Archive for the Indonesia Category

" Perempuan-perempuan yang di depan ".

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, perempuan on May 14, 2007 by Inna

Sudah hampir sepuluh tahun lamanya bangsa Indonesia mengalami guncangan ekonomi, dan sampai hari ini keadaan ekonomi kita tidak banyak berubah. Berapapun angka-angka kemajuan statistik ekonomi yang diungkapkan pemerintah dalam laporannya kepada publik, bukti yang paling nyata adalah keadaan setiap hari yang harus dihadapi rakyat dari kelas menengah kebawah.
BBM sering sulit untuk didapatkan di pasaran belakangan ini.
Harga bahan pangan amat sering tidak stabil, malahan cenderung semakin melonjak tinggi, biaya hidup semakin tinggi, biaya sekolah anak-anak juga semakin mahal, sementara penghasilan tidak meningkat malahan banyak yang bangkrut ataupun semakin miskin karena tekanan ekonomi yang kian berat tidak pernah berhenti.
Siapakah yang paling merasakan dampak tekanan ekonomi yang semakin berat menekan dalam tahun-tahun belakangan ini?, mereka adalah kaum ibu dari kalangan menengah kebawah. Tapi ada juga yang tadinya dari kalangan atas tiba tiba tingkat kehidupannya merosot drastis ke bawah karena bangkrut atau terkena musibah bencana alam.

Perempuan-perempuan inilah yang berada dibarisan paling depan dari orang-orang yang langsung berhadapan dengan dampak tekanan ekonomi yang terus bergejolak di Indonesia.
Karena mereka-lah yang setiap hari harus memutar otak bagaimana mengatur keuangan agar bisa mencukupi kebutuhan dapur maupun kebutuhan lainnya.
Belum lagi beban mereka yang harus menjaga keharmonisan suasana dirumah, mereka harus menghadapi suami yang stess karena tekanan ditempat kerja atau karena suami marah marah karena penghasilannya semakin minus.
Juga anak-anak yang sangat konsumtif akibat pergaulan disekolah, mereka menuntut banyak hal yang membutuhkan jumlah uang yang besar.
Dan akhir-akhir ini, banyak perempuan-perempuan di Indonesia tidak hanya menanggung beban berat bagaimana sulitnya mengatur keuangan rumah tangga, tapi mereka juga mulai jadi korban KDRT [ Kekerasan Dalam Rumah Tangga ]. Kita bisa melihat dalam berita di tv maupun di surat khabar bahwa semakin banyak para istri yang dianiaya suaminya, bahkan tidak sedikit yang sampai cacat permanen atau tewas. Ada juga ibu yang dianiaya oleh anak-anak mereka yang marah karena tidak diberi uang.
Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan, kondisi yang harus dihadapi semakin berat dan menekan, sementara lingkungan begitu tidak bersahabat.
Ya, setiap orang kebanyakan berjuang dengan keadaan mereka masing-masing, bukannya karena tidak mau perduli pada orang lain tapi memang hampir setiap orang sudah begitu ruwet dengan persoalan mereka jadi mau tidak mau akhirnya jadi pada menyelamatkan diri sendiri-sendiri.
Maka akibatnya, belakangan ini banyak sekali kaum ibu di Indonesia yang menjadi stress dan depresi.
Kondisi mental yang stress dan depresi membuat mereka tidak bisa lagi menilai dengan akal sehat segala persoalan yang harus mereka hadapi, mereka tidak melihat adanya kemungkinan untuk bisa mendapat pertolongan atau jalan keluar dari masalah-masalah mereka.
Keadaan seperti ini lama kelamaan membuat banyak kaum ibu menjadi putus asa, lalu mereka mulai mengambil jalan pintas……
Akibatnya, kita bisa melihat bagaimana akhir-akhir ini mulai sering terjadi kasus tentang ibu yang membunuh anak-anaknya lalu setelah anak anaknya mati, maka si ibu melakukan bunuh diri.
Belakangan ini, hampir setiap bulan kasus seperti disebut diatas kembali terulang terjadi diberbagai penjuru negeri ini terutama di kota besar.
Belum lagi tentang kasus ibu membuang anaknya yang baru lahir dalam kantung plastik……, kebanyakan dari bayi yang dibuang itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Kejadian-kejadian diatas tadi sudah menjadi menjadi konsumsi berita yang biasa kita dapati setiap hari di tv, radio, surat khabar dan tabloid …..
Kalau sudah begini, banyak orang mulai meragukan pepatah lama yang mengatakan ” kasih ibu sepanjang masa….. “.
Mungkinkah untuk era milenium ini pepatah tersebut mulai sulit ditemui pada kaum ibu di Indonesia?.

Saya percaya, sesungguhnya dibagian paling dalam hati para ibu di Indonesia saat ini, hati mereka sangat berduka dan terluka. Bahkan mereka yang pernah membunuh anak mereka yang baru lahir atau menggugurkan kandungannya, saya percaya sesungguhnya bathin mereka menderita….
Seandainya keadaan tidak begitu berat dan kejam menekan para ibu, tentu mereka tidak akan menjadi seperti itu….
Kita bisa mengingat kembali, sejak dahulu kaum ibu adalah kalangan yang paling terdahulu banyak terluka ketika pemimpin dalam suatu pemerintahan mengambil keputusan yang jahat dan keliru.

