Archive for May, 2007

" Perempuan-perempuan yang di depan ".

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, perempuan on May 14, 2007 by Inna

Sudah hampir sepuluh tahun lamanya bangsa Indonesia mengalami guncangan ekonomi, dan sampai hari ini keadaan ekonomi kita tidak banyak berubah. Berapapun angka-angka kemajuan statistik ekonomi yang diungkapkan pemerintah dalam laporannya kepada publik, bukti yang paling nyata adalah keadaan setiap hari yang harus dihadapi rakyat dari kelas menengah kebawah.
BBM sering sulit untuk didapatkan di pasaran belakangan ini.
Harga bahan pangan amat sering tidak stabil, malahan cenderung semakin melonjak tinggi, biaya hidup semakin tinggi, biaya sekolah anak-anak juga semakin mahal, sementara penghasilan tidak meningkat malahan banyak yang bangkrut ataupun semakin miskin karena tekanan ekonomi yang kian berat tidak pernah berhenti.
Siapakah yang paling merasakan dampak tekanan ekonomi yang semakin berat menekan dalam tahun-tahun belakangan ini?, mereka adalah kaum ibu dari kalangan menengah kebawah. Tapi ada juga yang tadinya dari kalangan atas tiba tiba tingkat kehidupannya merosot drastis ke bawah karena bangkrut atau terkena musibah bencana alam.

Perempuan-perempuan inilah yang berada dibarisan paling depan dari orang-orang yang langsung berhadapan dengan dampak tekanan ekonomi yang terus bergejolak di Indonesia.
Karena mereka-lah yang setiap hari harus memutar otak bagaimana mengatur keuangan agar bisa mencukupi kebutuhan dapur maupun kebutuhan lainnya.
Belum lagi beban mereka yang harus menjaga keharmonisan suasana dirumah, mereka harus menghadapi suami yang stess karena tekanan ditempat kerja atau karena suami marah marah karena penghasilannya semakin minus.
Juga anak-anak yang sangat konsumtif akibat pergaulan disekolah, mereka menuntut banyak hal yang membutuhkan jumlah uang yang besar.
Dan akhir-akhir ini, banyak perempuan-perempuan di Indonesia tidak hanya menanggung beban berat bagaimana sulitnya mengatur keuangan rumah tangga, tapi mereka juga mulai jadi korban KDRT [ Kekerasan Dalam Rumah Tangga ]. Kita bisa melihat dalam berita di tv maupun di surat khabar bahwa semakin banyak para istri yang dianiaya suaminya, bahkan tidak sedikit yang sampai cacat permanen atau tewas. Ada juga ibu yang dianiaya oleh anak-anak mereka yang marah karena tidak diberi uang.
Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan, kondisi yang harus dihadapi semakin berat dan menekan, sementara lingkungan begitu tidak bersahabat.
Ya, setiap orang kebanyakan berjuang dengan keadaan mereka masing-masing, bukannya karena tidak mau perduli pada orang lain tapi memang hampir setiap orang sudah begitu ruwet dengan persoalan mereka jadi mau tidak mau akhirnya jadi pada menyelamatkan diri sendiri-sendiri.
Maka akibatnya, belakangan ini banyak sekali kaum ibu di Indonesia yang menjadi stress dan depresi.
Kondisi mental yang stress dan depresi membuat mereka tidak bisa lagi menilai dengan akal sehat segala persoalan yang harus mereka hadapi, mereka tidak melihat adanya kemungkinan untuk bisa mendapat pertolongan atau jalan keluar dari masalah-masalah mereka.
Keadaan seperti ini lama kelamaan membuat banyak kaum ibu menjadi putus asa, lalu mereka mulai mengambil jalan pintas……
Akibatnya, kita bisa melihat bagaimana akhir-akhir ini mulai sering terjadi kasus tentang ibu yang membunuh anak-anaknya lalu setelah anak anaknya mati, maka si ibu melakukan bunuh diri.
Belakangan ini, hampir setiap bulan kasus seperti disebut diatas kembali terulang terjadi diberbagai penjuru negeri ini terutama di kota besar.
Belum lagi tentang kasus ibu membuang anaknya yang baru lahir dalam kantung plastik……, kebanyakan dari bayi yang dibuang itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Kejadian-kejadian diatas tadi sudah menjadi menjadi konsumsi berita yang biasa kita dapati setiap hari di tv, radio, surat khabar dan tabloid …..
Kalau sudah begini, banyak orang mulai meragukan pepatah lama yang mengatakan ” kasih ibu sepanjang masa….. “.
Mungkinkah untuk era milenium ini pepatah tersebut mulai sulit ditemui pada kaum ibu di Indonesia?.

