Archive for the Christian life style Category

Be realistic….!!.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 13, 2009 by Inna

Terkadang tanpa kita sadari seringkali keinginan jiwa hampir sama seperti keinginan Roh. Pikiran kita sering dipakai untuk membaca dan merenungkan serta menghapal firman Tuhan,sehingga banyak sekali FT yang sudah tertanam dalam ingatan kita, dan isi pikiran sangat mempengaruhi jiwa. Manusia terdiri dari Roh, jiwa dan tubuh, maka saat keinginan jiwa itu sangat kuat, sering kita kira itu adalah keinginan Roh. Apalagi saat bersama sama dengan saudara seiman, beramai ramai melakukan kegiatan rohani, kita akan cepat terpengaruh. ( maaf, ini bise disebut seperti histeria massa ). Setelah keramaian berakhir… maka kita kembali masing masing kepada kehidupan nyata yang real, yang sering  sangat jauh berbeda kenyataannya dari ekspetasi iman.

Dan banyak yang tadi bergitu bersemangat segera berubah menjadi ragu dan lemas. Karena itu, marilah kita berani  untuk menghadapi pergumulan hidup maupun kenyataan hidup yang terjadi dengan sikap yang realistik, tidak lari dari kenyataan, bersembunyi dibalik pesta pora rohani. Karena kita yang sebenarnya, kita yang sejati adalah ketika kita sedang sendiri mencari Tuhan maupun sedang sendiri dalam perenungan.

Semua pengurapan maupun nubuatan tidak akan menjadi kekuatan yang sejati kalau kita tidak pernah menjadi orang yang berani secara pribadi menghadapi kenyataan pergumulan hidup. Selama kita lari dari kenyataan dengan pergi dari satu KKR ke KKR yang lain, menghadiri satu seminar ke seminar yang lain, maka selama itu permasalahan tidak akan selesai karena kita seperti menyapu kotoran dan menyembunyikannya dibawah karpet, dan kotoran itu akan semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Karena pertumbuhan yang sejati bukanlah dari berapa banyak kita mengikuti seminar, bukan seberapa sering menerima pengurapan, melainkan…. seberapa lama kita bersendiri bersama Tuhan dan seberapa sering kita secara pribadi kita mencoba bergantung kepada Roh Kudus.

Be realistic…!! Jangan menjadi KKR dan seminar addicted….Bukan berarti bahwa menghadiri KKR dan seminar itu adalah suatu kesalahan, melainkan jangan semua itu membuat kita jadi jarang mencari hadirat Tuhan secara pribadi.

Proses yang lain

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 13, 2009 by Inna

Didalam kehidupan, seringkali kita harus mengikuti proses untuk mendaparkan sesuatu. Membuat KTP, membuat NPWP, memasak makanan, dan banyak hal lagi, semuanya membutuhkan proses. Dan rata rata proses itu membuat kita harus terus bergerak agar proses bisa tetap terlaksana, karena tanpa bergerak proses bisa berlangsung semakin lama atau bahkan bisa jadi proses tersebut gagal karena tidak ada pergerakan  tindak lanjut.

Tapi ada juga cara proses yang lain, suatu cara proses yang kelihatannya seperti tidak memerlukan pergerakan, misalnya untuk membersihkan noda pada kain, untuk meresapkan bumbu pada makanan yang akan dimasak, atau juga proses yang memakai ragi, kita memerlukan waktu untuk merendam dan mengendapkan bahan tersebut untuk masa prosesnya.

Begitu juga dalam perjalanan kehidupan rohani kita, ada berbagai macam proses akan kita lalui. Ada saatnya dalam proses pembentukan karakter manusia baru Tuhan membuat kita melakukan begitu banyak kegiatan rohani yang bisa disebut “pelayanan”.  Dan saat saat  melakukan banyak kegiatan kita bisa melihat banyak kenyataan yang terjadi berlawanan dengan apa yang kita mau, ini bisa melatih kita bagaimana untuk selalu taat pada kehendak Tuhan atau tetap memaksaan kehendak sendiri dalam melakukan pelayanan untuk Tuhan. Masa ini membuat kita juga banyak berinteraksi dengan berbagai macam orang yang berasal dari berbagai lingkungan dan latar belakang. Keadaan yang kita temui saat berinteraksi dengan berbagai orang bisa mengajar kita bagaimana untuk bisa menerima orang lain apa adanya, juga mengajar kita bersabar ataupun merendahlan hati. Melakukan banyak kegiatan rohani yang berhubungan dengan banyak orang juga bisa membuat kita keluar dari kondisi yang mementingkan diri sendiri, fokus pada diri sendiri berubah menjadi mengutamakan orang lain lebih dari diri kita sendiri.

