Archive for the perempuan Category

Adakah hubungan Kristus dengan santa Claus?.

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, love, perempuan on December 30, 2007 by Inna

Kalau anda tidak mengetahui asal muasal santa Claus, mungkin anda menganggap santa Claus kurang rohani, karena selama bulan Desember dia lebih banyak terlihat di mall, departemen store, atau toko toko besar daripada di gereja. Apalagi yang jadi santa adalah sembarang orang yang sanggup memerankan tokoh ini dengan memakai kostumnya yang merah menyala, perut gendut, janggut dan kumis berwarna putih, sepatu boot dan topi lancip berwarna merah.

Seorang santa Claus memang pernah ada, dia bukan berasal dari kutub utara, tapi dia adalah seorang bishop yang hidup di belahan eropah pada abad ke IV, namanya Nicholas. Dia disebut Saint Nicholas of Myra [ sekarang bernama Turki ]. Nicholas adalah orang yang tidak hanya menjalani ritual agama, tapi dia melakukan apa yang diperintahkan Kristus yaitu “mengasihi sesama”, dia sangat memperhatikan anak anak orang miskin. Ada cerita tentang kebaikan hati Nicholas terhadap keluarga miskin yang terbelit hutang sehingga terpaksa akan menjual salah seorang puterinya untuk menjadi budak. Ketika mendengar hal ini maka pada suatu larut malam Nicholas datang kerumah keluarga ini lalu menjatuhkan beberapa keping uang emas dari atas cerobong asap. Ajaibnya emas itu masuk kedalam kaus kaki salah satu anak perempuan keluarga itu. Kaus kaki itu memang sedang di gantungkan dekat tungku perapian karena sedang dikeringkan. Hal ini kemudian menjadi kebiasaan anak anak pada malam natal, menggantungkan kaus kaki dekat perapian atau dekat pohon natal agar santa bisa menaruh hadiah natal didalamnya.

Nicholas wafat pada tanggal 6 Desember. Tapi sebenarnya penampilannya tidak seperti yang sekarang ini menjadi stereotype diseluruh dunia. Wajah dan penampilan santa Claus saat ini dimulai pada tahun 1930 ketika suatu perusahan minuman coke ingin menjadikan santa tokoh dalam mempromosikan produksi minuman coke tersebut, maka diciptakanlah penampilan seorang santa Claus seperti yang kita lihat sekarang ini. Karena memang sejak saat itu wajah santa Claus yang seperti itu lah yang dikenal dunia sampai saat ini, dan model santa Claus yang begini ini memang lebih pas untuk tokoh komersil.

Apakah ada hubungannya antara Tuhan Yesus dengan santa Claus?. Ya, sebenarnya ada. karena santa Claus aslinya bernama Nicholas adalah orang yang melakukan perintah utama Tuhan Yesus yaitu “kasih”. Apakah kemudian tokoh santa menjadi komersial ya jangan terlalu dipermasalahkan, yang penting intinya tetap bertahan yaitu santaclaus atau sinterklas bahasa belandanya adalah tokoh yang paling di cari anak anak pada musim natal, karena dia adalah lambang kebaikan, keramahan dan kegembiraan.

Kalau kita mau merayakan natal bersama santa claus, rayakan dengan spirit Saint Nicholas seorang yang melakukan kebaikan karena dia mengasihi dan taat pada perintah Tuhan Yesus, bukan dengan santa Claus yang penampilannya di “create” oleh suatu perusahaan minuman coke sejak tahun 1930, santa claus atau sinterklas model begini cuma jadi orang upahan yang menjadi penyalur hadiah natal yang di titipkan orang lain.

The Journey

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on December 28, 2007 by Inna

" Perempuan-perempuan yang di depan ".

Posted in Indonesia, Renungan, christianity, perempuan on May 14, 2007 by Inna

Sudah hampir sepuluh tahun lamanya bangsa Indonesia mengalami guncangan ekonomi, dan sampai hari ini keadaan ekonomi kita tidak banyak berubah. Berapapun angka-angka kemajuan statistik ekonomi yang diungkapkan pemerintah dalam laporannya kepada publik, bukti yang paling nyata adalah keadaan setiap hari yang harus dihadapi rakyat dari kelas menengah kebawah.
BBM sering sulit untuk didapatkan di pasaran belakangan ini.
Harga bahan pangan amat sering tidak stabil, malahan cenderung semakin melonjak tinggi, biaya hidup semakin tinggi, biaya sekolah anak-anak juga semakin mahal, sementara penghasilan tidak meningkat malahan banyak yang bangkrut ataupun semakin miskin karena tekanan ekonomi yang kian berat tidak pernah berhenti.
Siapakah yang paling merasakan dampak tekanan ekonomi yang semakin berat menekan dalam tahun-tahun belakangan ini?, mereka adalah kaum ibu dari kalangan menengah kebawah. Tapi ada juga yang tadinya dari kalangan atas tiba tiba tingkat kehidupannya merosot drastis ke bawah karena bangkrut atau terkena musibah bencana alam.

