Archive for October, 2007

Berjalan Diatas Air ?.

Posted in Renungan, christianity, faith on October 25, 2007 by Inna

Kemarin siang, saya melihat didalam acara berita salah satu tv swasta tentang Dedy Corbuzer yang berhasil berjalan diatas air.
Dia melakukannya dihadapan banyak orang yang sedang berenang, di kolam renang yang ramai itu Dedy berjalan tanpa ada trick sama sekali.
Kamera dari bawah permukaan air dengan jelas memperlihatkan bahwa Dedy benar benar asli berjalan diatas air menyeberangi kolam renang.
Beberapa orang yang sedang berenang melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Dedy benar benar melakukannya tanpa trick ataupun peralatan lain, mereka lalu bersaksi ketika diwawancarai wartawan tv.
Saya melihat bagaimana kakinya berjalan diatas air melalui kamera yang menyorotnya dari bawah air maupun dari atas.
Woooow, selama ini saya hanya mendengar tentang Petrus yang berjalan diatas air, dan paling juga saat membaca cerita silat Khoo Ping Ho, disana kita bisa membaca tentang pendekar sakti yang punya ilmu meringankan tubuh yang membuat dia bisa berjalan diatas air; atau kita bisa melihat di film film silat dimana dengan trick kamera aktor pemeran bisa tampak seolah sedang berjalan diatas air.

Tentang Petrus, saya percaya bahwa dia memang pernah benar benar berjalan diatas air.
Tapi tentang pendekar sakti dalam buku cerita maupun di film….??, hmmm saya tidak percaya bahwa memang benar benar ada orang yang pernah bisa berjalan diatas air.
Tapi ternyata dalam abad millenium ini, cerita itu menjadi kenyataan yang telah disaksikan banyak orang dengan mata kepala mereka.
Dedy Corbuzer berkata bahwa dia bisa melakukan itu karena dia telah berhasil belajar ilmu meringankan tubuh “kundalini” dan kalau tidak salah dia bilang dia juga belajar ilmu yoga.

Hmmm, ada dua keajaiban yang telah terjadi saat dulu dan sekarang pada dua orang manusia yang bernama Petrus dan Dedy Corbuzer..
Petrus bisa berjalan diatas air karena iman percayanya sangat fokus kepada Tuhan Yesus pada saat dia melakukannya.
Dedy Corbuzer bisa berjalan diatas air karena ilmu meringankan tubuh ala “kundalini” di gabung dengan tehnik meditasi/ konsentrasi pikiran.

Petrus bisa berjalan diatas air membuktikan bahwa setiap manusia bisa melakukan perkara yang mustahil pada saat iman percaya kita fokus sepenuhnya pada Tuhan Yesus.
Dedy Corbuzer bisa berjalan diatas air membuktikan bahwa pikiran dan mental manusia bisa menghasilkan suatu perkara yang mustahil jika manusia memiliki fokus pengendalian pikiran yang kuat.

Well well, berjalan diatas air itu sebenarnya tujuannya untuk apa?.
Bagi Dedy Corbuzer, hal itu dilakukannya untuk membuktikan bahwa dia telah berhasil menguasai ilmu yang telah dipelajarinya dan dia telah membuktikan kekuatan pikiran manusia.
Bagi Petrus?…. hal berjalan diatas air itu membuktikan bahwa dia satu satunya murid yang mengalami mukjizat itu dan selain itu… dia telah memberikan suatu contoh tentang kekuatan iman percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga peristiwa yang dialami Petrus menjadi illustrasi yang tetap menarik untuk jadi bahan perenungan kita sampai saat ini, bahkan sampai Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya nanti. Dan Peristiwa itu telah menghasilkan banyak pewahyuan bagi sangat banyak orang, hamba Tuhan, jemaat Tuhan… sehingga mereka bertobat, bertumbuh dalm iman dan mengalami perubahan paradigma.
Kejadian Petrus berjalan diatas air adalah suatu hal ajaib yang spektakuler dan sangat ilahi…..!!!!.

Jakarta 26 October 2007
Ditulis oleh Asyer Inna Lingga.

Apa Yang Kita Pikirkan Itu Yang Akan Terjadi.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith on October 15, 2007 by Inna

