhirnya menerima dia kembali, karena Markus bersedia melayani Paulus yang sedang dalam penjara di Roma.
Seandainya saja Barnabas mau kembali……..

Kita banyak melihat contoh, orang-orang yang tadinya bersama dan bersatu melayani Tuhan, tapi kemudian berpisah….
Ada memang perpisahan yang di kehendaki Tuhan, agar kedua belah pihak bisa dipakai Tuhan lebih maksimal lagi.
Tapi ada perpisahan yang menimbulkan luka hati di satu pihak, dimana ini sebenarnya tidak harus terjadi. Tapi karena ke-egoisan, dan ke-kecewaan akhirnya perpisahan terjadi, yang satu tetap dalam track pusat gerakan Roh Kudus, dan yang lainnya masuk dalam tracknya sendiri…
Perpisahan Abraham dan Lot adalah contoh yang sangat tragis, dimana Lot akhirnya kehil;angan segala-galanya.
Perpisahan Yakub dengan keluarganya adalah contoh yang dramatis, dimana akhirnya Yakub menjadi suatu bangsa yang besar yaitu Israel.

Saudaraku, sekalipun kita ada dalam era pergerakan Roh Kudus, ternyata konflik bisa saja terjadi diantara kita, maupun diantara orang-orang yang kita sebut pemimpin rohani.
Kita bisa belajar dari apa yang terjadi antara Paulus dan Barnabas.
Kita harus hati-hati, untuk jangan mengikuti perasaan hati saat konflik terjadi. Karena perasaan hati atau emotion bisa membuat kita keliru menilai, keliru memilih, juga bisa keliru dalam mengambil keputusan.

Memang, banyak hal yang tidak kita mengeri ternyata di ijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita maupun dalam lingkungan kita.
Ya, kita tidak bisa mengerti, kenapa pada saat kita ingin kesatuan tubuh Kristus terjadi, yang kita lihat malahan keretakan maupun perpisahan. Sehingga kalau tidak hati-hati, jangan-jangan bisa tawar hati dan pesimis akan tercapainya kesatuan tubuh Kristus di akhir jaman.
Tapi sebenarnya, semua yang terjadi ada dalam perhatiannya Tuhan. Dan saya percaya, tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan buat gerejaNya di akhir jaman ini, karena hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ke dunia ini tidak bisa dicegah….!!, karena itu Roh Kudus pasti akan menuntaskan tugasnya di dunia ini, yaitu untuk mempersiapkan gereja Tuhan sebagai pengantin Tuhan pada waktunya.
Dan buat orang orang yang rendah hati serta tulus hati, konflik konflik yang terjadi malah akan membuat mereka jadi dewasa dan siap untuk menjadi pengantin dalam pesta perkawinan Anak Domba Allah.
Sebab itu, mari kita berjaga-jaga supaya kita tidak mengalami perpisahan yang menjauhkan kita dari pusat pergerakan Roh Kudus di akhir jaman ini.
Biarlah kiranya kasih dan damai sejahtera dalam Kristus Yesus berkuasa dalam hati kita sampai pada kesudahannya.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta March, 22, 2007.

" Tambahkan Kapasitas…. "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on March 8, 2007 by Inna

Begitu memasuki tahun 2007, bangsa kita semakin mengalami banyak kecelakaan transportasi dan juga musibah gempa, banjir dan tanah longsor.
Ketika melihat tayangan berita di tv yang melaporkan kejadian tentang gempa dan tanah longsor, kadang saya bingung itu tentang daerah yang dimana….
Ya, karena sudah terlalu bertubi-tubi, setiap hari ada saja berita tentang tanah longsor, gempa dan kecelakaan pesawat terbang maupun kapal laut.
Baru saja hilang rasa terkejut tentang kecelakaan pesawat yang ini, eh tau-tau terjadi lagi kecelakaan pesawat terbang yang berikutnya.
Hampir setiap hari hati saya menjerit menangis ketika melihat korban yang terus berjatuhan serta orang-orang yang mendadak kehilangan segalanya dalam satu hari saja.
Semua terjadi silih berganti dalam kurun waktu yang sangat cepat.
Sampai sampai seorang pembicara talk-show di tv berkata bahwa seperti sedang menunggu kocokan gulungan kertas dalam arisan, seperti itulah saat ini setiap daerah sedang menanti giliran untuk mendapatkan namanya keluar sebagai tempat yang mendapat giliran untuk menerima musibah.

