<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Just Inna Lingga</title>
	<atom:link href="http://asyerinna.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asyerinna.wordpress.com</link>
	<description>&#34;I can do all things through Christ Jesus...!&#34;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Oct 2008 03:36:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on About me by Be example</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/about/#comment-27</link>
		<dc:creator>Be example</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 03:36:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-27</guid>
		<description>Shalom Kak inna.
Tulisan-tulisannya menarik. GBU!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Kak inna.<br />
Tulisan-tulisannya menarik. GBU!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Orang yang Rohani&#8221; by Be example</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-26</link>
		<dc:creator>Be example</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 13:53:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-26</guid>
		<description>syalom,,,

saya pernah mengalami hal itu ketika saya baru bergabung dengan salah satu gereja kharismatik 1 thn yg lalu. Saat itu saya ikut training doa. Saat mau naik ke menara doa --waktu mau melepas sandal, sementara disitu ada byk orang di bawah tangga -- saya merasa saya jadi org yg sombong, merasa &quot;lebih&quot; dari jemaat biasa. Saya jadi bingung, saya ingin pelayanan tapi kok jiwa saya masih rentan thd kesombongan (dari sejak kecil inilah permasalahan yg terus saya pergumulkan --&gt; kesombongan dan keminderan). 
Akhirnya saya mundur spy motivasi saya benar dulu. 
Namun saya masih terus bertumbuh dan belajar. Dan saya pelajari bahwa Kesombongan tuhhh akan hilang saat kita liat ke atas, kepada Tuhan kita yang besar, bahwa kita ini semua sama di hadapan Tuhan. Kita sama-sama telanjang di hadapan Tuhan. Tuhan menguji motivasi hati kita, apakah kita melayani Tuhan karena CINTA atau karena motivasi ingin mendapatkan hormat manusia semata. Percuma kalo kita pelayanan tapi ternyata &quot;NOL&quot; di hdapan Tuhan.
Salah satu renungan kotbah dari seorang hamba TUhan mengajar begini : Tuhan mengajar kita untuk &quot;membasuh kaki murid2&quot;, membasuh kaki saudara2 kita. Itulah yg saya pelajari saat ini; pemimpin yg berhati pelayan (dlm konteks bukan hanya di gereja saja). Setinggi2nya jabatan pelayanan kita, kita mendapatkannya karena anugerah Tuhan semata2. AnugerahNya yg bekerja melalui kita. So... apalagi yg harus disombongkan? 
Tuhan berkati :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syalom,,,</p>
<p>saya pernah mengalami hal itu ketika saya baru bergabung dengan salah satu gereja kharismatik 1 thn yg lalu. Saat itu saya ikut training doa. Saat mau naik ke menara doa &#8211;waktu mau melepas sandal, sementara disitu ada byk orang di bawah tangga &#8212; saya merasa saya jadi org yg sombong, merasa &#8220;lebih&#8221; dari jemaat biasa. Saya jadi bingung, saya ingin pelayanan tapi kok jiwa saya masih rentan thd kesombongan (dari sejak kecil inilah permasalahan yg terus saya pergumulkan &#8211;&gt; kesombongan dan keminderan).<br />
Akhirnya saya mundur spy motivasi saya benar dulu.<br />
Namun saya masih terus bertumbuh dan belajar. Dan saya pelajari bahwa Kesombongan tuhhh akan hilang saat kita liat ke atas, kepada Tuhan kita yang besar, bahwa kita ini semua sama di hadapan Tuhan. Kita sama-sama telanjang di hadapan Tuhan. Tuhan menguji motivasi hati kita, apakah kita melayani Tuhan karena CINTA atau karena motivasi ingin mendapatkan hormat manusia semata. Percuma kalo kita pelayanan tapi ternyata &#8220;NOL&#8221; di hdapan Tuhan.<br />
Salah satu renungan kotbah dari seorang hamba TUhan mengajar begini : Tuhan mengajar kita untuk &#8220;membasuh kaki murid2&#8243;, membasuh kaki saudara2 kita. Itulah yg saya pelajari saat ini; pemimpin yg berhati pelayan (dlm konteks bukan hanya di gereja saja). Setinggi2nya jabatan pelayanan kita, kita mendapatkannya karena anugerah Tuhan semata2. AnugerahNya yg bekerja melalui kita. So&#8230; apalagi yg harus disombongkan?<br />
Tuhan berkati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Berjalan Diatas Air ?. by putrasetia</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2007/10/25/berjalan-diatas-air/#comment-25</link>
		<dc:creator>putrasetia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 09:21:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2007/10/25/berjalan-diatas-air/#comment-25</guid>
		<description>

kalo menurut ilmu meringankan tubuh ini si gak sembarang orang yang bisa dapetin.. mungkin ilmu itu bisa ada dan bahkan dipraktekin tapi itu kejadiannya zaman dulu kala..
kalo untuk zaman sekarang ini ..wah wah wah biar ampe botak juga saya gak PERCAYA dan apa yang dilakukan oleh dedy tersebut pernah dilakukan oleh ilusionis barat beberapa tahun lalu..yang hasilnya itu hanya sebuah TRIK N REKAYASA aja ..