Adalah normal bahwa setiap orang pasti pernah merasa kuatir.
Ya, tidak ada manusia yang tidak pernah dihinggapi perasaan kuatir.
Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita menghadapi kekuatiran yang hinggap dalam pikiran dan hati kita.
Kekuatiran yang muncul bisa kita abaikan atau kita biarkan dia terus merayap semakin masuk kedalam hati dan pikiran kita.
Kekuatiran yang kita biarkan terus merayap akan menggerogoti damai sejahtera, sehingga kita mulai menjadi gelisah atau sedih.
Dan kekuatiran itu akan mulai menimbulkan berbagai syak wasangka atau hal hal negative dalam pikiran kita.
Tahukah anda, bahwa setiap kekuatiran yang kita biarkan berkembang bisa menghasilkan kondisi dan keadaan yang persis seperti yang kita pikirkan. Karena kalau kita terus menerus memikirkannya itu sama saja bahwa kita sedang mengordernya dan menanti nantikan kapan pesanan itu akan datang.
Kekuatiran yang dibiarkan berkembang dan mengendap dalam hati dan pikiran kita, sama saja seperti kalau kita sedang memesan suatu makanan di restoran. Kita tidak hanya menulis nama makanan itu serta berapa banyak porsi yang kita ingini, tapi kita juga meminta detail yang kita inginkan, apa itu asinnya dikurangi dan lebih pedas atau bisa ditambah sausnyalebih banyak. Maka persis seperti yang kita pesan itulah pasti yang akan datang untuk kita cicipi dan nikmati.
Jadi, apa yang kita pikirkan terus menerus…. kemungkinan besar hal itulah yang akan kita alami dan hadapi, karena kita sudah memesannya dengan secara detail.

Saran saya tentang ini, adalah lebih baik jangan mau membiarkan pikiran kita mengikuti perasaan kuatir yang datang.
Caranya adalah perkatakan hal hal yang positive dengan suara keras supaya telingamu mendengar sehingga pikiranmu diubah fokusnya dari kekuatiran kepada perkataan positive yang kamu ucapkan terus menerus. Perkatakan dengan keras dan hati yang percaya…!! Karena sebenarnya banyak hal buruk yang terjadi bukan karena takdir dan nasib melainkan karena kita memikirkan hal hal yang negative terus menerus akibat kekuatiran yang kita biarkan meng-entertaint pikiran kita.
Dimana lagi kita bisa dapatkan perkataan positive kalau bukan dari Firman Tuhan Yang Hidup di Alkitab.
Kalau kamu kuatir tentang kesehatan, cari ayat ayat di Alkitab yang berhubungan dengan kesehatan dan kesembuhan.
Kalau kamu kuatir tentang keuangan, cari ayat ayat yang berhubungan tentang pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.
Baca ayat ayat itu, renungkan lalu doakan dan perkatakan dengan suara keras sebagai suatu pengakuan akan kebenaran Firman Tuhan.
Ingat, dengan hati kita percaya dengan mulut kita mengaku.
Masalahnya adalah, akan sia sia saja kita berkoar- koar kalau hati kita nggak mau percaya pada apa yang kita katakan.
Masalah berikutnya adalah, kamu akan kesulitan mencari ayat ayat yang kamu butuhkan kalau kamu tidak punya “Konkordansi Alkitab “.
Beli aja di toko buku Kristen, pasti ada…!
Masalah lainnya adalah, sesudah punya konkordansi Alkitab, ternyata kamu bingung bagaimana caranya mempergunakannya.
Ya pergi saja kepada pendetamu, minta dia mengajarkanmu.

Penuhi pikiranmu dengan hal hal positive dari apa yang Tuhan katakan.
Sehingga ketika kekuatiran muncul untuk menawarkan menu menu nya, kita akan segera tahu bahwa kita sudah punya daftar menu sendiri yang jauh lebih baik dan special untuk bisa kita order.
Kalau kita memesan menu menu yang ditawarkan kekuatiran, maka yang akan mengantarkan pesanan kita adalah para utusan iblis.
Tapi kalau kita memesan menu menu yang tertulis di Alkitab, maka yang akan datang mengantarkan pesanan kita adalah malaikat Tuhan yang datang dari surga membawa berkat surgawi yang dikirim Tuhan untuk kita beserta dengan menu menu tambahan untuk melengkapi pesanan kita sebagai reward, karena Tuhan sangat menghargai iman kita.

Ya sekarang terserah kita….. Apa yang mau kita order untuk kita nikmati dalam hidup ini?. Apa yang kita pikirkan terus menerus itulah yang sedang kita order untuk segera datang menghampiri kita.
Selamat mengirim order….!!.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 16 October 2007.

Jangan malu walau tidak perfect.