Ketika Firaun memutuskan agar setiap bayi lelaki yang lahir dari suku Yahudi harus dibunuh, maka yang paling perih hatinya adalah kaum ibu.
Ketika suatu bangsa harus berperang, maka kaum ibu lah yang terlebih dulu menangis karena mereka harus melepas putra dan suami mereka pergi dan tidak tahu apakah mereka akan kembali dengan selamat atau tidak.
Ketika Herodes marah atas kelahiran Yesus, maka dia menyuruh membunuh semua anak anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dibawah 2 tahun, maka yang paling berduka hatinya adalah kaum ibu. Begitu dukanya hati mereka, sampai di Alkitab dituliskan bahwa sangkin berdukanya mereka tidak mau lagi dihibur karena anak-anak mereka tidak ada lagi.
Kisah sejarah diatas adalah tentang kaum ibu yang hatinya terluka sedih karena kehilangan anak-anak mereka akibat kebijakan penguasa.
Tapi ada kisah nyata yang lebih tragis dan mengerikan bisa kita baca di Alkitab, ini terjadi ketika Samaria dikepung bangsa Aram, maka terjadilah kelaparan hebat disana.
Tidak ditulis dengan jelas berapa lama kelaparan itu berlangsung, yang jelas dampaknya adalah sampai-sampai kotoran merpatipun bisa dijual sebagai bahan makanan. Dan yang paling mengerikan adalah para ibu ibu mengadakan arisan anak laki-laki; setiap hari mereka mengadakan giliran satu persatu menyerahkan anak laki-laki mereka untuk dimasak dan dimakan bersama!!.
Kisah nyata ini bisa dibaca di kitab 2 Raja-raja 6: 25-29.
Apakah saat ini, keadaan dibangsa ini sudah separah kejadian di kisah 2Raja-Raja pasal 6 tersebut?, sampai bisa membuat banyak kaum ibu kehilangan rasa keibuannya yang paling murni, sehingga hati mereka tega membunuh anaknya sendiri akibat tekanan ekonomi yang begitu berat?.

Tapi, apapun dan bagaimanapun juga, sesungguhnya saat ini banyak perempuan di bangsa ini yang butuh pertolongan.
Tekanan-tekanan yang harus di alami belakangan ini membuat mereka merasa sangat kesepian dan sendiri. Karena sesungguhnya seandainya saja mereka punya teman bicara yang bisa memberi masukan positif, seandainya ada yang mau menyediakan hati untuk mendengarkan beban mereka….., mungkin banyak diantara mereka yang membatalkan niatnya untuk membunuh anak-anaknya, atau membatalkan niatnya untuk bunuh diri.
Bisa jadi mereka adalah tetanggamu… , temanmu di kantor, atau yang biasa kamu temui setiap hari minggu di gereja dimana kamu berjemaat.
Mereka adalah perempuan-perempuan yang ada didepan yang sedang ditekan oleh keadaan dunia ini….
Mereka butuh jalan keluar dari semua masalah yang sedang dihadapi, mereka butuh terang yang membuat mereka bisa mengambil keputusan yang bijaksana, mereka butuh kekuatan yang memulihkan hati mereka yang tawar.

” Jesus said to him, ” I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me “, [ John 14:6 ].

” You are the salt of the earth; but if the salt loses its flavor, how shall it be seasoned? It is then good for nothing but to be thrown out and trampled underfoot by men. You are the light of the world. A city that is set on a hill cannot be hidden “, [ Matthew 5:13,14 ].

Bukankah sesungguhnya, sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagi Tuhan dn Juruselamat kita, maka “jalan, kebenar dan hidup” itu ada didalam kita ?.
Dan kalau Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia ini, maka itu adalah “iya dan amin”.

Dan ketika dunia disekitarmu membutuhkan garam dan terang itu, adakah garam itu tetap asin dan terang itu tetap bersinar kuat?.
Hal ini tidak cukup hanya didoakan diruang doa saja, tapi kita harus keluar membaur dengan mereka, merasakan apa yang mereka rasakan diantara gelombang kehidupan yang sedang menerpa banyak orang saat ini.
Pertanyaan dan himbauan ini saya ajukan pada semua kita yang disebut perempuan-perempuan-nya Tuhan [ termasuk saya sendiri.... ].
Perempuan-perempuan yang mau berdiri dibarisan depan bersama Tuhan, untuk menolong perempuan-perempuan lain yang sedang terpuruk dan berada di jurang yang gelap.
Mereka butuh seseorang yang mau mendengar dengan hati, bahu untuk bersandar ketika menangis, lengan yang merangkul ketika tawar hati.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 19 May 2007.

" Seandainya… ".

Posted in Indonesia, Renungan, christianity on May 2, 2007 by Inna

Setiap hari ada saja berita yang muncul diberbagai media, baik itu berita baru maupun kelanjutan dari berita hari-hari sebelumnya.
Pada bulan lalu diantara begitu banyak berita yang sering muncul, ada 3 nama yang sering disebut dalam berita berita dimedia seluruh Indonesia. Ketiga orang ini memiliki kesamaan, paling tidak ada 3 hal yang sama pada mereka, yaitu; Meninggal dunia dengan cara yang tidak biasa, warga negara Indonesia, dan mereka semua adalah orang Kristen.
Berikut ini, saya mengajak anda mengingat 3 orang tersebut dan merenungkan apa yang kemudian terjadi setelah kematian mereka.

Cliff Muntu seorang praja IPDN asal Menado, dia dinyatakan tewas akibat dianiaya oleh para seniornya, penganiayaan ini terjadi di asramanya dalam lingkungan kampus IPDN.
Kematian Cliff Muntu kemudian menjadi berita hangat diseluruh media, karena ternyata pada tahun tahun sebelumnya kejadian yang sama pernah terjadi dikampus tersebut.

M o r a, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Virginia USA, dia sebenarnya akan segera di wisuda tapi Tuhan menghendaki lain, Mora kemudian tewas tertembak bersama 31 mahasiswa lainnya dikampus mereka sendiri.
Sungguh disayangkan hal ini terjadi di Amerika, negara yang begitu concern pada keamanan diseluruh dunia. Entah bagaimana, seorang mahasiswa keturunan Korea yang mengidap gangguan jiwa bisa berkeliaran bebas dikampus dengan membawa senjata api yang dibelinya secara resmi.
Kematian Mora sangat menarik perhatian media karena terjadi di Amerika dan memakan korban yang begitu banyak. Hal ini cukup membuat banyak orang Indonesia berubah pikiran untuk pergi kuliah disana ataupun mengirim anaknya kuliah disana.