Saya percaya, sesungguhnya dibagian paling dalam hati para ibu di Indonesia saat ini, hati mereka sangat berduka dan terluka. Bahkan mereka yang pernah membunuh anak mereka yang baru lahir atau menggugurkan kandungannya, saya percaya sesungguhnya bathin mereka menderita….
Seandainya keadaan tidak begitu berat dan kejam menekan para ibu, tentu mereka tidak akan menjadi seperti itu….
Kita bisa mengingat kembali, sejak dahulu kaum ibu adalah kalangan yang paling terdahulu banyak terluka ketika pemimpin dalam suatu pemerintahan mengambil keputusan yang jahat dan keliru.

Ketika Firaun memutuskan agar setiap bayi lelaki yang lahir dari suku Yahudi harus dibunuh, maka yang paling perih hatinya adalah kaum ibu.
Ketika suatu bangsa harus berperang, maka kaum ibu lah yang terlebih dulu menangis karena mereka harus melepas putra dan suami mereka pergi dan tidak tahu apakah mereka akan kembali dengan selamat atau tidak.
Ketika Herodes marah atas kelahiran Yesus, maka dia menyuruh membunuh semua anak anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dibawah 2 tahun, maka yang paling berduka hatinya adalah kaum ibu. Begitu dukanya hati mereka, sampai di Alkitab dituliskan bahwa sangkin berdukanya mereka tidak mau lagi dihibur karena anak-anak mereka tidak ada lagi.
Kisah sejarah diatas adalah tentang kaum ibu yang hatinya terluka sedih karena kehilangan anak-anak mereka akibat kebijakan penguasa.
Tapi ada kisah nyata yang lebih tragis dan mengerikan bisa kita baca di Alkitab, ini terjadi ketika Samaria dikepung bangsa Aram, maka terjadilah kelaparan hebat disana.
Tidak ditulis dengan jelas berapa lama kelaparan itu berlangsung, yang jelas dampaknya adalah sampai-sampai kotoran merpatipun bisa dijual sebagai bahan makanan. Dan yang paling mengerikan adalah para ibu ibu mengadakan arisan anak laki-laki; setiap hari mereka mengadakan giliran satu persatu menyerahkan anak laki-laki mereka untuk dimasak dan dimakan bersama!!.
Kisah nyata ini bisa dibaca di kitab 2 Raja-raja 6: 25-29.
Apakah saat ini, keadaan dibangsa ini sudah separah kejadian di kisah 2Raja-Raja pasal 6 tersebut?, sampai bisa membuat banyak kaum ibu kehilangan rasa keibuannya yang paling murni, sehingga hati mereka tega membunuh anaknya sendiri akibat tekanan ekonomi yang begitu berat?.

Tapi, apapun dan bagaimanapun juga, sesungguhnya saat ini banyak perempuan di bangsa ini yang butuh pertolongan.
Tekanan-tekanan yang harus di alami belakangan ini membuat mereka merasa sangat kesepian dan sendiri. Karena sesungguhnya seandainya saja mereka punya teman bicara yang bisa memberi masukan positif, seandainya ada yang mau menyediakan hati untuk mendengarkan beban mereka….., mungkin banyak diantara mereka yang membatalkan niatnya untuk membunuh anak-anaknya, atau membatalkan niatnya untuk bunuh diri.
Bisa jadi mereka adalah tetanggamu… , temanmu di kantor, atau yang biasa kamu temui setiap hari minggu di gereja dimana kamu berjemaat.
Mereka adalah perempuan-perempuan yang ada didepan yang sedang ditekan oleh keadaan dunia ini….
Mereka butuh jalan keluar dari semua masalah yang sedang dihadapi, mereka butuh terang yang membuat mereka bisa mengambil keputusan yang bijaksana, mereka butuh kekuatan yang memulihkan hati mereka yang tawar.

” Jesus said to him, ” I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me “, [ John 14:6 ].

” You are the salt of the earth; but if the salt loses its flavor, how shall it be seasoned? It is then good for nothing but to be thrown out and trampled underfoot by men. You are the light of the world. A city that is set on a hill cannot be hidden “, [ Matthew 5:13,14 ].

