Archive for the hati nurani Category

Be realistic….!!.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 13, 2009 by Inna

Terkadang tanpa kita sadari seringkali keinginan jiwa hampir sama seperti keinginan Roh. Pikiran kita sering dipakai untuk membaca dan merenungkan serta menghapal firman Tuhan,sehingga banyak sekali FT yang sudah tertanam dalam ingatan kita, dan isi pikiran sangat mempengaruhi jiwa. Manusia terdiri dari Roh, jiwa dan tubuh, maka saat keinginan jiwa itu sangat kuat, sering kita kira itu adalah keinginan Roh. Apalagi saat bersama sama dengan saudara seiman, beramai ramai melakukan kegiatan rohani, kita akan cepat terpengaruh. ( maaf, ini bise disebut seperti histeria massa ). Setelah keramaian berakhir… maka kita kembali masing masing kepada kehidupan nyata yang real, yang sering  sangat jauh berbeda kenyataannya dari ekspetasi iman.

Dan banyak yang tadi bergitu bersemangat segera berubah menjadi ragu dan lemas. Karena itu, marilah kita berani  untuk menghadapi pergumulan hidup maupun kenyataan hidup yang terjadi dengan sikap yang realistik, tidak lari dari kenyataan, bersembunyi dibalik pesta pora rohani. Karena kita yang sebenarnya, kita yang sejati adalah ketika kita sedang sendiri mencari Tuhan maupun sedang sendiri dalam perenungan.

Semua pengurapan maupun nubuatan tidak akan menjadi kekuatan yang sejati kalau kita tidak pernah menjadi orang yang berani secara pribadi menghadapi kenyataan pergumulan hidup. Selama kita lari dari kenyataan dengan pergi dari satu KKR ke KKR yang lain, menghadiri satu seminar ke seminar yang lain, maka selama itu permasalahan tidak akan selesai karena kita seperti menyapu kotoran dan menyembunyikannya dibawah karpet, dan kotoran itu akan semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Karena pertumbuhan yang sejati bukanlah dari berapa banyak kita mengikuti seminar, bukan seberapa sering menerima pengurapan, melainkan…. seberapa lama kita bersendiri bersama Tuhan dan seberapa sering kita secara pribadi kita mencoba bergantung kepada Roh Kudus.

Be realistic…!! Jangan menjadi KKR dan seminar addicted….Bukan berarti bahwa menghadiri KKR dan seminar itu adalah suatu kesalahan, melainkan jangan semua itu membuat kita jadi jarang mencari hadirat Tuhan secara pribadi.

Proses yang lain

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 13, 2009 by Inna

Didalam kehidupan, seringkali kita harus mengikuti proses untuk mendaparkan sesuatu. Membuat KTP, membuat NPWP, memasak makanan, dan banyak hal lagi, semuanya membutuhkan proses. Dan rata rata proses itu membuat kita harus terus bergerak agar proses bisa tetap terlaksana, karena tanpa bergerak proses bisa berlangsung semakin lama atau bahkan bisa jadi proses tersebut gagal karena tidak ada pergerakan  tindak lanjut.

Tapi ada juga cara proses yang lain, suatu cara proses yang kelihatannya seperti tidak memerlukan pergerakan, misalnya untuk membersihkan noda pada kain, untuk meresapkan bumbu pada makanan yang akan dimasak, atau juga proses yang memakai ragi, kita memerlukan waktu untuk merendam dan mengendapkan bahan tersebut untuk masa prosesnya.

Begitu juga dalam perjalanan kehidupan rohani kita, ada berbagai macam proses akan kita lalui. Ada saatnya dalam proses pembentukan karakter manusia baru Tuhan membuat kita melakukan begitu banyak kegiatan rohani yang bisa disebut “pelayanan”.  Dan saat saat  melakukan banyak kegiatan kita bisa melihat banyak kenyataan yang terjadi berlawanan dengan apa yang kita mau, ini bisa melatih kita bagaimana untuk selalu taat pada kehendak Tuhan atau tetap memaksaan kehendak sendiri dalam melakukan pelayanan untuk Tuhan. Masa ini membuat kita juga banyak berinteraksi dengan berbagai macam orang yang berasal dari berbagai lingkungan dan latar belakang. Keadaan yang kita temui saat berinteraksi dengan berbagai orang bisa mengajar kita bagaimana untuk bisa menerima orang lain apa adanya, juga mengajar kita bersabar ataupun merendahlan hati. Melakukan banyak kegiatan rohani yang berhubungan dengan banyak orang juga bisa membuat kita keluar dari kondisi yang mementingkan diri sendiri, fokus pada diri sendiri berubah menjadi mengutamakan orang lain lebih dari diri kita sendiri.