Franky Silalahi, dia adalah seorang hakim yang tewas tertembak disuatu tempat umum di kota Poso kira kira 3 tahun yang lalu.
Tragedi ini adalah dampak dari konflik antar agama yang terjadi didaerah tersebut sudah sejak bertahun-tahun lalu tanpa mendapat solusi yang tepat.
Penembaknya kemudian ditangkap dan saat ini sedang menjalani hukuman di penjara.
Saat pertengahan bulan lalu, keluarga Franky Silalahi menemui si pembunuh di penjara, hal ini adalah karena mereka mau mengampuni pembunuh orang yang mereka kasihi. Pertemuan ini sangat menarik perhatian media, semua stasion teve meliput peristiwa tersebut dalam siaran berita utama, malahan ada beberapa stasion teve yang menyediakan waktu untuk wawancara khusus dengan istri Ferry Silalahi.

Kalau kita melihat hanya sepintas pada apa yang terjadi dengan ketiga orang tersebut, maka yang timbul dihati kita adalah rasa sympathy yang sangat mendalam, apalagi ketika melihat keluarga yang di tinggalkan….. rasanya sangat memilukan.
Tapi kalau kita mau melihat dari sisi yang lain, maka kita akan melihat banyak hal yang positif bahkan yang bisa menyatakan kuasa kasih Tuhan pada orang lain yang belum mengenal kasih Tuhan Yesus Kristus.

Seandainya Cliff Muntu tidak tewas dengan cara yang demikian, maka kebusukan dan kebobrokan di IPDN masih tetap terselubung sampai hari ini, sehingga besar kemungkinan kematian yang tidak wajar akan tetap terjadi ditempat tersebut. dan siapa tahu, bisa jadi itu nanti adalah orang yang kita kenal dekat, atau bisa juga orang yang kita kasihi… Siapa tahu?.
Seandainya kematian Cliff Muntu tidak terungkap dimedia, maka kematian praja-praja yang sebelumnya tidak akan diusut kembali.
Seandainya kematian Cliff Muntu tidak terjadi, maka kemungkinan besar 9 orang tersangka pembunuh Wahyu Hidayat [ praja IPDN yang juga tewas terbunuh dikampus IPDN beberapa tahun yang lalu], akan tetap berkeliaran diluar sana, malahan mereka punya kedudukan di kantor kantor pemerintah.
Seandainya Cliff Muntu tidak tewas pada bukan lalu, maka sistem pendidikan yang salah di IPDN masih tetap diterapkan sampai saat ini, sehingga IPDN menghasilkan pegawai negeri yang berjiwa preman dan suka kekerasan fisik.

Seandainya M o r a dan 31 orang mahasiswa lainnya tidak tewas dibantai pada bulan lalu, maka sampai hari ini dan nanti didalam kampus di Virginia maupun secara menyeluruh di Amerika keamanan mahasiswa dikampus tetap rentan, sehingga semakin banyak orang yang punya gangguan jiwa berkeliaran dikampus dan sekitarnya dengan membawa senjata yang berbahaya, dan kemungkinan besar akan memakan korban lebih banyak lagi nantinya.
Siapa tahu, bisa saja itu adalah orang yang kita kenal dekat, atau orang yang sangat kita kasihi…!!. Ya, siapa yang tahu….?.

Seandainya Franky Silalahi tidak tewas tertembak 3 tahun yang lalu, maka berita tentang pengampunan karena kasih Kristus tidak akan pernah jadi kesaksian nyata dalam siaran berita teve secara nasional, mungkin juga ada teve luar negeri yang menyiarkan cuplikan berita tersebut.
Karena ketika istri Ferry di wawancara, kenapa dia mau mengampuni pembunuh suaminya, maka istri almarhun Ferry berkata bahwa kasih Tuhan Yesus yang membuat dia mampu melakukan semua itu…..
Semua stasion teve menyiarkan kesaksian ini pada jam tayang berita utama.
Kesaksian tentang Kristus tidak lagi hanya pada acara Solusi atau mimbar agama kristen, tapi pada acara siaran berita, that is the real good news !!.
Malahan beberapa penyiar mengatakan bahwa apa yang keluarga Ferry Silalahi lakukan bisa menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh daerah-daerah yang masih saja bertikai antar agama sampai hari ini.

Apakah memang kebetulan 3 orang ini adalah orang Kristen?. T i d a k !!.
Tidak ada kejadian yang kebetulan didalam Tuhan, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang punya “design and purpose” untuk semua umat manusia dalam dunia ini. Dan nyawa setiap orang diperhitungkan oleh Tuhan. Kita masih ingat tentang Kain dan Habel…. Darah Habel berseru seru kepada Tuhan dan Tuhan memperhatikannya.

” For He will deliver the needy when he cries, the poor also, and him who has no helper. He will spare the poor and needy, and will save the souls of the needy. He will redeem their life from oppression and violence; And precious shall be their blood in His sight “, [Psalm 72:12-14].

” Precious in the sight of the LORD is the death of His saints “, [Psalm 119:15].

Kematian ketiga orang diatas tidak akan sia-sia, darah mereka yang tertumpah akan membuat Tuhan bertindak…..
Yang menjadi pertanyaan dan renungan adalah… berapa banyak lagi darah orang benar harus tertumpah??.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 2 May 2007.