Semakin kita banyak bergerak, semakin kita menjadi sangat bergairah dan merasa bahagia karena bisa menjadi berkat bagi orang lain. Dan saat seperti itu rasanya pertumbuhan rohani kita sepertinya sangat pesat….!!.

Tapi bagaimana ketika kita dibawa masuk kedalam suatu masa proses yang lain, yang berbeda dari yang biasanya? Ketika semua pergerakan sepertinya dihentikan, langkah perjalanan berkeliling tidak lagi diadakan, suara keramaian berubah jadi keheningan, kebersamaan dengan yang lain menjadi kesendirian, percakapan yang seru menjadi bisu dan kelu. Dan keheningan serta kesendirian ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama, berbulan bulan bahkan bisa bertahun tahun, pada masa masa ini apakah kita bisa yakin bahwa pertumbuhan rohani kita tetap berlangsung?, atau malah kita jadi tawar hati karena merasa telah diabaikan ?. Banyak kita yang mulai tidak yakin bahwa penyertaan tangan Tuhan tetap terjadi dalam kehidupan kita. Padahal sesungguhnya saat itu pertumbuhan kita tidak terlihat, karena yang sedang bertumbuh adalah akarnya yang terus bertumbuh kedalam. Suatu masa pengendapan sedang terjadi, dimana bercak bercak yang tidak di ingini secara perlahan mulai terlepas dan proses yang terjadi adalah seperti peragian. Membuat zat zat penting semakin meresap dan memberi warna dan rasa baru.

Tapi apakah kita sadar dan sabar ketika proses yang lain ini sedang terjadi pada kita?

Tuhan ingin semua orang masuk surga, tapi kenapa tidak…?

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on September 3, 2008 by Inna
Suatu hari, saya membaca suatu renungan dari seseorang yang pernah melakukan percakapan dengan Tuhan ketika dia pernah mati untuk beberapa waktu lamanya kemudian hidup lagi.
Orang itu bertanya kepada Tuhan : ” Tuhan kalau Engkau memang mengasihi semua manusia, kenapa Engkau membiarkan banyak orang masuk neraka? “.
Tuhan menjawab orang itu : ” Memang, sebenarnya Aku ingin semua orang masuk surga, Aku ingin kita semua bersama sama selamanya. Tapi pada kenyataannya, tidak semua orang bisa tahan tinggal disurga untuk selamanya…
Ketika orang orang yang selama hidupnya selalu melakukan hal hal yang jahat dan tidak kudus, maka ketika dia di ijinkan masuk surga… dengan sendirinya dia tidak tahan dan tidak kuat dengan kekudusan dan kebaikan yang ada disurga, karena selama hidupnya dia membiarkan hatinya dipenuhi kejahatan, kemarahan, kepahitan dan kenajisan.
Jadi sebenarnya, manusia itu sendiri yang menentukan dan memilih dimana dia kelak berada. Dan Aku akan menolong menguatkan orang orang yang selalu berusaha menjaga hatinya dari kecenderungan berbuat jahat. Karena Aku tahu, hidup didunia tidak gampang, tapi ketika manusia memilih untuk tidak mau berlarut larut dalam kejahatan,kenajisan, kemarahan dan kepahitan hati, maka Aku akan menolongnya dan memberi kekuatan untuk meraih kemenangan langkah demi langkah dari hari kehari “.

Setelah membaca renungan itu, saya teringat akan peristiwa yang pernah saya alami dan lihat ketika berada dalam ibadah yang atmosfir hadirat Tuhan amat amat sangat kuat dan murni…… saat itu sering terjadi manifestasi dari orang orang yang hadir disana. Saat itu, seringkali…. apa yang tersembunyi, tiba tiba termanifestasi nyata saat orang itu jatuh tersungkur dalam hadirat Tuhan. Dan orang orang yang masih memiliki hal hal yang tidak berkenan dengan Tuhan , tiba tiba bisa menjerit jerit dan terguling guling karena begitu kuatnya hadirat Tuhan yang maha kudus.