Masih ingatkah saudara bahwa ketika memasuki awal tahun ini, kita mendapat banyak pernyataan dari hamba Tuhan??… bahwa tahun ini adalah tahun perkenanan Tuhan [ God's favor ], tahun ini adalah tahun breakthrough, tahun ini adalah tahun dimana kasih karunia Tuhan akan dicurahkan lebih lagi atas kita semua…..
Ketika mendengar pernyataan-pernyataan itu tentu hati kita dipenuhi dengan berbagai pengharapan yang indah dan pengharapan akan terjadinya banyak penerobosan diberbagai aspek dalam kehidupan kita.
Tapi ternyata kemudian, ketika bulan demi bulan berlalu yang kita lihat adalah musibah gempa bumi, sakit penyakit, tanah longsor, banjir, kecelakaan pesawat terbang dan kapal laut juga kereta api…. semua silih berganti terjadi hari demi hari, minggu demi minggu, begitu cepat dan bertubi tubi.
Dan kita juga melihat bahwa banyak saudara kita yang seiman mendapat bagian dalam hal ini. Kita bisa melihat banyak saudara seiman yang sedang mendapat ujian seperti Ayub….
Mereka hidup melakukan kehendak Tuhan dengan sungguh-sungguh, mereka tulus hati kepada Tuhan , tapi ternyata kemudian mereka turut mendapat bagian bersama dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Tapi memang, akankah nilai kasih karunia itu benar-benar berharga dimata kita jika itu dicurahkan pada saat kita sedang dalam keadaan yang enak, aman dan sentosa…?.
Akankah kita bisa tetap percaya pada kasih karunia Tuhan pada saat kita sedang dalam keadaan seperti orang yang kena murka Tuhan?, padahal kita selalu menjaga agar hidup berkenan kepadaNya.
Akankah kita benar-benar tulus mengakui bahwa Tuhan melakukan penerobosan bagi kita jika kita dalam keadaan yang prima dan selalu berhasil?.
Mampukah kita untuk tidak menjadi sombong rohani? ketika semua doa kita selalu dijawab dengan tepat oleh Tuhan?.
Pada kenyataannya, banyak orang yang kurang menghargai kasih karunia saat dia selalu berada dalam keadaan yang baik dan menyenangkan.
Malah banyak yang menjadi kurang setia pada Tuhan ketika dia berada ditempat yang semakin tinggi.
Tuhan tahu siapa kita, dia tahu bahwa manusia bisa menjadi dingin kasihnya kepada Tuhan saat dia ada dalam comfort zone.
Tuhan tahu bahwa iman kita tidak akan bertumbuh serta manusia rohani kita tidak akan menjadi dewasa jika kita selalu dibiarkan dalam posisi dan kondisi yang baik dan “top “.

” Who shall separate us from the love of Christ? Shalt tribulation, or distress, or persecution, or famine, or nakedless, or peril, or sword? “, [Roman 8:35].

” For I am persuaded that neither death nor life, nor angels nor principalities nor power, nor things present nor things to come, nor height nor depth, nor any other created thing, shall be able to seperate us from the love of God which is in Christ Jesus our Lord “, [ Roman 8:38,39 ].