Bukankah sesungguhnya, sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagi Tuhan dn Juruselamat kita, maka “jalan, kebenar dan hidup” itu ada didalam kita ?.
Dan kalau Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia ini, maka itu adalah “iya dan amin”.

Dan ketika dunia disekitarmu membutuhkan garam dan terang itu, adakah garam itu tetap asin dan terang itu tetap bersinar kuat?.
Hal ini tidak cukup hanya didoakan diruang doa saja, tapi kita harus keluar membaur dengan mereka, merasakan apa yang mereka rasakan diantara gelombang kehidupan yang sedang menerpa banyak orang saat ini.
Pertanyaan dan himbauan ini saya ajukan pada semua kita yang disebut perempuan-perempuan-nya Tuhan [ termasuk saya sendiri.... ].
Perempuan-perempuan yang mau berdiri dibarisan depan bersama Tuhan, untuk menolong perempuan-perempuan lain yang sedang terpuruk dan berada di jurang yang gelap.
Mereka butuh seseorang yang mau mendengar dengan hati, bahu untuk bersandar ketika menangis, lengan yang merangkul ketika tawar hati.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 19 May 2007.

" Capek deeeh…. ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on May 3, 2007 by Inna

Sudah hampir dua tahun aku meninggalkan lingkungan pelayanan yang lama.
Ditempat yang sekarang, suasana pelayanan dan cara kerjanya sangat jauh berbeda dengan tempat yang lama.
Terlebih lagi saat ini cara pelayananku sudah tidak lagi seperti dulu yang hanya berfokus pada pelayanan didalam gereja saja.
Dulu hampir setiap hari aku punya jadwal melayani dalam berbagai bidang dilingkungan gereja, maka sekarang jadwal pelayananku di gereja hanya pada hari minggu saja, itupun terbatas hanya dalam bidang doa saja.

Dengan sendirinya lama kelamaan aku mulai tidak banyak lagi bergaul dan menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang sepenuh waktu menghabiskan waktu pelayanannya di kantor gereja, ataupun dengan orang orang yang banyak melakukan pelayanan hanya dalam lingkungan gereja saja.
Sebenarnya, sudah lebih dari 15 tahun lamanya ruang lingkup pergaulanku adalah hanya dengan orang-orang yang melayani gereja dan jemaat Tuhan.
Sungguh, sejak aku memutuskan untuk menyerahkan hidupku bagi Tuhan, aku sempat tidak punya pergaulan lain selain hanya dengan “orang-orang gereja”.
Jadi aku cukup tahu bagaimana rasanya bergaul dengan orang-orang yang dianggap sebagai orang-orang yang rohani dan alim.
Mungkin hal ini ada baiknya juga buat aku, karena sebelumnya aku pernah beberapa tahun hidup dalam pergaulan seniman yang urakan dan “nyentrik”.

Tapi dari sejak belum bertobat hingga saat ini, ada hal hal yang tetap aku pegang dan jaga, yaitu antara lain adalah: aku tidak pernah mau menjadi orang yang suka berpura-pura, yaitu melakukan perbuatan yang berlawanan dengan hati nurani. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah bisa menjadi orang yang melakukan kebaikan untuk supaya mendapat keuntungan atau dengan kata lain “ada udang dibalik batu”; aku tidak suka menjilat dan cari muka. Maka dengan sendirinya aku juga sangat tidak suka pada orang-orang yang sering berpura pura, juga pada orang yang tidak tulus dalam melakukan kebaikan pada orang lain.

Semakin lama aku ada dalam lingkungan orang-orang yang rohani, semakin aku melihat bahwa didalam lingkungan yang rohani itu ternyata masih ada orang orang yang suka berpura pura, orang orang yang tidak tulus yang suka cari muka dan menjilat pemimpin supaya mereka mendapat jabatan di gereja ataupun supaya mendapat posisi dalam pelayanannya.
Disamping orang orang yang seperti itu, aku melihat ada kelompok lain yang bisa di temui dilingkungan yang rohani itu, yaitu orang-orang yang kecewa dan pahit hatinya karena merasa diperlakukan tidak adil oleh pemimpin rohaninya ataupun merasa telah di khianati oleh orang-orang yang suka menjilat dan cari muka pada pemimpin di gereja. Biasanya dalam waktu yang tidak lama mereka sering berpindah pindah gereja maupun tempat pelayanan, karena hati mereka masih terluka dan masih trauma. Orang-orang ini adalah korban…..