Aaahhhhhhh, untuk orang yang mengasihi Tuhan dan gentar padaNYA, akan merasakan betapa indah dan menyenangkannya hadirat Tuhan.
Tapi untuk sebagian lainnya, hadirat Tuhan bisa terasa sangat menakutkan dan menyiksa….. Dan semua itu adalah CERMINAN DARI ISI HATI YANG TERDALAM.

What is the truth?

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 7, 2008 by Inna

Kita tahu ada tertulis di Alkitab perjanjian baru bahwa, ” the truth shall make you free “. What is the truth…??.

Saya sering merenungkan hal ini. Dan apa yang saya tulis dibawah ini, biarlah menjadi suatu acuan untuk semakin membuat kita bersama sama merenungkan semakin dalam tentang apakah sebenarnya kebenaran itu.

Kebenaran itu adalah ketika engkau berani mengakui kelemahanmu, mau mengakui kegaglanmu dan berani mengakui kemarahanmu dan ketakutanmu.

Kebenaran itu adalah ketika engkau berhenti berpura pura, membohongi dirimu msendiri dengan tidak mau mengakui perasaanmu yang terdalam yang sebenarnya.

Ketika engkau berani keluar dari kepura puraan, dari kebohongan… maka saat itu engkau merdeka dari segala beban kekuatiran akibat kebohongan dan kepura puraan yang selama ini engkau lakukan. Karena satu kebohongan akan berlanjut dengan kebohongan berikutnya yang akan terus bersambung untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. Semua ini akhirnya membelenggu engkau, membuat hidupmu tidak bebas dan tidak nyaman.

Jadi kebenaran itu membutuhkan keberanian dan konsistensi untuk JUJUR dalam hidup kita. Tanpa ini, kita tidak akan bisa merdeka dari belenggu yang kita buat sendiri dari hari kehari. 

Jangan mengganggu pekerjaan Tuhan.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on February 8, 2008 by Inna

Seringkali tanpa kita sadari saat kita mengira sedang melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan, ternyata kita malahan sedang bikin Tuhan kesal  karena ternyata apa yang kita lakukan itu sangat mengganggu Tuhan.

Ya, sebagai anak Tuhan bukankah kita selalu ingin menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan hal hal yang baik yang memanifestasikan kasih yang ada dalam hati kita. Kita hampir tidak pernah melewatkan setiap kali ada kesempatan berbuat baik, kita dengan senang hati menabur kebaikan sebanyak mungkin pada orang orang sekitar kita, karena kita rindu semakin banyak orang bisa merasakan kasih yang telah Tuhan taruh dalam hati kita. Tapi kemudian kita merasa heran, kenapa sudah menabur begitu banyak kebaikan tapi kok sepertinya tidak pernah menuai dari apa yang telah ditabur…?.

Tahukah anda bahwa kebaikan yang di tabur pada waktu dan tempat yang keliru akan membuat kita menabur dengan sia sia, malah kemudian Tuhan sama sekali tidak merasa senang atas perbuatan baik kita, karena ternyata dengan perbuatan kita, Tuhan merasa sangat terganggu. 

Misalnya, kita dengan senang hati bersedia berjam jam mendengarkan curhat seseorang yang sedang punya problem, maksudnya sih supaya bisa menasihati atau paling tidak meringankan beban orang tersebut karena ada yang mau memperhatikan dan mendengarkan dia. Padahal sebenarnya Tuhan ijinkan dia mengalami problem tersebut supaya dia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, berdiam diri lalu mencari Tuhan secara pribadi dan berseru seru kepada Tuhan. Tapi karena kita selalu bersedia mendengarkan “curhat”nya, orang ini malah mencari kita bukannya mencari Tuhan…… Bayangkan saja, bagaimana perasaan Tuhan melihat kita mengambil alih rencanaNya.

Ada lagi contoh yang lain, misalnya ada seseorang yang sedang diajar Tuhan untuk semakin bergantung dan percaya kepada Tuhan dalam hal keuangan, maka Tuhan membuat ekonominya dalam situasi yang sulit. Lalu ketika kita tahu bahwa orang tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan, karena kita memiliki uang lebih yang banyak maka dengan rela hati kita menolong orang tersebut keluar dari kesulitan keuangannya. Akibatnya orang tersebut jadi bergantung dan berharap pada manusia bukan kepada Tuhan, sehingga imannya sama sekali tidak bertumbuh didalam Tuhan.

