Ketika Tuhan menciptakan manusia, blueprint-nya adalah ” God created man in His own image; in the image of God He created him; male and female He created them “, [ Genesis 1:27 ]. Kemudian Tuhan memerintahkan agar terjadi ” pertambahan “, supaya manusia berkuasa atas seluruh bumi dan isinya.
Manusia adalah laki-laki dan perempuan, manusia ini memiliki “God’s own image “. Dan rencana Tuhan pada laki-laki dan perempuan adalah agar laki-laki dan perempuan memiliki ” pertambahan ” supaya berkuasa atas seluruh bumi dan isinya. Berarti laki-laki dan perempuan punya tanggung jawab untuk menaklukkan dan berkuasa atas seluruh bumi dan isinya.
Untuk itu, kita sebagai laki-laki dan perempuan harus mempunyai hidup yang progressive agar mampu melaksanakan kewajibannya didunia ini.
Kalau berbicara tentang “penakluk” dan “penguasa”, kita cenderung menganggap itu berhubungan dengan penampilan yang menarik, bakat, kepintaran, gelar dan kekayaan.
Alkitab menginginkan kita menjadi penakluk dan penguasa di bumi ini bukan dengan cara seperti yang dunia kenal, yaitu menjadi boss, menjadi raja atau menjadi orang yang punya kedudukan dalam dunia politik, tapi dengan cara menjadi orang yang bisa memimpin orang lain semakin bertumbuh iman-nya kepada Kristus, menjadi orang yang memberikan dampak yang positif bagi lingkungannya.
Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan agar kita menjadi garam dan terang bagi dunia ini. Ini adalah hal memberikan dampak dan pengaruh bagi orang-orang disekitar maupun lingkungan disekitar.
Ini tidak berbicara tentang tebar pesona, tentang kekayaan, jabatan dan kedudukan, tapi ini berbicara tentang karakter yang semakin berkembang.
” Pertambahan ” yang paling utama adalah karakter yang semakin berkembang kepada karakter Kristus.
” For whom He foreknow , He also predestined to be conformed to the image of His Son, that He might be the firstborn among many brethren “, [Romans 8:29 ].
Semakin berkembang karakter kita kepada karakter Kristus maka semakin besar kadar “salt and light” dalam kita, maka semakin luas dan besar kapasitas pengaruh kita pada orang lain maupun lingkungan kita.
Dan ini berhubungan dengan cara pikir yang terus menerus mengalami up-grade, atau dengan kata lain paradigma yang diperbaharui.
Orang yang yang tidak mengalami pembaruan paradigma, perlahan lahan akan mengalami penurunan kadar “salt and light”nya. Dan orang yang seperti ini, lama kelamaan tidak bisa lagi menggarami dan menerangi, maka dia akan semakin sama dengan cara orang dunia berpikir dan bertindak.
” And do not be conformed to this world but be transformed by the renewing of your mind, that you may prove what is that good and acceptable and perfect will of God “, [ Romans 12:2].
Untuk mengembangkan karakter “salt and light”, tidaklah cukup hanya dengan banyak membaca dan merenungkan firman Tuhan, tapi kita perlu sarana untuk menjadikan apa yang kita baca dan renungkan menjadi hidup didalam kita, sehingga Firman itu ada didalam kita, hidup didalam kita dan kita menjadi manifestasi firman itu……
Dan Tuhan sangat mengerti tentang hal ini, maka Dia menyediakan dan memberikan sarana tersebut, melalui kejadian-kejadian, konflik-konflik yang terjadi setiap hari dalam hidup kita.
Apa yang tertulis, apa yang ada di pikiran kita akan mengalami perubahan menjadi sesuatu yang real ketika kita berhadapan dengan kondisi yang menantang apa yang selama ini adalah teory atau prinsip yang kita pegang. Perubahan ini terjadi dalam proses yang membutuhkan waktu, tenaga dan ketekunan serta keberanian.
Dalam masa proses ini kita sering kali tidak menjalaninya sampai tuntas, karena tidak sabar, tidak berani, tidak yakin atau karena tidak mau.
Maka akibatnya adalah kita akan menjadi berputar putar ditempat yang sama, dalam masalah yang sama dengan cara berpikir yang sama.
Kalau sudah begini, kita tidak akan mengalami “pertambahan” yang positif dalam segala hal. Maka area yang kamu taklukkan dan kuasai tidak akan bertambah luas, malahan akan semakin berkurang dan bisa habis sama sekali.
Yakub memulai dengan sekumpulan ternak mertuanya, setelah meliwati berbagai peristiwa dan konflik, akhirnya dia memiliki keturunan yang besar.
Yusuf memulai dalam ruang tahanan yang kecil dan gelap, setelah melalui banyak peristiwa dan konflik akhirnya dia memiliki pengaruh yang sangat besar atas Mesir dan bangsa bangsa lain disekitarnya.
Daud setelah melewati masa masa berat dan banyak konflik dalam pengejaran Saul, akhirnya dia menjadi raja atas bangsanya.
Dan setiap mereka semakin mengalami perubahan karakter setelah melalui semua masalah dan konflik dalam hidup mereka.
Kita tidak akan menjadi “penakluk dan penguasa” atas bumi ini dan segenap isinya jika kita tidak menjadi “salt and light” bagi dunia.
Salt and light adalah orang yang memiliki karakter yang kuat. Orang yang tetap bertahan dalam kebenaran firman Tuhan ketika masalah dan konflik terjadi dalam hidupnya maupun di lingkungannya.
Dan ketika dia berhasil melewati langkah demi langkah setiap konflik dan masalah dalam hidupnya, maka dia akan bisa membawa orang lain melewati jalan jalan yang telah di laluinya sehingga orang lain juga berhasil.
Ketika itulah kita semakin menjadi garam dan terang bagi orang lain dan lingkungan kita. Kita menjadi dampak positif bagi orang disekitar kita.
Coba ingat ingat, perhatikan orang orang disekitarmu….
Siapa saja orangnya, yang begitu dia datang, suasana jadi berubah seru , menyenangkan dan gembira.
Atau siapa sajakah orangnya, begitu dia datang, semua yang tadi rileks dan nyaman segera berubah jadi tegang dan kaku.
Siapa saja orang yang kamu anggap bisa dipercaya dan bisa dimintai pendapat yang positif serta membangun.
Siapa saja orang yang sudah sangat mempengaruhi hidupmu…..
Setelah itu, coba renungkan…..
Menurut kamu, ketika kamu datang kesuatu tempat atau perkumpulan, apakah kedatanganmu sering membuat orang lain senang dan gembira?.
Apakah kamu sering membuat orang lain bertambah nyaman dan rileks atau malahan sebaliknya…?
Apakah kamu sudah menjadi pengaruh yang baik buat orang lain yang pernah kamu temui? Seberapa seringkah orang lain berani terbuka kepadamu tentang masalah pribadinya?, apakah kamu bisa dipercaya? atau malahan sering membuat orang lain kecewa dan malu.
Menjadi penakluk dan penguasa yang sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki bukanlah soal kekuatan, jabatan dan popularitas. Tapi soal karakter yang terus menerus berubah menjadi semakin seperti karakter Kristus yang membawa pengaruh bagi banyak orang dan lingkungan.
Sebab itu, nikmatilah setiap masalah dan konflik yang sedang kita alami dan hadapi…. karena melalui semua itu karakter kita semakin dibentuk, sehingga firman yang tertulis itu menjadi hidup didalam kita, maka kita akan menjadi firman itu yang akan menerangi dunia yang gelap ini dan menggarami banyak hati yang telah tawar.
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 20 April 2007.