Aku bukanlah orang yang sempurna, tapi bagiku, jika telah memilih untuk hidup bagi Tuhan setidaknya kita punya rasa malu dan takut untuk memakai cara dan sikap yang sama dengan orang “diluar sana” saat kita ingin meraih suatu posisi maupun keuntungan.
Mungkin karena aku pernah melepaskan kesempatan untuk menjadi orang terkenal di dunia seni, maka aku tidak pernah tertarik untuk berusaha menjadi populer dan terkenal dilingkungan gereja. Karena itu aku geleng-geleng kepala kalau melihat ada orang orang yang berusaha dengan berbagai cara agar dia populer dan dikenal banyak orang di lingkungan gereja.
Sering saat aku merenungkan hal ini, aku bertanya dalam hati, apakah sebenarnya yang ada dalam hati mereka?, apakah menurut mereka Tuhan setuju pada orang-orang yang suka berpura pura dan sering curang?, pada orang orang yang suka menjilat dan cari muka ?. Apalagi jika itu di lakukan
dalam lingkungan gereja Tuhan….

Aku teringat ketika aku pernah bekerja di salah satu cabang salon rambut disuatu hotel berbintang 5. Salah satu dari shampoo girl ternyata punya penghasilan sampingan yaitu menjadi wanita panggilan. Akibat dari perbuatannya itu dia hamil, lelaki yang seharusnya bertanggung jawab malahan membiayai dia untuk melakukan abortus.
Setelah abortus dia harus tetap masuk kerja, tentu saja kondisinya terlihat sangat pucat dan lemah. Teman temannya yang lain saling berbisik dibelakangnya membicarakan perbuatannya itu.
Saat makan siang di ruang dapur, dia duduk lesu didekatku.
Aku kasihan melihat dia, kita lalu ngobrol dan aku mengingatkan bahwa apa yang diperbuatnya itu adalah dosa dan dia bisa masuk neraka karenanya.
Dia hanya tersenyum cuek mendengar omonganku.
Kemudian aku mengatakan padanya kalau dia memang lebih memilih masuk neraka, maka mumpung masih hidup di dunia ini mendingan dia raih semua kenikmatan dunia ini semaksimal mungkin karena nanti di neraka pasti tidak akan ada enaknya sama sekali.
Buat apa hanya jadi wanita panggilan saja, yang hanya menghasilkan uang yang kemudian akan habis begitu saja. Nanti kalau dia sering abortus tak lama lagi pasti badannya akan habis, masih untung kalau tidak kena HIV AIDS. Mendingan dia jadi perempuan simpanan lelaki kaya yang bisa memberi dia kemapanan.
Ya kalau memang sudah memilih untuk masuk neraka nantinya, mendingan mumpung masih hidup nikmati saja dunia ini sepuas puasnya dan semaksiml maksimalnya, jangan tanggung tanggung……
Mungkin ini terdengar sangat sarkastis, tapi bukankah mendingan begitu?.
Ya, buat apa sudah susah dan menderita hidup di dunia ini, tau tau sesudah mati semakin susah dan menderita karena masuk neraka….??.

Apakah kita akan berhasil masuk surga kalau saat ini dunia kita bermain main dengan panggilan kita didalam Tuhan?, dengan cara melakukan kemunafikan, kecurangan dan kelicikan atas nama pelayanan bagi Tuhan…?.
Seorang hamba Tuhan yang pernah menjadi pembicara dalam KKR di gereja kami, pernah berkata bahwa pada saat ini yang paling membuat Tuhan marah bukanlah anak-anak Tuhan yang berzinah maupun yang berbuat cabul tapi adalah orang orang yang bertindak seperti yang saya ungkapkan diatas sebelumnya.