Ternyata tidak selamanya perbuatan baik itu benar, seringkali perbuatan baik kita menjadi suatu kesalahan dimata Tuhan. Karena itu, jangan hanya mengejar kasih tapi kita juga perlu mengejar hikmat, supaya kita tahu saat yang tepat bertindak.

Kita harus hati hati saat menolong seseorang, apakah tindakan kita itu tepat waktunya atau malah kita sedang mengganggu pekerjaan Tuhan yang sedang memproses orang tersebut untuk semakin bertumbuh menjadi orang yang rohaninya kuat. Tuhan paling tidak suka intervensi manusia atas rencana dan pekerjaanNya.

Jangan coba menolong Tuhan, karena ternyata kita malah telah mengganggu pekerjaan Tuhan.

“Orang yang Rohani”

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style on January 11, 2008 by Inna

picture-13.jpg

Sebagai anak Tuhan, kita diharapkan menjaga kekudusan dalam cara hidup kita sehari hari, untuk itu kita harus banyak berperang melawan keinginan daging supaya rohani kita semakin meningkat. Ya, itu adalah pelajaran dasar umum yang biasanya diterima orang dalam pelajaran tentang bagaimana cara hidup orang yang sudah “born again”.

Sebenarnya apa sih takarannya sehingga sesorang disebut rohani?. Apakah kalau dia rajin doa puasa dan banyak berbahasa roh atau berbahasa lidah, dan sudah berulang kali baca Alkitab sampai selesai serta rajin memberitakan injil kepada banyak orang, ya apakah jika melakukan semua itu baru namanya “rohani” banget?.

Tapi saya melihat banyak  orang yang melakukan lebih dari itu, akhirnya jatuh juga dalam masalah sex, uang dan lain lain. Jadi, ternyata menjadi orang yang sangat rohani tidak menjamin akn bisa kuat dari segala pencobaan.  Karena ternyata, orang yang hidupnya sangat rohani, bisa jadi merasa dirinya sudah sangat kudus sehingga diam diam dia punya “kesombongan” rohani yang akhirnya menjadi celah yang bisa membuat dia jatuh jungkir balik.

Apakah menjaga hati agar jauh dari kesombongan bisa lebih effectif dari pada mengejar kekudusan dengan mengutamakan hal hal yang terlihat dan terasa? Seperti doa puasa, menguasai isi Alkitab dan mahir dalam penginjilan….. karena, ternyata kegiatan rohani bisa membuat kita terperangkap menjadi orang yang sangat rohani sehingga diam diam merasa lebih rohani dari jemaat biasa, lebih kudus dari orang yang tidak ke gereja, bukanlah itu “kesombongan”?. Ya, memang, kita bisa sering bertemu orang orang yang rohani dan hebat dalam melayani di gereja ternyata didalam hati mereka tersembunyi kesombongan yang “putih” sekali, sehingga nyaris tak terdeteksi.

Renungan awal tahun baru 2008

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, love on December 30, 2007 by Inna

Kita sudah memasuki awal tahun 2008. Dalam beberapa hari ini, orang orang sibuk cari nubuatan tentang tahun 2008, yah nubuatan secara pribadi atau secara umum. Banyak juga yang sibuk memikirkan apa resolusi yang akan dilakukannya untuk tahun 2008. Semangat seperti ini selalu berulang disetiap akhir tahun dan awal tahun, tapi sangat jarang semangat ini tetap menggebu sampai pertengahan tahun, karena kebanyakan mulai melemah pada bulan ke empat lalu telah dilupakan pada bulan ke enam. Dan saat bulan kesebelas berakhir semangat itu kembali berkobar dan banyak yang mulai lagi cari suara Tuhan, cari nubuatan, mengharapkan mendapatkan mimpi yang dari Tuhan sebagai petunjuk pribadi dll, dll.

Saat akhir tahun kita mencoba menghitung, berapa banyak kah hal yang menyenangkan telah terjadi?, berapakah janji Tuhan telah di genapi tahun ini?.