Perempuan-perempuan inilah yang berada dibarisan paling depan dari orang-orang yang langsung berhadapan dengan dampak tekanan ekonomi yang terus bergejolak di Indonesia.
Karena mereka-lah yang setiap hari harus memutar otak bagaimana mengatur keuangan agar bisa mencukupi kebutuhan dapur maupun kebutuhan lainnya.
Belum lagi beban mereka yang harus menjaga keharmonisan suasana dirumah, mereka harus menghadapi suami yang stess karena tekanan ditempat kerja atau karena suami marah marah karena penghasilannya semakin minus.
Juga anak-anak yang sangat konsumtif akibat pergaulan disekolah, mereka menuntut banyak hal yang membutuhkan jumlah uang yang besar.
Dan akhir-akhir ini, banyak perempuan-perempuan di Indonesia tidak hanya menanggung beban berat bagaimana sulitnya mengatur keuangan rumah tangga, tapi mereka juga mulai jadi korban KDRT [ Kekerasan Dalam Rumah Tangga ]. Kita bisa melihat dalam berita di tv maupun di surat khabar bahwa semakin banyak para istri yang dianiaya suaminya, bahkan tidak sedikit yang sampai cacat permanen atau tewas. Ada juga ibu yang dianiaya oleh anak-anak mereka yang marah karena tidak diberi uang.
Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan, kondisi yang harus dihadapi semakin berat dan menekan, sementara lingkungan begitu tidak bersahabat.
Ya, setiap orang kebanyakan berjuang dengan keadaan mereka masing-masing, bukannya karena tidak mau perduli pada orang lain tapi memang hampir setiap orang sudah begitu ruwet dengan persoalan mereka jadi mau tidak mau akhirnya jadi pada menyelamatkan diri sendiri-sendiri.
Maka akibatnya, belakangan ini banyak sekali kaum ibu di Indonesia yang menjadi stress dan depresi.
Kondisi mental yang stress dan depresi membuat mereka tidak bisa lagi menilai dengan akal sehat segala persoalan yang harus mereka hadapi, mereka tidak melihat adanya kemungkinan untuk bisa mendapat pertolongan atau jalan keluar dari masalah-masalah mereka.
Keadaan seperti ini lama kelamaan membuat banyak kaum ibu menjadi putus asa, lalu mereka mulai mengambil jalan pintas……
Akibatnya, kita bisa melihat bagaimana akhir-akhir ini mulai sering terjadi kasus tentang ibu yang membunuh anak-anaknya lalu setelah anak anaknya mati, maka si ibu melakukan bunuh diri.
Belakangan ini, hampir setiap bulan kasus seperti disebut diatas kembali terulang terjadi diberbagai penjuru negeri ini terutama di kota besar.
Belum lagi tentang kasus ibu membuang anaknya yang baru lahir dalam kantung plastik……, kebanyakan dari bayi yang dibuang itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Kejadian-kejadian diatas tadi sudah menjadi menjadi konsumsi berita yang biasa kita dapati setiap hari di tv, radio, surat khabar dan tabloid …..
Kalau sudah begini, banyak orang mulai meragukan pepatah lama yang mengatakan ” kasih ibu sepanjang masa….. “.
Mungkinkah untuk era milenium ini pepatah tersebut mulai sulit ditemui pada kaum ibu di Indonesia?.

Saya percaya, sesungguhnya dibagian paling dalam hati para ibu di Indonesia saat ini, hati mereka sangat berduka dan terluka. Bahkan mereka yang pernah membunuh anak mereka yang baru lahir atau menggugurkan kandungannya, saya percaya sesungguhnya bathin mereka menderita….
Seandainya keadaan tidak begitu berat dan kejam menekan para ibu, tentu mereka tidak akan menjadi seperti itu….
Kita bisa mengingat kembali, sejak dahulu kaum ibu adalah kalangan yang paling terdahulu banyak terluka ketika pemimpin dalam suatu pemerintahan mengambil keputusan yang jahat dan keliru.

Ketika Firaun memutuskan agar setiap bayi lelaki yang lahir dari suku Yahudi harus dibunuh, maka yang paling perih hatinya adalah kaum ibu.
Ketika suatu bangsa harus berperang, maka kaum ibu lah yang terlebih dulu menangis karena mereka harus melepas putra dan suami mereka pergi dan tidak tahu apakah mereka akan kembali dengan selamat atau tidak.
Ketika Herodes marah atas kelahiran Yesus, maka dia menyuruh membunuh semua anak anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dibawah 2 tahun, maka yang paling berduka hatinya adalah kaum ibu. Begitu dukanya hati mereka, sampai di Alkitab dituliskan bahwa sangkin berdukanya mereka tidak mau lagi dihibur karena anak-anak mereka tidak ada lagi.
Kisah sejarah diatas adalah tentang kaum ibu yang hatinya terluka sedih karena kehilangan anak-anak mereka akibat kebijakan penguasa.
Tapi ada kisah nyata yang lebih tragis dan mengerikan bisa kita baca di Alkitab, ini terjadi ketika Samaria dikepung bangsa Aram, maka terjadilah kelaparan hebat disana.
Tidak ditulis dengan jelas berapa lama kelaparan itu berlangsung, yang jelas dampaknya adalah sampai-sampai kotoran merpatipun bisa dijual sebagai bahan makanan. Dan yang paling mengerikan adalah para ibu ibu mengadakan arisan anak laki-laki; setiap hari mereka mengadakan giliran satu persatu menyerahkan anak laki-laki mereka untuk dimasak dan dimakan bersama!!.
Kisah nyata ini bisa dibaca di kitab 2 Raja-raja 6: 25-29.
Apakah saat ini, keadaan dibangsa ini sudah separah kejadian di kisah 2Raja-Raja pasal 6 tersebut?, sampai bisa membuat banyak kaum ibu kehilangan rasa keibuannya yang paling murni, sehingga hati mereka tega membunuh anaknya sendiri akibat tekanan ekonomi yang begitu berat?.

