Archive for December, 2007

Renungan awal tahun baru 2008

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, love on December 30, 2007 by Inna

Kita sudah memasuki awal tahun 2008. Dalam beberapa hari ini, orang orang sibuk cari nubuatan tentang tahun 2008, yah nubuatan secara pribadi atau secara umum. Banyak juga yang sibuk memikirkan apa resolusi yang akan dilakukannya untuk tahun 2008. Semangat seperti ini selalu berulang disetiap akhir tahun dan awal tahun, tapi sangat jarang semangat ini tetap menggebu sampai pertengahan tahun, karena kebanyakan mulai melemah pada bulan ke empat lalu telah dilupakan pada bulan ke enam. Dan saat bulan kesebelas berakhir semangat itu kembali berkobar dan banyak yang mulai lagi cari suara Tuhan, cari nubuatan, mengharapkan mendapatkan mimpi yang dari Tuhan sebagai petunjuk pribadi dll, dll.

Saat akhir tahun kita mencoba menghitung, berapa banyak kah hal yang menyenangkan telah terjadi?, berapakah janji Tuhan telah di genapi tahun ini?.

Tapi apapun yang terjadi, bagaimanapun yang telah kita alami… Seberapa banyak janji Tuhan telah di genapi? apa malah lebih banyak lagi yang masih belum terjadi atau digenapi?Apapun dan bagaimanapun, yang terbaik adalah melakukan seperti apa yang Tuhan kehendaki yaitu mengucap syukur untuk segala perkara….

Kalau kita mengucap syukur untuk segala yang baik dan menyenangkan yang telah terjadi dan telah kita alami, maka itu memang normal dan wajib hukumnya; tapi kalau kita mengucap syukur dengan tulus hati atas segala perkara tidak enak yang telah terjadi dan telah kita alami, kalau kita mengucap syukur atas janji janji Tuhan yang masih juga belum digenapi maka itu disebut “korban ucapan syukur”, dan ini jauh lebih menyukakan hati Tuhan.

Lebih baik lebih banyak memberi waktu kita untuk mengucap syukur di saat saat terakhir tahun 2007, dari pada sibuk cari nubuatan dan lain lain…. Karena kalau hati Tuhan berkenan atas kita, maka sekalipun tahun 2008 akan semakin banyak bencana alam ataupun pergumulan yang berat… itu tidak akan terlalu menakutkan lagi karena kita tahu dan yakin Tuhan selalu beserta kita dan Dia berkenan kepada kita. Sehingga dari tahun ketahun kasih setia dan anugerah Tuhan kepada kita selalu ada dan semakin bertambah dari tahun ke tahun.  Karena bukankah Tuhan sudah mengatakan bahwa dunia ini tidak akanmenjadi semakin baik tapi dunia ini akan semakin jahat dan sedang menuju kepada akhirnya? Maka semakin jahat dunia ini semakin besar pula tantangan yang akan kita hadapi, tapi inilah yang pasti bahwa semakin besar tekanan dunia ini maka akan semakin besar pula kasih karunia dan kuasa yang Tuhan curahkan pada kita, yaitu orang orang yang percaya dan selalu berharap kepadaNya. Let not your heart be troubled.

Selamat tinggal 2007, selamat datang 2008. God bless you all the people of God…..!!.

Adakah hubungan Kristus dengan santa Claus?.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, love, perempuan on December 30, 2007 by Inna

Kalau anda tidak mengetahui asal muasal santa Claus, mungkin anda menganggap santa Claus kurang rohani, karena selama bulan Desember dia lebih banyak terlihat di mall, departemen store, atau toko toko besar daripada di gereja. Apalagi yang jadi santa adalah sembarang orang yang sanggup memerankan tokoh ini dengan memakai kostumnya yang merah menyala, perut gendut, janggut dan kumis berwarna putih, sepatu boot dan topi lancip berwarna merah.

Seorang santa Claus memang pernah ada, dia bukan berasal dari kutub utara, tapi dia adalah seorang bishop yang hidup di belahan eropah pada abad ke IV, namanya Nicholas. Dia disebut Saint Nicholas of Myra [ sekarang bernama Turki ]. Nicholas adalah orang yang tidak hanya menjalani ritual agama, tapi dia melakukan apa yang diperintahkan Kristus yaitu “mengasihi sesama”, dia sangat memperhatikan anak anak orang miskin. Ada cerita tentang kebaikan hati Nicholas terhadap keluarga miskin yang terbelit hutang sehingga terpaksa akan menjual salah seorang puterinya untuk menjadi budak. Ketika mendengar hal ini maka pada suatu larut malam Nicholas datang kerumah keluarga ini lalu menjatuhkan beberapa keping uang emas dari atas cerobong asap. Ajaibnya emas itu masuk kedalam kaus kaki salah satu anak perempuan keluarga itu. Kaus kaki itu memang sedang di gantungkan dekat tungku perapian karena sedang dikeringkan. Hal ini kemudian menjadi kebiasaan anak anak pada malam natal, menggantungkan kaus kaki dekat perapian atau dekat pohon natal agar santa bisa menaruh hadiah natal didalamnya.