Hal inilah yang saat ini membuat aku tidak lagi merasa terlalu secure kalau terlalu sering berada di lingkungan orang-orang yang terlihat sangat rohani tapi sikap hatinya sering menimbulkan keraguan…
Bukannya aku tidak percaya lagi, tapi aku tidak mau kalau pada suatu saat tanpa sadar aku bertindak keterlaluan pada mereka, karena aku bukanlah orang yang pintar menyimpan perasaan …..
Aku memang belum sempurna, dan aku ingin mengejar kesempurnan didalam Tuhan, yaitu berusaha untuk menjadi seperti apa yang Tuhan mau, bukan menjadi seperti apa yang manusia mau dan sukai.
Kita semua bertanggung jawab dalam hal menjaga hati nurani agar tetap murni di hadapan Tuhan dan manusia.
Dan kalau kita sudah tahu bahwa kita punya tanggung jawab atas segala apa yang kita perbuat dan katakan, kenapa kita masih bisa merasa aman aman saja melakukan kemunafikan, kecurangan dan pengkhianatan didalam pelayanan kita, didalam hubungan kita dengan sesama saudara seiman maupun dengan orang yang tidak seiman….?.
Yah, kalau kamu masih saja suka munafik, suka cari muka, suka menjilat, ya kalau begitu, sebenarnya apa bedanya kamu dengan orang yang dengan terang terangan tidak mau pelayanan di gereja karena mereka sadar bahwa mereka masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Mungkin saja, mereka yang terus terang itu masih lebih bisa di hargai karena sikap mereka yang mau terus terang mengakui keberadaannya.
Tapi entah kenapa, kok masih saja banyak yang merasa tidak apa apa dengan semua kemunafikan, kecurangan dan kebohongan yang mereka lakukan didalam meraih keberhasilan serta keuntungan didalam lingkungan pelayanan,dan semua itumereka lakukan atas nama ” pelayanan kepada Tuhan Yesus Kristus”.
” Capek deeehhhh….!! “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 5 May 2007.

" Seandainya… ".

Posted in Indonesia, Renungan, christianity on May 2, 2007 by Inna

Setiap hari ada saja berita yang muncul diberbagai media, baik itu berita baru maupun kelanjutan dari berita hari-hari sebelumnya.
Pada bulan lalu diantara begitu banyak berita yang sering muncul, ada 3 nama yang sering disebut dalam berita berita dimedia seluruh Indonesia. Ketiga orang ini memiliki kesamaan, paling tidak ada 3 hal yang sama pada mereka, yaitu; Meninggal dunia dengan cara yang tidak biasa, warga negara Indonesia, dan mereka semua adalah orang Kristen.
Berikut ini, saya mengajak anda mengingat 3 orang tersebut dan merenungkan apa yang kemudian terjadi setelah kematian mereka.

Cliff Muntu seorang praja IPDN asal Menado, dia dinyatakan tewas akibat dianiaya oleh para seniornya, penganiayaan ini terjadi di asramanya dalam lingkungan kampus IPDN.
Kematian Cliff Muntu kemudian menjadi berita hangat diseluruh media, karena ternyata pada tahun tahun sebelumnya kejadian yang sama pernah terjadi dikampus tersebut.

M o r a, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Virginia USA, dia sebenarnya akan segera di wisuda tapi Tuhan menghendaki lain, Mora kemudian tewas tertembak bersama 31 mahasiswa lainnya dikampus mereka sendiri.
Sungguh disayangkan hal ini terjadi di Amerika, negara yang begitu concern pada keamanan diseluruh dunia. Entah bagaimana, seorang mahasiswa keturunan Korea yang mengidap gangguan jiwa bisa berkeliaran bebas dikampus dengan membawa senjata api yang dibelinya secara resmi.
Kematian Mora sangat menarik perhatian media karena terjadi di Amerika dan memakan korban yang begitu banyak. Hal ini cukup membuat banyak orang Indonesia berubah pikiran untuk pergi kuliah disana ataupun mengirim anaknya kuliah disana.

Franky Silalahi, dia adalah seorang hakim yang tewas tertembak disuatu tempat umum di kota Poso kira kira 3 tahun yang lalu.
Tragedi ini adalah dampak dari konflik antar agama yang terjadi didaerah tersebut sudah sejak bertahun-tahun lalu tanpa mendapat solusi yang tepat.
Penembaknya kemudian ditangkap dan saat ini sedang menjalani hukuman di penjara.
Saat pertengahan bulan lalu, keluarga Franky Silalahi menemui si pembunuh di penjara, hal ini adalah karena mereka mau mengampuni pembunuh orang yang mereka kasihi. Pertemuan ini sangat menarik perhatian media, semua stasion teve meliput peristiwa tersebut dalam siaran berita utama, malahan ada beberapa stasion teve yang menyediakan waktu untuk wawancara khusus dengan istri Ferry Silalahi.

