Be realistic….!!.

Terkadang tanpa kita sadari seringkali keinginan jiwa hampir sama seperti keinginan Roh. Pikiran kita sering dipakai untuk membaca dan merenungkan serta menghapal firman Tuhan,sehingga banyak sekali FT yang sudah tertanam dalam ingatan kita, dan isi pikiran sangat mempengaruhi jiwa. Manusia terdiri dari Roh, jiwa dan tubuh, maka saat keinginan jiwa itu sangat kuat, sering kita kira itu adalah keinginan Roh. Apalagi saat bersama sama dengan saudara seiman, beramai ramai melakukan kegiatan rohani, kita akan cepat terpengaruh. ( maaf, ini bise disebut seperti histeria massa ). Setelah keramaian berakhir… maka kita kembali masing masing kepada kehidupan nyata yang real, yang seringĀ  sangat jauh berbeda kenyataannya dari ekspetasi iman.

Dan banyak yang tadi bergitu bersemangat segera berubah menjadi ragu dan lemas. Karena itu, marilah kita beraniĀ  untuk menghadapi pergumulan hidup maupun kenyataan hidup yang terjadi dengan sikap yang realistik, tidak lari dari kenyataan, bersembunyi dibalik pesta pora rohani. Karena kita yang sebenarnya, kita yang sejati adalah ketika kita sedang sendiri mencari Tuhan maupun sedang sendiri dalam perenungan.

Semua pengurapan maupun nubuatan tidak akan menjadi kekuatan yang sejati kalau kita tidak pernah menjadi orang yang berani secara pribadi menghadapi kenyataan pergumulan hidup. Selama kita lari dari kenyataan dengan pergi dari satu KKR ke KKR yang lain, menghadiri satu seminar ke seminar yang lain, maka selama itu permasalahan tidak akan selesai karena kita seperti menyapu kotoran dan menyembunyikannya dibawah karpet, dan kotoran itu akan semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Karena pertumbuhan yang sejati bukanlah dari berapa banyak kita mengikuti seminar, bukan seberapa sering menerima pengurapan, melainkan…. seberapa lama kita bersendiri bersama Tuhan dan seberapa sering kita secara pribadi kita mencoba bergantung kepada Roh Kudus.

Be realistic…!! Jangan menjadi KKR dan seminar addicted….Bukan berarti bahwa menghadiri KKR dan seminar itu adalah suatu kesalahan, melainkan jangan semua itu membuat kita jadi jarang mencari hadirat Tuhan secara pribadi.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.