Tapi apapun yang terjadi, bagaimanapun yang telah kita alami… Seberapa banyak janji Tuhan telah di genapi? apa malah lebih banyak lagi yang masih belum terjadi atau digenapi?Apapun dan bagaimanapun, yang terbaik adalah melakukan seperti apa yang Tuhan kehendaki yaitu mengucap syukur untuk segala perkara….

Kalau kita mengucap syukur untuk segala yang baik dan menyenangkan yang telah terjadi dan telah kita alami, maka itu memang normal dan wajib hukumnya; tapi kalau kita mengucap syukur dengan tulus hati atas segala perkara tidak enak yang telah terjadi dan telah kita alami, kalau kita mengucap syukur atas janji janji Tuhan yang masih juga belum digenapi maka itu disebut “korban ucapan syukur”, dan ini jauh lebih menyukakan hati Tuhan.

Lebih baik lebih banyak memberi waktu kita untuk mengucap syukur di saat saat terakhir tahun 2007, dari pada sibuk cari nubuatan dan lain lain…. Karena kalau hati Tuhan berkenan atas kita, maka sekalipun tahun 2008 akan semakin banyak bencana alam ataupun pergumulan yang berat… itu tidak akan terlalu menakutkan lagi karena kita tahu dan yakin Tuhan selalu beserta kita dan Dia berkenan kepada kita. Sehingga dari tahun ketahun kasih setia dan anugerah Tuhan kepada kita selalu ada dan semakin bertambah dari tahun ke tahun.  Karena bukankah Tuhan sudah mengatakan bahwa dunia ini tidak akanmenjadi semakin baik tapi dunia ini akan semakin jahat dan sedang menuju kepada akhirnya? Maka semakin jahat dunia ini semakin besar pula tantangan yang akan kita hadapi, tapi inilah yang pasti bahwa semakin besar tekanan dunia ini maka akan semakin besar pula kasih karunia dan kuasa yang Tuhan curahkan pada kita, yaitu orang orang yang percaya dan selalu berharap kepadaNya. Let not your heart be troubled.

Selamat tinggal 2007, selamat datang 2008. God bless you all the people of God…..!!.

Adakah hubungan Kristus dengan santa Claus?.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, love, perempuan on December 30, 2007 by Inna

Kalau anda tidak mengetahui asal muasal santa Claus, mungkin anda menganggap santa Claus kurang rohani, karena selama bulan Desember dia lebih banyak terlihat di mall, departemen store, atau toko toko besar daripada di gereja. Apalagi yang jadi santa adalah sembarang orang yang sanggup memerankan tokoh ini dengan memakai kostumnya yang merah menyala, perut gendut, janggut dan kumis berwarna putih, sepatu boot dan topi lancip berwarna merah.

Seorang santa Claus memang pernah ada, dia bukan berasal dari kutub utara, tapi dia adalah seorang bishop yang hidup di belahan eropah pada abad ke IV, namanya Nicholas. Dia disebut Saint Nicholas of Myra [ sekarang bernama Turki ]. Nicholas adalah orang yang tidak hanya menjalani ritual agama, tapi dia melakukan apa yang diperintahkan Kristus yaitu “mengasihi sesama”, dia sangat memperhatikan anak anak orang miskin. Ada cerita tentang kebaikan hati Nicholas terhadap keluarga miskin yang terbelit hutang sehingga terpaksa akan menjual salah seorang puterinya untuk menjadi budak. Ketika mendengar hal ini maka pada suatu larut malam Nicholas datang kerumah keluarga ini lalu menjatuhkan beberapa keping uang emas dari atas cerobong asap. Ajaibnya emas itu masuk kedalam kaus kaki salah satu anak perempuan keluarga itu. Kaus kaki itu memang sedang di gantungkan dekat tungku perapian karena sedang dikeringkan. Hal ini kemudian menjadi kebiasaan anak anak pada malam natal, menggantungkan kaus kaki dekat perapian atau dekat pohon natal agar santa bisa menaruh hadiah natal didalamnya.

Nicholas wafat pada tanggal 6 Desember. Tapi sebenarnya penampilannya tidak seperti yang sekarang ini menjadi stereotype diseluruh dunia. Wajah dan penampilan santa Claus saat ini dimulai pada tahun 1930 ketika suatu perusahan minuman coke ingin menjadikan santa tokoh dalam mempromosikan produksi minuman coke tersebut, maka diciptakanlah penampilan seorang santa Claus seperti yang kita lihat sekarang ini. Karena memang sejak saat itu wajah santa Claus yang seperti itu lah yang dikenal dunia sampai saat ini, dan model santa Claus yang begini ini memang lebih pas untuk tokoh komersil.