sekarang coba pikir kenapa kita bisa beranggapan itu adalah BENAR sedangkan waktu dia berjalan di atas air aja kita gak ada saat itu dan gak berada tepat di dalam kolam renang tersebut...
jadi apa alasan kita untuk bilang kalo itu BENAR....
teknologi adalah PENIPUAN yang sangat SEMPURNA...

thanks...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurut ilmu meringankan tubuh ini si gak sembarang orang yang bisa dapetin.. mungkin ilmu itu bisa ada dan bahkan dipraktekin tapi itu kejadiannya zaman dulu kala..<br />
kalo untuk zaman sekarang ini ..wah wah wah biar ampe botak juga saya gak PERCAYA dan apa yang dilakukan oleh dedy tersebut pernah dilakukan oleh ilusionis barat beberapa tahun lalu..yang hasilnya itu hanya sebuah TRIK N REKAYASA aja ..</p>
<p>sekarang coba pikir kenapa kita bisa beranggapan itu adalah BENAR sedangkan waktu dia berjalan di atas air aja kita gak ada saat itu dan gak berada tepat di dalam kolam renang tersebut&#8230;<br />
jadi apa alasan kita untuk bilang kalo itu BENAR&#8230;.<br />
teknologi adalah PENIPUAN yang sangat SEMPURNA&#8230;</p>
<p>thanks&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Orang yang Rohani&#8221; by namakuananda</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-24</link>
		<dc:creator>namakuananda</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 17:45:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-24</guid>
		<description>:) no comment.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  no comment.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Orang yang Rohani&#8221; by kesembuhanku</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-23</link>
		<dc:creator>kesembuhanku</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 14:04:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-23</guid>
		<description>syalom,

permisi menuliskan komentar dari Aku yang berpengetahuan dangkal dan sedang belajar.

menurutku sih, orang yang kehidupan rohaninya baik adalah orang yang bersukacita karena bisa mengucap syukur atas segala sesuatu, hidupnya juga dipenuhi dengan berkat karena dia mengenal Bapanya disurga.

GBU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syalom,</p>
<p>permisi menuliskan komentar dari Aku yang berpengetahuan dangkal dan sedang belajar.</p>
<p>menurutku sih, orang yang kehidupan rohaninya baik adalah orang yang bersukacita karena bisa mengucap syukur atas segala sesuatu, hidupnya juga dipenuhi dengan berkat karena dia mengenal Bapanya disurga.</p>
<p>GBU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Orang yang Rohani&#8221; by bisaku</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-22</link>
		<dc:creator>bisaku</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 08:41:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-22</guid>
		<description>@indiegal
&quot;Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang telah jatuh ke dalam ke dosa…&quot;

Ah syukurlah kita punya YESUS, yang dapat dengan pasti mengatakan bahwa didalam DIA lah keselamatan didapatkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@indiegal<br />
&#8220;Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang telah jatuh ke dalam ke dosa…&#8221;</p>
<p>Ah syukurlah kita punya YESUS, yang dapat dengan pasti mengatakan bahwa didalam DIA lah keselamatan didapatkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Orang yang Rohani&#8221; by indiegal</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-21</link>
		<dc:creator>indiegal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 07:48:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-21</guid>
		<description>Intinya,

gak usah rohani-rohani banget... hehehe. (jangan diperhatiken, ini kesimpulen ngasal - hehe)
Be realistic dalam mengikut Tuhan... Meskipun sudah &#039;Dibenarkan&#039; oleh darah Yesus, bukan berarti menutup kemungkinan bagi kita untuk jatuh ke dalam dosa... Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang telah jatuh ke dalam ke dosa... 

Salam kenal....

GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Intinya,</p>
<p>gak usah rohani-rohani banget&#8230; hehehe. (jangan diperhatiken, ini kesimpulen ngasal &#8211; hehe)<br />
Be realistic dalam mengikut Tuhan&#8230; Meskipun sudah &#8216;Dibenarkan&#8217; oleh darah Yesus, bukan berarti menutup kemungkinan bagi kita untuk jatuh ke dalam dosa&#8230; Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang telah jatuh ke dalam ke dosa&#8230; </p>
<p>Salam kenal&#8230;.</p>
<p>GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Orang yang Rohani&#8221; by drgsubur</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-20</link>
		<dc:creator>drgsubur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 00:25:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2008/01/11/rohani-itu-apa-sih/#comment-20</guid>
		<description>didalam yang putih itu terdapat yang hitam, didalam yang hitam itu sendiripun terdapat yang putih. itulah dunia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>didalam yang putih itu terdapat yang hitam, didalam yang hitam itu sendiripun terdapat yang putih. itulah dunia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Natal bersama Yesus atau bersama santa Claus ? by Cayadi</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2007/12/22/natal-bersama-yesus-atau-bersama-santa-claus/#comment-19</link>
		<dc:creator>Cayadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 08:30:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2007/12/22/natal-bersama-yesus-atau-bersama-santa-claus/#comment-19</guid>
		<description>Ada bagusnya kita simulasi kembali kandang di Betlehem. Yakin deh pasti Santa Clausnya belum nongol. Merry Christmas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada bagusnya kita simulasi kembali kandang di Betlehem. Yakin deh pasti Santa Clausnya belum nongol. Merry Christmas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Jangan Takut dan Jangan Kuatir by Mahansa EGS</title>
		<link>http://asyerinna.wordpress.com/2006/02/22/jangan-takut-dan-jangan-kuatir/#comment-4</link>
		<dc:creator>Mahansa EGS</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2006 02:11:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asyerinna.wordpress.com/2006/02/22/jangan-takut-dan-jangan-kuatir/#comment-4</guid>
		<description>kak, yang ini cukup inspiring...&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;memang, yang sering jadi persoalan bagi orang percaya adalah bagaimana ia berdiri di tengah-tengah dunia ini. apakah dia harus jadi &quot;orang aneh&quot; yang kuper dan terbelakang? mungkin jawabannya memang enggak. tapi persoalannya sulit sekali untuk menjadi orang yang &quot;tidak aneh&quot; di tengah-tengah dunia yang menuju kebinasaan ini. kalau kakak bilang kita harus punya &quot;cara pandang yang berbeda&quot;, cara pandag yang berbeda itu sendiri sudah menjadi &quot;keanehan&quot; buat orang lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;yeah, itu juga yang menjadi pergumulan aku. persoalannya sering kali sesimpel: apakah ini boleh, apakah itu boleh, bagaimana kalau aku melakukan ini dan itu. tapi persoalan simpel begini kadang sulit dicari pembenarannya. katakan saja, bolehkan kita menonton film hollywood di bioskop? walah, pasti banyak orang bilang, kok gitu saja enggak boleh. padahal umumnya film sekarang sangat menjual kekerasan, sensualitas dan nafsu rendahan. terus kita harus bagaimana dong...&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;yeah, kira-kira itu sih. aku dapat sisi lain membaca tulisan kakak ini. GBU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kak, yang ini cukup inspiring&#8230;</p>
<p>memang, yang sering jadi persoalan bagi orang percaya adalah bagaimana ia berdiri di tengah-tengah dunia ini. apakah dia harus jadi &#8220;orang aneh&#8221; yang kuper dan terbelakang? mungkin jawabannya memang enggak. tapi persoalannya sulit sekali untuk menjadi orang yang &#8220;tidak aneh&#8221; di tengah-tengah dunia yang menuju kebinasaan ini. kalau kakak bilang kita harus punya &#8220;cara pandang yang berbeda&#8221;, cara pandag yang berbeda itu sendiri sudah menjadi &#8220;keanehan&#8221; buat orang lain.</p>
<p>yeah, itu juga yang menjadi pergumulan aku. persoalannya sering kali sesimpel: apakah ini boleh, apakah itu boleh, bagaimana kalau aku melakukan ini dan itu. tapi persoalan simpel begini kadang sulit dicari pembenarannya. katakan saja, bolehkan kita menonton film hollywood di bioskop? walah, pasti banyak orang bilang, kok gitu saja enggak boleh. padahal umumnya film sekarang sangat menjual kekerasan, sensualitas dan nafsu rendahan. terus kita harus bagaimana dong&#8230;</p>
<p>yeah, kira-kira itu sih. aku dapat sisi lain membaca tulisan kakak ini. GBU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