Semakin kita banyak bergerak, semakin kita menjadi sangat bergairah dan merasa bahagia karena bisa menjadi berkat bagi orang lain. Dan saat seperti itu rasanya pertumbuhan rohani kita sepertinya sangat pesat….!!.

Tapi bagaimana ketika kita dibawa masuk kedalam suatu masa proses yang lain, yang berbeda dari yang biasanya? Ketika semua pergerakan sepertinya dihentikan, langkah perjalanan berkeliling tidak lagi diadakan, suara keramaian berubah jadi keheningan, kebersamaan dengan yang lain menjadi kesendirian, percakapan yang seru menjadi bisu dan kelu. Dan keheningan serta kesendirian ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama, berbulan bulan bahkan bisa bertahun tahun, pada masa masa ini apakah kita bisa yakin bahwa pertumbuhan rohani kita tetap berlangsung?, atau malah kita jadi tawar hati karena merasa telah diabaikan ?. Banyak kita yang mulai tidak yakin bahwa penyertaan tangan Tuhan tetap terjadi dalam kehidupan kita. Padahal sesungguhnya saat itu pertumbuhan kita tidak terlihat, karena yang sedang bertumbuh adalah akarnya yang terus bertumbuh kedalam. Suatu masa pengendapan sedang terjadi, dimana bercak bercak yang tidak di ingini secara perlahan mulai terlepas dan proses yang terjadi adalah seperti peragian. Membuat zat zat penting semakin meresap dan memberi warna dan rasa baru.

Tapi apakah kita sadar dan sabar ketika proses yang lain ini sedang terjadi pada kita?

Tuhan ingin semua orang masuk surga, tapi kenapa tidak…?

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on September 3, 2008 by Inna
Suatu hari, saya membaca suatu renungan dari seseorang yang pernah melakukan percakapan dengan Tuhan ketika dia pernah mati untuk beberapa waktu lamanya kemudian hidup lagi.
Orang itu bertanya kepada Tuhan : ” Tuhan kalau Engkau memang mengasihi semua manusia, kenapa Engkau membiarkan banyak orang masuk neraka? “.
Tuhan menjawab orang itu : ” Memang, sebenarnya Aku ingin semua orang masuk surga, Aku ingin kita semua bersama sama selamanya. Tapi pada kenyataannya, tidak semua orang bisa tahan tinggal disurga untuk selamanya…
Ketika orang orang yang selama hidupnya selalu melakukan hal hal yang jahat dan tidak kudus, maka ketika dia di ijinkan masuk surga… dengan sendirinya dia tidak tahan dan tidak kuat dengan kekudusan dan kebaikan yang ada disurga, karena selama hidupnya dia membiarkan hatinya dipenuhi kejahatan, kemarahan, kepahitan dan kenajisan.
Jadi sebenarnya, manusia itu sendiri yang menentukan dan memilih dimana dia kelak berada. Dan Aku akan menolong menguatkan orang orang yang selalu berusaha menjaga hatinya dari kecenderungan berbuat jahat. Karena Aku tahu, hidup didunia tidak gampang, tapi ketika manusia memilih untuk tidak mau berlarut larut dalam kejahatan,kenajisan, kemarahan dan kepahitan hati, maka Aku akan menolongnya dan memberi kekuatan untuk meraih kemenangan langkah demi langkah dari hari kehari “.

Setelah membaca renungan itu, saya teringat akan peristiwa yang pernah saya alami dan lihat ketika berada dalam ibadah yang atmosfir hadirat Tuhan amat amat sangat kuat dan murni…… saat itu sering terjadi manifestasi dari orang orang yang hadir disana. Saat itu, seringkali…. apa yang tersembunyi, tiba tiba termanifestasi nyata saat orang itu jatuh tersungkur dalam hadirat Tuhan. Dan orang orang yang masih memiliki hal hal yang tidak berkenan dengan Tuhan , tiba tiba bisa menjerit jerit dan terguling guling karena begitu kuatnya hadirat Tuhan yang maha kudus.