Tapi, apapun dan bagaimanapun juga, sesungguhnya saat ini banyak perempuan di bangsa ini yang butuh pertolongan.
Tekanan-tekanan yang harus di alami belakangan ini membuat mereka merasa sangat kesepian dan sendiri. Karena sesungguhnya seandainya saja mereka punya teman bicara yang bisa memberi masukan positif, seandainya ada yang mau menyediakan hati untuk mendengarkan beban mereka….., mungkin banyak diantara mereka yang membatalkan niatnya untuk membunuh anak-anaknya, atau membatalkan niatnya untuk bunuh diri.
Bisa jadi mereka adalah tetanggamu… , temanmu di kantor, atau yang biasa kamu temui setiap hari minggu di gereja dimana kamu berjemaat.
Mereka adalah perempuan-perempuan yang ada didepan yang sedang ditekan oleh keadaan dunia ini….
Mereka butuh jalan keluar dari semua masalah yang sedang dihadapi, mereka butuh terang yang membuat mereka bisa mengambil keputusan yang bijaksana, mereka butuh kekuatan yang memulihkan hati mereka yang tawar.

” Jesus said to him, ” I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me “, [ John 14:6 ].

” You are the salt of the earth; but if the salt loses its flavor, how shall it be seasoned? It is then good for nothing but to be thrown out and trampled underfoot by men. You are the light of the world. A city that is set on a hill cannot be hidden “, [ Matthew 5:13,14 ].

Bukankah sesungguhnya, sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagi Tuhan dn Juruselamat kita, maka “jalan, kebenar dan hidup” itu ada didalam kita ?.
Dan kalau Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia ini, maka itu adalah “iya dan amin”.

Dan ketika dunia disekitarmu membutuhkan garam dan terang itu, adakah garam itu tetap asin dan terang itu tetap bersinar kuat?.
Hal ini tidak cukup hanya didoakan diruang doa saja, tapi kita harus keluar membaur dengan mereka, merasakan apa yang mereka rasakan diantara gelombang kehidupan yang sedang menerpa banyak orang saat ini.
Pertanyaan dan himbauan ini saya ajukan pada semua kita yang disebut perempuan-perempuan-nya Tuhan [ termasuk saya sendiri.... ].
Perempuan-perempuan yang mau berdiri dibarisan depan bersama Tuhan, untuk menolong perempuan-perempuan lain yang sedang terpuruk dan berada di jurang yang gelap.
Mereka butuh seseorang yang mau mendengar dengan hati, bahu untuk bersandar ketika menangis, lengan yang merangkul ketika tawar hati.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 19 May 2007.

" Menjadi Penakluk dan Penguasa ? ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, perempuan on April 19, 2007 by Inna

Ketika Tuhan menciptakan manusia, blueprint-nya adalah ” God created man in His own image; in the image of God He created him; male and female He created them “, [ Genesis 1:27 ]. Kemudian Tuhan memerintahkan agar terjadi ” pertambahan “, supaya manusia berkuasa atas seluruh bumi dan isinya.
Manusia adalah laki-laki dan perempuan, manusia ini memiliki “God’s own image “. Dan rencana Tuhan pada laki-laki dan perempuan adalah agar laki-laki dan perempuan memiliki ” pertambahan ” supaya berkuasa atas seluruh bumi dan isinya. Berarti laki-laki dan perempuan punya tanggung jawab untuk menaklukkan dan berkuasa atas seluruh bumi dan isinya.
Untuk itu, kita sebagai laki-laki dan perempuan harus mempunyai hidup yang progressive agar mampu melaksanakan kewajibannya didunia ini.

Kalau berbicara tentang “penakluk” dan “penguasa”, kita cenderung menganggap itu berhubungan dengan penampilan yang menarik, bakat, kepintaran, gelar dan kekayaan.
Alkitab menginginkan kita menjadi penakluk dan penguasa di bumi ini bukan dengan cara seperti yang dunia kenal, yaitu menjadi boss, menjadi raja atau menjadi orang yang punya kedudukan dalam dunia politik, tapi dengan cara menjadi orang yang bisa memimpin orang lain semakin bertumbuh iman-nya kepada Kristus, menjadi orang yang memberikan dampak yang positif bagi lingkungannya.
Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan agar kita menjadi garam dan terang bagi dunia ini. Ini adalah hal memberikan dampak dan pengaruh bagi orang-orang disekitar maupun lingkungan disekitar.
Ini tidak berbicara tentang tebar pesona, tentang kekayaan, jabatan dan kedudukan, tapi ini berbicara tentang karakter yang semakin berkembang.
” Pertambahan ” yang paling utama adalah karakter yang semakin berkembang kepada karakter Kristus.

