Jangan mengganggu pekerjaan Tuhan.
Seringkali tanpa kita sadari saat kita mengira sedang melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan, ternyata kita malahan sedang bikin Tuhan kesal karena ternyata apa yang kita lakukan itu sangat mengganggu Tuhan.
Ya, sebagai anak Tuhan bukankah kita selalu ingin menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan hal hal yang baik yang memanifestasikan kasih yang ada dalam hati kita. Kita hampir tidak pernah melewatkan setiap kali ada kesempatan berbuat baik, kita dengan senang hati menabur kebaikan sebanyak mungkin pada orang orang sekitar kita, karena kita rindu semakin banyak orang bisa merasakan kasih yang telah Tuhan taruh dalam hati kita. Tapi kemudian kita merasa heran, kenapa sudah menabur begitu banyak kebaikan tapi kok sepertinya tidak pernah menuai dari apa yang telah ditabur…?.
Tahukah anda bahwa kebaikan yang di tabur pada waktu dan tempat yang keliru akan membuat kita menabur dengan sia sia, malah kemudian Tuhan sama sekali tidak merasa senang atas perbuatan baik kita, karena ternyata dengan perbuatan kita, Tuhan merasa sangat terganggu.
Misalnya, kita dengan senang hati bersedia berjam jam mendengarkan curhat seseorang yang sedang punya problem, maksudnya sih supaya bisa menasihati atau paling tidak meringankan beban orang tersebut karena ada yang mau memperhatikan dan mendengarkan dia. Padahal sebenarnya Tuhan ijinkan dia mengalami problem tersebut supaya dia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, berdiam diri lalu mencari Tuhan secara pribadi dan berseru seru kepada Tuhan. Tapi karena kita selalu bersedia mendengarkan “curhat”nya, orang ini malah mencari kita bukannya mencari Tuhan…… Bayangkan saja, bagaimana perasaan Tuhan melihat kita mengambil alih rencanaNya.
Ada lagi contoh yang lain, misalnya ada seseorang yang sedang diajar Tuhan untuk semakin bergantung dan percaya kepada Tuhan dalam hal keuangan, maka Tuhan membuat ekonominya dalam situasi yang sulit. Lalu ketika kita tahu bahwa orang tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan, karena kita memiliki uang lebih yang banyak maka dengan rela hati kita menolong orang tersebut keluar dari kesulitan keuangannya. Akibatnya orang tersebut jadi bergantung dan berharap pada manusia bukan kepada Tuhan, sehingga imannya sama sekali tidak bertumbuh didalam Tuhan.
Ternyata tidak selamanya perbuatan baik itu benar, seringkali perbuatan baik kita menjadi suatu kesalahan dimata Tuhan. Karena itu, jangan hanya mengejar kasih tapi kita juga perlu mengejar hikmat, supaya kita tahu saat yang tepat bertindak.
Kita harus hati hati saat menolong seseorang, apakah tindakan kita itu tepat waktunya atau malah kita sedang mengganggu pekerjaan Tuhan yang sedang memproses orang tersebut untuk semakin bertumbuh menjadi orang yang rohaninya kuat. Tuhan paling tidak suka intervensi manusia atas rencana dan pekerjaanNya.
Jangan coba menolong Tuhan, karena ternyata kita malah telah mengganggu pekerjaan Tuhan.