Aaahhhhhhh, untuk orang yang mengasihi Tuhan dan gentar padaNYA, akan merasakan betapa indah dan menyenangkannya hadirat Tuhan.
Tapi untuk sebagian lainnya, hadirat Tuhan bisa terasa sangat menakutkan dan menyiksa….. Dan semua itu adalah CERMINAN DARI ISI HATI YANG TERDALAM.

What is the truth?

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on March 7, 2008 by Inna

Kita tahu ada tertulis di Alkitab perjanjian baru bahwa, ” the truth shall make you free “. What is the truth…??.

Saya sering merenungkan hal ini. Dan apa yang saya tulis dibawah ini, biarlah menjadi suatu acuan untuk semakin membuat kita bersama sama merenungkan semakin dalam tentang apakah sebenarnya kebenaran itu.

Kebenaran itu adalah ketika engkau berani mengakui kelemahanmu, mau mengakui kegaglanmu dan berani mengakui kemarahanmu dan ketakutanmu.

Kebenaran itu adalah ketika engkau berhenti berpura pura, membohongi dirimu msendiri dengan tidak mau mengakui perasaanmu yang terdalam yang sebenarnya.

Ketika engkau berani keluar dari kepura puraan, dari kebohongan… maka saat itu engkau merdeka dari segala beban kekuatiran akibat kebohongan dan kepura puraan yang selama ini engkau lakukan. Karena satu kebohongan akan berlanjut dengan kebohongan berikutnya yang akan terus bersambung untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. Semua ini akhirnya membelenggu engkau, membuat hidupmu tidak bebas dan tidak nyaman.

Jadi kebenaran itu membutuhkan keberanian dan konsistensi untuk JUJUR dalam hidup kita. Tanpa ini, kita tidak akan bisa merdeka dari belenggu yang kita buat sendiri dari hari kehari. 

Jangan mengganggu pekerjaan Tuhan.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on February 8, 2008 by Inna

Seringkali tanpa kita sadari saat kita mengira sedang melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan, ternyata kita malahan sedang bikin Tuhan kesal  karena ternyata apa yang kita lakukan itu sangat mengganggu Tuhan.

Ya, sebagai anak Tuhan bukankah kita selalu ingin menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan hal hal yang baik yang memanifestasikan kasih yang ada dalam hati kita. Kita hampir tidak pernah melewatkan setiap kali ada kesempatan berbuat baik, kita dengan senang hati menabur kebaikan sebanyak mungkin pada orang orang sekitar kita, karena kita rindu semakin banyak orang bisa merasakan kasih yang telah Tuhan taruh dalam hati kita. Tapi kemudian kita merasa heran, kenapa sudah menabur begitu banyak kebaikan tapi kok sepertinya tidak pernah menuai dari apa yang telah ditabur…?.

Tahukah anda bahwa kebaikan yang di tabur pada waktu dan tempat yang keliru akan membuat kita menabur dengan sia sia, malah kemudian Tuhan sama sekali tidak merasa senang atas perbuatan baik kita, karena ternyata dengan perbuatan kita, Tuhan merasa sangat terganggu. 

Misalnya, kita dengan senang hati bersedia berjam jam mendengarkan curhat seseorang yang sedang punya problem, maksudnya sih supaya bisa menasihati atau paling tidak meringankan beban orang tersebut karena ada yang mau memperhatikan dan mendengarkan dia. Padahal sebenarnya Tuhan ijinkan dia mengalami problem tersebut supaya dia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, berdiam diri lalu mencari Tuhan secara pribadi dan berseru seru kepada Tuhan. Tapi karena kita selalu bersedia mendengarkan “curhat”nya, orang ini malah mencari kita bukannya mencari Tuhan…… Bayangkan saja, bagaimana perasaan Tuhan melihat kita mengambil alih rencanaNya.

Ada lagi contoh yang lain, misalnya ada seseorang yang sedang diajar Tuhan untuk semakin bergantung dan percaya kepada Tuhan dalam hal keuangan, maka Tuhan membuat ekonominya dalam situasi yang sulit. Lalu ketika kita tahu bahwa orang tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan, karena kita memiliki uang lebih yang banyak maka dengan rela hati kita menolong orang tersebut keluar dari kesulitan keuangannya. Akibatnya orang tersebut jadi bergantung dan berharap pada manusia bukan kepada Tuhan, sehingga imannya sama sekali tidak bertumbuh didalam Tuhan.