” For whom He foreknow , He also predestined to be conformed to the image of His Son, that He might be the firstborn among many brethren “, [Romans 8:29 ].

Semakin berkembang karakter kita kepada karakter Kristus maka semakin besar kadar “salt and light” dalam kita, maka semakin luas dan besar kapasitas pengaruh kita pada orang lain maupun lingkungan kita.
Dan ini berhubungan dengan cara pikir yang terus menerus mengalami up-grade, atau dengan kata lain paradigma yang diperbaharui.
Orang yang yang tidak mengalami pembaruan paradigma, perlahan lahan akan mengalami penurunan kadar “salt and light”nya. Dan orang yang seperti ini, lama kelamaan tidak bisa lagi menggarami dan menerangi, maka dia akan semakin sama dengan cara orang dunia berpikir dan bertindak.

” And do not be conformed to this world but be transformed by the renewing of your mind, that you may prove what is that good and acceptable and perfect will of God “, [ Romans 12:2].

Untuk mengembangkan karakter “salt and light”, tidaklah cukup hanya dengan banyak membaca dan merenungkan firman Tuhan, tapi kita perlu sarana untuk menjadikan apa yang kita baca dan renungkan menjadi hidup didalam kita, sehingga Firman itu ada didalam kita, hidup didalam kita dan kita menjadi manifestasi firman itu……
Dan Tuhan sangat mengerti tentang hal ini, maka Dia menyediakan dan memberikan sarana tersebut, melalui kejadian-kejadian, konflik-konflik yang terjadi setiap hari dalam hidup kita.
Apa yang tertulis, apa yang ada di pikiran kita akan mengalami perubahan menjadi sesuatu yang real ketika kita berhadapan dengan kondisi yang menantang apa yang selama ini adalah teory atau prinsip yang kita pegang. Perubahan ini terjadi dalam proses yang membutuhkan waktu, tenaga dan ketekunan serta keberanian.
Dalam masa proses ini kita sering kali tidak menjalaninya sampai tuntas, karena tidak sabar, tidak berani, tidak yakin atau karena tidak mau.
Maka akibatnya adalah kita akan menjadi berputar putar ditempat yang sama, dalam masalah yang sama dengan cara berpikir yang sama.
Kalau sudah begini, kita tidak akan mengalami “pertambahan” yang positif dalam segala hal. Maka area yang kamu taklukkan dan kuasai tidak akan bertambah luas, malahan akan semakin berkurang dan bisa habis sama sekali.

Yakub memulai dengan sekumpulan ternak mertuanya, setelah meliwati berbagai peristiwa dan konflik, akhirnya dia memiliki keturunan yang besar.
Yusuf memulai dalam ruang tahanan yang kecil dan gelap, setelah melalui banyak peristiwa dan konflik akhirnya dia memiliki pengaruh yang sangat besar atas Mesir dan bangsa bangsa lain disekitarnya.
Daud setelah melewati masa masa berat dan banyak konflik dalam pengejaran Saul, akhirnya dia menjadi raja atas bangsanya.
Dan setiap mereka semakin mengalami perubahan karakter setelah melalui semua masalah dan konflik dalam hidup mereka.

Kita tidak akan menjadi “penakluk dan penguasa” atas bumi ini dan segenap isinya jika kita tidak menjadi “salt and light” bagi dunia.
Salt and light adalah orang yang memiliki karakter yang kuat. Orang yang tetap bertahan dalam kebenaran firman Tuhan ketika masalah dan konflik terjadi dalam hidupnya maupun di lingkungannya.
Dan ketika dia berhasil melewati langkah demi langkah setiap konflik dan masalah dalam hidupnya, maka dia akan bisa membawa orang lain melewati jalan jalan yang telah di laluinya sehingga orang lain juga berhasil.
Ketika itulah kita semakin menjadi garam dan terang bagi orang lain dan lingkungan kita. Kita menjadi dampak positif bagi orang disekitar kita.

Coba ingat ingat, perhatikan orang orang disekitarmu….
Siapa saja orangnya, yang begitu dia datang, suasana jadi berubah seru , menyenangkan dan gembira.
Atau siapa sajakah orangnya, begitu dia datang, semua yang tadi rileks dan nyaman segera berubah jadi tegang dan kaku.
Siapa saja orang yang kamu anggap bisa dipercaya dan bisa dimintai pendapat yang positif serta membangun.
Siapa saja orang yang sudah sangat mempengaruhi hidupmu…..
Setelah itu, coba renungkan…..
Menurut kamu, ketika kamu datang kesuatu tempat atau perkumpulan, apakah kedatanganmu sering membuat orang lain senang dan gembira?.
Apakah kamu sering membuat orang lain bertambah nyaman dan rileks atau malahan sebaliknya…?
Apakah kamu sudah menjadi pengaruh yang baik buat orang lain yang pernah kamu temui? Seberapa seringkah orang lain berani terbuka kepadamu tentang masalah pribadinya?, apakah kamu bisa dipercaya? atau malahan sering membuat orang lain kecewa dan malu.