Flood in Jakarta

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, faith on February 7, 2007 by Inna








Penduduk Jakarta telah diingatkan akan siklus banjir 5 tahunan, ya semua sudah bersiap menanti datangnya banjir besar yang akan terjadi 5 tahun sekali, terutama buat mereka yang tiap musim hujan tiba sudah pasti daerahnya terkena banjir.
Pada awal bulan February siklus itu di mulai…. maka hujanpun turun sepanjang malam dan sepanjang hari, dan dalam beberapa jam saja banjir yang sangat besar datang menerobos, ternyata kali ini daerah daerah yang belum pernah kena banjir sebelumnya kini mengalami banjir, sehingga banyak yang tidak siap dan sangat terkejut.
Penduduk yang daerah rumahnya sudah biasa kena banjir saja tidak menyangka bahwa effectnya akan separah ini, apalagi bagi yang belum pernah terkena banjir sebelumnya. Maka semua sangat terkejut, karena sama sekali tidak menyangka bahwa banjir yang datang akan sedahsyat ini.
Bayangkan, 60% kota Jakarta tertutup air….!
Dalam waktu 7 hari banjir ini telah memakan korban nyawa hampir 60 orang.
Ada yang terseret arus deras, ada yang tersengat aliran listrik.
Ya, sudah 7 hari air tidak surut dibanyak daerah…., maka dibanyak tempat listrik padam dan air bersih juga tidak jalan, saluran telpon mati.
Bahkan istana kepresidenan pun kemasukan banjir.
Hmmm, padahal hujannya kadang berhenti seharian. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana kalau hujannya seperti pada zaman nabi Nuh yang dalam 40 hari terus menerus turun. Ahhh, saya kira, Jakarta memerlukan waktu tidak sampai seminggu semua akan terendam air karena memang system tata kotanya sudah sangat kacau. Daerah resapan air di kota Jakarta sudah amat sangat minim, karena dimana mana sudah dibangun mall dan perumahan elit. Taman-taman kota semakin sedikit.
Karena ke-teledor-an manusia maka alam tidak lagi bersahabat dengan manusia. Padahal sejak semula manusia ditugaskan Tuhan untuk mengusahakan dan memelihara daerah dimana dia tinggal, baru kemudian berkuasa atas segala makhluk yang ada di bumi.
Tapi, karena manusia tidak mengusahakan dan memelihara dengan baik daerah dimana dia tinggal, maka dengan sendirinya keadaan jadi kacau dan semrawut, sehingga manusia kehilangan kendali dan tidak bisa lagi menguasai daerahnya. Sehingga alam yang tadinya bisa diajak bersahabat kini berbalik menjadi lawan yang dapat mematikan dan memusnahkan.
Dalam semalam, orang kehilangan segalanya….. rumah, harta kekayaan bahkan ada yang kehilangan orang-orang yang di kasihinya.
Tangan tangan yang tadinya di pakai untuk bekerja mencari nafkah, dalam sehari berubah, kini di pakai untuk menengadah meminta bantuan dan makanan pada orang-orang dermawan yang datang dan lewat.
Seandainya nanti banjir telah surut….. banyak dari mereka yang akan mulai dari titik nadir, mulai dari zero untuk mengisi kembali rumahnya dengan perabotan. Bagaimana dengan mereka yang rumahnya habis hanyut diterjang banjir yang besar itu?, darimana dan bagaimana mereka harus mulai?.

Doa seperti apalagi yang akan kita naikkan bagi bangsa ini?
Dari tahun ke tahun doa terus dipanjatkan, dan kita tidak menemukan banyak hal seperti yang kita ingini atas bangsa Indonesia.
Bencana demi bencana terjadi, wabah penyakit demi wabah penyakit datang dan merenggut nyawa, bangsa ini sudah menerima pukulan disetiap bagian tubuhnya, tapi masih lagi tetapi dihajar dan di pukul.
Apakah Tuhan membenci bangsa Indonesia?.
Tidak, sama sekali tidak……!!.
Tuhan sangat mengasihi Indonesia, dan Tuhan ingin bangsa ini mengenalNya sebagai satu-satunya Tuhan.
Karena itu, marilah kita tetap terus memohon agar Tuhan mencurahkan hujan pertobatan atas bangsa ini. Karena kalau bukan Tuhan, tidak ada yang bisa merubah hati manusia.
Melalui kejadian demi kejadian yang telah bangsa ini alami, Tuhan berharap hati bangsa ini jadi lembut terhadap suara Tuhan.

Kalau kemarin kemarin daerah lain yang kena bencana, maka kini ibukota negara ini mendapat giliran. Hmmm kalau pusatnya sudah kena giliran, maka berarti tidak lama lagi akan sampai pada hari penentuan, Tuhan akan menuntaskan pekerjaanNya atas bangsa ini. Karena Dia yang sudah memulai, Dia juga yang akan menyelesaikannya.

Karena itu, saat ini, mari kita bangkitkan terus semangat kita untuk berdiri bagi bangsa ini di hadapan Tuhan, berperkara dan memohon pertobatan di curahkan atas bangsa Indonesia tercinta.

” I will utterly consume everything from the face of the land,” says the LORD; ” I will consume man and beast; I will consume the birds of the heavens, the fish of the sea, and the stumbling blocks along with the wicked. I will cut off man from thr face of the land,” Says The LORD.
Be silent in the presence of the Lord GOD; For the day of the LORD is at hand, For the LORD has prepared a sacrifice; He has invited His guests ,” [ Zephaniah 1: 2,3,7 ].

” Gather yourselves together, yes, gather together, O undesirable nation, before the decree is issued, or the day passes like chaff, before the day of the LORD’s anger comes upon you!. Seek the LORD, all you meek of the earh, who have upheld His justice, seek righteousness, seek humility, it may be that you will be hidden in the day of the LORD’s anger, ” [ Zephaniah 2:1-3 ].


Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 8 February 2007.

" Precious shall be their blood "

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, faith on January 11, 2007 by Inna

Hari-hari belakangan ini, perhatian kita ( di Indonesia ) banyak di fokuskan pada bencana alam maupun kecelakaan yang menelan banyak korban, terutama manusia. Dan yang paling banyak dibutuhkan saat ini adalah team pencari korban yang bisa menemukan orang-orang yang masih hilang dimana-mana. banyak orang hilang yang harus ditemukan, baik itu di tempat yang tanahnya longsor, ataupun di lautan yang luas karena kapal yang tenggelam, ataupun karena pesawat terbang yang hilang.
Kita masih prihatin atas nasib banyak orang yang kehilangan tempat tinggal karena banjir, gempa ataupun lumpur panas di Jawa Timur, tapi ketika melihat korban kecelakaan kapal dan pesawat yang tewas dan hilang, hati kita bukan hanya prihatin saja lagi, tapi kita juga merasa agak ngeri melihat kondisi transportasi udara, laut dan darat di Indonesia.