Ternyata tidak selamanya perbuatan baik itu benar, seringkali perbuatan baik kita menjadi suatu kesalahan dimata Tuhan. Karena itu, jangan hanya mengejar kasih tapi kita juga perlu mengejar hikmat, supaya kita tahu saat yang tepat bertindak.

Kita harus hati hati saat menolong seseorang, apakah tindakan kita itu tepat waktunya atau malah kita sedang mengganggu pekerjaan Tuhan yang sedang memproses orang tersebut untuk semakin bertumbuh menjadi orang yang rohaninya kuat. Tuhan paling tidak suka intervensi manusia atas rencana dan pekerjaanNya.

Jangan coba menolong Tuhan, karena ternyata kita malah telah mengganggu pekerjaan Tuhan.

“Orang yang Rohani”

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style on January 11, 2008 by Inna

picture-13.jpg

Sebagai anak Tuhan, kita diharapkan menjaga kekudusan dalam cara hidup kita sehari hari, untuk itu kita harus banyak berperang melawan keinginan daging supaya rohani kita semakin meningkat. Ya, itu adalah pelajaran dasar umum yang biasanya diterima orang dalam pelajaran tentang bagaimana cara hidup orang yang sudah “born again”.

Sebenarnya apa sih takarannya sehingga sesorang disebut rohani?. Apakah kalau dia rajin doa puasa dan banyak berbahasa roh atau berbahasa lidah, dan sudah berulang kali baca Alkitab sampai selesai serta rajin memberitakan injil kepada banyak orang, ya apakah jika melakukan semua itu baru namanya “rohani” banget?.

Tapi saya melihat banyak  orang yang melakukan lebih dari itu, akhirnya jatuh juga dalam masalah sex, uang dan lain lain. Jadi, ternyata menjadi orang yang sangat rohani tidak menjamin akn bisa kuat dari segala pencobaan.  Karena ternyata, orang yang hidupnya sangat rohani, bisa jadi merasa dirinya sudah sangat kudus sehingga diam diam dia punya “kesombongan” rohani yang akhirnya menjadi celah yang bisa membuat dia jatuh jungkir balik.

Apakah menjaga hati agar jauh dari kesombongan bisa lebih effectif dari pada mengejar kekudusan dengan mengutamakan hal hal yang terlihat dan terasa? Seperti doa puasa, menguasai isi Alkitab dan mahir dalam penginjilan….. karena, ternyata kegiatan rohani bisa membuat kita terperangkap menjadi orang yang sangat rohani sehingga diam diam merasa lebih rohani dari jemaat biasa, lebih kudus dari orang yang tidak ke gereja, bukanlah itu “kesombongan”?. Ya, memang, kita bisa sering bertemu orang orang yang rohani dan hebat dalam melayani di gereja ternyata didalam hati mereka tersembunyi kesombongan yang “putih” sekali, sehingga nyaris tak terdeteksi.

" Hati hati bahaya “rasialisme” diantara kita."

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on July 11, 2006 by Inna

Apakah anda masih ingat tentang pertandingan final Pesta Sepak bola dunia di Jerman yang berlangsung pada hari Minggu 9 Juli 2006?. Kita tahu bahwa akhirnya kesebelasan Italy  menjadi juara dunia setelah mengalahkan Perancis melalui adu penalti.
Final pertandingan perebutan piala dunia 2006 ternyata menyisakan suatu kisah tragis mengenai seorang pemain senior yang dikagumi banyak orang yaitu Zidane.
Kita semua tahu bahwa Zidane di keluarkan dari pertandingan, dia mendapat kartu merah karena telah menanduk Materazzi sampai jatuh terlentang. Kita bisa melihat, seorang Zidane yang juga menjadi kapten kesebelasan Perancis, tiba-tiba bisa menjadi begitu emosionil.
Setelah mendapat kartu merah dia segera meninggalkan lapangan, dia pergi meninggalkan semuanya, dia langsung meninggalkan stadion.
Padahal, itu adalah debut terakhirnya… karena rencananya setelah piala dunia selesai dia akan berhenti alias pensiun. Tapi dia telah membuat riwayat akhir kariernya memiliki kisah yang tidak enak diingat.
Syukurlah, ternyata peristiwa tidak mempengaruhi penghormatan terhadap dirinya. Dia tetap masuk peringkat pemain terbaik dan rakyat Perancis tetap menyambut kepulangannya sebagai seorang pahlawan.