Menjadi penakluk dan penguasa yang sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki bukanlah soal kekuatan, jabatan dan popularitas. Tapi soal karakter yang terus menerus berubah menjadi semakin seperti karakter Kristus yang membawa pengaruh bagi banyak orang dan lingkungan.
Sebab itu, nikmatilah setiap masalah dan konflik yang sedang kita alami dan hadapi…. karena melalui semua itu karakter kita semakin dibentuk, sehingga firman yang tertulis itu menjadi hidup didalam kita, maka kita akan menjadi firman itu yang akan menerangi dunia yang gelap ini dan menggarami banyak hati yang telah tawar.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 20 April 2007.

" Keputusan yang Merubah Hidup ".

Posted in Renungan, christianity, faith, perempuan on September 24, 2006 by Inna

Nasib kita bisa berubah berdasarkan keputusan yang kita ambil.
Di Alkitab, ada 2 orang perempuan yang berani mengambil keputusan besar yang membuat garis hidup mereka berubah, yang semula lahir dari bangsa yang di murkai Tuhan tapi kemudian malahan nama mereka masuk dalam garis keturunan ilahi, nama mereka ada dalam silsilah Tuhan Yesus.
Itu karena mereka telah berani mengambil suatu keputusan yang menggetarkan hati Tuhan.

Yang pertama adalah Ruth.
Dia adalah nenek dari raja Daud yang 1100 tahun kemudian menghasilkan seorang Juruselamat dunia yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau di tilik, ternyata Tuhan tidak begitu perduli soal “bibit, bebet, bobot” yang sangat penting dan diperdulikan banyak orang.
Ruth adalah keturunan Moab, suku yang di murkai Tuhan, karena Moab adalah anak Lot yang lahir dari hasil hubungan zinah dengan anak kandungnya. Tuhan tidak menyukai suku Moab karena perbuatan mereka yang jahat, sampai-sampai Tuhan membuat suatu ketetapan untuk Moab,

” Moabite shall not enter the assembly of the LORD; even to the tenth generation none of his descendants shall enter the assembly of the LORD forever “, [ Deuteronomy 23:3 ].

Pada mulanya, Ruth menikah dengan seorang Yahudi yang menjadi pendatang di negeri Moab. Tapi apa mau di kata, suaminya kemudian mati, Ruth menjadi janda. Tak lama kemudian, Naomi mertuanya berniat untuk kembali ke Yehuda. Ruth sangat iba melihat Naomi yang telah tua, janda, sebatang kara dan miskin pula. Dia memutuskan untuk meninggalkan bangsanya, pergi ke Yehuda menemani Naomi. Saya percaya, Ruth membuat keputusan itu bukan hanya berdasarkan iba pada Naomi, tapi juga karena dia telah melihat cara hidup Naomi selama ini yang tekun beribadah kepada Tuhan Allahnya.
Suku Moab adalah penyembah berhala,dewa mereka bernama Chemosh, ritual penyembahan kepada Chemos biasanya mengorbankan anak- anak.
Selama Ruth menjadi menantu Naomi, dia telah mulai mengenal Allahnya orang Israel, dia pasti telah menemukan perbedaan Allah orang Yahudi dengan dewa Chemosh, kalau tidak, mana mungkin dia berani meninggalkan bangsanya dan keluarga besarnya hanya semata-mata karena kasihan pada Naomi yang tua dan miskin itu.

” Your people shall be my people. And your God, my God “, [ Ruth 1:16 ].

Keputusan Ruth pada Naomi telah menggetarkan hati Tuhan. Tuhan sangat menghargai orang-orang yang bersungguh hati kepadaNya.
Bukan karena pintarnya Ruth berkata-kata sehingga membuat Tuhan tergetar, tapi Ruth berani membayar harga dari keputusannya, yaitu dia berpisah dari keluarga dan bangsanya.
Keputusannya telah membawa dia masuk menjadi bagian suku Yehuda ketika Tuhan mempertemukannya dengan Boaz yang kemudian menjadi suaminya.
Destiny ilahi Ruth bermula dari kondisi yang sangat tidak baik. Berasal dari suku Moab, janda, merantau mengikuti mertua yang miskin. Tapi Tuhan merubah semuanya menjadi ajaib dan ilahi.

Perempuan yang kedua adalah Rahab.
Siapakah Rahab?. Dia adalah orang Kanaan, yang seharusnya dihabisi orang Israel, karena memang begitu yang di perintahkan Tuhan. Di kitab Joshua pasal 2, kita bisa mengetahui, bahwa tadinya Rahab itu adalah seorang pelacur. Ketika 2 orang pengintai yang di utus Joshua bersembunyi di rumahnya, Rahab membuat keputusan untuk mengkhianati bangsanya sendiri, karena dia telah mendengar tentang kebesaran Allahnya orang Israel. Rahab tahu, bahwa hidupnya bisa berubah dari keputusan yang diambilnya saat itu.