Sejarah membuktikan bahwa “masa sulit” dan penganiayaan malah membuat gereja Tuhan semakin kuat dan bertumbuh.
Dan kita juga banyak melihat bahwa jika dibiarkan terus menerus dalam keadaan yang enak bisa membuat kita sulit menghargai kasih karunia dan kebaikan Tuhan. Lama kelamaan pengucapan syukur kita tidak lagi sesuatu yang bisa disebut ” korban pengucapan syukur”. Karena tidak ada darah dan air mata disana…… Hati yang seperti ini tidak akan siap untuk menerima jenis kasih karunia yang akan dicurahkan Tuhan pada hari hari terakhir diakhir jaman ini.
Kenyamanan dan kenikmatan- lah yang justru bisa memisahkan kita dari kasih Allah…. Banyak orang yang tadinya waktu masih miskin dan sakit-sakitan dia sangat tekun mencari Tuhan, dia sangat bergantung pada kasih karunia dan kasih setia Tuhan dari waktu kewaktu. Tapi begitu dia mulai kaya dan semakin kaya, tubuhnya juga semakin sehat dan sangat sehat… lama kelamaan orang yang seperti itu perlahan berubah menjadi orang yang biasa-biasa saja terhadap Tuhan, malah banyak juga yang menjauh dari Tuhan.

Kita membutuhkan sikap hati yang baru untuk bisa menerima God’s favor, sikap hati yang terus baru dari hari demi hari….
Kita tidak bisa memiliki kapasitas hati yang sama dengan tahun lalu, karena kasih karunia yang akan dicurahkan Tuhan kadarnya melebihi tahun tahun yang telah berlalu.
Tuhan mengatakan bahwa hari-hari diakhir jaman adalah hari hari yang sangat jahat. Dimana orang semakin mengasihi dirinya sendiri, orang semakin menjadi sombong dan egois.
Sekarang inilah masa dimana kejahatan dan dosa terjadi begitu besar dan begitu mengerikan, lebih dari pada segala jaman yang telah berlalu.
Orang menjadi begitu gampang berbuat dosa dan merasa tidak apa-apa melakukan dosa, malah ada yang merasa bangga akan dosa dosanya….

” But where sin abounded, grace abounded much more, so that as sin reigned in death, even so grace might reign through righteousness to eternal life through Jesus Christ our Lord “, [ Romans 5:20,21 ].

Dalam kedaan sekarang ini, bagi orang-orang beriman ini adalah masa dimana Tuhan ingin mencurahkan kasih karunia berlimpah limpah dalam hidup mereka. Tapi bagi orang yang tidak percaya serta tidak takut akan Tuhan inilah hari hari dimana murka Tuhan sedang dicurahkan begitu dahsyat dan mengerikan…..
Sebagai orang yang percaya serta takut akan Tuhan, biarlah pada hari hari ini kita terus memperluas kapasitas hati kita agar siap menerima kasih karunia Tuhan yang dicurahkan berlimpah dengan cara cara yang tidak bisa kita duga dan tidak bisa kita mengerti.
Bagaimana cara memperluas kapasitas hati kita?.
Tinggalkan cara hidup yang lama, cara berpikir yang sudah sudah, perbaharui paradigma kita. Jangan mau membuat tembok kesombongan rohani dengan menganggap bahwa dirimu sudah sangat berpengalaman dalam hal-hal yang rohani. Jangan membatasi pekerjaan Tuhan dalam hidupmu dengan cara menolak hal-hal baru dalam cara ibadahmu baik itu ibadah secara pribadi maupun ibadah dimana engkau bergereja atau bersekutu dengan saudara seiman. Pada masa seperti ini, jangan cepat menghakimi hal hal yang belum kita mengerti. Percayalah, selama engkau tidak sombong rohani, serta selalu menjaga agar hatimu tetaptulus dan menomor satukan kedaulatan firman Tuhan, maka engkau akan di jauhkan dari penyesatan.

Sungguh, memang inilah tahun tahun kasih karunia, God’s favor dicurahkan berlimpah dengan cara yang belum pernah ada, itu semua disediakan Tuhan bagi kita yang mau tetap percaya kepadaNya.
Mari kita tambahkan terus kapasitas hati kita…

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 9 Maret 2007.