Kalau kita perhatikan, semua terjadi sangat beruntun…..
Banjir, tanah longsor, kapal tenggelam, pesawat yang hilang.
Dan kalau kita telaah, semuanya adalah dampak kumulatif dari berbagai ke bobrokan yang telah dilakukan oleh orang-orang tertentu selama ini.
Entah sudah berapa lama begitu banyak pelanggaran maupun kecurangan telah dilakukan tapi berhasil di tutup- tutupi. Tapi akhirnya, hukum ” sebab – akibat ” tidak bisa lagi di hindari karena semua sudah semakin bertumpuk.
Ketika banjir besar itu tiba, potongan kayu yang begitu banyak bermunculan, hal ini membuktikan bahwa malapetaka terjadi karena ulah manusia yang telah melakukan penggundulan hutan semena mena.
Ketika kapal tenggelam di sana sini, mulailah terbukti betapa selama ini telah begitu banyak pelanggaran telah terjadi dan di biarkan saja.
Tentang pesawat terbang yang hilang baru-baru ini, telah membuat banyak kecerobohan dan pelanggaran yang terjadi belakangan ini didunia penerbangan kemudian terbongkar.
Ya, saya juga heran, kenapa dulu, ketika maskapai penerbangan di Indonesia masih sedikit, kecelakaan pesawat terbang sangat jarang terjadi.
Ternyata, karena saat ini saling berlomba menjual tiket murah, maka faktor faktor yang mempengaruhi keselamatan penerbangan sering tidak begitu diperhatikan dengan baik dan benar.
Sedihnya, semua diatas mulai diperhatikan dan diambil tindakan setelah banyak nyawa manusia melayang.
Haruskah selalu begitu?, mesti banyak dulu nyawa yang jadi korban barulah ada tindakan tegas yang nyata.
Kita berharap, kematian orang-orang yang telah menjadi korban tidak akan sia-sia. Semoga kematian mereka menjadi ingat-ingatan yang menghasilkan banyak perubahan bagi bangsa kita.

Bagi saya, nyawa mereka yang telah menjadi korban adalah orang-orang yang patut dihargai, karena mereka telah menjadi korban dari berbagai kelalaian yang telah dibiarkan selama ini. Kematian mereka menyingkapkan banyak kejahatan yang selama ini terjadi diberbagai sektor bisnis di Indonesia.
Kematian mereka akan mengadili orang-orang yang selama ini membiarkan banyak pelanggaran terjadi dalam bisnis mereka.

” Because for every matter there is a time and judgment, though the misery of man increases greatly. For he does not know what will happen; So who can tell him when it will occur?. No one has power over the sipirit to retain the spirit, and no one has power in the day of death, ” ( Ecclesiastes. 8: 6-8a ).

Saudaraku, kalau saat ini dalam dunia ” market place ” anda adalah orang-orang yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan, biarlah keputusan yang diambil tidak membuat nyawa orang lain terancam.
Memang persaingan dalam dunia bisnis saat ini semakin keras, tetapi sebagai orang yang percaya kepada penyertaan Tuhan, sebagai orang yang takut akan Tuhan, biarlah kita saling mengingatkan agar dalam bisnis kita tidak memakai cara-cara yang bisa mengancam keselamatan orang lain.

Jangan kira Tuhan akan tinggal diam atas banyaknya kematian yang terjadi akibat pelanggaran yang terjadi akhir-akhir ini…..
Siapapun dan bagaimanapun, mereka adalah manusia ciptaan Tuhan, tidak satupun diantara mereka yang lahir ke dunia ini tanpa campur tangan Tuhan, maka kematian mereka yang terjadi karena akibat kejahatan akan diperhitungkan oleh Tuhan.
Apalagi bila diantara mereka ada juga anak-anak Tuhan, atau hamba Tuhan, maka itu akan lebih lagi mengusik hati Tuhan.

” Precious in the sight of the LORD is the death of His saints, ” (Psalm 116:15).

” He will spare the poor and needy, and will save the souls of the needy. He will redeem their life from oppression and violence; and pericous shall be their blood in His sight, ” ( Psalm 72:13,14 ).

Saudara mungkin bisa saja bilang bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Tapi sesungguhnya, banyak orang yang seharusnya belum waktunya mati, tapi mereka harus mati karena kecerobohan dan kelalaian.
” Why should you die before your time ?, ” (Ecclesiastes.7:17).
Hendaklah kita jangan menjadi bagian dari hal ini, maupun menjadi penyebab dari hal ini bagi orang lain.

Awal tahun ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa segala kelalaian dan kecerobohan yang selama ini ditabur di dunia bisnis kini mulai di tuai buahnya di tengah tengah bangsa kita.
Ditengah tengah tuaian itu, kita mendengar jerit tangis para ibu, para istri, para bapak. para suami dan anak-anak yang kehilangan orang tua mereka.
Dan saya sangat percaya, Tuhan tidak akan tinggal diam….
Saya harap kita juga tidak tinggal diam, selain banyak berdoa agar semua bisa ditanggulangi, kita juga harus bertindak dengan mulai berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan sampai keputusan yang dibuat akan mengancam keselamatan orang lain. Siapapun mereka……

Ditulis Oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 12 January 2007.

" Diatas Ombak "

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith on July 25, 2006 by Inna

Di perkirakan kepulauan Indonesia akan sering mengalami gempa sampai tahun 2008 nanti. Masalahnya, sejak ahir 2004 gempa di Indonesia seringkali di susul oleh gelombang tsunami.