Now therefore, I beg you, swear to me by the LORD, since I have shown you kindness, that you also will show kindness to my father’s house, and give me a true “token”, [ Joshua 2:12 ].

Ketika tembok Jericho hancur, orang Israel menyerbu masuk kota itu, Joshua ingat akan Rahab yang telah menyelamatkan 2 orang utusannya.

” But Joshua has said to the two men who had spied out the country, ” Go into the harlot’s house, and from there bring out the woman and all that she has, as you swore to her “, [ Joshua 6:22 ].

Kemudian pada ayat 25, kita bisa membaca bahwa setelah itu Rahab dan keluarganya di biarkan hidup di tengah bangsa Israel.

Seorang pelacur merubah jalan hidupnya masuk ke dalam destiny ilahi karena keputusan yang diambilnya. Karena ternyata kemudian, Boaz yang menjadi suami Ruth adalah anak Rahab.

” Salmon begot Boaz by Rahab, Boaz begot Obed by Ruth, Obed begot Jesse “, [ Matthew 1:5 ].

Sebab itu, jangan pernah takut mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan dalam level yang lebih tinggi, karena keputusan ilahi yang kita ambil hari ini bisa mengubah hidupmu masuk ke dalam destiny ilahi yang akan membawa mu masuk ke dalam kemuliaan yang kekal.
Tidak perduli asalmu dari mana, pendidikanmu apa, kekayaanmu seberapa, bagi Tuhan yang terpenting adalah keputusanmu untuk mau belajar setia mengikuti rencanaNya dari ke hari.
Tuhan sudah membuktikan, bahwa Dia memilih seseorang lebih karena sikap hati seseorang dari pada “bibit, bebet, bobot”. Tidak percaya?, baca saja silsilah Tuhan Yesus di Matius 1, maka kamu akan menemukan banyak hal yang mengherankan.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 24 September 2006.

" Kenali dan Mengerti ".

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on May 2, 2006 by Inna

Saya suka buku-buku karangan Pdt. Ir. Jarot Wijanarko, selain karena isinya bagus, dia juga sangat jelas dan terus terang mengungkapkan banyak hal tentang perempuan dan laki-laki, hal-hal yang mungkin banyak pendeta lain merasa sungkan untuk membahasnya.
Dari salah satu bukunya yg berjudul ” Pernikahan ” ada beberapa pembahasan yg akan saya sertakan disini untuk menambah pengetahuan kita tentang perempuan dan laki-laki, sehingga kita bisa semakin mengenali dan mengerti diri kita sendiri dan juga pasangan kita, atau bisa juga calon pasangan kita. Saya harap setelah membaca ini, kamu bisa memaklumi orang lain maupun juga dirimu sendiri.
Sesudah membaca ini, jangan langsung “forward” artikel ini kepada pacarmu atau pasanganmu, dengan berharap setelah dia membaca ini dia bisa berubah dan lalu mengerti tentang dirimu….. Tapi mulailah dari dirimu sendiri terlebih dulu…… May God bless you richly !!.

MULUT dan PERUT
Wanita kuat mulutnya, pria kuat perutnya. Sangat mudah untk membuktikan ini, misalnya dalam sebuah pesta pernikahan, wanita akan berkeliling ruangan utk ‘mencicipi ‘berbagai makanan memuaskan bibirnya. Pria bukan berkeliling mencicipi, tapi mengambil dan segera makan banyak-banyak utk mengenyangkan dan memuaskan perutnya. Kalau sudah selesai makan, banyak pria akan berkata kpd istrinya, ” Ma, kita pulang yuk “. Kenapa pulang? Karena sudah makan. Bagi pria, kalau sudah makan berarti acara sudah selesai. Lain lagi dgn wanita, biarpun dia sudah selesai makan acara belum selesai karena dia belum ‘berbicara’ dgn si A dgn si B, dia masih mau ngobrol kesana kesini….