Saya sangat penasaran, apa yang membuat seorang Zidane yang biasanya terlihat tenang itu bisa tiba-tiba lost control?. Apa yang membuat dia jadi tidak perduli bahwa saat itu adalah menit-menit terakhir dari pertandingan final?, dia seolah lupa bahwa begitu banyak orang berharap padanya.
Kemarin siang di berita teve akhirnya saya dengar bahwa seorang ahli membaca gerakan mulut, telah menangkap apa yang dikatakan pemain Italy, Materazzi, sehingga membuat Zidane sangat marah.
Menurut sang ahli tersebut, Materazzi telah menghina adik perempuan dan ibu Zidane…. Dan kata-katanya menjurus kepada penghinaan terhadap SARA atau rasisme.
Peristiwa ini kelihatannya akan berbuntut panjang…. Karena gerakan anti rasialism mulai bersuara keras pada Materazzi.

Saat ini saya sedang membaca buku karangan Rick Joyner yang berjudul ” Overcoming Evil In The Last Days “. Buku ini membahas antara lain tentang 3 hal yang akan di pakai Iblis untuk membinasakan dan menghancurkan umat manusia di hari-hari terakhir ini, yaitu rasisme, sihir [ hal-hal yang memikat ], dan roh agamawi.
Bahaya Rasisme telah dinubuatkan Tuhan Yesus pada Matius 24:7,
” Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan “. Kata “bangsa” dalam ayat ini diterjemahkan dari kata Yunani ethnos, dari kata inilah muncul kata “etnik”. Ini berarti salah satu tanda akhir jaman yang paling mencolok adalah konflik antara etnis.
Dunia kehilangan kendali dalam menghadapi masalah masalah rasial.
Kejadian yang dihadapi Zidane sepertinya suatu konfirmasi……
Seorang pemain bola kaliber dunia seperti Zidane, seharusnya adalah seorang yang penuh penguasaan diri, terlebih lagi pada saat moment seperti itu di final World Cup, tapi dia menjadi hilang kendali saat mendengar ejekan yang mengandung SARA.
Rasisme adalah seperti bensin yang dituang diatas bahan kering yang mudah menyala di dunia ini. Api kemarahan rasisme yang meluap dari nafsu gila manusia tidak bisa di prediksi.
Pembantaian yang dilakukan Hitler adalah karena rasisme, pembunuhan satu juta orang di Rwanda Afrika juga adalah karena rasisme, kekacauan yang sangat parah terjadi di Indonesia pada bulan Mey 1998 sangat kental unsur rasisme- nya.
Di Amerika, negara adidaya itu, sampai hari ini masalah rasisme masih sangat sering terjadi pada saat-saat tertentu.

Saudaraku, bagaimana dengan anda sendiri?. Yakinkah anda bahwa anda benar-benar sudah bebas dari rasisme..?.
Pernah pada suatu kali saat saya sedang sharing dengan saudara-saudara seiman dari etnis chinese, tentang bagaimana supaya kita bebas dari rasisme. Saya tanya salah seorang dari mereka yang saat itu telah mempunyai seorang balita perempuan yang cantik. ” Bagaimana, kalau nanti dia sudah besar, terus dia jatuh cinta pada seorang pemuda yang seiman tapi dari suku Ambon. Kamu bisa langsung setuju…? “.
Dia gelagapan, tidak bisa menjawab…

Seharusnya, gereja Tuhan adalah zona yang bebas dari rasisme. Kita anak-anak Tuhan seharusnya menjadi orang-orang yang bebas dari rasisme. Tuhan Yesus sendiri mengatakan, ” Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa [ethnos]…” [Markus 11:17].
Gereja merupakan tempat dimana orang akan menyatu kembali tanpa perduli pada ras, kebudayaan, bahasa dan sebagainya.
Dan itu di mulai dari masing-masing kita….
Seseorang menjadi rasis karena adanya rasa sombong ataupun ketakutan terhadap orang yang berbeda darinya. Apakah kamu masih merasa etnis mu lebih berbudaya dari ethnis lain? Apakah kamu masih punya stigma pada ethnis atau suku tertentu?. Apakah kamu bisa bergaul dengan nyaman dengan setiap etnis? Apakah kamu bisa menerima pernikahan antara etnis dengan cara yang seharusnya seperti Kristus menerima setiap suku bangsa di dunia ini?.
Saudaraku, saya benar-benar serius tentang hal ini… Karena saya melihat, masih begitu banyak orang-orang yang sudah melayani Tuhan, orang-orang yang sudah di babtis, di penuhi Roh Kudus, pada saat-saat tertentu dia masih membedakan-bedakan sikapnya pada ethnis tertentu.
Selama kamu masih begitu, berhati-hatilah, suatu saat ketika iblis meniupkan angin rasisme ke wajahmu kamu bisa ” lost control ” seperti Zidane, tidak bisa menyelesaikan pertandingan karena kamu tidak layak bertahan sampai akhir.
” For as many of you as were babtized into Christ have put on Christ. There is neither Jew nor Greek, there is neither slave nor free, there is neither male nor female; for you are all one in Christ Jesus ” [ Gal.3:27,28 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 12 July 2006.