Kondisi yang seperti ini mau tidak mau telah menimbulkan banyak perubahan mendadak pada kehidupan banyak orang.
Saya dengar kabarnya belakangan ini, orang-orang yang selama ini tinggal di apartemen kini mulai merasa tidak aman lagi, banyak juga yang berniat untuk kembali tinggal di perumahan.
Dan kita juga bisa melihat betapa banyak orang yang jadi miskin mendadak, dalam satu hari kekayaan mereka habis lenyap jadi puing-puing. Juga banyak keluarga yang mendadak kehilangan orang-orang yang menyangga perekonomian keluarga mereka, orang-orang tempat mereka bergantung telah tewas kena gelombang tsunami ataupun di timpa reruntuhan.Belum lagi ibu-ibu yang hatinya hancur karena kehilangan anak-anak mereka yang tewas tertimpa reruntuhan atau tertelan gelombang tsunami.
Kekayaan, kenyamanan, kebahagiaan, dan kehidupan manusia bisa segera mendadak lenyap dalam hitungan detik. Kehidupan kita bisa berubah total hanya dalam sekejap mata. Semua adalah karena goncangan gempa dan gelombang tsunami !!.
Kalau keadaan seperti ini terus menerus berulang sampai tahun 2008 nanti, seberapa banyakkah yang masih bisa bertahan dan survive?.

Gelombang malapetaka yang kian dahsyat akan terjadi diseluruh muka bumi ini, sehingga rasa takut akan menguasai banyak orang, karena mereka mengira tidak ada lagi masa depan yang cerah.
Di perkirakan diwaktu ke depan, 20% orang-orang di dunia akan di serang depresi sehingga mereka jadi gila atau bunuh diri.
Malapetaka yang akan datang bukan saja dari bencana alam, pembunuhan massal akibat bom nuklir bisa saja akan terjadi.
Belum lagi perang di bagian timur yang akan menyeret banyak bangsa saling membunuh. Memang, gelombang masa akhir jaman semakin besar dan dahsyat setelah kita memasuki tahun 2000.
Saya tidak bermaksud mengajak anda untuk fokus pada “bad news” ini, hingga membuat anda tertekan…. Tapi maksud saya adalah supaya kita bisa menghitung seberapa jauh nubuatan tentang akhir jaman sudah mulai digenapi, sehingga kita pun mulai menghitung sudah seberapa jauh kita masuk kedalam hadirat Tuhan selama ini.
” Because he has set his love upon Me, therefore I will set him on high, because he has known My name “, [ Psalm 91:14 ].
Sungguh, kita tidak punya pilihan yang paling baik selain menghitung-hitung sudah seberapa kita betah berada di dekat Tuhan.
Sudah seberapa banyak bagian hatimu yang kamu benar-benar sudah serahkan pada Tuhan dalam setiap hari di kehidupanmu?.

Kemarin saya dengar dari sebuah radio, bahwa para penggemar surfing di Bali sama sekali tidak merasa gentar dengar kondisi saat ini. Mereka malah merasa sangat senang pada gelombang yang besar, karena mereka bisa memuaskan diri mereka bermain surfing di laut.
Ya, seorang pemain surfing yang baik akan menyongsong gelombang besar dengan bergairah, karena dia bisa berdiri dan menari diatas gelombang yang tinggi dan besar.
Jika kita terus berlatih bagaimana untuk bisa tetap mengucap syukur pada Tuhan dalam segala keadaan dan kondisi, maka pada saat gelombang besar datang, kita akan berada ditempat yang tinggi seperti pemain surfing tersebut. Karena damai sejahtera yang dari Tuhan tidak bisa dunia ini berikan.

” Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang ku percayai “, [ Psalm 91:1,2 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 25 Juli 2006.

" Hati hati bahaya “rasialisme” diantara kita."

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style, love on July 11, 2006 by Inna

Apakah anda masih ingat tentang pertandingan final Pesta Sepak bola dunia di Jerman yang berlangsung pada hari Minggu 9 Juli 2006?. Kita tahu bahwa akhirnya kesebelasan Italy  menjadi juara dunia setelah mengalahkan Perancis melalui adu penalti.
Final pertandingan perebutan piala dunia 2006 ternyata menyisakan suatu kisah tragis mengenai seorang pemain senior yang dikagumi banyak orang yaitu Zidane.
Kita semua tahu bahwa Zidane di keluarkan dari pertandingan, dia mendapat kartu merah karena telah menanduk Materazzi sampai jatuh terlentang. Kita bisa melihat, seorang Zidane yang juga menjadi kapten kesebelasan Perancis, tiba-tiba bisa menjadi begitu emosionil.
Setelah mendapat kartu merah dia segera meninggalkan lapangan, dia pergi meninggalkan semuanya, dia langsung meninggalkan stadion.
Padahal, itu adalah debut terakhirnya… karena rencananya setelah piala dunia selesai dia akan berhenti alias pensiun. Tapi dia telah membuat riwayat akhir kariernya memiliki kisah yang tidak enak diingat.
Syukurlah, ternyata peristiwa tidak mempengaruhi penghormatan terhadap dirinya. Dia tetap masuk peringkat pemain terbaik dan rakyat Perancis tetap menyambut kepulangannya sebagai seorang pahlawan.

Saya sangat penasaran, apa yang membuat seorang Zidane yang biasanya terlihat tenang itu bisa tiba-tiba lost control?. Apa yang membuat dia jadi tidak perduli bahwa saat itu adalah menit-menit terakhir dari pertandingan final?, dia seolah lupa bahwa begitu banyak orang berharap padanya.
Kemarin siang di berita teve akhirnya saya dengar bahwa seorang ahli membaca gerakan mulut, telah menangkap apa yang dikatakan pemain Italy, Materazzi, sehingga membuat Zidane sangat marah.
Menurut sang ahli tersebut, Materazzi telah menghina adik perempuan dan ibu Zidane…. Dan kata-katanya menjurus kepada penghinaan terhadap SARA atau rasisme.
Peristiwa ini kelihatannya akan berbuntut panjang…. Karena gerakan anti rasialism mulai bersuara keras pada Materazzi.