Begitu kuatnya mulut seorg wanita, menurut seorg psikolog ada ‘hukum 500 kata’, yaitu wanita dlm sehari harus berbicara 500 kata, kalau belum berbicara 500 kata, dia bisa bete’, tidak bisa tenang ( hampir sama seperti kalau laki-laki belum makan !).
Karena itu, saya sarankan kepada para istri agar banyak ” pray (speak in tongue), praise and worship, ” sampai melewati 500 kata sebelum sore hari, alhasil waktu ketemu suami pulang kantor, kamu akan damai sejahtera…..
Contoh lain, kalau hari minggu selesai ibadah di gereja, laki-laki ingin segera pergi, kenapa? Karena dia lapar !, ” Ayo cepat ma…!”. Dan si istri
yg masih ngobrol dgn temannya akan menjawab, ” Please deh pa, sebentar lagi, dikit lagi… ” ( maksud psikologisnya dikit lagi belum 500 kata, baru 200 nih ). Tak lama kemudian dia menyusul suami yg sudah menunggu dgn perut lapar, eh ditangga gereja atau di tempat parkir si istri ketemu teman yang lain, dia pasti berhenti untuk sekali lagi berceloteh, bercerita sampai takarannya sudah cukup.
Saran praktis lainnya, kalau suami pulang, jangan diajak banyak bicara tapi suguhi makanan dulu, sebab laki-laki gelisah kalau sedang lapar.
Kebalikannya hai para pria , dengarkan istrimu… Dengarkan dia berbicara dan terus berbicara sampai takaran 500 kata terlampaui. Dengan didengarkan tanpa memberi saran dan komentar sebenarnya 50% masalah wanita sudah selesai. Wanita akan merasa damai dan sejahtera kalau dia di dengarkan, kalau dia sudah berbicara dan dia perlu melampaui 500 kata…!.
Saya berikan alasan yang lebih teologis, kenapa suami harus mendengarkan istri. Firman Tuhan mengajarkan bahwa suami adalah seorang imam dalam keluarga. Apa tugas imam? Sebelum imam Lewi mengorbankan korban sembelihan, dia harus memutuskan hewan apa yg harus disembelih, apakah itu merpati, domba atau sapi, sesuai dgn besarnya dosa umat Israel. Untuk memutuskan, sebelum berdoa, membimbing, sebelum pelayanan lainnya dilakukan, seorang iman HARUS MENDENGAR umat yg datang utk dilayani. Imam HARUS MENDENGAR apa masalahnya, apa dosanya. TUGAS PELAYANAN IMAM YG PERTAMA ADALAH MENDENGAR.

Suami dengarkan istrimu, sediakan waktu, kuduskan waktu untuk mendengar istrimu. Jangan biarkan orang lain yg tekun mendengar istrimu…, jangan biarkan sopir, tukang kebun, temannya di kantor, teman pelayanan atau bahkan pendetanya yg lebih banyak mendengarkan ” curhat “-nya. Itu celah untuk kejatuhan….
Hai suami kalau engkau mengasihi istrimu, dengarkan dia… Intim bagi wanita adalah ngobrol. Intim bagi wanita adalah persahabatan, hubungan bathin. Intim bagi wanita adalah didengarkan dimengerti dan di perhatikan. Karena wanita kebanyakan lebih kuat perasaannya.

Jempol Kiri Jempol Kanan
Cara mudah untuk test, apakah perasaan atau pikiran kita yg kuat sebenarnya sangat mudah. Saya telah mencobanya dan 80% akan benar.
Lipatkan tangan saudara, dgn jari-jari di lipat, tiap jari berselang seling seperti kalau saudara akan berdoa dan lipat tangan. Lakukan dgn santai, secara natural. Nah saudara bisa juga melakukannya sekarang saat ini . Lakukan dulu, baru kemudian lanjutkan baca perikop selanjutnya.
Naaa, jangan teruskan baca, stop dulu, lakukan dulu….
Sudah? Sekarang coba perhatikan, jempol mana yg ada diatas? Apakah jempol kiri yg ada diatas jempol kanan atau sebaliknya?. Kalau jempol kiri yg diatas, otak kanan saudara yg kuat berarti perasaan saudara yg dominan. Kalau jempol kanan yg diatas, berarti otak kiri yg kuat maka pikiran atau logika saudara yg cukup dominan.
Saudara mungkin tidak percaya? Apa hubungannya? Kok semudah itu?
Buktikan saja dgn survey, mulai dg meminta teman2 mu melipat tangan dan perhatikan tangannya. Saudara akan menjumpai orang-orang yg dominan perasaannya menaruh jempol kiri diatas, begitu juga sebaliknya. Saya mencobanya di berbagai pertemuan dan seminar, dan saya menjumpai 80% benar.
Saya menemukan fenomena lain dlm generasi ini, ternyata cukup banyak wanita dgn otak kiri cukup kuat. Faktor pendidikan dan lingkungan, tanpa sadar membangun otak kirinya lebih kuat sehingga pikirannya menjadi kuat dan dominan. Maka jadilah banyak wanita yg sangat mandiri, kuat logika dan pikiran, bahkan terkesan cuek.

Kebalikannya, kita juga banyak menjumpai laki-laki dgn otak kanan yg berkembang, mereka sangat perasa, kolokan, manja, mudah menangis.
Laki-laki yg begini biasanya mereka para artis, seniman, pemusik, pelukis, yg memang merupakan kemampuan otak kanan. Ketika menekuni bidang tersebut maka otak kanan dilatih dan berkembang.
Yang indah, saya jumpai fenomena adalah jika laki-lakinya demikian, maka Tuhan menjodohkannya dengan wanita yang mandiri, sehingga saling melengkapi.
Otak kanan, otak kiri, temperamen dasar ini bukan soal baik atau tidak baik, dosa atau tidak dosa, tetapi supaya kita mengenal diri sendiri dan pasangan kita. Dengan demikian kita bisa lebih mengerti, lebih menerima dan bersikap tepat, mengucap syukur atas pasangan yg Tuhan berikan dgn begitu kita bisa hidup bahagia.