Apakah ada hubungannya antara Tuhan Yesus dengan santa Claus?. Ya, sebenarnya ada. karena santa Claus aslinya bernama Nicholas adalah orang yang melakukan perintah utama Tuhan Yesus yaitu “kasih”. Apakah kemudian tokoh santa menjadi komersial ya jangan terlalu dipermasalahkan, yang penting intinya tetap bertahan yaitu santaclaus atau sinterklas bahasa belandanya adalah tokoh yang paling di cari anak anak pada musim natal, karena dia adalah lambang kebaikan, keramahan dan kegembiraan.

Kalau kita mau merayakan natal bersama santa claus, rayakan dengan spirit Saint Nicholas seorang yang melakukan kebaikan karena dia mengasihi dan taat pada perintah Tuhan Yesus, bukan dengan santa Claus yang penampilannya di “create” oleh suatu perusahaan minuman coke sejak tahun 1930, santa claus atau sinterklas model begini cuma jadi orang upahan yang menjadi penyalur hadiah natal yang di titipkan orang lain.

The Journey

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on December 28, 2007 by Inna

Natal bersama Yesus atau bersama santa Claus ?

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith with tags on December 22, 2007 by Inna

Memasuki bulan Desember kita umat kristen mulai di sibukkan dengan berbagai hal tentang natal dan perayaan natal. Begitu banyak dana yang bisa kita keluarkan untuk hari natal. Dan ada yang dalam satu hari menghadiri perayaan natal lebih dari satu kali. Yang menjadi pertanyaan untuk direnungkan adalah apakah Yesus ada bersama kita dalam perayaan natal kita?.

Pada masa kini, natal berarti pohon natal yang dihiasi lampu lampu dan salju imitasi, santa claus, pakaian bagus, makanan enak, lilin lilin dan hadiah natal yang dibungkus kertas cantik.

Padahal pada mulanya natal dimulai di suatu tempat yang sederhana, yaitu di suatu kandang hewan. Tidak ada salju, tidak ada pakaian bagus, tidak ada makanan dan minuman mahal yang enak, tidak ada santa claus, tidak ad pohon natal yang gemerlap.

Sebenarnya tidak apa apa dengan semua kemewahan dan keindahan yang kita adakan dalam perayaan natal, selama itu memang kita lakukan untuk membuat orang lain bisa merasakan makna kasih dari hari natal. Ya, bisa saja kita mengadakan keindahan dan kemewahan serta kemeriahan dalam pesta natal, lalu mengundang orang orang miskin, anak anak yaitim piatu, orang orang tua di panti jompo, orang orang buangan yang tidak pernah dilirik orang…… ya siapa tahu, itulah keindahan dan kemewahan satu satunya yang pernah merela alami dan nikmati sehingga hati mereka tersentuh dan mereka bisa merasakan kasih yang dari Tuhan Yesus melalui apa yang kita lakukan pada mereka. Kalau begini, saya percaya Tuhan Yesus akan hadir dalam perayaan natal yang tujuannya adalah untuk menyatakan kasih Tuhan Yesus pada orang orang yang menderita dan terbuang.

Tapi kalau segala keindahan dan kemewahan pesta natal yang kita adakan adalah untuk menunjukkan identitas dan kebesaran nama pribadi maka makna natal yang sesungguhnya telah ditutupi dengan segala kebanggaan diri yang bisa di sebut kesombongan, maka apakah mungkin Tuhan Yesus mau hadir dan betah dalam perayaan yang seperti itu? Maka bisa jadi natal yang indah dan mewah itu kita rayakan tanpa kehadiran Tuhan Yesus dan para malaikatNya, tapi kita merayakannya hanya bersama “santa claus”, yang bukan santa, karena dia cuma orang bayaran yang memakai baju santa dan kemudian akan kembali menjadi orang biasa setelah selesai perayaan dan menerima uang bayarannya.

Mau natal bersama Tuhan Yesus atau bersama “santa claus”? Ho ho ho, kamu bisa jawab sendiri deh.

Merry Christmas and happy new year to you all….!!