Saat ini saya sedang membaca buku karangan Rick Joyner yang berjudul ” Overcoming Evil In The Last Days “. Buku ini membahas antara lain tentang 3 hal yang akan di pakai Iblis untuk membinasakan dan menghancurkan umat manusia di hari-hari terakhir ini, yaitu rasisme, sihir [ hal-hal yang memikat ], dan roh agamawi.
Bahaya Rasisme telah dinubuatkan Tuhan Yesus pada Matius 24:7,
” Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan “. Kata “bangsa” dalam ayat ini diterjemahkan dari kata Yunani ethnos, dari kata inilah muncul kata “etnik”. Ini berarti salah satu tanda akhir jaman yang paling mencolok adalah konflik antara etnis.
Dunia kehilangan kendali dalam menghadapi masalah masalah rasial.
Kejadian yang dihadapi Zidane sepertinya suatu konfirmasi……
Seorang pemain bola kaliber dunia seperti Zidane, seharusnya adalah seorang yang penuh penguasaan diri, terlebih lagi pada saat moment seperti itu di final World Cup, tapi dia menjadi hilang kendali saat mendengar ejekan yang mengandung SARA.
Rasisme adalah seperti bensin yang dituang diatas bahan kering yang mudah menyala di dunia ini. Api kemarahan rasisme yang meluap dari nafsu gila manusia tidak bisa di prediksi.
Pembantaian yang dilakukan Hitler adalah karena rasisme, pembunuhan satu juta orang di Rwanda Afrika juga adalah karena rasisme, kekacauan yang sangat parah terjadi di Indonesia pada bulan Mey 1998 sangat kental unsur rasisme- nya.
Di Amerika, negara adidaya itu, sampai hari ini masalah rasisme masih sangat sering terjadi pada saat-saat tertentu.

Saudaraku, bagaimana dengan anda sendiri?. Yakinkah anda bahwa anda benar-benar sudah bebas dari rasisme..?.
Pernah pada suatu kali saat saya sedang sharing dengan saudara-saudara seiman dari etnis chinese, tentang bagaimana supaya kita bebas dari rasisme. Saya tanya salah seorang dari mereka yang saat itu telah mempunyai seorang balita perempuan yang cantik. ” Bagaimana, kalau nanti dia sudah besar, terus dia jatuh cinta pada seorang pemuda yang seiman tapi dari suku Ambon. Kamu bisa langsung setuju…? “.
Dia gelagapan, tidak bisa menjawab…

Seharusnya, gereja Tuhan adalah zona yang bebas dari rasisme. Kita anak-anak Tuhan seharusnya menjadi orang-orang yang bebas dari rasisme. Tuhan Yesus sendiri mengatakan, ” Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa [ethnos]…” [Markus 11:17].
Gereja merupakan tempat dimana orang akan menyatu kembali tanpa perduli pada ras, kebudayaan, bahasa dan sebagainya.
Dan itu di mulai dari masing-masing kita….
Seseorang menjadi rasis karena adanya rasa sombong ataupun ketakutan terhadap orang yang berbeda darinya. Apakah kamu masih merasa etnis mu lebih berbudaya dari ethnis lain? Apakah kamu masih punya stigma pada ethnis atau suku tertentu?. Apakah kamu bisa bergaul dengan nyaman dengan setiap etnis? Apakah kamu bisa menerima pernikahan antara etnis dengan cara yang seharusnya seperti Kristus menerima setiap suku bangsa di dunia ini?.
Saudaraku, saya benar-benar serius tentang hal ini… Karena saya melihat, masih begitu banyak orang-orang yang sudah melayani Tuhan, orang-orang yang sudah di babtis, di penuhi Roh Kudus, pada saat-saat tertentu dia masih membedakan-bedakan sikapnya pada ethnis tertentu.
Selama kamu masih begitu, berhati-hatilah, suatu saat ketika iblis meniupkan angin rasisme ke wajahmu kamu bisa ” lost control ” seperti Zidane, tidak bisa menyelesaikan pertandingan karena kamu tidak layak bertahan sampai akhir.
” For as many of you as were babtized into Christ have put on Christ. There is neither Jew nor Greek, there is neither slave nor free, there is neither male nor female; for you are all one in Christ Jesus ” [ Gal.3:27,28 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 12 July 2006.

Stigma pada mantan pemakai narkoba.

Posted in Christian life style, Indonesia, Renungan, christianity, faith, hati nurani, life style on June 26, 2006 by Inna

Tanggal 26 Juni kemarin di peringati sebagai hari anti narkoba. Saya tidak tahu sejak kapan ini telah di tetapkan. Tapi yang saya tahu, masalah narkoba terus berkembang dan berlarut-larut dari tahun ke tahun di seluruh dunia. Tidak ada satu negara di dunia ini yang benar-benar bersih dari persoalan narkoba.
Narkoba telah menjadi seperti penyakit kanker yang terus menjalar dari waktu ke waktu. Mulai menjadi sangat nyata di seluruh dunia pada tahun 60-an, ketika di Amerika muncul kaum hippies yang juga di sebut “flower generation”. Mantan tentara Amerika yang pulang dari perang Vietnam juga turut memicu, mereka mulai ketagihan narkoba sepulang dari Vietnam karena mereka ingin melupakan trauma ke kejaman perang tersebut. Gaya hidup musisi rock masa itu juga turut menularkan kegemaran memakai narkoba kepada kaum muda di seluruh dunia pada masa itu.
Pada masa kini pemakai narkoba kian meningkat pesat dari tahun ketahun. Sekalipun para penegak hukum berusaha keras membasminya, tapi sepertinya para bandar narkoba selalu maju selangkah lebih dulu.
Negara kita Indonesia termasuk memiliki produsen narkoba kelas kakap yang mengekspor narkoba ke berbagai negara. Kita sudah melihat bagaimana pihak kepolisian telah berhasil berulang kali menggerebek pabrik narkoba, tapi masih saja ada pabrik narkoba yang lain….
Diskotik, pub, hotel, apartemen, mall atau tempat pelayanan umum lainnya adalah tempat yang biasa di pakai untuk melakukan transaksi narkoba. Tapi belakangan ini, saya mendengar beberapa kisah nyata bahwa tempat parkir dan toilet gereja sudah mulai di pakai untuk melakukan kegiatan transaksi narkoba. Malah pernah ditemukan seorang remaja tewas over dosis di dalam toilet disalah satu gereja di daerah Jakarta Pusat….
Saya sendiri pernah memergoki seorang pemuda yang sedang menunggu bandar narkoba di gereja. Saat itu dia bersama teman-temannya yang sedang dalam masa rehabilitasi sedang di undang untuk bersaksi di gereja tersebut. Padahal saat itu pengawas dari panti rehabilitasi turut hadir untuk mendampingi mereka. Tapi ya dia bisa lolos, karena jumlah mereka belasan sementara pengawasnya cuma beberapa orang. Anak itu berkali-kali minta ijin untuk ke toilet, saya jadi curiga lalu mengikutinya…. ternyata memang ada seseorang yang sedang menunggunya di salah satu ruang closed di toilet. Dia memang tidak punya uang, tapi kalau dia bisa menjual 3 dia akan dapat gratis 1.
Para pemakai dan bandar punya bahasa sandi yang dari waktu ke waktu bisa berubah, ini untuk membuat mereka bisa saling berkomunikasi tanpa orang awam mengerti apa yang sedang mereka bahas.
Dulu ganja disebut gelek, kemarin sih yang saya tahu ganja itu telah berganti nama jadi ‘cimeng’, nggak tau deh apakah saat ini sebutan itu sudah di ganti lagi ….