Tuhan memang menciptakan berbeda dan demikian. Maka jangan lah menikah dgn sebuah daftar panjang berisi hal-hal yg harus dirubah oleh pasangan, tetapi terima pasanganmu. Orang yg diterima apa adanya dia akan merasa bahagia, dan orang yg bahagia akan gampang berubah.

Penasaran? Mau tahu lebih banyak lagi? Baca sendiri deh bukunya….
Saya bukan mau promosi bukunya pak Jarot, tapi saya cuma mau share apa yg saya dapatkan. Dan saya percaya itu berguna untuk setiap kita.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta 2 May 2006.

" Siapkah Kita..? "

Posted in Christian life style, Renungan, christianity, faith, perempuan on April 2, 2006 by Inna

Saya tinggal di Jatipetamburan Slipi, karena itu walaupun agak jauh jaraknya dari rumah saya, daerah Tanah Abang tidaklah asing bagi saya.
Suatu hari, beberapa celana jeans yang baru saya beli butuh dipermak, maka saya pergi ke Tanah Abang karena saya lihat disamping jembatan Tanah Abang banyak sekali kios tempat permak celana jeans berjejer.
Karena tukang permak itu berkata bahwa semua celana akan selesai kira2 setengah jam, maka saya putuskan untuk menunggu saja, apalagi siang itu cuaca sedang panas terik, tentu tidak enak mondar mandir dibawak terik panas matahari.
Saya lalu dipersilahkan duduk dibangku yg ada didepan kios tsb. Tak lama kemudian 3 orang perempuan ikut nimbrung duduk didekat saya. Mereka duduk ngobrol sambil merokok, sesekali menyapa para lelaki yang lewat. Dari percakapan mereka, tahulah saya bahwa ternyata mereka adalah PSK yg sedang beroperasi siang hari. Karuan saja saya jadi gelisah dan risih, kuatir jangan-jangan nanti saya juga dikira sama dengan mereka. Karena cara mereka berpakaian dan berdandan sama sekali tidak mencolok.
Aduh, siapa sangka siang bolong begitu tiba2 ada PSK lagi beroperasi dan duduknya dekat saya lagi…!.
Pikiran saya terus merongrong…, wah gimana ini kalau tau-tau ada jemaat gereja liwat dan lihat saya lagi duduk bersama para PSK??.
Ketika dalam perjalanan pulang, Roh Kudus mengingatkan saya bahwa Tuhan Yesus pernah beberapakali berdekatan dengan perempuan yang “tidak baik-baik”, dan Dia tidak malu…, malah memberitakan khabar baik untuk mereka. Saya diingatkan lagi, ” Bukankah kamu sering berdoa untuk pertobatan orang-orang yang terhilang? Bagaimana kalau mereka termasuk orang yang telah kamu doakan selama ini? “.

Sebagai gereja Tuhan, sebagai anak-anak Tuhan, kita telah punya jadwal-jadwal doa. Kita sering bersyafaat untuk orangt-orang yang kita kasihi, juga untuk kota dan bangsa kita, juga untuk lingkungan sekitar kita.
Bahkan terkadang kita sampai meratapi mereka yang terhilang dalam doa-doa, kita doa keliling, kita berseru-seru agar hujan pertobatan dicurahkan atas orang-orang di daerah kita. Lalu tiba-tiba Tuhan menjawab doa kita !! Orang-orang berdosa tiba-tiba sadar akan dosanya dan mereka mau bertobat. Entah bagaimana mereka muncul di gereja, lalu duduk di kursi gereja yang sudah bertahun-tahun biasa kita duduki setiap hari minggu.
Siapkah kita ketika seorang pelacur bertobat masuk kegereja kita, atau seorang preman bertato yang pernah membunuh orang, atau seorang banci dengan kostum apa adanya, atau seorang pencopet, mereka ini memang benar sungguh-sungguh mau bertobat…. mereka datang ke gereja duduk dikursi yang persis disampingmu, atau disamping suamimu, atau disamping istrimu, atau disamping anakmu?. Siapkah kita menerima mereka dengan tulus dari minggu ke minggu..?.

Sejak siang itu, saya disadarkan untuk mulai belajar melapangkan hati agar bisa menerima mereka apa adanya ketika mereka tiba-tiba muncul dalam hidup saya, dalam pelayanan saya. Saya tahu ini tidak gampang…..

Gereja Tuhan harus mulai bersiap menerima tuaian jenis apapun juga, apakah kita layak memilih dan memilah-milah jenis domba yang boleh masuk?.
Tidak hanya para gembala dan pengerja tapi juga jemaat Tuhan harus mulai belajar meluaskan hati untuk bisa menerima setiap kalangan.
Kalau tidak, jangan-jangan jemaat yang kaya dan terpelajar akan pergi ketika mereka melihat domba-domba yang masih compang-camping ada didekat mereka. Siapkah kita…?

” Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang ( Lukas 19:10 ) “.

Ditulis oleh Asyer Inna Lingga
Jakarta, 2 April 2006.