Archive for March, 2009

Be realistic….!!.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 13, 2009 by Inna

Terkadang tanpa kita sadari seringkali keinginan jiwa hampir sama seperti keinginan Roh. Pikiran kita sering dipakai untuk membaca dan merenungkan serta menghapal firman Tuhan,sehingga banyak sekali FT yang sudah tertanam dalam ingatan kita, dan isi pikiran sangat mempengaruhi jiwa. Manusia terdiri dari Roh, jiwa dan tubuh, maka saat keinginan jiwa itu sangat kuat, sering kita kira itu adalah keinginan Roh. Apalagi saat bersama sama dengan saudara seiman, beramai ramai melakukan kegiatan rohani, kita akan cepat terpengaruh. ( maaf, ini bise disebut seperti histeria massa ). Setelah keramaian berakhir… maka kita kembali masing masing kepada kehidupan nyata yang real, yang sering  sangat jauh berbeda kenyataannya dari ekspetasi iman.

Dan banyak yang tadi bergitu bersemangat segera berubah menjadi ragu dan lemas. Karena itu, marilah kita berani  untuk menghadapi pergumulan hidup maupun kenyataan hidup yang terjadi dengan sikap yang realistik, tidak lari dari kenyataan, bersembunyi dibalik pesta pora rohani. Karena kita yang sebenarnya, kita yang sejati adalah ketika kita sedang sendiri mencari Tuhan maupun sedang sendiri dalam perenungan.

Semua pengurapan maupun nubuatan tidak akan menjadi kekuatan yang sejati kalau kita tidak pernah menjadi orang yang berani secara pribadi menghadapi kenyataan pergumulan hidup. Selama kita lari dari kenyataan dengan pergi dari satu KKR ke KKR yang lain, menghadiri satu seminar ke seminar yang lain, maka selama itu permasalahan tidak akan selesai karena kita seperti menyapu kotoran dan menyembunyikannya dibawah karpet, dan kotoran itu akan semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Karena pertumbuhan yang sejati bukanlah dari berapa banyak kita mengikuti seminar, bukan seberapa sering menerima pengurapan, melainkan…. seberapa lama kita bersendiri bersama Tuhan dan seberapa sering kita secara pribadi kita mencoba bergantung kepada Roh Kudus.

Be realistic…!! Jangan menjadi KKR dan seminar addicted….Bukan berarti bahwa menghadiri KKR dan seminar itu adalah suatu kesalahan, melainkan jangan semua itu membuat kita jadi jarang mencari hadirat Tuhan secara pribadi.

Proses yang lain

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 13, 2009 by Inna

Didalam kehidupan, seringkali kita harus mengikuti proses untuk mendaparkan sesuatu. Membuat KTP, membuat NPWP, memasak makanan, dan banyak hal lagi, semuanya membutuhkan proses. Dan rata rata proses itu membuat kita harus terus bergerak agar proses bisa tetap terlaksana, karena tanpa bergerak proses bisa berlangsung semakin lama atau bahkan bisa jadi proses tersebut gagal karena tidak ada pergerakan  tindak lanjut.

Tapi ada juga cara proses yang lain, suatu cara proses yang kelihatannya seperti tidak memerlukan pergerakan, misalnya untuk membersihkan noda pada kain, untuk meresapkan bumbu pada makanan yang akan dimasak, atau juga proses yang memakai ragi, kita memerlukan waktu untuk merendam dan mengendapkan bahan tersebut untuk masa prosesnya.

Begitu juga dalam perjalanan kehidupan rohani kita, ada berbagai macam proses akan kita lalui. Ada saatnya dalam proses pembentukan karakter manusia baru Tuhan membuat kita melakukan begitu banyak kegiatan rohani yang bisa disebut “pelayanan”.  Dan saat saat  melakukan banyak kegiatan kita bisa melihat banyak kenyataan yang terjadi berlawanan dengan apa yang kita mau, ini bisa melatih kita bagaimana untuk selalu taat pada kehendak Tuhan atau tetap memaksaan kehendak sendiri dalam melakukan pelayanan untuk Tuhan. Masa ini membuat kita juga banyak berinteraksi dengan berbagai macam orang yang berasal dari berbagai lingkungan dan latar belakang. Keadaan yang kita temui saat berinteraksi dengan berbagai orang bisa mengajar kita bagaimana untuk bisa menerima orang lain apa adanya, juga mengajar kita bersabar ataupun merendahlan hati. Melakukan banyak kegiatan rohani yang berhubungan dengan banyak orang juga bisa membuat kita keluar dari kondisi yang mementingkan diri sendiri, fokus pada diri sendiri berubah menjadi mengutamakan orang lain lebih dari diri kita sendiri.

Semakin kita banyak bergerak, semakin kita menjadi sangat bergairah dan merasa bahagia karena bisa menjadi berkat bagi orang lain. Dan saat seperti itu rasanya pertumbuhan rohani kita sepertinya sangat pesat….!!.

Tapi bagaimana ketika kita dibawa masuk kedalam suatu masa proses yang lain, yang berbeda dari yang biasanya? Ketika semua pergerakan sepertinya dihentikan, langkah perjalanan berkeliling tidak lagi diadakan, suara keramaian berubah jadi keheningan, kebersamaan dengan yang lain menjadi kesendirian, percakapan yang seru menjadi bisu dan kelu. Dan keheningan serta kesendirian ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama, berbulan bulan bahkan bisa bertahun tahun, pada masa masa ini apakah kita bisa yakin bahwa pertumbuhan rohani kita tetap berlangsung?, atau malah kita jadi tawar hati karena merasa telah diabaikan ?. Banyak kita yang mulai tidak yakin bahwa penyertaan tangan Tuhan tetap terjadi dalam kehidupan kita. Padahal sesungguhnya saat itu pertumbuhan kita tidak terlihat, karena yang sedang bertumbuh adalah akarnya yang terus bertumbuh kedalam. Suatu masa pengendapan sedang terjadi, dimana bercak bercak yang tidak di ingini secara perlahan mulai terlepas dan proses yang terjadi adalah seperti peragian. Membuat zat zat penting semakin meresap dan memberi warna dan rasa baru.

Tapi apakah kita sadar dan sabar ketika proses yang lain ini sedang terjadi pada kita?