Posted in Renungan, christianity, faith on October 14, 2007 by Inna

Tuhan memulai sejarah suatu bangsa yang besar dari orang yang tidak sempurna. Abraham adalah seorang kakek yang tidak punya anak ketika Tuhan menjanjikan bahwa keturunannya akan sangat banyak sebanyak bintang dilangit. Tuhan memilih Abraham yang kondisinya sudah tidak sempurna. Kemudian dari 2 cucu Abraham, Tuhan tidak memilih Esau yang secara fisik adalah seorang lelaki sejati yang sangat macho…. Dia seorang pemburu yang unggul dan punya daya tarik yang kuat terhadap wanita, buktinya istrinya lebih dari satu orang.
Tuhan memilih Yakub, seorang anak mama yang lebih suka menemani mamanya dirumah dari pada melakukan outdoor activity layaknya seorang lelaki, malahan dia lebih mahir memasak daripada berburu binatang layaknya setiap lelaki lakukan pada masa itu.
Sudah begitu, Yakub itu sangat licik dan sering “tricky”. Ayah dan mertuanya sendiri menjadi korban penipuannya. Tapi orang yang karakternya tidak sempurna inilah dipilih Tuhan untuk meneruskan penggenapan janjinya terhadap Abraham.
Kedua belas anak Yakub kemudian menjadi cikal bakal orang Yahudi atau bangsa Israel. Dari yang kedua belas ini, yang dipilih Tuhan untuk menerima tongkat estafet penggenapan janjiNya bukanlah Yusuf, seorang yang sudah lulus “proper test”, melainkan Yehuda yang dipilih Tuhan. Orang ini memiliki kebiasaan yang kurang baik.
Dia sering pergi meninggalkan keluarganya dan terkadang mengunjungi lokasi prostitusi dan tidur dengan perempuan prostitusi. Gara gara inilah kemudian tanpa dia sadari, dia telah meniduri Tamara menantunya yang saat itu sedang menyamar jadi pelacur, Tamara ternyata kemudian hamil. Dari keturunan Yehuda yang riwayatnya tidak sempurna inilah kemudian yang menerima janji Tuhan.
Ya kita tahu kemudian bahwa Yehuda membentuk kerajaan sendiri diluar Israel, dan Daud menjadi raja Yehuda.
Daud menerima suatu janji yang lebih dari Abraham, Tuhan berjanji bahwa tahta kerajaan takkan pernah diambil dari keturunannya untuk selama lamanya. Padahal Daud itu meneruskan dosa kakek buyutnya, yaitu melakukan dosa perzinahan. Bahkan lebih dari itu, dia sampai berani membunuh pegawainya sendiri demi mencapai hasrat berzinahnya. Sekali lagi kita melihat, orang yang karakternya tidak sempurna ini kemudian dipilih Tuhan untuk mendirikan suatu kerajaan yang kelak menjadi Kerajaan yang kekal.
Tuhan Yesus, Juru selamat dunia itu disebut ” Kristus anak Daud “.
Luar biasanya, kalau kita baca silsilah Tuhan Yesus, maka akan kita temui bahwa silsilahnya tidaklah patut dibanggakan.
Dalam daftar silsilah itu ada tertulis nama nama orang yang memiliki masa lalu yang sangat memalukan dan tercela.

Tuhan yang Maha sempurna itu, semula memang memulai sejarah manusia dengan segala yang sempurna dan baik di taman Eden.
Tapi kesempurnaan itu kemudian rusak saat manusia jatuh kedalam dosa.Iblis berhasil mengecoh Adam dan Hawa dengan dalih menjadi sempurna seperti Tuhan, akibatnya manusia merusak kesempurnaan itu dan jatuh kedalam dosa serta menerima kutuk dari Tuhan.
Dan Tuhan tahu, bahwa sejak manusia jatuh kedalam dosa, tidak akan ada lagi kesempurnaan dalam diri manusia.
Karena itu, Dia tidak lagi fokus pada kesempurnaan diri kita, tapi Tuhan melihat hati kita dan fokus pada rencananya atas setiap kita.

Sampai hari ini Iblis masih terus menanamkan benih kesombongan dan keangkuhan yang mempengaruhi pikiran dan paradigma kita untuk memberikan patokan tentang kesempurnaan. Ini bisa kita buktikan dengan masih seringnya orang terjebak pada patokan tentang “bibit, bebet, bobot “. Penghargaan kita terhadap orang lain sering kali dipengaruhi nilai dalam kategori ini, dan tanpa sadar kita memaksa diri untuk bisa termasuk dalam nilai yang tinggi tentang kategori ini.
Kita ingin memulai kehidupan kita dengan hal hal yang sempurna, kita ingin menjalani hidup kita dengan orang yang sempurna, kita ingin mencapai seluruh kesempurnaan diakhir hidup kita.
Tapi apakah kesempurnaan dimata kita adalah hal yang diperhatikan Tuhan?. Bukankah seringkali yang penting dimata kita ternyata itu tidak penting di mata Tuhan. Dan sedihnya, apa yang sangat penting dimata Tuhan ternyata kita anggap sia-sia dan tidak penting sama sekali.

Seharusnya kita malu, karena Tuhan yang Maha sempurna itu acapkali memulai rencanaNya dari kondisi yang tidak sempurna.
Keadaan yang tidak sempurna kita anggap kegagalan dan kehancuran, tapi bagi Tuhan justru itu adalah permulaan dari suatu rencanaNya yang ingin membawa kita pada suatu keadaan yang baru dan jauh lebih baik dari yang pernah kita alami.
Perhatikan, sejak dulu Tuhan amat sangat sering memulai sesuatu dari kondisi yang tidak sempurna untuk menjadi sesuatu yang luarbiasa.
Just trust Him and rely on Him……

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 15 October 2007.