Saya sangat terbeban melayani para pemakai yang ingin bertobat.
Karena saya melihat bagaimana teman-teman masa kecil saya, teman-teman kuliah saya, yang hidupnya hancur karena narkoba, bahkan ada yang tewas karena narkoba.
Saya memang bukan mantan pecandu, kalau nyobain sih pernah, ya sepukul dua pukul-lah…..
Seorang pecandu tidak akan ada gunanya masuk panti rehabilitasi kalau bukan atas keinginannya sendiri, percuma jika itu semata-mata karena keinginan orang tua maupun keluarganya.
Berkhotbah di depan mereka di panti sungguh-sungguh membutuhkan ke teguhan hati. Karena rata-rata mereka sudah sulit untuk bisa cepat menangkap apa yang disampaikan, karena selain mentalnya masih labil, jaringan otak mereka kemungkinan besar sudah banyak yang rusak akibat narkoba yang pernah mereka konsumsi terus menerus dalam waktu yang lama. Padahal, banyak diantara mereka tadinya kuliah di perguruan tinggi yang bagus, atau diluar negeri. Bahkan ada juga diantara mereka yang sarjana S2, ada juga yang sudah punya istri dan anak. Kalau dilihat, tampang mereka rata-rata cukup tampan dan menawan, sehingga rasanya sangat miris melihat keadaan mereka.
Tapi puji Tuhan, kita adalah pelayan perjanjian baru, dimana kuasa Roh Kudus turut bekerja meneguhkan pemberitaan injil yang kita lakukan pada masa kini……!
Selama di panti rehabilitas, mereka setiap hari selalu di bawa masuk kedalam hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan.
Hadirat Tuhan menjamah dan memulihkan mereka…. Saya melihat beberapa orang berubah, semakin di pulihkan dari minggu keminggu setelah mereka duduk diam-diam menikmati hadirat Tuhan saat hamba-hamba Tuhan memuji dan menyembah Tuhan.
Ini kembali membuktikan betapa pentingnya pelayanan pujian dan penyembahan yang penuh kuasa di masa akhir jaman ini.
Yang saya maksudkan disini bukan pelayanan praise and worship yang sifatnya seperti “entertaint”, tapi pelayanan praise and worship yang dilakukan oleh orang-orang yang berhati simplicity dan yang hatinya berkobar dengan cinta kasih yang tulus kepada Tuhan Yesus.

Sebenarnya, setelah mereka berhasil melewati masa sakaw, masa yang sangat berat berikutnya adalah saat mereka telah diperbolehkan kembali pada keluarga dan kembali menghadapi dunia luar…..
Banyak diantara mereka yang kembali jatuh, bahkan ada yang lebih parah dari sebelumnya. Hal ini sebagian besar disebabkan karena sikap orang-orang di sekitar mereka yang selalu memandang pada stigma yang ada pada mereka sebagai mantan pemakai narkoba.
Sikap kita yang sering mengingat stigma ini dapat mengikis rasa percaya diri mereka secara perlahan tapi pasti. Apalagi jika itu dari orang-orang terdekat, dari keluarga dan saudara….. yang sering menunjukkan rasa kurang percaya pada mereka akibat stigma yang mereka miliki.
Saudaraku, berdoa saja tidak cukup, kita harus bertindak.
Sebagai orang yang percaya bahwa kasih dan kuasa Tuhan kita tidak terbatas, kita harus bisa melupakan stigma yang ada pada mantan pemakai narkoba yang ada dilingkungan kita.
Menghancurkan kaum muda dengan narkoba adalah salah satu strategi iblis untuk menggagalkan rencana Tuhan di akhir jaman.
” And it shall come to pass in the last days, says God, that I will pour out of My Spirit on all flesh; your sons and your daughters shall prophesy, your young men shall see visions, your old men shall dream dreams “.
[ Acts 2:17 ].
Jadi, kalau kamu sepakat dengan apa yang Tuhan katakan, maka kamu harus bisa tidak perduli pada stigma tersebut. Jika ada keluargamu yang anaknya mantan pemakai narkoba, ingatkan mereka tentang ini.
Bahwa jika tetap terganggu pada stigma mantan pemakai narkoba, itu berarti kita sepakat dengan iblis…. kita menghalangi kuasa Tuhan yang sedang bekerja dalam hatinya.
Tuhan saja mau memulihkan mereka, kenapa kita malah menganiaya jiwa mereka dengan rasa curiga yang sering kita biarkan muncul di hati kita terhadap mereka pada saat saat tertentu…?.
” A bruised reed He will not break, and smoking flax He will not quench; He will bring forth justice for truth ” [ Isaiah 42:3 ].

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 27 Juni 2006.