Nicholas wafat pada tanggal 6 Desember. Tapi sebenarnya penampilannya tidak seperti yang sekarang ini menjadi stereotype diseluruh dunia. Wajah dan penampilan santa Claus saat ini dimulai pada tahun 1930 ketika suatu perusahan minuman coke ingin menjadikan santa tokoh dalam mempromosikan produksi minuman coke tersebut, maka diciptakanlah penampilan seorang santa Claus seperti yang kita lihat sekarang ini. Karena memang sejak saat itu wajah santa Claus yang seperti itu lah yang dikenal dunia sampai saat ini, dan model santa Claus yang begini ini memang lebih pas untuk tokoh komersil.

Apakah ada hubungannya antara Tuhan Yesus dengan santa Claus?. Ya, sebenarnya ada. karena santa Claus aslinya bernama Nicholas adalah orang yang melakukan perintah utama Tuhan Yesus yaitu “kasih”. Apakah kemudian tokoh santa menjadi komersial ya jangan terlalu dipermasalahkan, yang penting intinya tetap bertahan yaitu santaclaus atau sinterklas bahasa belandanya adalah tokoh yang paling di cari anak anak pada musim natal, karena dia adalah lambang kebaikan, keramahan dan kegembiraan.

Kalau kita mau merayakan natal bersama santa claus, rayakan dengan spirit Saint Nicholas seorang yang melakukan kebaikan karena dia mengasihi dan taat pada perintah Tuhan Yesus, bukan dengan santa Claus yang penampilannya di “create” oleh suatu perusahaan minuman coke sejak tahun 1930, santa claus atau sinterklas model begini cuma jadi orang upahan yang menjadi penyalur hadiah natal yang di titipkan orang lain.

The Journey

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on December 28, 2007 by Inna

Natal bersama Yesus atau bersama santa Claus ?

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith with tags on December 22, 2007 by Inna

Memasuki bulan Desember kita umat kristen mulai di sibukkan dengan berbagai hal tentang natal dan perayaan natal. Begitu banyak dana yang bisa kita keluarkan untuk hari natal. Dan ada yang dalam satu hari menghadiri perayaan natal lebih dari satu kali. Yang menjadi pertanyaan untuk direnungkan adalah apakah Yesus ada bersama kita dalam perayaan natal kita?.

Pada masa kini, natal berarti pohon natal yang dihiasi lampu lampu dan salju imitasi, santa claus, pakaian bagus, makanan enak, lilin lilin dan hadiah natal yang dibungkus kertas cantik.

Padahal pada mulanya natal dimulai di suatu tempat yang sederhana, yaitu di suatu kandang hewan. Tidak ada salju, tidak ada pakaian bagus, tidak ada makanan dan minuman mahal yang enak, tidak ada santa claus, tidak ad pohon natal yang gemerlap.

Sebenarnya tidak apa apa dengan semua kemewahan dan keindahan yang kita adakan dalam perayaan natal, selama itu memang kita lakukan untuk membuat orang lain bisa merasakan makna kasih dari hari natal. Ya, bisa saja kita mengadakan keindahan dan kemewahan serta kemeriahan dalam pesta natal, lalu mengundang orang orang miskin, anak anak yaitim piatu, orang orang tua di panti jompo, orang orang buangan yang tidak pernah dilirik orang…… ya siapa tahu, itulah keindahan dan kemewahan satu satunya yang pernah merela alami dan nikmati sehingga hati mereka tersentuh dan mereka bisa merasakan kasih yang dari Tuhan Yesus melalui apa yang kita lakukan pada mereka. Kalau begini, saya percaya Tuhan Yesus akan hadir dalam perayaan natal yang tujuannya adalah untuk menyatakan kasih Tuhan Yesus pada orang orang yang menderita dan terbuang.

Tapi kalau segala keindahan dan kemewahan pesta natal yang kita adakan adalah untuk menunjukkan identitas dan kebesaran nama pribadi maka makna natal yang sesungguhnya telah ditutupi dengan segala kebanggaan diri yang bisa di sebut kesombongan, maka apakah mungkin Tuhan Yesus mau hadir dan betah dalam perayaan yang seperti itu? Maka bisa jadi natal yang indah dan mewah itu kita rayakan tanpa kehadiran Tuhan Yesus dan para malaikatNya, tapi kita merayakannya hanya bersama “santa claus”, yang bukan santa, karena dia cuma orang bayaran yang memakai baju santa dan kemudian akan kembali menjadi orang biasa setelah selesai perayaan dan menerima uang bayarannya.

Mau natal bersama Tuhan Yesus atau bersama “santa claus”? Ho ho ho, kamu bisa jawab sendiri deh.

Merry Christmas and happy new year to you all….!!