Kalau kita melihat hanya sepintas pada apa yang terjadi dengan ketiga orang tersebut, maka yang timbul dihati kita adalah rasa sympathy yang sangat mendalam, apalagi ketika melihat keluarga yang di tinggalkan….. rasanya sangat memilukan.
Tapi kalau kita mau melihat dari sisi yang lain, maka kita akan melihat banyak hal yang positif bahkan yang bisa menyatakan kuasa kasih Tuhan pada orang lain yang belum mengenal kasih Tuhan Yesus Kristus.

Seandainya Cliff Muntu tidak tewas dengan cara yang demikian, maka kebusukan dan kebobrokan di IPDN masih tetap terselubung sampai hari ini, sehingga besar kemungkinan kematian yang tidak wajar akan tetap terjadi ditempat tersebut. dan siapa tahu, bisa jadi itu nanti adalah orang yang kita kenal dekat, atau bisa juga orang yang kita kasihi… Siapa tahu?.
Seandainya kematian Cliff Muntu tidak terungkap dimedia, maka kematian praja-praja yang sebelumnya tidak akan diusut kembali.
Seandainya kematian Cliff Muntu tidak terjadi, maka kemungkinan besar 9 orang tersangka pembunuh Wahyu Hidayat [ praja IPDN yang juga tewas terbunuh dikampus IPDN beberapa tahun yang lalu], akan tetap berkeliaran diluar sana, malahan mereka punya kedudukan di kantor kantor pemerintah.
Seandainya Cliff Muntu tidak tewas pada bukan lalu, maka sistem pendidikan yang salah di IPDN masih tetap diterapkan sampai saat ini, sehingga IPDN menghasilkan pegawai negeri yang berjiwa preman dan suka kekerasan fisik.

Seandainya M o r a dan 31 orang mahasiswa lainnya tidak tewas dibantai pada bulan lalu, maka sampai hari ini dan nanti didalam kampus di Virginia maupun secara menyeluruh di Amerika keamanan mahasiswa dikampus tetap rentan, sehingga semakin banyak orang yang punya gangguan jiwa berkeliaran dikampus dan sekitarnya dengan membawa senjata yang berbahaya, dan kemungkinan besar akan memakan korban lebih banyak lagi nantinya.
Siapa tahu, bisa saja itu adalah orang yang kita kenal dekat, atau orang yang sangat kita kasihi…!!. Ya, siapa yang tahu….?.

Seandainya Franky Silalahi tidak tewas tertembak 3 tahun yang lalu, maka berita tentang pengampunan karena kasih Kristus tidak akan pernah jadi kesaksian nyata dalam siaran berita teve secara nasional, mungkin juga ada teve luar negeri yang menyiarkan cuplikan berita tersebut.
Karena ketika istri Ferry di wawancara, kenapa dia mau mengampuni pembunuh suaminya, maka istri almarhun Ferry berkata bahwa kasih Tuhan Yesus yang membuat dia mampu melakukan semua itu…..
Semua stasion teve menyiarkan kesaksian ini pada jam tayang berita utama.
Kesaksian tentang Kristus tidak lagi hanya pada acara Solusi atau mimbar agama kristen, tapi pada acara siaran berita, that is the real good news !!.
Malahan beberapa penyiar mengatakan bahwa apa yang keluarga Ferry Silalahi lakukan bisa menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh daerah-daerah yang masih saja bertikai antar agama sampai hari ini.

Apakah memang kebetulan 3 orang ini adalah orang Kristen?. T i d a k !!.
Tidak ada kejadian yang kebetulan didalam Tuhan, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang punya “design and purpose” untuk semua umat manusia dalam dunia ini. Dan nyawa setiap orang diperhitungkan oleh Tuhan. Kita masih ingat tentang Kain dan Habel…. Darah Habel berseru seru kepada Tuhan dan Tuhan memperhatikannya.

” For He will deliver the needy when he cries, the poor also, and him who has no helper. He will spare the poor and needy, and will save the souls of the needy. He will redeem their life from oppression and violence; And precious shall be their blood in His sight “, [Psalm 72:12-14].

” Precious in the sight of the LORD is the death of His saints “, [Psalm 119:15].

Kematian ketiga orang diatas tidak akan sia-sia, darah mereka yang tertumpah akan membuat Tuhan bertindak…..
Yang menjadi pertanyaan dan renungan adalah… berapa banyak lagi darah orang benar harus tertumpah??.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 2 May 2007.