Stigma pada mantan pemakai narkoba.

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style on June 26, 2006 by Inna

Tanggal 26 Juni kemarin di peringati sebagai hari anti narkoba. Saya tidak tahu sejak kapan ini telah di tetapkan. Tapi yang saya tahu, masalah narkoba terus berkembang dan berlarut-larut dari tahun ke tahun di seluruh dunia. Tidak ada satu negara di dunia ini yang benar-benar bersih dari persoalan narkoba.
Narkoba telah menjadi seperti penyakit kanker yang terus menjalar dari waktu ke waktu. Mulai menjadi sangat nyata di seluruh dunia pada tahun 60-an, ketika di Amerika muncul kaum hippies yang juga di sebut “flower generation”. Mantan tentara Amerika yang pulang dari perang Vietnam juga turut memicu, mereka mulai ketagihan narkoba sepulang dari Vietnam karena mereka ingin melupakan trauma ke kejaman perang tersebut. Gaya hidup musisi rock masa itu juga turut menularkan kegemaran memakai narkoba kepada kaum muda di seluruh dunia pada masa itu.
Pada masa kini pemakai narkoba kian meningkat pesat dari tahun ketahun. Sekalipun para penegak hukum berusaha keras membasminya, tapi sepertinya para bandar narkoba selalu maju selangkah lebih dulu.
Negara kita Indonesia termasuk memiliki produsen narkoba kelas kakap yang mengekspor narkoba ke berbagai negara. Kita sudah melihat bagaimana pihak kepolisian telah berhasil berulang kali menggerebek pabrik narkoba, tapi masih saja ada pabrik narkoba yang lain….
Diskotik, pub, hotel, apartemen, mall atau tempat pelayanan umum lainnya adalah tempat yang biasa di pakai untuk melakukan transaksi narkoba. Tapi belakangan ini, saya mendengar beberapa kisah nyata bahwa tempat parkir dan toilet gereja sudah mulai di pakai untuk melakukan kegiatan transaksi narkoba. Malah pernah ditemukan seorang remaja tewas over dosis di dalam toilet disalah satu gereja di daerah Jakarta Pusat….
Saya sendiri pernah memergoki seorang pemuda yang sedang menunggu bandar narkoba di gereja. Saat itu dia bersama teman-temannya yang sedang dalam masa rehabilitasi sedang di undang untuk bersaksi di gereja tersebut. Padahal saat itu pengawas dari panti rehabilitasi turut hadir untuk mendampingi mereka. Tapi ya dia bisa lolos, karena jumlah mereka belasan sementara pengawasnya cuma beberapa orang. Anak itu berkali-kali minta ijin untuk ke toilet, saya jadi curiga lalu mengikutinya…. ternyata memang ada seseorang yang sedang menunggunya di salah satu ruang closed di toilet. Dia memang tidak punya uang, tapi kalau dia bisa menjual 3 dia akan dapat gratis 1.
Para pemakai dan bandar punya bahasa sandi yang dari waktu ke waktu bisa berubah, ini untuk membuat mereka bisa saling berkomunikasi tanpa orang awam mengerti apa yang sedang mereka bahas.
Dulu ganja disebut gelek, kemarin sih yang saya tahu ganja itu telah berganti nama jadi ‘cimeng’, nggak tau deh apakah saat ini sebutan itu sudah di ganti lagi ….

Saya sangat terbeban melayani para pemakai yang ingin bertobat.
Karena saya melihat bagaimana teman-teman masa kecil saya, teman-teman kuliah saya, yang hidupnya hancur karena narkoba, bahkan ada yang tewas karena narkoba.
Saya memang bukan mantan pecandu, kalau nyobain sih pernah, ya sepukul dua pukul-lah…..
Seorang pecandu tidak akan ada gunanya masuk panti rehabilitasi kalau bukan atas keinginannya sendiri, percuma jika itu semata-mata karena keinginan orang tua maupun keluarganya.
Berkhotbah di depan mereka di panti sungguh-sungguh membutuhkan ke teguhan hati. Karena rata-rata mereka sudah sulit untuk bisa cepat menangkap apa yang disampaikan, karena selain mentalnya masih labil, jaringan otak mereka kemungkinan besar sudah banyak yang rusak akibat narkoba yang pernah mereka konsumsi terus menerus dalam waktu yang lama. Padahal, banyak diantara mereka tadinya kuliah di perguruan tinggi yang bagus, atau diluar negeri. Bahkan ada juga diantara mereka yang sarjana S2, ada juga yang sudah punya istri dan anak. Kalau dilihat, tampang mereka rata-rata cukup tampan dan menawan, sehingga rasanya sangat miris melihat keadaan mereka.
Tapi puji Tuhan, kita adalah pelayan perjanjian baru, dimana kuasa Roh Kudus turut bekerja meneguhkan pemberitaan injil yang kita lakukan pada masa kini……!
Selama di panti rehabilitas, mereka setiap hari selalu di bawa masuk kedalam hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan.
Hadirat Tuhan menjamah dan memulihkan mereka…. Saya melihat beberapa orang berubah, semakin di pulihkan dari minggu keminggu setelah mereka duduk diam-diam menikmati hadirat Tuhan saat hamba-hamba Tuhan memuji dan menyembah Tuhan.
Ini kembali membuktikan betapa pentingnya pelayanan pujian dan penyembahan yang penuh kuasa di masa akhir jaman ini.
Yang saya maksudkan disini bukan pelayanan praise and worship yang sifatnya seperti “entertaint”, tapi pelayanan praise and worship yang dilakukan oleh orang-orang yang berhati simplicity dan yang hatinya berkobar dengan cinta kasih yang tulus kepada Tuhan Yesus.

Sebenarnya, setelah mereka berhasil melewati masa sakaw, masa yang sangat berat berikutnya adalah saat mereka telah diperbolehkan kembali pada keluarga dan kembali menghadapi dunia luar…..
Banyak diantara mereka yang kembali jatuh, bahkan ada yang lebih parah dari sebelumnya. Hal ini sebagian besar disebabkan karena sikap orang-orang di sekitar mereka yang selalu memandang pada stigma yang ada pada mereka sebagai mantan pemakai narkoba.
Sikap kita yang sering mengingat stigma ini dapat mengikis rasa percaya diri mereka secara perlahan tapi pasti. Apalagi jika itu dari orang-orang terdekat, dari keluarga dan saudara….. yang sering menunjukkan rasa kurang percaya pada mereka akibat stigma yang mereka miliki.
Saudaraku, berdoa saja tidak cukup, kita harus bertindak.
Sebagai orang yang percaya bahwa kasih dan kuasa Tuhan kita tidak terbatas, kita harus bisa melupakan stigma yang ada pada mantan pemakai narkoba yang ada dilingkungan kita.
Menghancurkan kaum muda dengan narkoba adalah salah satu strategi iblis untuk menggagalkan rencana Tuhan di akhir jaman.
” And it shall come to pass in the last days, says God, that I will pour out of My Spirit on all flesh; your sons and your daughters shall prophesy, your young men shall see visions, your old men shall dream dreams “.
[ Acts 2:17 ].
Jadi, kalau kamu sepakat dengan apa yang Tuhan katakan, maka kamu harus bisa tidak perduli pada stigma tersebut. Jika ada keluargamu yang anaknya mantan pemakai narkoba, ingatkan mereka tentang ini.
Bahwa jika tetap terganggu pada stigma mantan pemakai narkoba, itu berarti kita sepakat dengan iblis…. kita menghalangi kuasa Tuhan yang sedang bekerja dalam hatinya.
Tuhan saja mau memulihkan mereka, kenapa kita malah menganiaya jiwa mereka dengan rasa curiga yang sering kita biarkan muncul di hati kita terhadap mereka pada saat saat tertentu…?.
” A bruised reed He will not break, and smoking flax He will not quench; He will bring forth justice for truth ” [ Isaiah 42:3 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 27 Juni 2006.